Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.



June 8, 2009

Yang kecil, yang menentukan

“Saya mau pilih Prabowo,” kata Pandu. “Kenapa?” tanya saya. “Karena masih muda,” jawabnya pendek.

Iklan Gerindra memang ciamik, menarik. Prabowo tampak masih muda. “Prabowo tuh sudah tua juga, Ndu,” kata saya, mengingatkan bahwa usia Prabowo tidak jauh beda dengan SBY. “Yang penting coba sesuatu yang baru,” Pandu berkilah.

Saya juga, sebenarnya ingin calon presiden yang masih muda. Empat puluh tahunan gitu, seperti presiden Amerika. Tapi di sini masih jauh. Semua calonnya sudah udzur. Yang tua yang bicara.

Istri saya beda lagi. (more…)


June 3, 2009

Menang tapi kalah

RS Omni menang mutlak, sekaligus kalah mutlak.

RS Omni Internasional di Tangerang menggugat mantan pasiennya melalui pengadilan resmi, dan menang. Akibatnya, Prita Mulyasari yang menuliskan keluhannya lewat milis di internet, dijebloskan ke penjara. Masyarakat luas balik mengadili. RS Omni kalah telak dalam pengadilan masyarakat.

Rabu, pagi ini saya membaca tulisan tentang kasus Prita di halaman muka koran Kompas. Dengan oplah sirkulasi Kompas yang mencapai sekitar 700 ribu, kekalahan RS Omni pun mencapai puncaknya. Sekarang tidak hanya masyarakat internet yang mengetahui kasus Prita, masyarakat non-internet pun akan terkejut membaca kasus ini. Mengeluhkan layanan rumah sakit berdampak dipenjara. Lengkaplah sudah kekalahan RS Omni. (more…)


June 1, 2009

Normal dan lurus

Bila Anda pernah kuliah statistik, tentu kenal dengan bentuk Distribusi Normal. Kenapa disebut distibusi normal? Apakah ada distribusi yang tidak normal, alias gila?

Ternyata bentuk distribusi tersebut sebenarnya disebut Gaussian. Bentuknya seperti lonceng terbalik, ‘bell-shaped’ istilah kerennya. Penyebutan distribusi Gaussian sebagai distribusi ‘normal’ dikarenakan distribusi ini yang paling sering dipakai sebagai rujukan, acuan, atau norma. Dari sinilah ada istilah normal yang berarti ‘norm’ atau acuan. Distribusi normal ini merupakan distribusi yang sering dipakai sebagai alat uji hipotesis statistik. Seringkali untuk memecahkan masalah statistik, bentuk distribusi lain seperti misalnya Lognormal, dapat dikonversi menjadi bentuk distribusi normal. (more…)


May 25, 2009

Cantik

Filed under: Konsep, Cara Bahagia

Setelah nulis tentang buku SEPIA sampai tiga kali, sekarang mulai nulis lagi yang ringan-ringan tapi lucu.

Apa itu cantik?

Ada yang mancung tinggi, cantik. Ada yang bulat hidung mangir, cantik juga. Ada yang mancung, tapi kok seperti tidak cantik ya? Ada yang cantik sekali bagi kita, eh bagi kambing tidak terlihat cantik. Hehe. (more…)


Buku SEPIA : bingkisan dari hati untuk murid yang mencari

“Apa bedanya negara maju dengan negara tidak maju?” saya membuka pembicaraan dengan peserta seminar. Hari Minggu kemarin saya mengisi seminar singkat di forum guru Tasikmalaya. “Bedanya,” ujar saya,”adalah visi mereka. Negara maju memiliki visi jangka panjang. Negara tidak maju memiliki visi jangka pendek. Negara maju seperti Israel misalnya, kabarnya punya perencanaan hingga 100 tahun. Sedangkan negara tidak maju, seperti Indonesia ini, rencananya hanya sampai Pemilu berikutnya.” Audiens tertawa.

“Apa bedanya orang sukses dengan tidak sukses?” saya melanjutkan. Audiens diam. “Bedanya adalah visi mereka. Orang sukses punya visi jangka panjang, orang tidak sukses visinya hanya jangka pendek.” Mereka langsung paham, analogi ini sama dengan negara maju dan tidak maju. Lanjut saya, ” Ciri orang yang akan sukses sederhana saja : kalau gaji naik, tabungannya naik. Ciri yang tidak akan sukses : kalau gaji naik, (more…)


May 15, 2009

Buku Sepia : model diri Anda menentukan nasib Anda

George Soros lolos dari kebiadaban Nazi. Soros selalu mengenang ayahnya dengan bangga. Ayahnya adalah seorang yang cerdik. Ketika Nazi mengumumkan bahwa setiap Yahudi harus mendaftarkan diri, maka kebanyakan Yahudi berbondong-bondong mendaftarkan diri. Mereka taat dan patuh. Ayah Soros bertindak berbeda. Dia merasakan ada ketidakwajaran dari pengumuman Nazi tersebut. Alih-alih mendaftar, dia justru menyembunyikan identitas seluruh keluarganya. Soros kecil yang kebetulan bermata biru, dititipkan ke seorang kenalannya agar diaku sebagai anak, dan diberi identitas yang jauh dari Yahudi. Keluarga Soros lainnya juga berpindah-pindah disembunyikan oleh ayahnya. Ketika tragedi pembantaian holocaust terjadi, kaum Yahudi yang menurut himbauan Nazi mengalami nasib yang menyedihkan, tewas karena kebiadaban. Keluarga Soros selamat berkat kewaspadaan ayahnya. Soros mengenang hal itu dalam buku-bukunya. (more…)


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2007/04/30/syair-penjual-kacang/


« Previous PageNext Page »


Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here