Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test! |
Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims. |
Kecerdasan kekuatan dalam hal politik juga semakin penting di jaman modern, dimana persaingan semakin rumit dan majemuk. Lebih mudah bagi kita untuk menghadapi musuh yang muncul terang-terangan, sebaliknya jauh lebih sulit menghadapi musuh 'dalam selimut'. Kecerdasan dalam hal politik berperan penting karena setiap orang menghadapi konflik politik setiap hari dalam kehidupannya. Politik dapat muncul dalam keributan kecil di rumah tangga, persaingan antar saudara kandung, kehidupan bertetangga, dan juga di kantor. Politik bukan hanya ada dalam kegiatan mengurus negara, melainkan hadir dalam setiap kegiatan antar manusia.
Sebagian orang memandang politik sebagai kegiatan yang tercela, karena di dalamnya terdapat intrik, manipulasi, penipuan, dan sebagainya. Padahal politik merupakan bawaan alamiah manusia karena merupakan konsekuensi dari terjadinya hubungan antar manusia, sama halnya dengan kegiatan ekonomi. Ada banyak sekali kegiatan politik yang etis. Berpolitik tidak berarti melakukan hal yang tercela. Politik yang dipahami dan dikuasai dengan baik akan membantu mencapai tujuan dengan cara yang lebih efisien. Menjadi pemimpin atau seorang yang adil juga memerlukan keahlian politik yang baik.
Politik memainkan peranan penting dalam kegiatan bisnis dan di kantor. Kegiatan politik yang tercela akan mengakibatkan munculnya permainan kekuasaan, negosiasi yang sulit, terhambatnya kreatifitas, rusaknya wibawa, fitnah, kebohongan dan kecurangan. Sebaliknya, politik yang disinari matahari SEPIA menjadi politik yang etis mampu memperkuat komunikasi, mempermudah perjanjian bisnis, membantu menemukan solusi kreatif, menciptakan suasana saling menghargai, dan memperkuat ketrampilan pengambilan keputusan.
"…
Sebagai karyawan baru di jajaran manajer menengah, Adi didekati banyak orang. Tono mengajaknya makan siang dan dengan baik hati menjelaskan situasi di kantor. Jerry juga mengajak makan siang dengan informasi yang sedikit berbeda dengan Tono. Rudi, kenalan di kantin, memberikan banyak saran dan segudang gosip-gosip. Demikian pula dengan beberapa orang yang lain. Semua dengan 'baik hati' memberi saran gratis kepada Adi.
Adi cukup cerdas. Setiap kali ada yang menanyakan apakah dia diajak makan siang oleh Tono, dia menjawab diplomatis "Ya, saya meminta Tono untuk menjelaskan kegiatan di departemennya. Saya kira saran-sarannya sangat membantu pekerjaan saya." Demikian pula ketika ditanya tentang yang lain. Adi dengan hati-hati menjaga hubungan baik dengan semua rekan barunya. Sebagai karyawan baru, Adi memulai 'permainan politik' dengan awal yang baik.
…"
Beberapa praktek politik kantor sering terlihat sehari-hari, misalnya :
- diberi tugas yang tidak menantang dan jauh melenceng dari tugas utama
- dikritik terbuka dalam suatu rapat
- promosi pekerjaan diberikan kepada orang lain yang baru
- dijadikan kambing hitam
- kegiatan pesta ulang tahun untuk eksekutif puncak
- didiamkan, disepelekan, telepon tidak dibalas
- mendapat saran dan gosip-gosip yang menyesatkan
"…
Adi dipromosikan untuk menjadi manajer penjualan. Senin depan adalah hari pertama dia mempresentasikan rencana di departemennya. Adi cukup cemas, namun berniat mengendalikan kecemasannya. Dia meminta salah seorang senior di perusahaan yang sangat dihormati untuk memberi kata sambutan sebagai key note speaker. Adi yang memberi gagasan materi untuk disampaikan. Selanjutnya Adi meminta stafnya untuk menyiapkan bahan presentasi yang baik. Adi juga meminta bantuan seorang desainer untuk membuat indah presentasi dengan imbalan namanya akan diperkenalkan di dalam rapat.
Pada hari Senin presentasi Adi berjalan sukses, walaupun dia hanya tampil sebagai pembuat kesimpulan.
…."
Terkadang secara tidak sengaja kita melukai orang lain secara 'politis'. Dalam hal seperti ini meminta maaf dan membalikkan situasi memerlukan ketrampilan politik yang baik.
"…
Rina, rekan Adi di bagian Public Relation, menyelenggarakan konferensi pers tentang produk baru dan rencana pembagian dividen dari perusahaan mereka. Banyak insan pers yang diundang, tapi Rina luput mengundang wartawan dari sebuah koran on-line di internet yang berpengaruh.
Publikasi Rina tidak berjalan sesuai harapan. Setelah berdiskusi dengan Adi, Rina menyadari kesalahannya tidak mengundang wartawan koran on-line tersebut.
Pada acara beberapa waktu berikutnya Rina mengundang secara khusus wartawan koran on-line tersebut. Rina bahkan mengontak langsung dan meminta maaf bahwa teledor tidak mengundang pada acara sebelumnya dan tidak ada maksud mengabaikan. Rina bahkan memberi meja khusus dan mempertemukan wartawan tersebut dengan salah seorang direktur perusahaan. Publikasi Rina berjalan sukses, berita di koran on-line tadi dikutip sebagai rujukan oleh koran-koran di berbagai daerah.
…."
Beberapa taktik licik yang lazim dilakukan lawan politik di kantor digambarkan dengan baik oleh penulis buku Office Politics, Rebecca Luhn Wolfe, misalnya :
- Seseorang yang tahu bahwa atasan Anda adalah orang yang tidak suka kritik, justru menyarankan Anda untuk menyampaikan kritik karena tentu akan dihargai atasan dan sebagai bukti komitmen Anda pada kebenaran. Walaupun niat Anda menyampaikan kritik adalah baik, tetap saja atasan menjadi marah dan hubungan dengan Anda pun merenggang. Ada banyak cara mempengaruhi atasan selain sekedar menyampaikan kritik secara langsung. Saran : pertimbangkan fakta dengan baik, dan cari cara terbaik untuk bertindak.
- Seorang rekan kerja menyampaikan kepada atasan bahwa akhir-akhir ini Anda terlihat gelisah dan tidak bisa berkonsentrasi. Ini adalah taktik sederhana untuk merusak reputasi. Saran : Anda dapat meluruskan pernyataan begitu mengetahui berita tersebut.
- Seorang rekan memancing pembicaraan untuk menjelek-jelekkan atasan. Anda terpancing dan terlibat gosip yang buruk tentang atasan. Orang ini kemudian menemui atasan dan menyampaikan rasa gembiranya dapat bekerja bersama atasan, serta mengharapkan Anda agar suatu ketika punya perasaan yang sama. Saran : berhati-hatilah dalam memberi komentar tentang orang lain.
- Ide Anda dicuri, dan diakui sebagai ide orang lain. Saran : segera sebarkan ide secara tertulis, biarkan publik mengetahui sumber asli ide tersebut, yaitu Anda.
- Atasan mengomentari bahwa hasil kerja Anda tidak berguna, dan selalu melabel Anda sebagai tidak becus. Saran : pertimbangkan peluang lain, dan senantiasa pro-aktif, berfokus pada apa yang bisa Anda kendalikan.
Dan masih banyak taktik lain yang intinya menunjukkan bahwa pengetahuan akan politik kantor akan membantu kinerja dan prestasi kita karena dapat merespon dengan baik taktik-taktik licik tersebut.
|
Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda. http://sepia.blogsome.com/2009/12/17// |




