<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>SEPIA - 5 Kecerdasan Utama meraih Bahagia dan Sukses</title>
	<link>http://sepia.blogsome.com</link>
	<description>Situs resmi SEPIA Institute</description>
	<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 01:28:39 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Mengecilkan perut pakai sedotan (ala Jepang)</title>
		<link>http://sepia.blogsome.com/2008/07/07/mengecilkan-perut-pakai-sedotan-ala-jepang/</link>
		<comments>http://sepia.blogsome.com/2008/07/07/mengecilkan-perut-pakai-sedotan-ala-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 01:28:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khairulu</dc:creator>
		
	<category>Kecerdasan Intelektual</category>
	<category>Kiat</category>
	<category>Topik Pendidikan</category>
	<category>Cara Bahagia</category>
		<guid>http://sepia.blogsome.com/2008/07/07/mengecilkan-perut-pakai-sedotan-ala-jepang/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Gaya Jepang, kata yang nulis blog. Maksudnya dia lihat di acara TV Jepang.</p>

<p>Ini bukan sedot lemak perut. Ini murni sedotan biasa. Setelah saya coba, ternyata memang bagian perut terasa mengencang, seperti halnya kalau kita sit up.</p>

<p>Bener-bener ‘gue banget’ (cocok buat yang malas berolahraga).  </p>

<p>Cocok buat ibu-ibu dan bapak-bapak yang pada mulai buncit (karena makmur [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gaya Jepang, kata yang nulis blog. Maksudnya dia lihat di acara TV Jepang.</p>

<p>Ini bukan sedot lemak perut. Ini murni sedotan biasa. Setelah saya coba, ternyata memang bagian perut terasa mengencang, seperti halnya kalau kita sit up.</p>

<p>Bener-bener ‘gue banget’ (cocok buat yang malas berolahraga). <img src='http://sepia.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>

<p>Cocok buat ibu-ibu dan bapak-bapak yang pada mulai buncit (karena makmur maupun cacingan, hehe).<a id="more-226"></a></p>

<div align=center>
<a href="http://sepia.blogsome.com/go.php?http://achenk177.blogspot.com/2006/08/tips-kecilin-perut-yuk.html"><img src="/images/kecilinperut.jpg" alt="kiat ngecilin perut" border=0 /></a><br />klik untuk masuk ke sumber aslinya</div>

<p>Diambil dari : </p>

<ul><li><a href="http://sepia.blogsome.com/go.php?http://achenk177.blogspot.com/2006/08/tips-kecilin-perut-yuk.html">www.achenk177.blogspot.com</a></li>
<li>yang didapat dari <a href="http://sepia.blogsome.com/go.php?http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080311032716AAjiAei&#038;show=7">Yahoo Answer</a></li></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepia.blogsome.com/2008/07/07/mengecilkan-perut-pakai-sedotan-ala-jepang/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>SEPIA Kaizen 1 : Bagaimana cara menerapkan SEPIA dalam kehidupan kita?</title>
		<link>http://sepia.blogsome.com/2008/07/06/sepia-kaizen-1-bagaimana-cara-menerapkan-sepia-dalam-kehidupan-kita/</link>
		<comments>http://sepia.blogsome.com/2008/07/06/sepia-kaizen-1-bagaimana-cara-menerapkan-sepia-dalam-kehidupan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 13:58:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khairulu</dc:creator>
		
	<category>Konsep</category>
	<category>Kiat</category>
	<category>Cara Kaya</category>
	<category>Topik Personal</category>
	<category>Cara Bahagia</category>
		<guid>http://sepia.blogsome.com/2008/07/06/sepia-kaizen-1-bagaimana-cara-menerapkan-sepia-dalam-kehidupan-kita/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Umumnya setelah seseorang mengikuti pelatihan akan mengalami ‘pelunturan’ motivasi beberapa saat sesudahnya. Mungkin Anda pernah mengikuti pelatihan, baik gratis maupun mahal,  kondisi penurunan semangat tetap bisa terjadi. </p>

<p>Bukan salah pelatihannya (karena nyatanya Anda selalu bersemangat saat berlangsung dan sesaat sesudah pelatihan). Bukan salah Anda juga (karena banyak orang mengalami hal yang sama seperti Anda). [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Umumnya setelah seseorang mengikuti pelatihan akan mengalami ‘pelunturan’ motivasi beberapa saat sesudahnya. Mungkin Anda pernah mengikuti pelatihan, baik gratis maupun mahal,  kondisi penurunan semangat tetap bisa terjadi. </p>

<p>Bukan salah pelatihannya (karena nyatanya Anda selalu bersemangat saat berlangsung dan sesaat sesudah pelatihan). Bukan salah Anda juga (karena banyak orang mengalami hal yang sama seperti Anda). Memang alamiahnya demikian. Jika semua pelatihan bersifat menetap dengan instan, mestinya semua orang sudah berlipat lebih baik daripada diri mereka sebelumnya. Bahkan, kalau kita ini bisa terus mengalami suatu pengalaman secara menetap, mungkin kita tak akan lagi tertarik barang baru, film baru, nonton pertandingan bola yang baru, mencoba kegiatan baru, juga tak perlu memperbaiki cara shalat, atau mengaji Qur’an berulang-ulang. Kalau sesuatu itu bisa menetap instan dalam diri kita, maka dia tak perlu diperbaharui. Dan jelas itu bukan kodrat manusia. Manusia justru diciptakan dengan ‘kegembiraan yang akan meluruh dengan waktu’ supaya dia berusaha lagi dan berusaha lagi.</p>

<p>Jadi, jika hasil pelatihan Anda melenyap hingga tak berbekas, itu normal.</p>

<p>Tentu saja kondisi normal belum tentu kondisi terbaik. Pribadi yang unggul biasanya memang ‘tidak normal’ alias ‘istimewa’ karena dari waktu ke waktu ia berubah menjadi semakin baik dari kondisi sebelumnya. Nah, bagaimana kita menjadi pribadi ‘istimewa’ yang semakin hari semakin baik ini?</p>

<p>Jawabannya adalah sebuah rahasia kecil : <strong>terapkan dan ulangi.</strong> </p>

<p>Demikian hasil penelitian Ken Blanchard yang ditulis dalam <em>Know Can Do!: Put Your Know-How Into Action</em>. (sudah diterjemahkan ke Indonesia)</p>

<p><strong>Menerapkan SEPIA</strong></p>

<p>Untuk menerapkan SEPIA caranya sederhana. Gunakan perangkat (tools) SEPIA berikut ini. </p>

<p><strong>1.  Tujuh domain kehidupan</strong></p>

<p>Mari kita perhatikan 7 bidang kehidupan kita, yaitu (ide dikutip dari Brian Tracy di buku <em>Focal Point</em>) :<a id="more-225"></a></p>

<ol><li><strong>Spiritual :</strong> bagaimana kita sebagai makhluk Tuhan (ibadah langsung, ibadah tak langsung, dll)</li>
<li><strong>Personal : </strong>bagaimana kita tumbuh sebagai individu (intelektual, interest, dll)</li>
<li><strong>Cinta : </strong>bagaimana kita mencintai dan dicintai (orang tua, pasangan, anak, dll)</li>
<li><strong>Kesehatan :</strong> bagaimana kesehatan fisik dan jiwa kita</li>
<li><strong>Finansial : </strong>bagaimana keuangan dan daya beli kita</li>
<li><strong>Karir : </strong>bagaimana aktualisasi prestasi kita</li>
<li><strong>Sosial : </strong>bagaimana interaksi dengan manusia dan makhluk lain</li></ol>

<div align=center><img src="/images/tujuhdomain.png" alt="tujuh bidang kehidupan" border=10 width=360 /></div>

<p>Berikan skor 1 (buruk) – 10 (hebat) untuk setiap bidang tersebut. Mana yang skornya paling tinggi? Mana yang skornya paling rendah? Mengapa?</p>

<p>Tujuannya untuk mengingatkan kembali bahwa ada banyak bidang yang harus kita perhatikan (bukan hanya uang dan karir, ataupun bukan hanya spiritual!). Dari evaluasi 7 bidang itu sekaligus juga mengingatkan kita untuk mendefinisikan peran-peran dalam hidup (ide dari Stephen Covey, penulis <em>Seven Habits</em>), misalnya : sebagai ayah, anak, suami, hamba Tuhan, tetangga, pegawai, diri sendiri, teman, dsb). Mengetahui peran kita dalam kehidupan akan menuntun seperti apa kehidupan yang kita idealkan. </p>

<p>Supaya mudah, pilih bidang yang Anda tertarik untuk meningkatkan skor nya. Tak perlu semuanya ditingkatkan sekaligus.</p>

<p><strong>2.  SEPIA Modus</strong></p>

<p>Kenali diri kita dengan lebih baik. Apakah peran yang kita sukai? Menjadi seorang kreator atau seorang konektor? Mengenali modus diri juga membantu menjelaskan sikap-sikap yang kita ambil ketika menemui suatu masalah. Setiap orang memiliki kelemahan dan kekuatan. Kita manfaatkan kekuatan sebaik mungkin, dan kita minimalisir kelemahan dengan bijak.</p>

<p>Untuk mengetahui modus diri, Anda bisa coba <a href="http://sepia.blogsome.com/go.php?http://sepia.blogsome.com/2005/05/24/sepia-modus/">tes SEPIA Modus</a>.</p>

<p><strong>3.  SEPIA Cycle</strong></p>

<p>SEPIA cycle adalah perangkat untuk menuntun perencanaan hingga aksi. Dimulai dengan membuat GOAL, yaitu suatu visi masa depan (kecerdasan aspirasi AQ) yang dilandasi dengan niat/misi luhur (kecerdasan spiritual SQ). Kemudian dilanjutkan dengan mengenali kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan (kecerdasan intelektual IQ),  serta bagaimana menyiapkan kemampuan-kemampuan tersebut seperti strategi dan pihak yang bisa diminta bantuannya (kecerdasan power PQ). Dan selanjutnya dijalankan dengan sabar, luwes,  serta sungguh-sungguh (kecerdasan emosi EQ). SEPIA cycle menuntun agar kita menggunakan seluruh potensi diri sebaik-baiknya.</p>

<div align=center><img src="/images/sepiacycle.png" alt="sepia cycle" border=0 width=360 align=center/></div>

<p>Bagaimana bila dalam proses SEPIA Cycle itu kita merasakan kesulitan? Gunakan SEPIA Modus untuk mengenali kekuatan dan kelemahan diri, sehingga bisa meminta bantuan/bekerjasama dengan orang lain. Kalau Anda kesulitan merumuskan visi, tanyalah orang lain yang mungkinbisa memberi Anda inspirasi. Kalau Anda merasa lemah dalam PQ, mintalah saran orang yang Anda pandang cerdik dalam hal itu.</p>

<p><strong>4. SEPIA Magic Words</strong></p>

<p>Sebagian besar kekuatan kita bersumber dari pikiran. Alat untuk mengendalikan pikiran adalah kata-kata. Magic Words adalah kata-kata yang digunakan untuk menghidupkan kecerdasan SEPIA dalam diri kita. Anda gunakan kata-kata ini saat melakukan proses SEPIA Cycle.</p>

<ul><li>AQ : Apa yang ku inginkan?</li>
<li>SQ : Mengapa aku inginkan hal itu?</li>
<li>IQ : Kemampuan apa yang ku butuhkan untuk mewujudkannya?</li>
<li>PQ : Bagaimana aku mendapatkan kemampuan itu?</li>
<li>EQ : Bagaimana caraku melakukannya?</li></ul>

<p><strong>5.  Jadwal Mingguan</strong></p>

<p>Ini adalah penjadwalan paling efektif menurut riset Stephen Covey. Daripada menjadwalkan secara bulanan, akan lebih mudah kita <a href="http://sepia.blogsome.com/go.php?http://sepia.blogsome.com/2008/01/19/kanban-diri-push-vs-pull-system/">menjadwalkan kegiatan yang menyangkut diri kita secara mingguan</a>. Tujuan penjadwalan ini adalah untuk memastikan bahwa kita telah menjalankan hidup yang seimbang.</p>

<p>Dengan jadwal mingguan ini kita juga dapat menggabungkan beberapa tujuan ke dalam sebuah kegiatan. Misalnya Anda ingin meningkatkan bidang kesehatan, sekaligus meningkatkan bidang cinta. Mengapa tidak bikin acara berenang bersama anak? Atau mungkin meningkatkan bidang personal sekaligus finansial, mengapa tidak mencoba mengubah hobi Anda menjadi sumber penghasilan? Jadwal mingguan dapat menjadi media untuk meramu bermacam tujuan ke dalam berbagai aktifitas.</p>

<hr />

<p>Masih bingung kan? Kalau ditulis sepertinya memang rumit, karena hal itu ditulis sebagai kerangka pikir yang dibuat  lengkap. Kalau dijalankan sebenarnya sederhana, karena banyak hal sebenarnya sudah ada di dalam pikiran kita, bahkan mungkin sudah kita lakukan tanpa disadari. </p>

<p>Ringkasnya adalah : terapkan kemampuan SEPIA  di 7 bidang kehidupan kita.</p>

<div align=center><img src="/images/sepiaapplied_01.png" alt="penerapan sepia" border=0 width=400 align=center/></div>

<p>Selanjutnya akan kita bahas dalam bentuk contoh. (bersambung)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepia.blogsome.com/2008/07/06/sepia-kaizen-1-bagaimana-cara-menerapkan-sepia-dalam-kehidupan-kita/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Resep Istimewa</title>
		<link>http://sepia.blogsome.com/2008/06/30/resep-istimewa/</link>
		<comments>http://sepia.blogsome.com/2008/06/30/resep-istimewa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 00:56:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khairulu</dc:creator>
		
	<category>Kecerdasan Spiritual</category>
	<category>Kecerdasan Emosi</category>
	<category>Kecerdasan Aspirasi</category>
	<category>Kiat</category>
	<category>Cara Kaya</category>
	<category>Topik Personal</category>
	<category>Cara Bahagia</category>
		<guid>http://sepia.blogsome.com/2008/06/30/resep-istimewa/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Bagaimana membuat sesuatu yang istimewa?</p>

<p>Dengan meyakininya.</p>

<p>Inilah resep rahasia mie istimewa keluarga Po dalam Kungfu Panda. Tidak ada bumbu rahasia. Tidak ada teknik rahasia. Keyakinan bahwa sesuatu itu istimewa akan membuatnya menjadi benar istimewa.</p>

<p>Kabarnya begitu pula kisah awal Coca Cola, resep istimewa yang awalnya adalah paten obat (namun sering diceritakan bermula dengan sebuah kuali ajaib!). Resepnya [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana membuat sesuatu yang istimewa?</p>

<p>Dengan meyakininya.</p>

<p>Inilah resep rahasia mie istimewa keluarga Po dalam <a href="http://sepia.blogsome.com/go.php?http://www.imdb.com/title/tt0441773/">Kungfu Panda</a>. Tidak ada bumbu rahasia. Tidak ada teknik rahasia. Keyakinan bahwa sesuatu itu istimewa akan membuatnya menjadi benar istimewa.</p>

<p>Kabarnya begitu pula <a href="http://sepia.blogsome.com/go.php?http://en.wikipedia.org/wiki/Coca-Cola">kisah awal Coca Cola</a>, resep istimewa yang awalnya adalah paten obat (namun sering diceritakan bermula dengan sebuah kuali ajaib!). <a id="more-224"></a>Resepnya mungkin memang unik, tapi belum tentu istimewa karena banyak juga resep unik lainnya. Yang membuat Coca Cola istimewa adalah keyakinan pemiliknya, yaitu Candler yang membeli resep tersebut dari penemunya. Mc Donald’s juga merupakan sistem penjualan yang unik. Namun baru menjadi istimewa ketika Ray Kroc meyakininya sebagai barang istimewa. </p>

<p>Apakah kita belum menghasilkan karya istimewa? Boleh jadi kita merasa bahwa diri kita ini biasa saja, pekerjaan kita mengemban misi biasa saja, juga mungkin masih menganggap ilmu kita belum cukup, masih biasa saja.</p>

<p>Mulai sekarang saatnya kita meyakini bahwa diri kita ini istimewa, pekerjaan kita mengemban misi istimewa, juga bahwa ilmu kita sudah cukup istimewa. Saatnya kita mulai membuat sesuatu yang istimewa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepia.blogsome.com/2008/06/30/resep-istimewa/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika doa tak kunjung terkabul</title>
		<link>http://sepia.blogsome.com/2008/06/22/ketika-doa-tak-kunjung-terkabul/</link>
		<comments>http://sepia.blogsome.com/2008/06/22/ketika-doa-tak-kunjung-terkabul/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 23:20:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khairulu</dc:creator>
		
	<category>Kecerdasan Spiritual</category>
	<category>Kecerdasan Aspirasi</category>
	<category>Cara Bahagia</category>
		<guid>http://sepia.blogsome.com/2008/06/22/ketika-doa-tak-kunjung-terkabul/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sering kita merasa lelah dalam berdoa, rasanya apa yang kita pinta tak kunjung dikabulkan. Sebenarnya di dalam Qur&#8217;an, Allah sudah menjanjikan bahwa setiap doa akan dikabulkan. Hanya saja kta tidak tahu, dalam bentuk apa wujud terbaik dari terkabulnya doa kita, dan juga kapan doa itu dikabulkan.</p>

<p>Ketika merasa lelah berdoa, saya mengingat dua kisah.</p>

<p>Yang pertama, kisah [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sering kita merasa lelah dalam berdoa, rasanya apa yang kita pinta tak kunjung dikabulkan. Sebenarnya di dalam Qur&#8217;an, Allah sudah menjanjikan bahwa setiap doa akan dikabulkan. Hanya saja kta tidak tahu, dalam bentuk apa wujud terbaik dari terkabulnya doa kita, dan juga kapan doa itu dikabulkan.</p>

<p>Ketika merasa lelah berdoa, saya mengingat dua kisah.</p>

<p>Yang pertama, kisah Tsa&#8217;labah. Dia seorang miskin yang minta kepada Rasulullah saw untuk dido&#8217;akan agar manjadi kaya (di sini ada pelajaran bahwa minta di do&#8217;akan orang lain adalah boleh, juga bahwa bisa jadi do&#8217;a sekelompok orang lebih makbul karena suatu kondisi istimewa tertentu).</p>

<p>Rasulullah sempat menolak dua kali. Karena Tsa&#8217;labah terus mendesak, akhirnya pada permintaan ke tiga dia di do&#8217;akan. Bukan Rasulullah yang menjadikan Tsa&#8217;labah kaya, tapi beliau hanya turut mendo&#8217;akan. Alkisah, ternak kambing Tsa&#8217;labah mendadak berkembang biak dengan sangat cepat (pelajaran berikutnya: uang tidak turun dari langit, jadi tetap ada usaha, dalam hal ini Tsa&#8217;labah punya bibit modal kaya yaitu ternak kambing). Tsa&#8217;labah kemudian menjadi kaya. Saking banyaknya ternak dia, maka dia menggembala hingga keluar kota. Akibatnya dia sering terlambat sholat Jum&#8217;at, bahkan akhirnya tidak sholat Jum&#8217;at.<a id="more-223"></a></p>

<p>Seingat saya, kisah Tsa&#8217;labah berakhir menyedihkan. Kalau tidak salah, dimulai saat Tsa&#8217;labah tidak membayar zakat (?) yang menyebabkan Rasulullah tidak mau menemui Tsa&#8217;labah hingga wafatnya Rasulullah. Kemudian Abu Bakar dan Umar sebagai khalifah berikutnya juga tidak mau menerima zakat dari Tsa&#8217;labah. Akhirnya Tsa&#8217;labah mati merana di masa Umar.</p>

<p>Boleh jadi yang kamu ngotot inginkan memang berpotensi besar menyeret ke dalam kehancuran, karena tidak sesuai dengan karakter dan keadaan seseorang (pelajaran: boleh jadi sesuatu belum dikabulkan karena kita sendiri belum siap untuk menerima hal itu). Demikian pelajaran dari kisah Tsa&#8217;labah.</p>

<p>Kisah kedua, lebih mengagumkan. Inilah kisah Ayyub a.s. seorang rasul. Dia seorang kaya yang sangat bersyukur kepada Tuhannya. Kemudian dia diuji dengan kehancuran fisik.</p>

<p>Ayyub adalah seorang kaya dermawan yang shaleh. Dikisahkan bahwa Allah menguji Ayyub dengan kehilangan semua miliknya, terutama harga diri yang direndahkan serendah-rendahnya. Rumahnya roboh, anak-anaknya mati. Ayyub diuji dengan penyakit kulit yang menjijikkan hingga tubuhnya berbau busuk. Hartanya ludes untuk pengobatan. Istri-istrinya minta cerai. Hanya satu istrinya yang masih setia, Siti Rahmah. Ayyub diusir oleh penduduk hingga menyepi di luar desa. Hanya Siti Rahmah saja yang setia mengirimkan bekal untuk Ayyub. (pelajaran : bahkan kehancuran sesorang pun bisa merupakan bukti kecintaan Allah pada hambanya, sesuatu yang mungkin sangat membingungkan secara logika manusia)</p>

<p>Yang mengagumkan, Ayyub berdo&#8217;a tak putus-putus hingga 17 tahun!</p>

<p>Lalu Allah berkenan mencabut ujian untuk Ayyub. Dengan air yang memancar di dekat saung tempatnya beribadah, penyakit kulit Ayyub sirna. (pelajaran berikutnya: semua tabib yang hebat hanyalah perantara yang tidak bisa memberikan obat buat Ayyub. Ternyata Allah menurunkan obat untuk Ayyub hanya berbentuk air yang memancar dekat tempatnya berdo&#8217;a.)</p>

<p>Kisah-kisah tersebut nyata telah terjadi di masa lampau. Bukan kisah fiktif, bukan dongeng, namun benar-benar kisah nyata. Masih banyak kisah lain yang memberikan berbagai contoh tentang bagaimana do&#8217;a, wujud terkabulnya do&#8217;a, dan baik buruk suatu permintaan.</p>

<p>Kalau merasa do&#8217;a tak kunjung terkabul, sudah berapa lamakah Anda berdo&#8217;a? Sudah 17 tahun?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepia.blogsome.com/2008/06/22/ketika-doa-tak-kunjung-terkabul/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Dalil vs Dalih</title>
		<link>http://sepia.blogsome.com/2008/06/15/dalil-vs-dalih/</link>
		<comments>http://sepia.blogsome.com/2008/06/15/dalil-vs-dalih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 07:35:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khairulu</dc:creator>
		
	<category>Konsep</category>
	<category>Kecerdasan Spiritual</category>
	<category>Topik Personal</category>
	<category>Cara Bahagia</category>
		<guid>http://sepia.blogsome.com/2008/06/15/dalil-vs-dalih/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Kitab suci bisa digunakan sebagai dalil, bisa juga digunakan sebagai dalih.</p>

<p>Apa bedanya?</p>

<p>Kalau dijadikan dalil, artinya aturan-aturan di dalamnya kita gunakan sebagai rujukan, sebagai pegangan. Ringan kita laksanakan, berat pun kita laksanakan.</p>

<p>Sebaliknya kalau dijadikan dalih, maka aturan di dalamnya hanya kita jadikan rujukan saat sesuai dengan kemauan kita. Artinya, yang ringan kita jalankan, yang susah kita [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kitab suci bisa digunakan sebagai dalil, bisa juga digunakan sebagai dalih.</p>

<p>Apa bedanya?</p>

<p>Kalau dijadikan dalil, artinya aturan-aturan di dalamnya kita gunakan sebagai rujukan, sebagai pegangan. Ringan kita laksanakan, berat pun kita laksanakan.</p>

<p>Sebaliknya kalau dijadikan dalih, maka aturan di dalamnya hanya kita jadikan rujukan saat sesuai dengan kemauan kita. Artinya, yang ringan kita jalankan, yang susah kita abaikan.</p>

<p>Itulah beda dalil dengan dalih. Beda satu huruf yang berarti perbedaan bumi langit.</p>

<p>Alasan-alasan yang kita gunakan sehari-hari ternyata juga ada yang dalil, ada yang hanya dalih. Kapan kita mengetahui suatu alasan itu dalil, dan kapan dalih?</p>

<p>Anda akan tahu bahwa sesuatu itu dalil (prinsip hidup) ketika Anda menjalaninya secara konsisten. Seringkali dalil akan berbenturan dengan keinginan nafsu kita. Misalnya, teman-teman kita pada bagi-bagi uang sisa proyek tanpa aturan pembagian yang jelas. Kalau Anda punya dalil bahwa itu haram, dan Anda mengimaninya, mungkin Anda menolak untuk ikut mendapatkan pembagian. Tentu saja ada dilema yang serius akan Anda hadapi. Yang paling sulit adalah menghadapi sikap tak suka dari kalangan kolega sendiri. Nah, kalau bisa bertahan terhadap situasi sulit itu, berarti prinsip tersebut adalah dalil bagi yang bersangkutan. Sebaliknya, jika kemudian dia mencari-cari aturan lain yang bisa membenarkan perilaku yang hati nurani kita menganggap salah, maka jelaslah aturan itu kita gunakan sebagai dalih.</p>

<p>Jadi, ketika suatu aturan kita gunakan sebagai referensi, maka ia digunakan sebagai dalil. Sedangkan ketika suatu aturan digunakan sebagai alibi pembenaran, maka dia menjadi dalih. Materi aturan itu sama saja, motivasi penggunaannya yang berbeda.</p>

<p>Cirinya sederhana: dalil<strong> mendahului </strong>sikap, sedangkan dalih<strong> mengikuti </strong>sikap.</p>

<p>Mari kita ambil contoh populer, menikah lagi.<a id="more-222"></a> Kalau ayat kitab suci dijadikan dalil, maka bisa terjadi seseorang mengimani pentingnya menikah lagi (mungkin untuk menyelamatkan kehormatan janda, menyantuni yatim, memberikan pengajaran jalan mulia di tengah kemaksiatan perzinahan, dsb) mendahului pernikahan itu sendiri. Jadi, dia menikah atas dasar agama untuk menyelesaikan persoalan pelik di masyarakat. Mungkin dia pribadi merasa berat dengan tanggung jawab pernikahan baru (dan memang tanggung jawab berkeluarga itu cukup berat), hal tersebut tidak nyaman dilakukan (bukankah lebih enak berzina diam-diam? misalnya), tapi lalu dia lakukan dengan niat karena Allah. Nah, ini artinya rujukan tersebut digunakan sebagai dalil. Tapi sebaliknya, bila karena dorongan nafsu kemudian seseorang menikah lagi, dan menunjukkan ciri-ciri kurangnya tanggung jawab dalam membina keluarga (baik keluarga yang lama maupun yang baru), maka rujukan yang dipakai sebenarnya dijadikan dalih belaka.</p>

<p>Hal yang sama juga terjadi pada alasan-alasan kita sehari-hari. Misalnya, alasan datang terlambat, pekerjaan tak selesai tepat waktu, membatasi pengeluaran, boros pengeluaran, dll. Ada sebagian alasan tersebut yang bersifat dalil/berdasarkan prinsip (misalnya boros untuk keperluan yang penting), atau sekedar dalih/berdasarkan pembenaran (misalnya boros karena keinginan sesaat).</p>

<p>Masak sih kita tak boleh berdalih? Ya, boleh-boleh saja. Yang penting kita itu jujur dengan diri sendiri, kapan kita itu berdalil atau berdalih. Kalau sedang cari-cari alasan, ya kita akui saja kalau kita sedang berdalih, bukan sedang berdalil. Sedangkan kalau kita berdalil, maka kita harus sampaikan dengan jujur dan tegas, walaupun pahit akibatnya.</p>

<p>Ngomong-ngomong apakah hasil kerja Anda sering hanya secukupnya saja? Itu dalil atau dalih ya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepia.blogsome.com/2008/06/15/dalil-vs-dalih/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Lingkungan kreatif</title>
		<link>http://sepia.blogsome.com/2008/06/08/221/</link>
		<comments>http://sepia.blogsome.com/2008/06/08/221/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 22:55:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khairulu</dc:creator>
		
	<category>Kecerdasan Intelektual</category>
	<category>Kiat</category>
		<guid>http://sepia.blogsome.com/2008/06/08/221/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Kreatifitas adalah kemampuan menciptakan atau melakukan  sesuatu melalui cara yang baru tidak seperti yang sudah baku.</p>

<p>Kita ambil contoh film yang populer dengan tokoh Mr. Bean. Tokoh Mr. Bean itu selalu punya cara baru dalam melakukan sesuatu, misalnya, saat dia mau mengecat ruangan kamarnya, dia menggunakan bom yang ditaruh dalam sekaleng cat, sehingga saat bom [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kreatifitas adalah kemampuan menciptakan atau melakukan  sesuatu melalui cara yang baru tidak seperti yang sudah baku.</p>

<p>Kita ambil contoh film yang populer dengan tokoh Mr. Bean. Tokoh Mr. Bean itu selalu punya cara baru dalam melakukan sesuatu, misalnya, saat dia mau mengecat ruangan kamarnya, dia menggunakan bom yang ditaruh dalam sekaleng cat, sehingga saat bom meledak maka seluruh cat berhamburan melapisi dinding kamarnya. Ini cara kreatif, walaupun tentu dalam kenyataannya sangat berbahaya. Dalam film sih sah-sah saja.</p>

<p>Bagian mana yang kreatif? <a id="more-221"></a>Yaitu ketika umumnya orang mengecat menggunakan kuas, dan ternyata Mr. Bean menggunakan bom. Konyol sih, tapi kreatif. Siapa tahu kelak dalam kondisi yang dipersiapkan secara khusus, memang akan ada cara mengecat menggunakan bom. Hehe.</p>

<p>Bagaimana agar kreatifitas kita muncul? Ada beberapa ciri lingkungan yang merangsang kreatifitas. Kabarnya Archimedes menemukan hukumnya ketika sedang berendam dalam bak mandi. Kabarnya Einstein menemukan rumus E=mc^2 di dapur. Ternyata lingkungan dengan ciri tertentu akan merangsang kreatifitas.</p>

<p>Berikut ini tiga dari beberapa ciri lingkungan yang merangsang kreatifitas:</p>

<ol><li>Anda sangat mengenalnya. Ternyata kreatifitas muncul di tempat yang kita merasa sangat mengenalnya. Tempat ini bisa kamar kerja Anda, juga bisa kamar mandi Anda. <img src='http://sepia.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Anda merasa nyaman di tempat tersebut. Kreatifitas muncul ketika pikiran tenang dan damai. Katanya semua ide kreatif itu telah muncul di alam bawah sadar, dan menjadi mudah keluar saat merasa tenang.</li>
<li>Terdapat banyak rangsang luar (stimulus) yang kompleks. Maksudnya banyak hal-hal yang beragam dan bervariasi yang akan merangsang otak bekerja dengan cara baru. Lebih jelasnya kita bandingkan situasi di kota dengan di desa. Di kota banyak terdapat bentuk dan hal-hal yang beragam, maka otak kita lebih terangsang untuk melihat sesuatu dengan cara baru. Sedangkan di desa cenderung monoton, itu-itu saja, yang menyebabkan kreatifitas lebih lambat berkembang. Jadi, sering terjadi kreatifitas muncul di tempat yang kaya dengan ragam bentuk visual, audial, maupun fisikal (ruang kreatif biasanya terdapat banyak benda, walau tentu saja tidak perlu harus berantakan).</li></ol>

<p>Dengan ciri-ciri itu, dimanakah kira-kira tempat Anda bisa lebih kreatif?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepia.blogsome.com/2008/06/08/221/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
