Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.



October 19, 2005

Perlukah mengajarkan konsep Bebas Finansial kepada karyawan?

Kesimpulan : perlu, tapi.. ada catatannya….

bimbingKiyosaki membuat kehebohan dengan membuka ‘kedok’ para pengusaha dalam memanfaatkan karyawannya. Konsep Employee – Self Employee – Businessman – Investor (E-S-B-I) disambut oleh banyak orang yang terutama adalah kelompok E, seakan memberikan kemungkinan baru buat ‘memerdekakan’ mereka. Dalam buku Rich Dad Poor Dad digambarkan bahwa banyak orang bertindak seperti kuda yang mengejar wortel, sehingga mengesankan kelompok bisnisman (B) mengeksploitasi kelompok karyawan (E).

Konsep Kiyosaki tidak populer di perusahaan. Sejauh ini belum saya dengar pelatihan berbasis konsep Rich Dad yang dilakukan resmi oleh perusahaan. Tampaknya memang visi Kiyosaki yang mengusung bebas finansial tidak sejalan dengan visi perusahaan.

Saya tidak memihak. Keduanya saya kira benar. Seperti juga yang disampaikan Rich Dad dalam buku Kiyosaki tersebut, “banyak orang yang memilih untuk tidak bebas finansial..”, katanya. (more…)


August 16, 2005

Panduan Merekrut Orang

tim sepakbolaIni bukan mengada-ada, namun didasarkan studi yang ditemukan dalam buku The E-Myth karya Michael Gerber dan Good to Great karya Jim Collins.

Sekilas mereka memberikan saran yang kontradiktif. Gerber mengatakan bahwa kunci keberhasilan perusahaan adalah sistem, artinya dia harus dapat dijalankan oleh orang biasa-biasa saja, tidak perlu orang hebat. Collins sebaliknya mengatakan bahwa kunci keberhasilan adalah orang yang tepat, the right person. Dalam penelitiannya yang dimaksud Jim Collins adalah orang dengan kemampuan di atas rata-rata orang biasa. Siapa yang benar?

Alasan Gerber masuk akal. Lihatlah Mc Donald’s. Orang biasa yang bekerja di sistem luar biasa akan menghasilkan burger yang luar biasa. Sistem McD telah diterapkan pada sekitar 30.000 cabang di seluruh dunia, dan tetap menghasilkan bisnis burger yang hebat.

Alasan Jim Collins sama kuatnya. Semula dia menyangka bahwa keberhasilan perusahaan-perusahaan yang ‘good’ (prestasi seperti rata-rata pasar) lalu melompat menjadi ‘great’ (prestasi minimal 3 kali dari rata-rata pasar, dan bertahan 15 tahun) dikarenakan suatu visi baru, arah baru, strategi baru, dan setelah itu baru mencari orang-orang yang cocok. Ternyata terbalik. Awalnya perusahaan-perusahaan itu merekrut orang-orang yang tepat, lalu baru bersama-sama menentukan arah kemana mau menuju. Salah seorang eksekutif yang diwawancarai mengatakan, “Lihat, aku tidak tahu mau kemana bis ini diarahkan. Aku hanya tahu hal ini: kalau kita memasukkan orang-orang yang tepat ke dalam bis, menempatkannya di kursi yang tepat, maka kita bisa tahu bagaimana membawa bis ini membawa ke suatu tempat yang hebat.”

Dua sisi mata uang yang berbeda baru akan terlihat pada keping yang sama setelah kita melihatnya dari tepi mata uang. Demikian pula kontradiksi ’sistem’ atau ‘orang’ ini akan menjadi jelas bila kita melihat dari sudut pandang yang tepat, yaitu kaitan antara sistem dan orang.

Paradox :

    Sulit untuk membuat yang mudah. Mudah untuk membuat yang sulit.
    - khairul -

(more…)


August 14, 2005

Memilih Profesi : Menjadi Landak


The fox knows many things, but the hedgehog knows one big thing.
Archilochus (7th-century b.c.e.)

landaknya Jim CollinsSebuah buku berjudul Good to Great yang terbit tahun 2001 memberikan wawasan baru bagaimana sebuah perusahaan bisa menjadi luar biasa. Ada lima ciri yang ditemukan oleh Jim Collins dan timnya dari riset selama 5 tahun terhadap 28 perusahaan terpilih yang diseleksi dari 1400 lebih perusahaan. Salah satu yang menarik adalah ‘konsep landak’ (Hedgehog Concept).

Kebanyakan kita adalah rubah (fox) yang mempunyai banyak talenta. Karena itu kita melakukan apa saja dan menyukai apa saja sehingga luput untuk mendapatkan apa yang paling penting dan unik dari diri kita. Perusahaan yang bertindak seperti rubah tidak pernah berhasil menjadi perusahaan besar, demikian kesimpulan penelitian Jim Collins. Justru perusahaan yang menemukan bertindak seperti landaklah yang bisa menjadi perusahaan hebat (great company). Saya kira demikian pula halnya dengan perjalanan hidup seseorang. Kebanyakan orang mampu melakukan berbagai hal, sehingga tidak menemukan kontribusi unik dirinya yang dapat menghasilkan prestasi luar biasa.

Jim Collins dan tim nya memberi tiga kriteria bagi suatu keunikan yang dapat menjadikan perusahaan (dan juga individu) untuk menjadi ‘great’ : (more…)


May 24, 2005

Perusahaan Cerdas SEPIA

Filed under: Konsep, Topik Perusahaan

Seperti manusia, sebuah organisasi kini dipandang bagaikan individu. Organisasi dapat memiliki karakter dan juga kompetensi. Dengan demikian, kerangka SEPIA dapat digunakan untuk evaluasi harmoni sebuah perusahaan. Bagaimana sisi Spiritual perusahaan tersebut? Bagaimana sisi Emosional nya? Bagaimana pula dengan Power, Intelektual dan Aspirasi nya?

Spiritual. Perusahaan-perusahaan besar yang bertahan lama seperti Disney, GE, dsb, ternyata memiliki nilai-nilai spiritual yang diwariskan. Nilai-nilai spiritual ini biasanya tertuang dalam misi perusahaan. Disney misalnya, mempunyai misi sederhana namun jelas pesannya, “Make People Happy”. (more…)


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2009/12/10//


« Previous Page


Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here