Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.



June 15, 2008

Dalil vs Dalih

Kitab suci bisa digunakan sebagai dalil, bisa juga digunakan sebagai dalih.

Apa bedanya?

Kalau dijadikan dalil, artinya aturan-aturan di dalamnya kita gunakan sebagai rujukan, sebagai pegangan. Ringan kita laksanakan, berat pun kita laksanakan.

Sebaliknya kalau dijadikan dalih, maka aturan di dalamnya hanya kita jadikan rujukan saat sesuai dengan kemauan kita. Artinya, yang ringan kita jalankan, yang susah kita abaikan.

Itulah beda dalil dengan dalih. Beda satu huruf yang berarti perbedaan bumi langit.

Alasan-alasan yang kita gunakan sehari-hari ternyata juga ada yang dalil, ada yang hanya dalih. Kapan kita mengetahui suatu alasan itu dalil, dan kapan dalih?

Anda akan tahu bahwa sesuatu itu dalil (prinsip hidup) ketika Anda menjalaninya secara konsisten. Seringkali dalil akan berbenturan dengan keinginan nafsu kita. Misalnya, teman-teman kita pada bagi-bagi uang sisa proyek tanpa aturan pembagian yang jelas. Kalau Anda punya dalil bahwa itu haram, dan Anda mengimaninya, mungkin Anda menolak untuk ikut mendapatkan pembagian. Tentu saja ada dilema yang serius akan Anda hadapi. Yang paling sulit adalah menghadapi sikap tak suka dari kalangan kolega sendiri. Nah, kalau bisa bertahan terhadap situasi sulit itu, berarti prinsip tersebut adalah dalil bagi yang bersangkutan. Sebaliknya, jika kemudian dia mencari-cari aturan lain yang bisa membenarkan perilaku yang hati nurani kita menganggap salah, maka jelaslah aturan itu kita gunakan sebagai dalih.

Jadi, ketika suatu aturan kita gunakan sebagai referensi, maka ia digunakan sebagai dalil. Sedangkan ketika suatu aturan digunakan sebagai alibi pembenaran, maka dia menjadi dalih. Materi aturan itu sama saja, motivasi penggunaannya yang berbeda.

Cirinya sederhana: dalil mendahului sikap, sedangkan dalih mengikuti sikap.

Mari kita ambil contoh populer, menikah lagi. (more…)


March 9, 2008

Aku terlahir 500 gr dan buta

Miyuki InoueDemikian judul buku terbitan Elex Media yang dipinjam anakku dari gurunya.

Ini buku kisah nyata Miyuki Inoue, yang terlahir prematur hanya 0,5 kg dan harus di inkubator sangat lama hingga akhirnya buta karena pengaruh oksigen berlebihan.

Ibunya dengan menangis berjanji untuk membesarkannya dan mencintai sepenuhnya. Dan janji itu ia buktikan dengan mengasuh anaknya melalui caranya sendiri. Miyuki dididik dengan sangat-sangat keras, hingga ia menyebut ibunya “Ibu setan” karena kalau Miyuki tidak patuh pasti dipukul oleh ibunya.

Melalui kegigihan untuk belajar bertahun-tahun (dengan dorongan keras dari ibunya yang berkemauan kuat dan cerewet), akhirnya Miyuki berhasil meraih banyak prestasi. Salah satunya adalah menjadi juara lomba menulis cerpen tingkat nasional Jepang. Miyuki juga bisa menyelesaikan SMA, berpidato, bahkan bersepeda! (ingat, Miyuki buta)

Istri saya pun menangis terharu membaca kisah Miyuki. Kalau kita merasa sebagai orang termalang di dunia (dengan persoalan-persoalan kita, yang biasanya masalah cinta), ingatlah Miyuki yang berprestasi dengan kebutaannya itu. (more…)


January 26, 2008

Mencintai tak harus memiliki. Ah, masa?

“Mencintai tak harus memilki…,” demikian syair sebuah lagu yang terdengar di radio. Ini kisah cinta yang tak kesampaian, entah karena cinta tak berbalas, maupun dua insan yang saling mencintai tapi terpaksa tak bisa bersatu.

Ini kisah si Lanang, sebut saja namanya begitu, yang cinta setengah mati kepada Melati, gadis idamannya sejak masa SMA. Cinta si Lanang tak berbalas. Selain mungkin Melati tidak tertarik dengan Lanang, mungkin juga faktor beda keyakinan antara keduanya telah menjadi kendala.

Lanang adalah pemuda yang brilyan dalam pelajaran. Prestasinya mengagumkan. Namun dalam urusan cinta, tampaknya Lanang tak bisa berpikir jernih. Ketika Melati menikah dengan orang lain, Lanang masih mencintai. Ketika Melati sudah berputra, Lanang pun masih mencintai. Melati adalah ‘cinta sejati’ Lanang (tentu saja menurut versi Lanang sendiri). (more…)


November 6, 2007

Saya kerja lebih keras kok dibayar lebih sedikit? (Bagian 2)

“Tapi si Boss nggak pernah kerja kok dapetnya paling tinggi?”

Begitu tanya Adi ke Budi tentang kegiatan Mr. Cedi, boss mereka. Setelah paham arti kerja efektif, efisien, dan produktif, kini Adi berguru kepada Budi agar bisa menikmati hidup yang lebih hidup.

“Ya, beda lah. Boss kan kerjanya lobbying. Ketawa-ketiwi maen golf, tapi begitu deal, dapetnya gede. Kalau boss nggak dapet deal, kita juga nggak ada kerjaan,” jelas Budi.

“Kerjaan Boss itu punya nilai ekonomis tinggi. Mungkin 10 kali lipat nilai ekonomis kerjaan kita. Makanya walau kerja sedikit, bayarannya gede.” (more…)


October 28, 2007

Akhirnya manusia

Hari ini boleh jadi Anda sedang menginginkan mobil dan rumah. Orang lain ada yang menginginkan lulus kuliah dan menikah. Yang lain lagi sedang berharap usaha yang dirintisnya akan mendapat sambutan meriah dari konsumen. Kemudian 5 tahun berikutnya mungkin semua itu ada yang terwujud, juga ada yang belum terwujud. Pencapaian hidup manusia di dunia ini bermilyar ragamnya, namun akhirnya manusia hanya ada dua: akhir yang baik (husnul khotimah) dan akhir yang buruk (su’ul khotimah).

Dalam kisah-kisah yang sebagian disampaikan dalam hadits Nabi (sayangnya saya kesulitan melacak sumbernya), ada kisah tentang seorang pelacur yang diampuni dosanya olah Allah karena berusaha keras mengambil air dari sumur menggunakan sepatunya hanya untuk memberi minum seekor anjing yang kehausan. Sebaliknya ada kisah seorang wanita yang mendapat siksa neraka karena mengurung kucingnya hingga mati kelaparan. (more…)


August 28, 2007

Singa di siang hari rahib di malam hari

singaShalahuddin Al Ayyubi adalah seorang teladan dalam Islam. Dikagumi umat Islam karena hebat di medan pertempuran, juga disegani musuhnya yaitu Raja Richard ’si hati singa’ dari Inggris yang waktu itu bertempur melawan Shalahuddin dalam mempertahankan Jerusalem. Kabarnya, saat Richard sakit, Shalahuddin membuat obat dan mengirim sendiri obat tersebut dengan menyamar sebagai tabib utusan Shalahuddin. Richard tidak tahu bahwa tabib yang mengobatinya itu adalah musuh besarnya. Ketika Jerusalem takluk, tidak ada pembunuhan terhadap penduduk yang sudah menyerah. Berita ini diakui oleh kedua pihak (Islam dan Kristen) yang berseteru saat itu. (Kisah ini difilmkan Hollywood dalam Kingdom of Heaven. Jerusalem sendiri berpindah tangan berkali-kali dalam berabad-abad perang Salib antara Kristen dan Islam.) Shalahuddin sering dikenal dengan nama Sultan Saladin dari kerajaan Ayyubid.

Satu kabar berita tentang Sultan Saladin yang mengesankan saya adalah tentang kebiasaanya yang meniru orang-orang shaleh di jaman dulu. Setiap malam Saladin menjalankan shalat malam (tahajjud) dan menangis dalam doa-doanya. Dia adalah pribadi yang lembut, dan tampak lemah. Namun di siang hari ketika memimpin pasukan, Saladin berubah menjadi pribadi yang tegas dan garang. Dua kepribadian yang tampak berlawanan ini menjadikan Saladin sebagai sosok yang kokoh dan dikagumi.

Tampaknya disinilah Saladin mendapatkan kekuatannya. (more…)


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2005/09/07/cara-kaya-1-kuda-dan-penunggang/


« Previous PageNext Page »


Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here