Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.



May 2, 2006

Paul Ekman : seni membaca wajah

ekspresi wajah Silvan Tomkins dan Paul Ekman adalah guru dan murid yang mendalami seni membaca wajah. Ini adalah ilmu mengenali gerakan otot-otot wajah untuk membaca emosi dan pikiran seseorang. Tomkins mengajar di Princeton, ia menulis buku Affect, Imagery, Consciousness, sebuah karya yang cemerlang tentang ilmu membaca emosi.

Ekman sangat terkesan dengan kemampuan Tomkins, maka dia pun menjadi murid yang serius untuk mempelajari ilmu gurunya itu. Salah satu kejadian yang membuat Ekman terkesan adalah ketika Tomkins dapat menebak dengan mudah wajah orang dari dua kelompok suku yang ekstrem berbeda. Kedua suku di pedalaman Papua Nugini ini memiliki karakter berbeda. yang satu, suku Luar Selatan adalah suku yang ramah dan cinta damai. Yang ke dua, suku Kukukuku, adalah suku yang kejam, suka bermusuhan, dan punya kebiasaan homoseksual. (more…)


December 13, 2005

Edubuntu : proyek memerangi ‘digital divide’

edubuntuSaya terkesan dengan proyek Linux Ubuntu. Termasuk Edubuntu, linux ubuntu untuk pendidikan yang didesain bagi anak-anak.

Proyek amal jariyah yang dahsyat. Mestinya IGOS (Indonesia Goes Open Source) pakai ini saja. Pingin tahu hasilnya 1, 2, 5, 10 tahun ke depan. :)

Linux for Young Human Beings

“Ubuntu” is an ancient African word, meaning “humanity to others”. Ubuntu also means “I am what I am because of who we all are”. The Edubuntu Linux distribution brings the spirit of Ubuntu to schools, through its customised school environment. (more…)


November 6, 2005

Linus Torvalds : Memberi sedikit untuk mengambil banyak

LinusKalau 1+1=2 itu disebut kerja bersama. Kalau 1+1=3 bahkan lebih, baru itu disebut kerjasama.

Linus Torvalds tentu saja tak menyangka bahwa proyek hobinya bakal disambut antusias oleh banyak orang. Dia sendiri malu untuk menyebut karyanya itu sebagai Linux (Linus Minix) dan akan memberinya nama Freax (Free Unix), tapi kawannya tidak suka nama Freax sehingga tetap memberinya nama Linux. Tak disangka banyak orang suka dengan gagasan Linus untuk mengembangkan “kernel”, jantung dari sistem operasi komputer.

Kernel adalah sebuah program yang mengatur input output dan manajemen memori di komputer (yah, mungkin penjelasan ini kurang tepat). Lebih tepatnya kernel adalah program untuk mengontrol disk dan sistem file, multi-tasking, load-balancing, networking, dan security. Tapi kernel cuma bagian dari operating sistem. Linux kernel ditambah komponen lain dari proyek open source GNU barulah menjadi Linux operating system.

Karya Linus sendiri akhirnya hanya menjadi 2% dari kernel yang dikembangkan. (more…)


October 28, 2005

Buckminster Fuller : Geodesic Dome, kontribusi ke alam semesta

Kisah hidup Buckminster Fuller dimulai kembali setelah dia berusaha bunuh diri.

bucky_domeBucky – nama panggilan Buckminster- sebenarnya adalah orang yang beruntung. Menempuh kuliah di perguruan tinggi Harvard yang bagus, tapi karena bandel dia tidak pernah lulus. Menikah dengan anak orang kaya. Bucky yang cerdas hidup aman, nyaman dan … boros, hingga musibah menimpanya.

Saat sedang bangkrut dan tinggal di rumah yang buruk, anak gadis satu-satunya meninggal. Dunia laksana kiamat baginya. Dia menggugat Tuhan. Mengapa anaknya harus mati? Bucky memutuskan untuk bunuh diri. Tak ada gunanya lagi hidup tanpa anak yang dicintainya.

Supaya tidak digagalkan orang, Bucky dengan cerdik memilih cara bunuh diri dengan pura-pura berenang di danau Michigan. Rencananya di tengah danau dia akan menenggelamkan diri. (jangan ditiru nih!).

Bucky sudah berdiri di depan danau Michigan, seperti rencananya. Sementara ia berdiri di sana, mendadak ia mendapat semacam wahyu, seperti yang belakangan ia gambarkan seolah-olah Tuhan berbicara kepadanya. Bahkan setelah 50 tahun pun dia masih ingat kata-katanya.

“Bucky, kamu bukanlah (more…)


September 5, 2005

Konosuke Matsushita. Andai tak dicoba ….


konosuke

Tahun 2001 saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi sejumlah perusahaan terkemuka Jepang di bidang teknologi. Program dengan sponsor JICA ini salah satunya mengunjungi Matsushita Electric Japan di Osaka. Saya tidak kenal siapa Matsushita, sampai penerjemah yang kebetulan duduk di samping saya menjelaskan bahwa Matsushita adalah produsen barang elektronik bermerek Panasonic. Ah, kalau itu saya kenal!

Di pabrik Matsushita kami disuguhi berbagai produk paling baru seperti HDTV, home theatre, film 3D, hingga ponsel WCDMA ber MP3 yang sangat jernih bunyi musiknya (ini tahun 2001, saat ponsel Nokia yang kubawa masih berlayar hijau!). Jelas sangat mengesankan. Namun masih ada yang lebih mengesankan, yaitu saat kami mengunjungi museum Matsushita. Bagi rekan serombongan mungkin museum ini tak terlalu mengesankan, sebaliknya bagi saya justru sangat mengesankan. Museum ini menceritakan kisah awal Matsushita membangun perusahaannya. Perusahaan yang kini hampir seabad berdiri (dimulai 1917 saat usia masih 22 tahun) ternyata dimulai dari membuat fitting lampu! (Hal ini semakin meyakinkan diri saya bahwa sesuatu yang besar awalnya dimulai dari sesuatu yang kecil!)

Salah satu kisah lain yang mengesankan adalah saat dia bertahan tidak mem-PHK karyawan sewaktu resesi ekonomi melanda Jepang. Untuk menghemat biaya, Matsushita memberlakukan kerja setengah hari dengan gaji tetap tidak dipotong. Tujuannya adalah membatasi overhead saat permintaan barang menurun, sambil berusaha keras menjual persediaan di gudang. Kisah ini sangat berkesan di hati saya, karena menunjukkan sikap Matsushita yang humanis dan sungguh bijaksana. Pulang dari kunjungan tersebut, Matsushita langsung menjadi salah satu hero saya (dan menjadi inspirasi bagi saya untuk memulai beberapa usaha). (more…)


August 8, 2005

Manusia Seratus Cita-Cita


“To dare is to do, to fear is to fail.”
Goddard

goddard John Goddard kecil yang baru berusia 15 tahun punya banyak mimpi. Ia ingin keliling dunia. Maka dia tuliskan semua mimpinya itu menjadi 127 daftar cita-cita. Daftar mimpi Goddard meliputi pengembaraan ke seluruh penjuru bumi. Mulai dari menyelam di dasar laut, hingga naik puncak gunung bersalju. MUlai dari lokasi wisata eksotis hingga suku di pedalaman. Goddard kecil dari keluarga miskin, karena itu mimpi-mimpi tersebut serasa mustahil akan tercapai. Akankah tercapai?

Luar biasa! Menginjak usia 74 tahun, Goddard telah mencapai 109 mimpinya, yang bagi kebanyakan orang mustahil. Berikut ini sebagian pengalaman dia :

    mendaki puncak Matterhorn di Swiss saat badai, juga mendaki Kilimanjaro, Fiji, Ararat, Grand Tetons, juga Bromo di jawa Timur
    menelusuri rute Marco Polo dari Eropa hingga Cina

    orang pertama yang menyelesaikan penelusuran sungai Nil sejauh 4200 mil dalam 10 bulan menggunakan kayak
(more…)


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2005/07/10/kecerdasan-supranatural/


« Previous Page


Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here