Buku Sepia : model diri Anda menentukan nasib Anda
George Soros lolos dari kebiadaban Nazi. Soros selalu mengenang ayahnya dengan bangga. Ayahnya adalah seorang yang cerdik. Ketika Nazi mengumumkan bahwa setiap Yahudi harus mendaftarkan diri, maka kebanyakan Yahudi berbondong-bondong mendaftarkan diri. Mereka taat dan patuh. Ayah Soros bertindak berbeda. Dia merasakan ada ketidakwajaran dari pengumuman Nazi tersebut. Alih-alih mendaftar, dia justru menyembunyikan identitas seluruh keluarganya. Soros kecil yang kebetulan bermata biru, dititipkan ke seorang kenalannya agar diaku sebagai anak, dan diberi identitas yang jauh dari Yahudi. Keluarga Soros lainnya juga berpindah-pindah disembunyikan oleh ayahnya. Ketika tragedi pembantaian holocaust terjadi, kaum Yahudi yang menurut himbauan Nazi mengalami nasib yang menyedihkan, tewas karena kebiadaban. Keluarga Soros selamat berkat kewaspadaan ayahnya. Soros mengenang hal itu dalam buku-bukunya. (more…)

Buku SEPIA ini tidak akan Anda dapatkan lagi di toko buku. Gramedia juga tidak jual.
Buku sulit laku? Bukan, bukan karena buku ini sulit laku, terbalik, justru karena buku ini pertama kali dijual tahun 2003 langsung menjadi best seller. Lalu dicetak lagi, juga habis lagi. Lalu tidak dijual lagi. Loh kok?
Kalau Anda sempat menonton 



