Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.



November 23, 2009

Fokus (bagian 2) : dimanakah fokus diarahkan?

Orang yang fokus ternyata sering ‘tidak beruntung’. Hehe, benar, terlalu fokus menyebabkan kita tidak beruntung. Sebuah penelitian oleh Wiseman menunjukkan bahwa orang yang terlalu fokus seringkali justru luput dari peluang-peluang yang melintas di depannya. Orang yang gagal menunjukkan ciri sikap yang kaku dan tegang, sehingga perhatiannya hanya terpusat pada fokusnya. Sebaliknya orang yang beruntung, dalam penelitian Wiseman yang ditulis di buku Luck Factor, menunjukkan fleksibilitas dalam memindahkan fokusnya. (more…)


November 16, 2009

Fokus (bagian 1) : menjadi alami

“Sepertinya susah kalau memulai bisnis setelah berkeluarga,” komentar seorang teman saya.

“Selain perhatiannya banyak terpecah, juga kita jadi keluar dari zona nyaman,” katanya melanjutkan.

Memang demikian pula yang saya rasakan. Perhatian kita yang sudah berkeluarga akan terpecah dengan banyak urusan, mulai dari masalah mainan anak, anak sekolah, kesehatan, rumah, persoalan keluarga besar, hingga urusan karir dari pekerjaan yang sudah kita geluti. Masuk ke dunia bisnis tentu saja menambah kerumitan. Padahal kita menginginkan kenyamanan dan kebahagiaan. (more…)


June 13, 2009

Survival of the Fittest

Anda kurang tampan? Kurang tinggi? Kerempeng? Kegemukan? Bodo matematika? Kabar bagus buat Anda. Semua itu tidak terlalu penting di masa sekarang. Pilihan bentuk pekerjaan semakin banyak.

Tukul Arowana beruntung memiliki wajah tidak tampan (itu menurut dia sendiri loh). Karena justru wajahnya itulah daya tarik kelucuannya. Dalam sejarah kelucuan, jarang komedian yang berwajah setampan Tom Cruise. Ketampanan tidak memancing tawa. Ketidaktampanan bisa menarik tawa. Tidak tampan jadi peluang. Kata Tukul, “Wajah desa, rejeki kota.”

Mamalia beruntung karena fisiknya yang kecil, karena itu makannya juga sedikit, membuatnya bertahan dari kepunahan masa dinosaurus. Orang Indonesia beruntung karena kulitnya yang coklat membuat resiko kanker kulit menurun walau terpapar banyak sinar matahari katulistiwa. (more…)


June 3, 2009

Menang tapi kalah

RS Omni menang mutlak, sekaligus kalah mutlak.

RS Omni Internasional di Tangerang menggugat mantan pasiennya melalui pengadilan resmi, dan menang. Akibatnya, Prita Mulyasari yang menuliskan keluhannya lewat milis di internet, dijebloskan ke penjara. Masyarakat luas balik mengadili. RS Omni kalah telak dalam pengadilan masyarakat.

Rabu, pagi ini saya membaca tulisan tentang kasus Prita di halaman muka koran Kompas. Dengan oplah sirkulasi Kompas yang mencapai sekitar 700 ribu, kekalahan RS Omni pun mencapai puncaknya. Sekarang tidak hanya masyarakat internet yang mengetahui kasus Prita, masyarakat non-internet pun akan terkejut membaca kasus ini. Mengeluhkan layanan rumah sakit berdampak dipenjara. Lengkaplah sudah kekalahan RS Omni. (more…)


May 15, 2009

Buku Sepia : model diri Anda menentukan nasib Anda

George Soros lolos dari kebiadaban Nazi. Soros selalu mengenang ayahnya dengan bangga. Ayahnya adalah seorang yang cerdik. Ketika Nazi mengumumkan bahwa setiap Yahudi harus mendaftarkan diri, maka kebanyakan Yahudi berbondong-bondong mendaftarkan diri. Mereka taat dan patuh. Ayah Soros bertindak berbeda. Dia merasakan ada ketidakwajaran dari pengumuman Nazi tersebut. Alih-alih mendaftar, dia justru menyembunyikan identitas seluruh keluarganya. Soros kecil yang kebetulan bermata biru, dititipkan ke seorang kenalannya agar diaku sebagai anak, dan diberi identitas yang jauh dari Yahudi. Keluarga Soros lainnya juga berpindah-pindah disembunyikan oleh ayahnya. Ketika tragedi pembantaian holocaust terjadi, kaum Yahudi yang menurut himbauan Nazi mengalami nasib yang menyedihkan, tewas karena kebiadaban. Keluarga Soros selamat berkat kewaspadaan ayahnya. Soros mengenang hal itu dalam buku-bukunya. (more…)


May 6, 2009

Buku SEPIA, a small story

buku sepiaBuku SEPIA ini tidak akan Anda dapatkan lagi di toko buku. Gramedia juga tidak jual. Buku sulit laku? Bukan, bukan karena buku ini sulit laku, terbalik, justru karena buku ini pertama kali dijual tahun 2003 langsung menjadi best seller. Lalu dicetak lagi, juga habis lagi. Lalu tidak dijual lagi. Loh kok?

Karena semua penulisnya – termasuk saya – tampaknya kurang berminat menjual buku ini. Contohnya, tidak mengontak distributor buku. Ketika cetakan pertama habis di Gramedia, buku ini tidak dipasok hingga 1,5 tahun lamanya. Ketika dicetak lagi dan dijual lagi, dan habis lagi, ternyata hingga 3 tahun sesudahnya (yaitu sampai tahun 2009 ini) tidak juga kami memasoknya kembali ke toko buku. Juga menolak tawaran penerbit besar yang ingin mencetaknya. Aneh? (more…)


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2006/11/30/jatuh-cinta-lagi-dan-antinya/


Next Page »


Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here