Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.



October 20, 2010

2010 2010

2010 2010

Ya. Hari ini istimewa, tanggal menunjukkan 20 10 2010. Waktu tanggal 10-10-10 kemarin, saya dan istri menikmati moment dengan mengunjungi Pasar Seni ITB. Beli lukisan buat kenangan.

Ngapain pilih-pilih tanggal unik seperti itu? Ya, iseng saja sih, untuk kami nikmati berdua. Bahwa kami pernah muda. Heheh.

Kali ini tanggal istimewa 2010 2010, saya memulai menulis blog lagi, yang sudah hiatus (mati suri) sejak awal tahun. Dulu itu iseng rehat sejenak dari menulis, ternyata keterusan tidak menulis. Jelas sebuah penurunan kualitas, karena menulis adalah kegiatan yang lebih bernilai dibanding tidak menuliskan ide-ide yang lewat. Terkadang ide yang lewat tersebut kelewat jenius, yang setelah lupa, akan sulit kembali mengingatnya.

Apa yang sedang terpikirkan, biasanya adalah apa yang sedang intensif kita perhatikan. Biasanya pula ada pikiran-pikiran luar biasa dari hasil olahan alam bawah sadar kita yang telah cukup lama memikirkannya. Saya sendiri sering heran membaca tulisan blog yang telah lalu, kok dulu pernah memikirkan itu. Syukurlah, karena telah ditulis, maka ilmunya bisa didapatkan lagi.

Kali ini mari kita bicarakan tentang ‘konteks’.

Tiap hari minggu saya menunggu-nunggu kartun Sukribo di koran Kompas. Jika dahulu waktu mahasiswa saya menunggu Panji Koming, tampaknya saat ini selera saya cocok markocok dengan kartun Sukribo.

Biasanya isi kartun Sukribo adalah kritik pedas pada dagelan pemerintahan negeri ini. Kebijakan yang ngawur, tingkah konyol wakil rakyat yang tak tahu malu, atau skandal dan kecengengan para pejabat. Mungkin sebagai pihak yang tertindas - ya saya sebagai rakyat sering merasa tertindas oleh perilaku para petinggi tersebut- kita mendapat sedikit hiburan saat bisa menertawakan mereka. Suatu pelepasan rasa dongkol dalam hati melalui satir-satir ringan. Inilah kelebihan kartun Sukribo (angkat jempol!). Satir Sukribo seakan mewakili kejengkelan rakyat pada penguasa - yang ironisnya telah rakyat beri mandat.

Saya kutipkan -tanpa ijin- kartun Sukribo minggu ini. Menggambarkan kekonyolan petugas pemerintah yang ingin menjilat atasannya. Tentu bagi yang tidak mengerti konteks kisah tersebut akan sulit tertawa melihat kartun ini. Tapi bagi mereka yang mengerti, satir kartun ini sangat kena di hati.

Hahaha, lanjut terus Sukribo. Top markotop, kamu memang ‘nyengiti’! *

sukribo

Hehe. Aku juga nggak tahu lagu apa itu. Denger pun rasanya belum pernah….

Yang belum paham konteks kartun tersebut, bisa baca berita ini.

  • nyengiti (bhs jawa) = bikin sengit / jengkel luar biasa

December 21, 2009

Penting lawan mudah

“Jadi, apa kiat Ibu dalam mengerjakan sesuatu. Apakah yang mudah dulu, misalnya?” begitu kira-kira pertanyaan Pak Ichsan kepada Bu Susi. Bu Susi ini adalah pemilik Susi Air, sebuah maskapai penerbangan perintis, dan juga seorang milyuner pengusaha komoditas laut dari Pangandaran Jawa Barat.

Hari itu, jurusan Teknik Penerbangan ITB (sekarang namanya Aeronautika ITB) mengundang Ibu Susi Pujiastuti yang menjadi inspirasi kami dengan semboyannya, ” Satu kilometer jalan raya tidak akan membawa kita kemana-mana. Satu kilometer landasan pesawat terbang akan membawa kita ke seluruh dunia.” (more…)


December 13, 2009

Prioritas

Ini yang dikatakan Peter Drucker, perumus ilmu manajemen. Bila Anda seorang pimpinan, maka salah satu tugas utama Anda adalah menetapkan prioritas. Anda susun hal-hal yang perlu dikerjakan, lalu diurut menjadi prioritas.

Selanjutnya ambil satu (atau maksimum dua) tugas untuk dikerjakan dengan sungguh-sungguh hingga tuntas.

Setelah tugas selesai dikerjakan, kembali lihat daftar prioritas. Tapi, JANGAN langsung ambil tugas berikutnya. (more…)


December 7, 2009

Apa yang dipikirkan orang lain?

Guru saya, Pak Dimitri, ngasih hadiah spesial, buku Gladwell yang terbaru : What the Dog Saw.

Gladwell selalu muncul dengan ide menarik. Hmm.., dia memang jago bercerita. Ide kali ini, kalau kita menyampaikan suatu pesan ke orang lain, sebenarnya apa yang dia pikirkan? Apakah kita bisa mengetahui kira-kira yang orang lain pikirkan? Apakah kita yakin bahwa yang di pikiran kita juga ada dalam pikiran dia?

Menariknya, semua orang berpikir berlainan. Salah satu artikel (buku ini kumpulan kolom Gladwell di The New Yorker) yang inspiratif adalah ‘Blowing Up’, kisah Nassim Nicholas Taleb seorang imigran Lebanon yang punya teori sendiri untuk bermain derivatif saham. (more…)


November 30, 2009

Fokus (bagian 3) : Peluang Terbaik

Tidak ada jawaban paling pasti untuk menjawab pertanyaa apa itu peluang terbaik. Sesuatu yang terbaik selalu terkait dengan kondisi dan waktu. Apa yang terbaik saat ini mungkin tak lagi terbaik untuk esok hari. Walau begitu, ada beberapa tips untuk mendeteksi peluang terbaik. Berikut tiga kriteria sederhana untuk menentukan peluang terbaik.

1. Dampak : memberi imbalan jangka panjang

Bagaimana kita yakin calon pendamping, tempat kerja, rumah, atau karir yang kita pilih adalah peluang terbaik? (more…)


November 23, 2009

Fokus (bagian 2) : dimanakah fokus diarahkan?

Orang yang fokus ternyata sering ‘tidak beruntung’. Hehe, benar, terlalu fokus menyebabkan kita tidak beruntung. Sebuah penelitian oleh Wiseman menunjukkan bahwa orang yang terlalu fokus seringkali justru luput dari peluang-peluang yang melintas di depannya. Orang yang gagal menunjukkan ciri sikap yang kaku dan tegang, sehingga perhatiannya hanya terpusat pada fokusnya. Sebaliknya orang yang beruntung, dalam penelitian Wiseman yang ditulis di buku Luck Factor, menunjukkan fleksibilitas dalam memindahkan fokusnya. (more…)


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/pengantar-sampul/


Next Page »


Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here