Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!

Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.



July 7, 2008

Mengecilkan perut pakai sedotan (ala Jepang)

Gaya Jepang, kata yang nulis blog. Maksudnya dia lihat di acara TV Jepang.

Ini bukan sedot lemak perut. Ini murni sedotan biasa. Setelah saya coba, ternyata memang bagian perut terasa mengencang, seperti halnya kalau kita sit up.

Bener-bener ‘gue banget’ (cocok buat yang malas berolahraga). :)

Cocok buat ibu-ibu dan bapak-bapak yang pada mulai buncit (karena makmur maupun cacingan, hehe). (more…)


July 6, 2008

SEPIA Kaizen 1 : Bagaimana cara menerapkan SEPIA dalam kehidupan kita?

Umumnya setelah seseorang mengikuti pelatihan akan mengalami ‘pelunturan’ motivasi beberapa saat sesudahnya. Mungkin Anda pernah mengikuti pelatihan, baik gratis maupun mahal, kondisi penurunan semangat tetap bisa terjadi.

Bukan salah pelatihannya (karena nyatanya Anda selalu bersemangat saat berlangsung dan sesaat sesudah pelatihan). Bukan salah Anda juga (karena banyak orang mengalami hal yang sama seperti Anda). Memang alamiahnya demikian. Jika semua pelatihan bersifat menetap dengan instan, mestinya semua orang sudah berlipat lebih baik daripada diri mereka sebelumnya. Bahkan, kalau kita ini bisa terus mengalami suatu pengalaman secara menetap, mungkin kita tak akan lagi tertarik barang baru, film baru, nonton pertandingan bola yang baru, mencoba kegiatan baru, juga tak perlu memperbaiki cara shalat, atau mengaji Qur’an berulang-ulang. Kalau sesuatu itu bisa menetap instan dalam diri kita, maka dia tak perlu diperbaharui. Dan jelas itu bukan kodrat manusia. Manusia justru diciptakan dengan ‘kegembiraan yang akan meluruh dengan waktu’ supaya dia berusaha lagi dan berusaha lagi.

Jadi, jika hasil pelatihan Anda melenyap hingga tak berbekas, itu normal.

Tentu saja kondisi normal belum tentu kondisi terbaik. Pribadi yang unggul biasanya memang ‘tidak normal’ alias ‘istimewa’ karena dari waktu ke waktu ia berubah menjadi semakin baik dari kondisi sebelumnya. Nah, bagaimana kita menjadi pribadi ‘istimewa’ yang semakin hari semakin baik ini?

Jawabannya adalah sebuah rahasia kecil : terapkan dan ulangi.

Demikian hasil penelitian Ken Blanchard yang ditulis dalam Know Can Do!: Put Your Know-How Into Action. (sudah diterjemahkan ke Indonesia)

Menerapkan SEPIA

Untuk menerapkan SEPIA caranya sederhana. Gunakan perangkat (tools) SEPIA berikut ini.

1. Tujuh domain kehidupan

Mari kita perhatikan 7 bidang kehidupan kita, yaitu (ide dikutip dari Brian Tracy di buku Focal Point) : (more…)


June 30, 2008

Resep Istimewa

Bagaimana membuat sesuatu yang istimewa?

Dengan meyakininya.

Inilah resep rahasia mie istimewa keluarga Po dalam Kungfu Panda. Tidak ada bumbu rahasia. Tidak ada teknik rahasia. Keyakinan bahwa sesuatu itu istimewa akan membuatnya menjadi benar istimewa.

Kabarnya begitu pula kisah awal Coca Cola, resep istimewa yang awalnya adalah paten obat (namun sering diceritakan bermula dengan sebuah kuali ajaib!). (more…)


June 8, 2008

Lingkungan kreatif

Kreatifitas adalah kemampuan menciptakan atau melakukan sesuatu melalui cara yang baru tidak seperti yang sudah baku.

Kita ambil contoh film yang populer dengan tokoh Mr. Bean. Tokoh Mr. Bean itu selalu punya cara baru dalam melakukan sesuatu, misalnya, saat dia mau mengecat ruangan kamarnya, dia menggunakan bom yang ditaruh dalam sekaleng cat, sehingga saat bom meledak maka seluruh cat berhamburan melapisi dinding kamarnya. Ini cara kreatif, walaupun tentu dalam kenyataannya sangat berbahaya. Dalam film sih sah-sah saja.

Bagian mana yang kreatif? (more…)


June 1, 2008

Damai Pak Pos!

Melihat tayangan di TV, setelah BBM naik ternyata terjadi gejolak di berbagai daerah. Mahasiswa ngamuk. Di Jakarta mahasiswa membakar ban di jalan depan kampusnya. Di Makassar mahasiswa menganiaya polisi, yang dibalas dengan serbuan polisi ke kampus. Sopir angkutan umum juga ngamuk dengan mogok kerja, bahkan merusak angkutan umum lainnya yang masih memberikan layanan. Ada yang mogok makan. Ada yang bunuh diri (sangat memprihatinkan!).

Banyak orang punya kebiasaan ‘membunuh tukang Pos’, yaitu melampiaskan kemarahan kepada orang yang berada di depannya. Misalnya ada tukang pos yang mengantar surat. Ternyata surat tersebut terlambat datang dari jadwal semestinya. Seringkali kekesalan langsung ditumpahkan kepada Pak Pos yang mengantar surat itu. Kesalahan ditimpakan kepada tukang pos. Padahal, belum tentu itu salah si tukang pos. Boleh jadi si pengirim surat menuliskan alamat yang tidak jelas. Boleh jadi jalanan macet, atau sepeda motor Pak Pos mogok di jalan karena kurangnya biaya pemeliharaan. Bahkan boleh jadi pihak pengirim surat memang terlambat mengeposkan, namun tidak mau mengakui!

“Jangan bunuh Pak Pos nya”, berdamailah dengan dia karena bisa jadi dia hanyalah korban dari masalah lain yang sesungguhnya.

Seringkali YANG ADA DI DEPAN MATA BUKANLAH SUMBER MASALAH SESUNGGUHNYA. Cobalah kita analisis 2 atau 3 lapis di belakangnya. Mungkin kita bisa temukan penyebab sesungguhnya. (more…)


May 25, 2008

Strategi meningkatkan kualitas

Bagaimana meningkatkan kualitas hidup kita?

Kebanyakan orang sangat bersemangat meningkatkan suatu hal (misalnya kesehatan, ibadah, penghasilan, ilmu, dsb) dengan serta merta. Dalam jangka pendek hasilnya mulai terlihat, namun tak berlangsung lama. Beberapa saat kemudian menjadi loyo dan kembali kepada keadaan semula.

Dalam industri manufaktur telah diteliti bahwa cara terbaik meningkatkan kualitas adalah dengan membuat kondisi menjadi stabil terlebih dahulu. Misalnya ingin mengurangi cacat produk, maka hal pertama yang dilakukan adalah membuat agar jumlah cacat dari waktu ke waktu menjadi stabil terlebih dahulu. Misalnya, cacat produksi terkadang 2 persen, lalu di lain waktu 10 persen, kemudian 3 persen, dst. Ini adalah kondisi tidak stabil. Maka dicari terlebih dahulu kondisi kestabilan, misalnya stabil cacat 10 persen! Walau cacatnya cukup banyak, asalkan sudah stabil di angka tersebut berarti proses produksi sudah stabil. Bila proses produksi sudah stabil (berlangsung tetap, konsisten, bisa dikontrol), barulah dilakukan peningkatan kualitas misalnya cacat dikurangi hingga 8 persen.

Jadi strategi peningkatan kualitas dimulai dari melakukan stabilisasi, yang berarti adalah membuat proses menjadi terkontrol. (more…)


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2005/05/24/selamat-datang/


Next Page »


Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here