Toyota terkenal karena efisiensi dan kerapihan sistem TPS (Toyota Production System). Sistem itu banyak menjadi perbincangan karena menelurkan Kaizen, Kanban, dan juga konsep Lean production.
Dapatkah kehebatan sistem Toyota yang biasanya diterapkan dalam manufakturing juga bisa diterapkan pada bisnis jasa?
Kunci keberhasilan TPS di Toyota adalah penguasaan terus menerus pada produk yang mereka buat. Sebagian besar kegiatan adalah rutinitas yang dikerjakan oleh pegawai. Sebagian kecil adalah tugas pengawasan yang dilakukan para manajer untuk mengukur deviasi (penyimpangan) yang terjadi, dan kemudian mencari cara mengoreksinya. Sebagian sangat kecil adalah tugas mendesain oleh para insinyur yang disebut pekerjaan seni (crafting). Dan yang sangat-sangat kecil adalah tugas tak rutin mencari hal-hal baru yang dilakukan sekelompok sangat kecil orang. Karena sebagian besar tugas di TPS adalah hal rutin, maka setiap karyawan mampu mencapai level keahlian yang luar biasa.
Bagaimana kalau produk Anda selalu berubah? Hasil produk Anda ‘tidak rutin’, bahkan seperti terus berubah produk? Mungkin Anda seorang konsultan yang selalu dihadapkan kepada masalah baru. Mungkin Anda seorang copywriter di biro iklan yang selalu dituntut dengan ide segar yang baru. Mungkin Anda seorang pemasar yang selalu menemui klien baru. Bagaimana TPS bisa diterapkan di bidang kerja Anda? * Sebenarnya pertanyaan ini ditujukan kepada diri saya sendiri yang sering menghadapi hal baru ketika mendampingi konsultasi.
*
Bisa. Semestinya begitu. Di semua kegiatan yang tampaknya tidak rutin, selalu ada sesuatu yang rutin. Di titik inilah kita harus mencapai level mahir, yaitu di segala hal yang rutin.
Berikut ini pengalaman pribadi. Walaupun topik konsultasi yang saya hadapi sangat beragam mulai dari IT, juga sistem transportasi, juga pendidikan (wah, betapa bervariasinya!), namun selalu ada kesamaan langkah kerja.
Ini hal yang biasa saya lakukan : (more…)