Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.



January 2, 2008

Keuangan Kodok mati direbus

Kodok adalah hewan berdarah dingin. Kabarnya (saya belum mencoba sendiri) kalau kodok dimasukkan air dalam panci, kemudian dipanaskan pelan-pelan, maka si kodok akan terebus tanpa sadar, bahkan tidak pernah ingin melompat keluar. Ini dikarenakan suhu kodok ikut menyesuaikan dengan lingkungan sekitar secara perlahan, sehingga kodok tidak sadar bahwa air sekelilingnya sudah sedemikian panas sampai merebus dirinya.

Manusia, kita ini, makhluk berdarah panas. Artinya suhu badan kita relatif tetap. Namun dalam urusan keuangan sering kita bagai kodok berdarah dingin, tidak sadar kalau pelan-pelan pengeluaran terus naik sampai tiba-tiba matang terebus oleh hutang.. Biasanya diawali dengan penghasilan yang tiba-tiba meningkat, entah karena bonus akhir tahun, punya kartu kredit baru, atau disetujui dapat pinjaman ‘lunak’ dari bank. Karena ‘merasa’ punya uang, maka rencana belanja pun meningkat tak terasa. Tiba-tiba sudah pusing menghadapi pusing.

Salah satu kiat menghindari terjerat hutang ‘yang tak terkendali’ adalah dengan mempunyai indikator keuangan yang mudah dipantau. Konsepnya sederhana namun mewujudkan tidak mudah. (more…)


November 15, 2007

Strategi meningkatkan penghasilan

Berdasarkan rumus penghasilan, maka kita bisa melakukan 3 strategi umum dalam meningkatkan penghasilan, yaitu :

  1. meningkatkan nilai ekonomis produksi Anda. Ini yang paling cerdik dari semua strategi, namun jalan yang tidak mudah. Anda perlu naik karir, mendapatkan bidang dengan tugas yang lebih bernilai ekonomis bagi perusahaan, atau menjadi ahli yang semakin dihargai di bidang yang bernilai ekonomis.
  2. meningkatkan efektifitas kerja sehingga Anda bisa menghemat sumberdaya yang Anda miliki. Dengan demikian membuka peluang memanfaatkan sumberdaya yang tersisa.
  3. meningkatkan ketahanan kerja sehingga kapasitas produksi meningkat. Cara ini juga membuka peluang tersedianya sumber daya baru untuk Anda manfaatkan.

Dari 3 strategi itu, cara yang paling cerdik adalah menjadikan nilai ekonomis produksi Anda terus meningkat. Jadikan ini menjadi tujuan (goal) utama. (more…)


November 6, 2007

Saya kerja lebih keras kok dibayar lebih sedikit? (Bagian 2)

“Tapi si Boss nggak pernah kerja kok dapetnya paling tinggi?”

Begitu tanya Adi ke Budi tentang kegiatan Mr. Cedi, boss mereka. Setelah paham arti kerja efektif, efisien, dan produktif, kini Adi berguru kepada Budi agar bisa menikmati hidup yang lebih hidup.

“Ya, beda lah. Boss kan kerjanya lobbying. Ketawa-ketiwi maen golf, tapi begitu deal, dapetnya gede. Kalau boss nggak dapet deal, kita juga nggak ada kerjaan,” jelas Budi.

“Kerjaan Boss itu punya nilai ekonomis tinggi. Mungkin 10 kali lipat nilai ekonomis kerjaan kita. Makanya walau kerja sedikit, bayarannya gede.” (more…)


Saya kerja lebih keras kok dibayar lebih sedikit? (Bagian 1)

“Tidak ada yang lebih sia-sia selain melakukan pekerjaan dengan efisien padahal pekerjaan itu sebetulnya tidak perlu dilakukan sama sekali.” Peter F. Drucker 1963

Topik kerja keras memang topik yang menarik.

Adi adalah pekerja keras. Berangkat lebih pagi, pulang larut malam. Sebaliknya Budi pekerja santai, seringkali terlihat cuma duduk-duduk ketawa-ketiwi dengan kolega. Adi bekerja lebih keras daripada Budi. Tapi kenapa Adi pendapatannya justru lebih rendah daripada Budi?

Penghasilan kita memang tidak ada kaitannya dengan kerja keras. Tak perlu heran bila kerja keras kita tak dihargai. Karena memang bukan kerja keras kita yang berharga, tapi produktifitas kita.

Apa itu efektifitas?

Biarpun tampak santai, kerja Budi selalu tepat sasaran. Hasil kerjanya berkualitas bagus, sesuai yang dituntut perusahaan. Ini yang disebut kerja efektif. (more…)


June 7, 2007

Skill-Trust-Network : menghimpun energi eksitasi lompatan kuantum penghasilan

rocketmanDulunya dia satpam. Sekarang seorang pengusaha hiasan ukiran.

Suatu ketika dia menghadap ke atasannya. Pamit mau keluar. Padahal sebagai satpam di salah satu perusahaan Medco Group tentulah sebuah pekerjaan yang lumayan baik. Ternyata dia mau lebih serius menekuni gerai toko kerajinannya. Yang saya dengar, dia punya bakat mendesain barang-barang ukiran hias seperti bebek ukir dan semacamnya. Sambil lalu ketika melakukan jaga malam dia sering membuat corat-coret desain yang kemudian ia realisasikan sebagai hiasan ukir. Ternyata produknya laku. Saking lakunya hingga akhirnya dia bisa buka gerai toko barang seni. Kabarnya ketika pamit dari perusahaan tempatnya bekerja, dia punya gerai toko di Plaza Indonesia dan satu lagi di daerah Kemang.

Dulunya satpam, sekarang desainer.

Pak Braja, rekan saya, juga dulunya satpam di sebuah bimbingan belajar. Sambil lalu dia belajar komputer dan mencoba-coba desain grafis dengan Photoshop. Ternyata dia cukup berbakat. Teman-temannya dapat melihat bahwa hasil karyanya punya sentuhan seni cukup tinggi. Akhirnya dia bekerja full di perusahaan baru sebagai desainer grafis utama.

Dulunya pembantu tukang batu, lalu broker tanah. (more…)


May 30, 2007

Kulit Orbit dan Lompatan Kuantum Penghasilan

atom Bohr“Yang saya amati, penghasilan Bapak saya itu meningkat tidak pelan-pelan tapi bertingkat-tingkat. Begitu Mas…’” ujar Bessy, rekan saya dalam suatu diskusi.

“Mulanya dia teknisi kapal biasa. Kemudian karirnya naik terus. Kemudian pindah ke perusahaan asing. Saya lihat penghasilannya meningkat dengan tidak seperti kurva yang kontinyu, tapi naik, kemudian mendatar, lalu naik lagi, lalu mendatar lagi, dan seterusnya…,” katanya lagi.

“Bener Bes, saya punya teori tentang hal itu. Menurut saya penghasilan kita itu seperti lingkaran orbit elektron. Itu loh, teori Niels Bohr tentang kulit-kulit atom,” sahut saya menimpali.

“Jadi ada energi aktivasi (eksitasi?), begitu ya Mas…,” sahut Bessy.

“Ya, kira-kira begitulah,” timpal saya kemudian.

Orbit elektron penghasilan

Dalah teori atom Bohr, elektron mengitari inti atom pada kulit-kulit energi yang bertingkat-tingkat. Bohr memeperkenalkan konsep quantum ke dalam model atom ini, yaitu perpindahan elektron dari satu orbit ke orbit lainnya tidak berjalan pelan-pelan (gradual), namun secara langsung (quantum). Model Bohr ini mampu menjelaskan fenomena mekanika kuantum yang ditunjukkan oleh atom, dan menjadi cikal bakal direalisasikannya rekasi nuklir.

Apakah penghasilan seseorang juga berperilaku seperti itu? (more…)


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/tanya-jawab/


« Previous PageNext Page »


Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here