Buku SEPIA : bingkisan dari hati untuk murid yang mencari
“Apa bedanya negara maju dengan negara tidak maju?” saya membuka pembicaraan dengan peserta seminar. Hari Minggu kemarin saya mengisi seminar singkat di forum guru Tasikmalaya. “Bedanya,” ujar saya,”adalah visi mereka. Negara maju memiliki visi jangka panjang. Negara tidak maju memiliki visi jangka pendek. Negara maju seperti Israel misalnya, kabarnya punya perencanaan hingga 100 tahun. Sedangkan negara tidak maju, seperti Indonesia ini, rencananya hanya sampai Pemilu berikutnya.” Audiens tertawa.
“Apa bedanya orang sukses dengan tidak sukses?” saya melanjutkan. Audiens diam. “Bedanya adalah visi mereka. Orang sukses punya visi jangka panjang, orang tidak sukses visinya hanya jangka pendek.” Mereka langsung paham, analogi ini sama dengan negara maju dan tidak maju. Lanjut saya, ” Ciri orang yang akan sukses sederhana saja : kalau gaji naik, tabungannya naik. Ciri yang tidak akan sukses : kalau gaji naik, (more…)

Buku SEPIA ini tidak akan Anda dapatkan lagi di toko buku. Gramedia juga tidak jual.
Buku sulit laku? Bukan, bukan karena buku ini sulit laku, terbalik, justru karena buku ini pertama kali dijual tahun 2003 langsung menjadi best seller. Lalu dicetak lagi, juga habis lagi. Lalu tidak dijual lagi. Loh kok?
Karena sedang terlibat start-up company, saya jadi punya empati tinggi dengan tim-tim kecil yang punya prestasi besar.



