SEPIA di Izi
Tim SEPIA diundang untuk memberikan pembekalan tentang pengelolaan otak kanan dan paradigma SEPIA di Komunitas Belajar IZI Bandung.
Dalam acara selama dua jam tersebut disampaikan pentingnya mengubah paradigma belajar lama menuju ke paradigma baru SEPIA. Dunia terus berubah, namun kebanyakan orang masih menggunakan paradigma lama untuk menghadapi dunia yang baru. Hal ini disebabkan perbedaan pengalaman dari suatu generasi terhadap generasi sesudahnya. Padahal, setiap perubahan baru menuntut penyesuaian kembali dari setiap diri untuk mampu berperan dengan maksimal di kondisi baru tersebut.
Menurut Peter Drucker, abad 21 adalah era informasi dimana pekerja berpengetahuan (knowledge worker) adalah aset utama dalam dunia kerja. Era keunggulan mesin di masa industri telah lewat, kini jaman dimana pengetahuan seseorang bernilai sangat mahal. Banyak kreasi manusia yang sebelumnya tampak kurang bernilai berubah menjadi sangat bernilai, misalnya kemampuan dalam mencari informasi, kemampuan memadukan berbagai pengetahuan yang awalnya terpisah, dan kemampuan mewujudkan suatu ide baru. Bisnis film animasi komputer misalnya menjadi bukti bahwa suatu ide yang kemudian dituangkan dengan bantuan komputer dapat bernilai sangat mahal. Misalnya film Finding Nemo dari Pixar, selama masa pemutaran resmi sekitar 6 bulan mampu menghasilkan lebih dari 800 juta dolar. Jumlah yang amat banyak. Dan itu semua bagaikan suatu ide dari udara kosong yang kemudian dibuat dengan komputer , artinya murni dibuat dengan listrik saja. Suatu yang mustahil di masa industri, menjadi masuk akal di era informasi.
Tanya jawab sekitar kecerdasan aspirasi, kecerdasan power, dan peningkatan kemampuan otak setelah seseorang dewasa, menjadi topik tanya jawab pada acara tersebut.





