Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.


« LiburFokus (bagian 2) : dimanakah fokus diarahkan? »

November 16, 2009

Fokus (bagian 1) : menjadi alami

“Sepertinya susah kalau memulai bisnis setelah berkeluarga,” komentar seorang teman saya.

“Selain perhatiannya banyak terpecah, juga kita jadi keluar dari zona nyaman,” katanya melanjutkan.

Memang demikian pula yang saya rasakan. Perhatian kita yang sudah berkeluarga akan terpecah dengan banyak urusan, mulai dari masalah mainan anak, anak sekolah, kesehatan, rumah, persoalan keluarga besar, hingga urusan karir dari pekerjaan yang sudah kita geluti. Masuk ke dunia bisnis tentu saja menambah kerumitan. Padahal kita menginginkan kenyamanan dan kebahagiaan.

Apakah yang sudah tua tak baik lagi untuk memulai bisnis? Hmmm, tunggu dulu. Ini hanyalah masalah bagaimana mengelola energi kita.

Mengapa anak muda tampaknya lebih berpeluang sukses dalam bisnis? Ya.., karena energi mereka masih berlimpah. Saya sering bilang ke adik-adik yunior. Silahkan mencoba banyak hal, tapi di usia 30 tahun silahkan putuskan dimana akan berkiprah. Usia 30 tahun adalah masa evaluasi pertama dalam karir kita. Setelah mencoba banyak hal, dimanakah ladang yang ingin kita tekuni? Kalau sebelumnya kita punya banyak energi untuk mencoba banyak hal, maka semakin bertambah umur semakin menurun pula tingkat energi kita. Karena itu agar bisa tetap setajam sebelumnya, kita perlu mempersempit bidang yang kita tekuni. Ibarat mempertahankan tekanan untuk mendobrak hambatan, maka bila energi turun separuh maka area tekan harus direduksi menjadi separuh juga.

Jadi, menjadi fokus adalah suatu hal yang alami. Energi yang menurun harus diimbangi dengan menurunkan pula area yang kita kerjakan. Dengan demikian kerja kita tetap bisa seproduktif dulu saat masih lebih muda. Repotnya kalau kita ini serba bisa. Rasanya banyak sekali peluang yang menarik terus datang silih berganti menggoda untuk dicoba. Inilah yang menjadikan banyak orang pintar dan berbakat justru tak menjadi apapun setelah lama menempuh karirnya.

Jadi, mari mulai fokus. Mana yang akan kita pilih? Mana pula yang dengan tegas kita tinggalkan?

Tetes air yang fokus, bisa melubangi batu.

khairulu Silahkan beri komentar ya..., tanya, kritik, atau menambah ...
Komentar Anda akan turut menyempurnakan ilmu kami, dan berharga buat pembaca lainnya. Tks! - khairul -

3 Comments »

    Gravatar Image
  1. tulisan yang sungguh menginspirasi.terimakasih banyak,Alhamdulillah,semoga di beri umur panjang.Doakan Saya ya.Amin.!

    Comment by sukmaya — November 16, 2009 @ 2:41 pm

  2. Gravatar Image
  3. Lapor pak!!! Saya sudah fokus dan energi bisa optimal. Saatnya menulis buku.

    Comment by Fran Suwarman Sjam — November 18, 2009 @ 10:15 am

  4. Gravatar Image
  5. trims..pencerahannya.
    Saya sudah jadi guru, tp tetep punya cita2 bisnis..
    hmm..saatnya mencari yang tepat.
    masih mencari fokus

    Comment by diandra — November 19, 2009 @ 12:32 am

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2005/10/26/mencicipi-sedikit-karunia-shalat-khusyu/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here