Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.


« CantikMenang tapi kalah »

June 1, 2009

Normal dan lurus

Bila Anda pernah kuliah statistik, tentu kenal dengan bentuk Distribusi Normal. Kenapa disebut distibusi normal? Apakah ada distribusi yang tidak normal, alias gila?

Ternyata bentuk distribusi tersebut sebenarnya disebut Gaussian. Bentuknya seperti lonceng terbalik, ‘bell-shaped’ istilah kerennya. Penyebutan distribusi Gaussian sebagai distribusi ‘normal’ dikarenakan distribusi ini yang paling sering dipakai sebagai rujukan, acuan, atau norma. Dari sinilah ada istilah normal yang berarti ‘norm’ atau acuan. Distribusi normal ini merupakan distribusi yang sering dipakai sebagai alat uji hipotesis statistik. Seringkali untuk memecahkan masalah statistik, bentuk distribusi lain seperti misalnya Lognormal, dapat dikonversi menjadi bentuk distribusi normal.

Jadi jelaslah bahwa normal itu sesuatu yang menjadi rujukan. Orang yang normal adalah orang yang bertindak sesuai norma masyarakat. Misalnya pakai baju. Jadi kalau tidak pakai baju, ya tidak normal. Bisa jadi orang tersebut sedang hilang ingatan, atau mungkin sedang melakukan tirakat aneh untuk mendapatkan ilmu yang aneh-aneh. Kita menyebutnya gila. Tentu saja di masyarakat yang budayanya masih berbaju minim, maka yang berpenutup sekedarnya justru yang normal, dan yang memakai pakaian lengkap justru yang gila. Hehe.

Kalau lurus tuh apa ya? Menurut definisi matematika, garis lurus adalah garis dengan jarak terpendek yang menghubungkan dua titik.

Kalau hidup di jalan yang lurus? Ya tentu saja hidup di jalan yang terpendek. Tapi terpendek antara apa dan apa? Saya juga tak tahu pasti. Tapi mungkin yang dimaksud adalah jarak terpendek dengan Tuhan. Maksudnya, secara kiasan, jalur terdekat dengan Tuhan, jalur yang diperintahkan, jalur yang disuruh manusia menempuhnya. Lurus itu berarti dekat dengan Tuhan.

Tapi rasanya jalan lurus itu kok tidak enak ya? Yang bengkok-bengkok kayaknya lebih enak? Mungkin karena nafsu manusia itu suka yang bengkok-bengkok, padahal hati nuraninya suka yang lurus. Itu kalau kita mau jujur dengan nurani kita sendiri.

Yang normal belum tentu lurus. Yang lurus belum tentu normal.

Lihat saja budaya pergaulan bebas. Sekarang semakin dipandang ‘normal’, padahal nurani kita tentu merasakan hal tersebut tidak lurus. Sebaliknya, yang lurus sering dipandang tidak normal. Bersegera menikah tentu masih dipandang tidak normal. Memang sih, kalau kita mempelajari sejarah para nabi dan orang suci, maka sudah biasa mereka itu disebut tidak normal, gila, tidak waras.

Anda pilih menjadi normal atau menjadi lurus?

Mari kita jadikan yang normal bisa sekaligus lurus. Dan yang lurus bisa semakin dipandang normal.

khairulu Silahkan beri komentar ya..., tanya, kritik, atau menambah ...
Komentar Anda akan turut menyempurnakan ilmu kami, dan berharga buat pembaca lainnya. Tks! - khairul -

4 Comments »

    Gravatar Image
  1. Ya benar Mas, pandangan masyarakat bisa berubah setiap waktu.
    Hati yang dibimbing cahaya agama sebagai penjaga agar yang lurus tetap selamanya lurus. Mksh artikelnya.

    Comment by Wan — June 4, 2009 @ 3:50 am

  2. Gravatar Image
  3. Benar juga sih Mas,sekarang terjadi pergeseran nilai dalam masyarakat yg mempengaruhi pandangan internal diri kita,yang dulu tabu sekerang jadi lumrah,keslahan yg tetapi di lakukan secara berjamaah jadi lumrah .ada grand design dalam hal ini karena kita lupa jatidiri dan jauh dari hatinurani serta bimbingan saripati Illahiyah.

    Comment by tezza — June 24, 2009 @ 12:51 pm

  4. Gravatar Image
  5. Postingannya ok banget. thanks.

    Comment by RRj — July 23, 2009 @ 11:01 pm

  6. Gravatar Image
  7. Pak gimana y,bila kita dpt tuntutan kerja yang g sesuai kecerdasan Qt…???misal kecerdasan matematis rendah tapi aQ ditempatkan kerjaan di bagian accounting…
    Kecedrsan visualQ yg lebih tinggi..
    kan ga sesuai t4 y,kan jd strees y…bahas ya..

    Comment by ika septianingrum — October 19, 2009 @ 11:57 am

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2008/01/26/mencintai-tak-harus-memiliki-ah-masa/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here