Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.


« Buku Sepia : model diri Anda menentukan nasib AndaCantik »

May 25, 2009

Buku SEPIA : bingkisan dari hati untuk murid yang mencari

“Apa bedanya negara maju dengan negara tidak maju?” saya membuka pembicaraan dengan peserta seminar. Hari Minggu kemarin saya mengisi seminar singkat di forum guru Tasikmalaya. “Bedanya,” ujar saya,”adalah visi mereka. Negara maju memiliki visi jangka panjang. Negara tidak maju memiliki visi jangka pendek. Negara maju seperti Israel misalnya, kabarnya punya perencanaan hingga 100 tahun. Sedangkan negara tidak maju, seperti Indonesia ini, rencananya hanya sampai Pemilu berikutnya.” Audiens tertawa.

“Apa bedanya orang sukses dengan tidak sukses?” saya melanjutkan. Audiens diam. “Bedanya adalah visi mereka. Orang sukses punya visi jangka panjang, orang tidak sukses visinya hanya jangka pendek.” Mereka langsung paham, analogi ini sama dengan negara maju dan tidak maju. Lanjut saya, ” Ciri orang yang akan sukses sederhana saja : kalau gaji naik, tabungannya naik. Ciri yang tidak akan sukses : kalau gaji naik, belanjanya yang naik, tabungannya justru turun, eh, malah utangnya yang nambah.” Para guru tertawa semua.”Misalkan ada dua guru A dan B. Guru A bervisi jangka panjang. Dia ingin beli rumah. Maka ketika gajinya naik, dia tambah uang yang dia sisihkan untuk tabungan, supaya bisa dipakai sebagai uang muka beli rumah. Sementara Guru B bervisi jangka pendek. Ketika gaji naik, Guru B meningkat belanjanya, ganti HP baru, ganti motor baru. Akibatnya setelah 20 tahun, Guru A memiliki rumah sendiri, sedangkan Guru B masih ngotrak. Motornya saja yang terus ganti dengan yang baru. Itu bedanya guru yang sukses dan yang tidak sukses….” Audiens tertawa lagi.

Setiap kali selesai seminar SEPIA, banyak orang yang antusias. Materi SEPIA memberikan perspektif baru bagi para guru tersebut. Tentang resep sukses baru yang bukan sekedar IQ, EQ, SQ. Tentang film multimedia baru, yang belum pernah mereka tonton. Tentang pentingnya kecerdasan Power dan Aspirasi.

Saya sudah banyak memberikan seminar dan pelatihan SEPIA di berbagai tempat. Sayangnya waktu saya makin terbatas. Sebenarnya saya ingin berbagi banyak, tapi biasanya kesempatan sangat terbatas. Sebenarnya saya mengandalkan buku untuk berbagi pemikiran tentang pengembangan pribadi. Tapi memang, tatap muka memberikan efek lebih dahsyat. Seperti komentar Pak Suyatmo saat selesai seminar SEPIA di PT Badak, Bontang, dahulu. Kata beliau, “Bukunya bagus. Seminarnya lebih bagus lagi!” Beliau supervisor proyek IT yang sedang ITB kerjakan di PT Badak Bontang. Karena saya memberikan hadiah buku SEPIA ke beliau, dan ternyata cocok, akhirnya sambil lalu diadakan juga seminar SEPIA untuk para guru di situ, karena ternyata beliau selain Pimpinan Departemen Operasional juga ternyata Ketua Yayasan Pendidikan di situ.

Kita semua sebenarnya senang berbagi hal yang menurut kita baik. Kita bercerita tentang makanan yang enak, mobil yang bagus, sekolah yang tepat buat anak kita, kota wisata yang menarik, dan lainnya. Kita senang berbagi cerita ke orang-orang yang kita sayangi.

Dan saya pun begitu. Senang berbagi. Lalu terkadang frustasi. Ternyata apa yang kita anggap menarik, belum tentu menarik bagi orang lain.

Pernah baca buku-bukunya Robert Kiyosaki? Yang paling terkenal adalah Rich Dad Poor Dad. Saya tercerahkan oleh ide-ide buku Kiyosaki. Mungkin ada 7 bukunya yang saya baca berulang-ulang, sampai setengah hafal. Ketika saya menceritakan buku-buku itu ke teman-teman saya, tanggapannya bermacam-macam. Yang paling sering adalah diasosisasikan dengan MLM (Multi Level Marketing). Padahal buku itu jauh dari cerita MLM. Ide tentang ‘multi quadrant’, ‘wealth ratio’, investing is a plan’, dll, tentunya jauh lebih besar dari ide sekedar MLM. Saya menyukainya, dan saya mempraktekkannya. I have a plan, and I am confident with my plan. That is investing.

Dulu saya sempat frustasi. Kebanyakan tanggapan adalah biasa saja. Padahal, karena rasa sayang kita, mau saya mereka juga melihat ‘emas’ yang saya lihat. Tapi, setiap orang punya keyakinannya masing-masing. Seperti agama, kita hanya bisa menceritakan yang kita yakini, lalu setiap orang akan memilih agamanya masing-masing. Ilmu juga seperti itu, kita memilih meyakini ilmu yang kita anggap pas bagi kita. Akhirnya, dari seluruh teman tersebut, yang paling ‘cukup gila’ untuk menjalankan ide-ide saya dari buku Kiyosaki tersebut adalah Pandu. Lumayan, walau hanya sedikit (dan terkesan lambat), sekarang kami punya portofolio berupa sedikit properti sewa, sedikit tabungan emas, sedikit bisnis, dan sedikit-sedikit yang lainnya. Semua sesuai dengan perencanaan. Investing is a plan.

Pandu menyebutnya : murid yang mencari. Murid yang mencari akan lebih hebat dibandingkan murid yang diberi. Ini dikutip dari kisah Palgunadi, seorang pangeran kerajaan kecil yang ditolak Resi Durna untuk menjadi muridnya. Resi Durna hanya mau mengajari pangeran dari kerajaan besar. Salah satunya adalah Arjuna. Jadi Arjuna adalah murid pilihan, dan Palgunadi bukanlah murid. Alkisah, Palgunadi kemudian membuat patung Resi Durna, kemudian belajar mandiri dengan berkhidmat kepada patung tersebut. Singkat cerita, beberapa tahun kemudian Palgunadi mendapat kesaktian yang sama dengan Arjuna, bahkan lebih sakti. Suatu ketika Arjuna menggoda istri Palgunadi. Akhirnya Arjuna dan Palgunadi melakukan perang tanding. Palgunadi menang, Arjuna tewas. Murid yang mencari ternyata lebih hebat dari murid yang diberi.

Kembali ke seminar SEPIA. Pada akhirnya, peserta seminar sebagian besar adalah murid yang diberi. Anda, pembaca blog ini, sebenarnya justru murid yang mencari. Murid yang mencari akan lebih hebat daripada murid yang diberi. Sebagian besar peserta seminar akan lupa dalam waktu sebulan tentang pentingnya mengembangkan 5 kecerdasan. Tapi ada sebagian yang mencari lebih jauh, mereka ini membeli buku SEPIA, yang biasanya dijual saat seminar. Lalu ada satu dua murid yang lebih mencari, mungkin akan mengakses blog ini.

Saya pernah berharap akan ada banyak orang yang membeli buku SEPIA. Sekarang saya masih berharap. Cara terbaik menyebarkan ide SEPIA ini menurut saya memang lewat buku. Ada yang bercerita ke saya, dia membeli buku SEPIA tapi karena sibuk akhirnya tidak sempat membacanya. Eh, ternyata justru istrinya yang sempat baca dan bilang: ini buku bagus. Akhirnya dia ikut baca, dan setuju: ini buku bagus. Pernah ada juga 2 mahasiswi yang tiba-tiba kontak saya untuk wawancara (bagian dari tugas kuliah). Ketika saya tanya kenapa terkesan dengan buku SEPIA, salah satunya bilang, karena ada bagian dari kisah di buku SEPIA yang menceritakan tindakan netralitas. Dia terkesan, dan karenanya bisa berdamai dengan pacarnya. Ada juga orang bercerita, dia terkesan dengan bagian tes kecerdasan yang katanya cukup akurat walau cuma 10 pertanyaan. Ada juga yang tercerahkan dengan cerita politik kantor. Juga ada yang terinspirasi konsep kecerdasan Power dan Aspirasi sehingga bisa membantu pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM). Sebuah buku akan menjangkau 3 atau 4 orang lain (blog menjangkau lebih banyak orang. Tapi biasanya gagasan tunggalnya menjadi tidak utuh, karena artikelnya terpotong sebagian-sebagian). Kita tidak pernah tahu, bagian mana dari tulisan di buku yang akan memberikan pencerahan. Seringkali penulisnya sendiri bahkan sudah lupa pernah menuliskan kalimat tersebut.

Sekarang saya tidak lagi frustasi. Seperti di buku SEPIA, kita bisa senantiasa menggunakan tindak netralitas. Akan ada yang beli buku, akan ada yang tidak beli buku. Seorang penulis buku yang tulus, akan menuliskan gagasannya dengan hati. Mudah-mudahan buku SEPIA ini pun adalah bingkisan dari hati. Seperti yang dikatakan Jamie Foxx (saya kutip dari tulisan Pak Armein yang bagus), “Mainkan musik dari hatimu. Dari jiwamu. Dan semoga itu bisa menjadi populer….

Selalu akan ada murid yang mencari. Dia yang beli buku SEPIA. :)

Anda pernah punya pengalaman dengan buku SEPIA?

khairulu Silahkan beri komentar ya..., tanya, kritik, atau menambah ...
Komentar Anda akan turut menyempurnakan ilmu kami, dan berharga buat pembaca lainnya. Tks! - khairul -

6 Comments »

    Gravatar Image
  1. mudah frustasi itu juga salah satu POWER Intelligent lho Pak….membuat diri kita menghindari hal-hal berat yang akhirnya kita memilih melaksanakan yang ringan-ringan dan tanpa kita sadari ternyata itu merubah cara pandang kita terhadap sesuatu yang berat & rentan frustasi menjadi lebih simple….hehehe…sesuatu yang diimplementasikan setelah membaca bagian POWER Intelligent yang menginspirasi

    Comment by intan — May 26, 2009 @ 12:37 am

  2. Gravatar Image
  3. Benar bu Intan. Malas itu sebagian dari iman, eh salah… sebagian dari cerdik. Contoh: Kabayan… :)

    Comment by khairulu — May 26, 2009 @ 3:13 am

  4. Gravatar Image
  5. Menurut saya yang lebih dahsyat blog ini, karena buku juga terbatas sampai akhir halaman…tapi blog ini terus berkembang seiring dengan berkembangnya pengalaman dan ilmu pak khairul. Banyak ilmu yang saya dapat dari buku sepia, training sepia, blog ini dan berinteraksi dg pak khairul tapi…masih sedikit mengimplementasikannya. Terima Kasih

    Comment by Andi.F — May 26, 2009 @ 8:06 am

  6. Gravatar Image
  7. yups..sktar awal taon 2006 aq g sengaja nemuin blog ini d google..abz itu ketagihan bwt ngikutin truz update an blog ini..tak copy truz aq taruh d mp4(lum pny kmputer gt ) bwt bacaan ktika suasananya cocok..
    klu masalah buku sepia,aq blm nemuin tmn/sodara yg pnya buku ini..dn ktika mz khairul blang ud g ad d toko buku..jd aq tdk ad usaha utk mencari d toko buku..jd tetep setia menunggu update an blog ini..
    ingin rasany menjalin silahturahmi dngan mz khairul..tp klo emnk jodoh bsk jg akn ketemu…nggih tho ??
    Agus Tri Wibowo..jogja

    Comment by Agus Tri Wibowo — July 14, 2009 @ 7:53 pm

  8. Gravatar Image
  9. assalamu’alaikum?
    ya sy tertarik, apakah smua yg ada di blog ini ada di buku?
    sy mau beli..
    terimakasih..

    Comment by taufik — July 28, 2009 @ 9:45 am

  10. Gravatar Image
  11. actually.. belum baca buku sepia.. tapi kayany menarik.. niy.. nanti tak cari di gramed.. pak

    Comment by yuny — November 3, 2009 @ 1:12 am

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2005/07/16/lagu-lirik-doktrin/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here