Red Cliff Deep Blue
Red Cliff
Kalau Anda sempat menonton film Red Cliff, maka tentu Anda mengenal tokoh Zhuge Liang. Dalam sejarah Cina, Zhuge Liang dianggap tokoh paling cerdik di jaman periode Tiga Kerajaan (Sam Kok). Zhuge, yang tidak bisa silat, memiliki pengetahuan yang mendalam tentang strategi militer, pengetahuan alam, sekaligus pengetahuan teknik. Beberapa inovasi dinisbatkan kepadanya, salah satunya adalah senjata panah yang dapat melontarkan beberapa anak panah secara beruntun.
Dalam kisah Battle of Red Cliff, Zhuge bersama Zhou Yu memanfaatkan kondisi alam untuk mengalahkan pasukan lawan yang lebih besar(sekitar 50 ribu pasukan mengalahkan 220 ribu pasukan). Kisah di abad 3 tersebut menjadi salah satu kisah yang paling banyak diceritakan dalam masyarakat Cina. Zhuge Liang sendiri menjadi identik dengan atribut ‘kejeniusan’ dalam masyarakat Cina.
Zhuge Liang adalah contoh menarik dari orang dengan kecerdasan power (PQ) tinggi.
Deep Blue
Apakah kecerdikan dapat dipelajari?
Deep Blue adalah komputer catur pertama yang dapat mengalahkan Gary Kasparov, pemain catur terhebat dunia, pada tahun 1997. Setahun sebelumnya komputer Deep Blue kalah. Deep Blue kemudian diperbaiki sehingga dapat melakukan kalkulasi kemungkinan posisi hingga 200 juta posisi per detik, suatu kemampuan kalkulasi yang luar biasa pada tahun 1997 (tentu saja lebih mengesankan lagi Kasparov, yang mampu mengalahkan Deep Blue pada tahun sebelumnya, dan kalah tipis di tahun 1997 dengan skor 2,5 : 3,5 pada 6 permainan).
Deep Blue semula merupakan riset beberapa mahasiswa program doktoral di Carnegie Mellon University, dan selanjutnya diterukan oleh IBM. Seperti software catur lainnya (yang terkenal misalnya Fritz), Deep Blue memiliki database strategi catur yang sangat banyak, dan kemudian diberikan algoritma membuat simulasi langkah-langkah dan menghitung semua peluang kelemahan. Selanjutnya Deep Blue akan memilih langkah yang paling menguntungkan. Dengan kemampuan evaluasi yang luar biasa tersebut, Deep Blue mampu memberikan rekomendasi langkah terbaik. (Kasparov kemudian membuat suatu jenis catur baru yang disebut ‘Advanced Chess‘, yaitu bermain catur dengan dibantu komputer, jadi setiap tim bertanding berpasangan, masing-masing didampingi komputer pembantu. Mungkin peran ini mirip komputer R2D2 dalam film Star Wars, hehe. Software catur juga makin maju. Komputer Deep Fritz di tahun 2006 mampu melakukan 8 juta kalkulasi posisi dalam sedetik dalam sebuah PC intel core 2 duo.)
Deep Blue memberikan pelajaran penting bahwa strategi dapat dipelajari. Tentu saja kita dapat menyimpulkan bahwa kreatifitas Deep Blue sangat terbatas, karena selain papan catur yang terbatas dengan aturan main yang kaku (misalnya kuda hanya dapat melangkah bentuk L), juga Deep Blue mengandalkan database dan algoritma yang dia miliki. Manusia tentu saja bisa lebih kreatif dan mempunyai kemampuan yang lebih fleksibel.
Kemampuan Deep Blue juga menunjukkan bagaimana kita bisa meningkatkan kecerdasan power, yaitu dengan menambah pengetahuan strategi dan berlatih memainkannya.







Alhamdulillah. sudah lama tidak aktif mas, banyak yang nungguin hikmah-hikmah dibalik cerita mas khairul. ngerampungi S3 atau project SDM Sepia? Sukses selalu… Aamiin.
Comment by @Syarif — February 10, 2009 @ 10:03 am
Ulasan yang sangat bagus.
Saya setuju Power bisa dipelajari. Hanya saja masing-masing individu mungkin berbeda-beda cara mau pun kecepatannya.
Comment by angger — February 10, 2009 @ 12:31 pm
pak @gus Syarif : saya nyeberang dulu ke dunia Geofisika…
Btw, sdh punya buku Muhammad Yunus yang baru? kukirim nanti, insya Allah..
pak Angger : selamat atas sukses buku APIQnya!!!! huebat tenan sampeyan ki..
Comment by khairulu — February 10, 2009 @ 2:10 pm
Mantap Pelajari dan jangan menyerah
Comment by Jauhari — February 11, 2009 @ 2:11 am
Ini kang Khairul yg dulu aktif di KARISMA Salman ITB kah? Waduh, sdh lama betul kita gak pernah ketemu ya…Masih inget saya? Saya dulu aktif juga di KARISMA bareng Faisal, Latif dan Khairudin…
Comment by Fuad Hasyim — February 12, 2009 @ 8:12 am
Bagus nih…
Comment by Zawa — February 21, 2009 @ 7:51 am
salam kenal
saya setuju bahwa kecerdikan dapat dipelajari, melalui pengamatan dls, kalo mnrt istilah saya, lebih ‘berwawasan’,
sehingga seseorang yang sdh terbiasa memiliki ‘wawasan'’
cenderung lebih cerdik.thx.
Comment by noside — May 17, 2009 @ 2:20 pm