Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.


« Mengecilkan perut pakai sedotan (ala Jepang)Red Cliff Deep Blue »

August 25, 2008

Salah sangka

Filed under: Konsep, Kiat, Cara Bahagia

Suatu ketika Arifin Panogoro, pemilik Medco, naik pesawat bersama karyawannya yang bule. Seseorang bertanya kepadanya, “Pak, kerja di mana?” Tentu saja pertanyaan yang salah karena Arifin pemilik bisnisnya, dia yang mempekerjakan si bule. Si penanya salah sangka, karena kulit Arifin lebih gelap maka dia diasumsikan penanya sebagai karyawannya si bule.

Saya juga pernah salah sangka. Suatu ketika saya menerima tamu seorang ibu dan bapak-bapak. Saya asyik berdialog dengan si bapak. Tak tahunya setelah saling menyodorkan kartu nama, tahulah bahwa ternyata si ibu yang pimpinan, si bapak yang anak buah. Malu.

Sering kita terjebak stereotip bahwa sesuatu yang kelihatan unggul, pastilah yang lebih penting. Padahal belum tentu. Kita baru tahu mana yang lebih penting setelah kita ‘diberitahu’ atau ‘belajar’ dari seseorang yang lebih tahu.

Bagaimana kita tahu siapa yang bos? Dari sikap orang di sekelilingnya (jangan lihat dari bajunya, biasanya yang berdasi dan berjas justru karyawan, sedang si bos pakai kaos oblong dan celana pendek! Makin bos, makin cuek penampilannya. haha). Orang-orang di sekelilingnya, yang tahu mana si bos, akan memperlihatkan hormat yang tinggi kepada orang terpenting, tanpa memandang bajunya.

Demikian pula ketika kita memandang bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Yang awam akan menilai Idul Fitri lebih penting, jadilah dia sibuk memikirkan bagaimana bisa berlebaran dengan sukses. Yang sudah tahu, karena belajar dari Rasulullah Muhammad saw, dengan cepat mengenali bahwa bulan Ramadhan lah bos nya. Ramadhan berlipat lebih penting dibanding lebaran, dan karenanya disambut dengan persiapan dan penghormatan yang lebih tinggi.

Tes nih. Mana yang lebih memenuhi pikiran kita saat ini, Ramadhan atau Lebaran? Kali ini sebaiknya kita betul sangka. :)

Selamat datang Ramadhan!

khairulu Silahkan beri komentar ya..., tanya, kritik, atau menambah ...
Komentar Anda akan turut menyempurnakan ilmu kami, dan berharga buat pembaca lainnya. Tks! - khairul -

14 Comments »

    Gravatar Image
  1. benar saya setuju dengan anda, Ramadhan lebih penting dari lebaran karena kalo lebaran tanpa beribadah di bulan ramadhan sama aja bohong

    Comment by INDRA — August 25, 2008 @ 5:47 am

  2. Gravatar Image
  3. kaitan crita yang bagus, ya selamat datang ramadhan, smoga kita kembali sukses dan diterima amal nya, amin

    Comment by aespe — August 25, 2008 @ 6:22 am

  4. Gravatar Image
  5. setuju…
    proses atau hasil?
    lebih penting dunia atau akhirat?

    Comment by Angger — August 25, 2008 @ 6:37 am

  6. Gravatar Image
  7. Saatnya sering-sering sahur bersama lagi :)

    Comment by rayyan — August 25, 2008 @ 7:49 am

  8. Gravatar Image
  9. hmm mengena sekali artikelnya, karena sy akhir2 ini leboh sering memikirkan THR ketimbang ibadah ramadhan-nya itu sendiri

    Comment by adit — August 25, 2008 @ 9:07 am

  10. Gravatar Image
  11. Mari mari kita gapai ibadah penuh RAHMAH ini

    Comment by Jauhari — August 25, 2008 @ 2:43 pm

  12. Gravatar Image
  13. Jauh-jauh haree lebaran suah dipersiapin (sebelum thr dapet dan uang munggah puasa dibagiken) he… he…. Takut harga pada naik. Terbukti dengan 2 minggu yang lalu di Mal-mal orang lebih banyak beli baju (rata-rata) buat lebaran. Mirip beberapa hari sebelum Lebaran dimana semua orang lebih sibuk beli baju baru.

    Seringkali side kick (Lebaran) itu lebih diperhatikan dari pada pemeran utama (Romadhon) itu sendiri.

    Comment by canmasagi — August 26, 2008 @ 12:20 am

  14. Gravatar Image
  15. Hehe sepakat!!

    Kalo Idul Fitri, tampilannya mewah dengan opor, ketupat, dan makanan yang enak-enak lainnya.

    Kalo Ramadhan, tampilannya berlapar-lapar. :D

    Comment by Zico Aviandri — August 28, 2008 @ 4:58 am

  16. Gravatar Image
  17. sahur……………….3x

    Comment by Rio NGK — September 8, 2008 @ 8:10 am

  18. Gravatar Image
  19. brillian… memandang sesuatu tidak harus memandang langsung objeknya… sebuah perumpamaan atau analogi akan lebih mengena untuk disampaikan… di Al Quran pun banyak perumpamaan-perumpamaan yang disampaikan untuk dapat diambil pelajaran, dipahami dan tentunya dilaksanakan..

    Comment by bisma — September 18, 2008 @ 3:25 am

  20. Gravatar Image
  21. ramadhan ibadahnya and lebaran silaturahminya jadi ya… sama pentingnya dunia akherat kan kudu seimbang(disini senang disana senang, he…3x, waduh…)

    Comment by RIKA — October 29, 2008 @ 8:05 am

  22. Gravatar Image
  23. Saya satu hari habiskan uang rp.200.000

    Comment by Joss Man — December 3, 2008 @ 1:35 pm

  24. Gravatar Image
  25. Hai. update lagi donk…
    pliz

    Comment by idemenulis — December 28, 2008 @ 4:48 am

  26. Gravatar Image
  27. Kenapa ndak nulis lagi Mas? Lagi banyak proyek tho?

    Comment by jakers — January 25, 2009 @ 1:34 pm

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2007/10/28/akhirnya-manusia/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here