Ketika doa tak kunjung terkabul
Sering kita merasa lelah dalam berdoa, rasanya apa yang kita pinta tak kunjung dikabulkan. Sebenarnya di dalam Qur’an, Allah sudah menjanjikan bahwa setiap doa akan dikabulkan. Hanya saja kta tidak tahu, dalam bentuk apa wujud terbaik dari terkabulnya doa kita, dan juga kapan doa itu dikabulkan.
Ketika merasa lelah berdoa, saya mengingat dua kisah.
Yang pertama, kisah Tsa’labah. Dia seorang miskin yang minta kepada Rasulullah saw untuk dido’akan agar manjadi kaya (di sini ada pelajaran bahwa minta di do’akan orang lain adalah boleh, juga bahwa bisa jadi do’a sekelompok orang lebih makbul karena suatu kondisi istimewa tertentu).
Rasulullah sempat menolak dua kali. Karena Tsa’labah terus mendesak, akhirnya pada permintaan ke tiga dia di do’akan. Bukan Rasulullah yang menjadikan Tsa’labah kaya, tapi beliau hanya turut mendo’akan. Alkisah, ternak kambing Tsa’labah mendadak berkembang biak dengan sangat cepat (pelajaran berikutnya: uang tidak turun dari langit, jadi tetap ada usaha, dalam hal ini Tsa’labah punya bibit modal kaya yaitu ternak kambing). Tsa’labah kemudian menjadi kaya. Saking banyaknya ternak dia, maka dia menggembala hingga keluar kota. Akibatnya dia sering terlambat sholat Jum’at, bahkan akhirnya tidak sholat Jum’at.
Seingat saya, kisah Tsa’labah berakhir menyedihkan. Kalau tidak salah, dimulai saat Tsa’labah tidak membayar zakat (?) yang menyebabkan Rasulullah tidak mau menemui Tsa’labah hingga wafatnya Rasulullah. Kemudian Abu Bakar dan Umar sebagai khalifah berikutnya juga tidak mau menerima zakat dari Tsa’labah. Akhirnya Tsa’labah mati merana di masa Umar.
Boleh jadi yang kamu ngotot inginkan memang berpotensi besar menyeret ke dalam kehancuran, karena tidak sesuai dengan karakter dan keadaan seseorang (pelajaran: boleh jadi sesuatu belum dikabulkan karena kita sendiri belum siap untuk menerima hal itu). Demikian pelajaran dari kisah Tsa’labah.
Kisah kedua, lebih mengagumkan. Inilah kisah Ayyub a.s. seorang rasul. Dia seorang kaya yang sangat bersyukur kepada Tuhannya. Kemudian dia diuji dengan kehancuran fisik.
Ayyub adalah seorang kaya dermawan yang shaleh. Dikisahkan bahwa Allah menguji Ayyub dengan kehilangan semua miliknya, terutama harga diri yang direndahkan serendah-rendahnya. Rumahnya roboh, anak-anaknya mati. Ayyub diuji dengan penyakit kulit yang menjijikkan hingga tubuhnya berbau busuk. Hartanya ludes untuk pengobatan. Istri-istrinya minta cerai. Hanya satu istrinya yang masih setia, Siti Rahmah. Ayyub diusir oleh penduduk hingga menyepi di luar desa. Hanya Siti Rahmah saja yang setia mengirimkan bekal untuk Ayyub. (pelajaran : bahkan kehancuran sesorang pun bisa merupakan bukti kecintaan Allah pada hambanya, sesuatu yang mungkin sangat membingungkan secara logika manusia)
Yang mengagumkan, Ayyub berdo’a tak putus-putus hingga 17 tahun!
Lalu Allah berkenan mencabut ujian untuk Ayyub. Dengan air yang memancar di dekat saung tempatnya beribadah, penyakit kulit Ayyub sirna. (pelajaran berikutnya: semua tabib yang hebat hanyalah perantara yang tidak bisa memberikan obat buat Ayyub. Ternyata Allah menurunkan obat untuk Ayyub hanya berbentuk air yang memancar dekat tempatnya berdo’a.)
Kisah-kisah tersebut nyata telah terjadi di masa lampau. Bukan kisah fiktif, bukan dongeng, namun benar-benar kisah nyata. Masih banyak kisah lain yang memberikan berbagai contoh tentang bagaimana do’a, wujud terkabulnya do’a, dan baik buruk suatu permintaan.
Kalau merasa do’a tak kunjung terkabul, sudah berapa lamakah Anda berdo’a? Sudah 17 tahun?







hmm.. Iya iya…
*Introspeksi.
Bapak sudah berdakwah, terima kasih…
Comment by Alfa — June 23, 2008 @ 2:41 am
Wahh.. klo saya mungkin doa belum kunjung dikabulkan karna masih banyak maksiat nihh!! sedihh.. Doakan yaa! ^o^
Terima Kasih
Comment by Diki — June 24, 2008 @ 2:35 am
baca-baca di sini jadi ‘adem’ hati saya. trima kasih mas, semoga amal saleh mas diterima disisi-Nya. amin.
Comment by inos — June 24, 2008 @ 3:24 am
saya perempuan yang sangat berdosa besar,miskin hidup dalam segala kesulitan, apa ada hubungannya dengan cara kita berdoa waktu kita berdoa dan perbandingan lama mana kita berbuat dosa atau kita berdoa,menurut anda tuhanmengabulkan doa dengan pertimbangan itu atau tidak.ketika doa saya terkabul mungkin hal yang tidak saya inginkan terjadi karna takdir berubah.tapi seandainya tuhan pun tau bahwa saya tidak akan pernah berhenti berdoa.
Comment by Nila Swastika — June 24, 2008 @ 1:42 pm
Itulah hidup dan makasihn petuahnya…
Comment by Jauhari — June 24, 2008 @ 11:11 pm
klo doa nggak terkabul, tinggal doa terus, usaha tetep. yg repot itu klo mendoakan orang lain seperti lagi nonton bola, maunya tim yg dijagokan yg menang, tapi begitulah… btw: klo semua bangsa ini mendoakan PSSI, bisa juara dunia ga ya??? he he he..
Comment by pat! — June 25, 2008 @ 4:43 am
Tulisan ini terasa menampar saya yang sering banget ngeluh karena doa belum terkabul … makasih tamparannya, loh!
Comment by Rindu — June 25, 2008 @ 6:00 am
Assalamuu’alaikum Mas Chairul, artikelnya menarik…tapi yang saya ingin tanyakan tentang ke shahihan kisah tsalabah tersebut diatas. karena kita tahu tsalabah hidup dijaman Rasulullah, dan masuk kategori sahabat. dan kita tahu kelasnya para sahabat. jadi dengan alasan tersebut saya meragukan kisah tersebut…( kan kesian tsalabah jadi korban fitnah, ya nggak !) dan Allah SWT dalam ayatnya “‘Ud’uni as tajiblakum”, berdo’alah kepadaKu pasti aku kabulkan. jadi tidak ada doa yang tidak terkabul. Wallahu ‘alam. Syukron
Comment by alian — June 30, 2008 @ 8:05 am
Memang Allah lebih tahu apa yang terbaik bagi kita, apa yang menurut kita baek, bisa aja malah membawa keburukan. Kehidupan kadang emang bikin bingung.So, be positive aja. Tul?
Comment by clust3r — July 5, 2008 @ 5:34 am
Amien…Insya ALLOH kita bersama sama dalam membahas dan menuju kebaikan.
Comment by arief — July 22, 2008 @ 6:40 pm
Alahmdulillah terimakasih atas tulisannya
memang banyak pelajaran dari tulisan yang bapak tulis,
terimakasih sekali lagi terimakasih
semoga menjadi tulisan yang membawa barokah bernilai amal jariyah amin amin ya robbal alamin
Comment by nurdin — July 25, 2008 @ 12:33 pm
Sangat inspiratif, hidup itu harus selslu bersyukur apa yang telah dimiliki. Ridho thd. pemberian Allah SWT. Semua agama mengajarkan sama.
Comment by catur — July 28, 2008 @ 2:13 am
sabarrrrrrrrrr itu kuncinya klo doa blm dkabulkan.bukankah semua sdh diaturNya…Alloh maha Adil setiap cobaan ada hikmahnya dan setiap doa pasti didengarNYA…
Comment by widya — August 14, 2008 @ 9:26 am
kenapa yah, manusia itu baru ingat kepada Allah disaat2 dia dalam keadaan terhimpit, seperti kisah Tsa’labah. tapi pada saat dia dikabulkan doanya dan menjadi orang yang sukses dan kaya, orang tersebut menjadi lupa. Boro2 Ibadah..sedekah dan beramal aja gak mau?? bener juga tuh kata mbak widya..ngadepin orang kaya gitu kudunya Sabaaaarrrr…!!! He3x. Ingatlah kawan, tidak ada doa yang paling sempurna, melainkan doa dari kedua orang tua, terutama IBU..!! salam kenal semua, nama saya Dhani. kita bagi2 pengalaman yuk..kirim email ke saya yah..di -Dhaniprolinks@yahoo.co.id- buat mas khairul, syukron Jaza’kumullah..! salam kenal yah?
Comment by dhani — August 19, 2008 @ 9:25 am
Orang beriman andalannya adalah berdo’a karena do’a adalah “sumsumnya” ibadah orang yang tidak pernah berdo’a adalah orang yang sombong. kalau orang kafir, orang musyrik, atau orang murtad berdo’a lalu langsung dikabulkan itu bukan mustajab tapi istidjraj artinya merendahkan yang bersangkutan dan jadi cobaan
Comment by sulaiman — August 28, 2008 @ 8:03 am
semoga ide dan untaiannya melalui email, blog maupun friendster menajdi salah satu bentuk usaha dan perantara doa kita terkabul. salam kenal: atisaduso.blogspot.com
Comment by hamidin krazan — September 18, 2008 @ 5:09 pm
Amin… Bagi Manusia Mungkin bisa Mustahil , Tapi InsyaAllah Tidak Ada yang Mustahil bagi Allah SWT .
Comment by Iklan-sukses.com — October 28, 2008 @ 3:25 am
Terima kasih sudah mengingatkan bahwa konsistensi itu tidak bisa diukur oleh waktu
Comment by Dimas — November 3, 2008 @ 10:18 am
Alhamdulillah semoga bisa mempertebal Keyakinan utk terus senantiasa Berdoa dan Berusaha…..tuk Memperoleh Keberlimpahan Allah, Amiin…
Comment by dHealer — November 26, 2008 @ 5:36 am
Mohon maaf sebelumnya, saya ingin bertanya dan memberikan saran, ketika manusia berdo’a, pada dasarnya manusia tersebut memiliki sebuah atau beberapa masalah, dimana dia sendiri mengalami kesulitan untuk menyelesaikannya, padahal secara universal manusia dapat mencapai kebahagiaan jika masalahnya terselesaikan, lantas ketika saya memahami hikmah diatas, menurut saya hikmah tersebut hanya mengajak kita untuk pasrah dan menunggu sampai dengan do’a kita dikabulkan, atau tidakkah lebih baik jika artikel diatas juga perlu ditambahkan tetang bagaimana atau saat kapan atau tips-tips atau langkah-langkah ilmiah supaya do’a kita dikabulkan, sehingga kita tdak hanya akan menjadi manusia yang pasrah menunggu, tetapi kita juga ada usaha untuk bagaimana menempatkan do’a dalam upaya penyelesai’an masalah kita.sehingga kita dapat semakin memahami Sunatullah.
Wassalam.
Terima kasih
Comment by Ramoz — December 12, 2008 @ 8:51 am
artikelnya bagus dapat menjadi peringatan bagi kita-kita yang selalu ingin cepat dikabulkan doanya, padahal belum tentu apa yang kita minta dan kemudian dikabulkan oleh Allah itu yang terbaik bagi kita menurut saya sebaiknya usaha dan berdoa harus selalu sejalan dan kita harus ikhlas dan ridho dengan ketetapan Allah
Comment by dullo — January 16, 2009 @ 4:12 am
Allah mengajarkan kepada kita bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kalau kaum itu tidak mau untuk merubahnya, dalam berdoa harus kita iringi dengan ikhtiar (usaha)dan dalam berdoa harus kita pahami bahwa esensinya adalah perintah penghambaan kita kepada Allah (berdoalah kamu pasti akan aku kabulkan), tetapi tetap kita harus penuhi perintahNya dan beriman kepadaNya. Semoga kita termasuk orang2 yang diberikan rahmat. Bagi orang beriman apapun yang Allah datangkan kepada kita adalah baik bagi kita…
Comment by mulyadi — February 21, 2009 @ 2:42 pm
Terim kasih artikelnya.
Sering kali sikap tawakal yang seharusnya ada pada setiap doa, dikalahkan oleh sikap memaksa. Seharusnya kita malu pada Tuhan.
Comment by Zico Aviandri — February 24, 2009 @ 3:32 am
Ada kutipan dari James Allen, penulis yg sangat saya kagumi. Dia berkata, “Not what he wished and prays for does a man get, but what he justly earns. His wishes and prays are only gratified and answered when they harmonize with their thoughts and actions.” Jadi benar sekali mengenai contoh yang diberikan oleh Mas Khaerul dari hadist Nabi (Kisah Tsa’labah), pikiran dan mentalnya tidak kuat untuk menerima konsekuensi yang harus dijalankan untuk menjadi kaya, maka malah bisa menjadi bumerang ketika menjadi kaya.
Comment by Hadi Ismanto — May 12, 2009 @ 7:06 am
semakin menguatkan saya untuk terus berdoa dan semakin menyadarkan saya betapa kita tak memiliki kuasa.
Comment by jannatul ma'wa — July 16, 2009 @ 6:23 am
allahu ya karim.. tetap berhusnuzhon pada Allah
Comment by pecinta blackberry — August 30, 2009 @ 4:49 pm