Semakin baik
Dialog 1:
“Apa kabar?”
“Baik.”
Ini dialog standar kalau dua orang bertegur sapa.
Dialog 2:
“Apa kabar?”
“Dahsyat!” (Sambil mengacungkan kepalan tangan.)
Antusias. Itulah perasaan yang muncul dalam diri kita dengan menjawab, “Dahsyat!”
Sayangnya jawaban ini kurang praktis diterapkan sehari-hari. Biasanya jawaban ini ada di kelas pelatihan motivasi.
Dialog 3:
“Apa kabar?”
“Semakin baik.”
Jawaban ini bagi saya terasa lebih nyaman. “Semakin baik” bernuansa positif dan jujur. Positif karena menimbulkan senyum (cobalah). Dan juga jujur, karena selalu ada yang semakin baik dari sebelumnya. Yang tadinya baik, lalu meningkat, berarti semakin baik. Yang tadinya sakit, lalu berkurang sakitnya, itu juga semakin baik (kalau kita sakit, lalu menjawab ‘baik’ atau ‘dahsyat’ tentu ada suara kecil yang protes bahwa jawaban kita tidak jujur. Kalau kita sakit lalu menjawab ’semakin baik’, masih selaras dengan keadaan sebenarnya, karena sakit yang berkurang. Jawaban itu juga berlaku sebagai do’a.)
Setiap hari ada saja hal yang menjadi ’semakin baik’. Mungkin penyelesaian pekerjaan kita, mungkin hubungan kita dengan pasangan, mungkin kesehatan kita, mungkin keuangan kita, mungkin ibadah kita, apa saja bisa menjadi semakin baik dari sebelumnya. Yang tadinya sholat sekali sehari, lalu menjadi 2 kali sehari, ini semakin baik. Yang tadinya sholat di akhir waktu lalu menjadi di awal waktu, ini juga semakin baik. Yang tadinya merasa uang selalu tak cukup sehingga ngomel-ngomel, lalu menjadi lebih bersyukur karena masih punya uang walau sedikit, ini juga semakin baik.
Jawaban ‘baik’ dan ‘dahsyat’ adalah jawaban kondisi saat itu (yang boleh jadi berbeda jauh dengan realita, sehingga ada suara kecil yang protes). Sedangkan jawaban ’semakin baik’ adalah jawaban proses yang sedang dialami. Jawaban ini lebih selaras dengan keadaan sebenarnya. Penambahan kata ’semakin’ ternyata membuat perbedaan besar bagi perasaan kita. Sama halnya perbedaan besar antara pernyataan ‘Aku kaya’ dengan ‘Aku sedang dalam proses menjadi kaya’. Jawaban terakhir lebih jujur sekaligus positif sehingga menimbulkan perasaan menyenangkan yang selaras di hati.
Mari langsung kita praktekkan.
“Hai, apa kabar?”
(Anda jawab: ….)







semakin baiiiikk
Comment by syahrir — May 5, 2008 @ 6:47 am
baik,
dahsyat,
semakin baik,
yang terbaik,
Comment by angger — May 5, 2008 @ 2:26 pm
kabar apa nich…
Comment by siswanto — May 7, 2008 @ 12:08 am
Iya ya pak, baru tau jawaban yang seperti ini, setiap ada teman bertanya dan saya jawab “baik”. Rasanya ada yang kurang di hati. Trims ya pak….
Saya semakin baik hari ini saat menulis komen ini….
Comment by adjie — May 8, 2008 @ 2:29 am
semakin baik berarti juga memberi motivasi, kita semakin baik, dan akhirnya bener2 baik deh
thanks masukannya ya
Comment by Turmudji — May 13, 2008 @ 5:58 am
kayaknya asik.. hehe
saya jadi sangat termotivifasi, tnx ya pak
Comment by vyrent — May 13, 2008 @ 6:35 am
bagus juga
sebagai latihan alam bawah sadar…
seperti kiat bilang “Aku pasti Bisa”
Ini juga dengan mengatakan semakin baik
maka semuanya akan “Semakin Baik”
Apa kabar ?
Comment by Mujayanto — May 19, 2008 @ 4:02 am
Semakin baik, mas
Comment by @Syarif — May 20, 2008 @ 2:27 am
Never feel better than this
Comment by sandal — May 21, 2008 @ 9:10 am
Ngga pernah terpikir menjawab begitu. Setelah dicoba…betull…serasa ada motivasi untuk menjadi lebih baik lagi. Thanks banget ya..
Comment by delina — May 23, 2008 @ 8:32 am
hari ini saya oke banget, eh bener lho jadi nyaman….. semakin baik gitu, trims
Comment by dedesoelaeman — July 23, 2008 @ 8:21 am
hanya berlaku menjadi jujur itu kuncinya bagaimana kita bisa menjawab “semakin baik”. terimakasih pak, selama ini jauh dari pikiran saya hal sesederhana seperti ini namun memberikan impact kejujuran hati.
Comment by RICO — July 28, 2008 @ 9:28 am
akhir-akhir ini di surabaya saya sering mendengar ungkapan:
“Tambah sip…..!!”. Yang saya kira selaras dengan semangat penulisan tema ini.
Tapi, klo ungkapan tadi ditambahi dengan satu frase “ae”, (yang kemudian menjadi: Tambah sip ae..”, maka nadanya jadi negatip.
Comment by fahmi — August 20, 2008 @ 12:39 am
apa kabar,om?
Comment by santos — August 28, 2008 @ 4:59 am
Alhmadullillah semakin baik
Comment by nurdin — November 21, 2008 @ 4:00 am
:-) Alhamdulillah semakin baik
Comment by nurdin — November 21, 2008 @ 4:01 am
:-) Alhamdullillah semakin baik (-:
Comment by nurdin — November 21, 2008 @ 4:03 am
ya….boleh-boleh
SEMAKIN BAIK, alhamdulillah
Comment by hidayat — January 4, 2009 @ 3:47 am