Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.



May 25, 2008

Strategi meningkatkan kualitas

Bagaimana meningkatkan kualitas hidup kita?

Kebanyakan orang sangat bersemangat meningkatkan suatu hal (misalnya kesehatan, ibadah, penghasilan, ilmu, dsb) dengan serta merta. Dalam jangka pendek hasilnya mulai terlihat, namun tak berlangsung lama. Beberapa saat kemudian menjadi loyo dan kembali kepada keadaan semula.

Dalam industri manufaktur telah diteliti bahwa cara terbaik meningkatkan kualitas adalah dengan membuat kondisi menjadi stabil terlebih dahulu. Misalnya ingin mengurangi cacat produk, maka hal pertama yang dilakukan adalah membuat agar jumlah cacat dari waktu ke waktu menjadi stabil terlebih dahulu. Misalnya, cacat produksi terkadang 2 persen, lalu di lain waktu 10 persen, kemudian 3 persen, dst. Ini adalah kondisi tidak stabil. Maka dicari terlebih dahulu kondisi kestabilan, misalnya stabil cacat 10 persen! Walau cacatnya cukup banyak, asalkan sudah stabil di angka tersebut berarti proses produksi sudah stabil. Bila proses produksi sudah stabil (berlangsung tetap, konsisten, bisa dikontrol), barulah dilakukan peningkatan kualitas misalnya cacat dikurangi hingga 8 persen.

Jadi strategi peningkatan kualitas dimulai dari melakukan stabilisasi, yang berarti adalah membuat proses menjadi terkontrol. (more…)


May 19, 2008

Rekreasi

Merasa kecapekan? Sama.

Merasa kekurangan waktu? Sama juga.

Letih, gelisah, seperti ada beban berat di kepala? Sama.

Sebulan ini irama hidup saya guncang karena bolak-balik ke Jakarta. Bagi yang sudah terbiasa jauh dari keluarga mungkin ini bukan masalah. Saya tidak terbiasa, makanya jadi masalah. Dan karena banyak hal tidak bisa saya kerjakan (misalnya menemani anak menunggu jemputan sekolah, duduk-duduk ngobrol dengan dosen lain, nge-blog dengan santai, dsb yang sudah rutin sebelumnya), maka saya menjadi letih.

Kelelahan fisik bisa diatasi dengan tidur nyenyak (olahraga dikit, push-up push-up, lalu tidur). Kelelahan pikiran, nah ini yang perlu ekstra pemulihannya. Kebanyakan keletihan diakibatkan beban pikiran.

Saya perlu berwisata.

Kebanyakan orang berwisata untuk mengembalikan kesegaran pikiran. Setiap hari libur, tempat wisata penuh dengan orang-orang yang ingin menghilangkan kepenatan. Anehnya, setelah liburan penatnya tidak hilang!

Apa yang salah?

Mari kita definisikan kembali rekreasi. Re-kreasi artinya penciptaan kembali. Apa yang di rekreasi? Diri kita! Dan ini berarti adalah fisik, jiwa, dan ruh.

Apakah ketika kita berwisata ketiga hal yaitu fisik, jiwa, dan ruh kita mendapatkan energi baru? Jangan-jangan karena macet menuju tempat wisata justru membuat fisik kita makin ambruk. Jangan-jangan karena membawa beban pikiran pekerjaan kita, maka wisata kita hanya menghadirkan fisik bersama keluarga, namun tanpa hadirnya hati kita. Jangan-jangan karena cara kita bersenang-senang saat wisata, justru ruh kita makin layu. Akibatnya setelah wisata semua makin penat dan letih. (more…)


May 12, 2008

Main-main hasilnya bukan main

“Nggak perlu terlalu serius ikut trainingnya…, main-main saja tapii hasilnyaa… bukan maeen.. !!” Kata Ibu Rini sambil tersenyum. Sebagai pimpinan di bagian SDM Bank BTN Pusat beliau memberi sambutan sebelum acara training dimulai.

Jum’at pagi itu saya dan Pak Agus Nggermanto menjadi instruktur pelatihan. Bukan pelatihan SEPIA, tapi COBIT yaitu suatu standar untuk Teknologi Informasi (IT). Pelatihan kami berlangsung dengan suasana gembira seperti pesan Ibu Rini tadi. Santai tapi serius. Serius tapi santai. Dan tentu saja… main-main tapi hasilnya bukan main!

Bagi saya dan Pak Agus, jargon “main-main hasilnya bukan main” adalah jargon yang bukan main-main. Ini konsep dengan filosofis tinggi. Tahukah Anda bahwa banyak hal besar dimulai dengan main-main?

Jerry Yang hanya main-main saja saat mengumpulkan link-link terkait pemain basket NBA, tak dinyana jadi perusahaan besar Yahoo! (more…)


May 5, 2008

Semakin baik

Dialog 1:

“Apa kabar?”

“Baik.”

Ini dialog standar kalau dua orang bertegur sapa.

Dialog 2:

“Apa kabar?”

“Dahsyat!” (Sambil mengacungkan kepalan tangan.)

Antusias. Itulah perasaan yang muncul dalam diri kita dengan menjawab, “Dahsyat!”

Sayangnya jawaban ini kurang praktis diterapkan sehari-hari. Biasanya jawaban ini ada di kelas pelatihan motivasi.

Dialog 3:

“Apa kabar?”

“Semakin baik.”

Jawaban ini bagi saya terasa lebih nyaman. (more…)


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2009/12/17//





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here