Kecerdasan Humor
Kecerdasan Humor dalam kerangkan SEPIA termasuk dalam kelompok Kecerdasan Intelektual, yaitu jenis kecerdasan yang berkaitan dengan daya cipta. Semua orang menyukai humor, namun sedikit orang bertalenta lebih tinggi untuk menceritakan humor. Materi humor yang sama, bisa saja terasa berbeda ketika disampaikan oleh orang yang berbeda. Bahkan seperti halnya tulisan dan pidato, ada orang yang pintar berhumor melalui penceritaan langsung, ada pula yang pintar berhumor lewat tulisan (juga gambar), bahkan ada yang pintar berhumor melalui gerakan (dan mimik muka). Berhumor memang karya seni.
Humor sudah diakui dalam dunia kedokteran sebagai salah satu media pengobatan yang efektif. Pasien yang tertawa gembira akan memicu berbagai hormon penenang alami di otak yang selanjutnya akan memberikan relaksasi bagi tubuh sehingga lebih cepat pulih dari sakit. Humor juga terbukti efektif untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang.
Humor pun merupakan media interaksi yang paling efektif dalam pergaulan. Siapa yang pandai berhumor (tentu saja bukan humor kasar yang menjelek-jelekkan fisik orang lain) biasanya lebih banyak teman, baik teman yang stress maupun yang tidak stress. Kita suka ngumpul dengan orang yang humoris karena bisa menjadi lebih sehat setelah tertawa bersama-sama.
Untuk urusan humor, tampaknya Pak Armein (dosen ITB ahli Mikro Elektronika) termasuk yang punya talenta buat menceritakan humor dengan pilihan diksi-diksi yang tepat. Materi humor mungkin sudah umum beredar, namun ketika ditulis ulang ternyata masih bisa bikin pembaca tertawa terbahak-bahak. Berikut ini saya kutipkan contohnya.
= = = =
Penakut tapi kreatif
April 15, 2008 in Fun, ITB, Life
Mahasiswa ITB tahun 80an paling ahli kalau bicara soal lawan jenis. Tapi realitasnya semua penakut. Cuma tidak berarti tidak kreatif lho
Jaman Unpad masih di Dipati Ukur, lewat-lewat juga mahasiswi cantik di belakang RS Borromeus. Seorang mahasiswa ITB tidak tahan, dan melakukan tawaran yang tidak sopan:
“Mbak yang cantik, saya gemes nih, mau nggak saya cubit pipinya, sekaliii saja. Saya bayar sepuluh ribu perak…”
Mahasiswi ini langsung marah, merengut. Tapi jaman itu kan sepuluh ribu lumayan gede untuk ukuran mahasiswa. Mikir juga dia. Sekali cubit pipi kan nggak apa-apa. Apalagi mahasiswa ITB kan sebenarnya baik tidak maksa. Akhirnya dia mau, tapi harus sembunyi di balik pohon-pohon besar itu.
Diberinya pipinya yang halus, dan si mahasiswa membelai-belainya. Tapi tidak dicubit-cubit, sampai mahasiswi ini jadi jengah.
“Gimana sih, ayo cepetan dicubit…”, desak si mahasiswi.
“Maaf, nggak bisa, mbak…”, jawab si mahasiswa, masih merem-merem.
“Lho… kenapa?”
“Saya lagi nggak punya uaaaang….”
= = = =
Dosen-dosen ITB yang nge-blog bisa dimonitor di PlanDos (Planet Dosen ITB).







Iya nih, saya juga kagum untuk bakat beliau yang satu ini!
Comment by Arry A Arman — April 19, 2008 @ 1:12 pm
hehehe… humor memang tidak pernah lepas dari kehidupan kita… asik juga bacanya
Comment by Santos — April 20, 2008 @ 10:41 am
hahahah aya2 wae
mestinya kalo dibelai2 gitu tarifnya 2x lipat drpd yg dicubit he he
Comment by adit — April 22, 2008 @ 4:15 am
mantaap…!!
Comment by jimmy — April 22, 2008 @ 1:48 pm
salam kenal. humor memang menyegarkan, mengendorkan syaraf yang tegang. tapi klo kebablasan….bikin sebel juga. so…yang proporsional aja
Comment by aa_gus — April 22, 2008 @ 5:39 pm
bagusssssssssssss
Comment by maiby — May 1, 2008 @ 7:06 am
hihihi baru tahu aku….
Comment by irwandiaz husen — May 4, 2008 @ 2:17 pm
lucu banget hmor neyy pas banget
Comment by iqbal — May 14, 2008 @ 5:15 am
hA…HA…HAA…ternyata…..cape deh..tapi bikin gei juga
Comment by Anitha — May 18, 2008 @ 7:53 am
ass….
iya sih kadang kita juga butuh humor, ..biar pikiran tdk sepaneng dan cepet tua..asal dalam konteknya…Rosulloh juga kadang bergurau….
Comment by asih boyolali — June 16, 2008 @ 7:10 am
apanyac yg lutu ???
Comment by cikem — July 18, 2008 @ 8:20 pm
lutu
Comment by tau — July 26, 2008 @ 2:59 am
Cinta tanpa kasih sayang hampa dan hidup tanpa humor mati berdiri,
Comment by Harun Arsyad — August 28, 2008 @ 3:26 am
huaaaaa,aaaa.aaa sampe cape’
boleh dicoba.
Comment by santos — August 28, 2008 @ 4:19 am