AIO : mengenal lebih jauh pribadi seseorang
Bagaimana cara termudah mengenal pribadi seseorang? Salah satu cara termudah adalah dengan rumus A-I-O : Activity, Interest, Opinion.
Perhatikan dialog berikut ini.
“Pak, boleh tidak saya diskusikan hal ini nanti hari Sabtu?”
“Wah, nggak bisa nih. Aku main golf di Bandung.”
Dari dialog itu kita tahu bahwa aktivitas hari Sabtu bapak tersebut adalah main golf. Tentu akan berbeda dengan jawaban berikut ini.
“Wah, belum bisa nih. Hari Sabtu saya ngantar anak, ada acara bazaar di SD nya.”
Bagaimana pendapat Anda? Bisakah Anda membayangkan perbedaan pribadi orang pertama dengan orang kedua? Yang satu mungkin mengisi kegiatan Sabtu dengan para mitra bisnisnya, melalui main golf bersama. Yang kedua cenderung seorang yang lebih berorientasi keluarga, dengan mengantar anak acara bazaar di Sekolah Dasar.
Kalau Anda penjual mobil Kijang, kemana Anda akan memilih untuk menjual, orang pertama atau kedua? Kalau Anda menjual Jaguar, kemana Anda akan menjualnya? Tentu Anda bisa menebak. Inilah pendekatan profil (profiling) dengan memperhatikan aktivitas seseorang.
Mari kita kaji dialog berikut ini.
“Wah, kemarin Kimi Raikonnen mainnya bagus yah?”
“Emmm… siapa itu?”
gubrak!
Dari dialog itu kita langsung tahu bahwa orang yang ditanya bukanlah penggemar tontonan balap Formula-1 (F-1). Kimi adalah salah satu bintang balap mobil saat ini. Tentu saja sebaiknya pembicaraan tersebut tidak dilanjutkan, karena mungkin sangat menarik bagi si penanya, namun bisa sangat membosankan bagi yang ditanya. Ketertarikan (interest) kedua orang tersebut berbeda.
Bila Anda ingin lebih dekat dengan seseorang, sebaiknya Anda membicarakan hal yang menjadi interest bagi Anda, dan terutama bagi dia.
Dan dialog selanjutnya ini sangat penting untuk menempatkan diri kita terhadap orang lain.
“Sepertinya ekonomi makin berat yah? SBY-JK ini memang nggak bisa ngurus negara.”
“Ya nggak gitu dong. Krisis ekonomi itu kompleks. Amerika saja sekarang juga mulai resesi. Krisis ini bukan salah SBY. Memang ekonomi global sedang lesu. Siapapun presidennya pasti mengalami kesulitan yang sama.”
Ya, Anda tahu bukan bahwa si penjawab tersebut paling tidak bukan oposan SBY. Mungkin dia pendukung, atau paling tidak netral. Baiknya si penanya tadi menunjukkan sikap lebih lunak terhadap SBY, atau mengalihkan ke pembicaraan lain. Kecuali memang sedang berencana bikin keributan yang tak berujung.
Bandingkan dengan tanggapan berikut.
“He eh, betul tuh. Masak rakyat sedang repot antre minyak tanah, malah kedua orang itu nonton film cinta. Betul-betul cuman car-muk (cari muka) saja.”
Nah, orang tersebut tentu kelompok yang sedang sentimen dengan pemerintahan SBY. Dengan orang ini baik opini (pendapat) penanya dengan opini orang yang ditanya adalah sama. Mereka merasa sehati.
= = = =
Ilmu A-I-O ini cukup mudah digunakan untuk meningkatkan kemampuan pergaulan kita. Dengan mengenali ‘nilai-nilai’ yang dianut seseorang, ataupun ‘lifestyle’ seseorang, kita tentu saja menjadi lebih mudah untuk menempatkan diri sebaik-baiknya.
Untuk bergaul lebih baik, gunakan A-I-O. Activity, Interest, Opinion. Dijamin manjur.







mungkin dengan tidak sadar selama ini saya menggunakan ilmu A I O ini yah
Comment by adams — April 13, 2008 @ 9:00 am
Yah, pendekatan AIO ini bisa jadi acuan, tapi dalam realita sebenarnya tidak sesederhana itu mengenaralisir karakteristik orang dalam cluster2 tertentu.
Which in fact, seperti contoh tanya-jawab mengenai kondisi ekonomi, sperti yang anda ceritakan ada yg bersikap netral dan lebih pake pengamatan analitik, tapi ada juga responden yang terkadang acuh (gray area alias tidak jelas).
Comment by atrix — April 13, 2008 @ 11:14 am
sebuah contoh yang amat kongkrit.
jangan berhenti menulis
kris
Comment by khrisna pabichara — April 23, 2008 @ 2:26 pm
Menarik mas. Saya termasuk yang tertarik dengan ilmu memprofile orang, gara-garanya lihat film di TV (yang sampe sekarang nggak tahu judulnya) tentang penerapan ilmu people profiling. Ada bukunya nggak ya ?
Comment by wewel — May 3, 2008 @ 2:44 am
wah ilmu ini sangat menarik
Comment by iqbal — May 14, 2008 @ 5:34 am
wah,,, interesting
Saya suka sekali mempelajari watak orang
dan manurut saya pak khairul sangat ramah
saya suka seminar bapak di kampus saya (STAN-red) beberapa hari yang lalu
Comment by rheiynee — May 14, 2008 @ 1:33 pm
Ilmu A-I-O bisa juga diterapkan dalam bisnis tuh, agar kita tahu menjual barang yg tepat pada sasara, he..he..tahnk’s ilmunya
Comment by nur rhahma — June 1, 2008 @ 1:06 am
Benar gak seeh orang yg tertarik mempelajari karakter orang itu memiliki jiwa kepemimpinan? Tolong kasih tulisan ttg kepemimpinan Islami. Mnrt Anda adakah jiwa kepemimpinan dalam diri saya?
Comment by sumarjo — June 28, 2008 @ 5:41 am
Mas, gimana kalo polanya sedikit di-modif: kalo dari mas kan A-I-O, nah..saya nawarin : A - U - O.
A sama O nya sama, U nya Understand.
Gimana?
Comment by fahmi — August 20, 2008 @ 12:49 am
gmn dgn memanaj A I O diri kita ini???
Comment by nufriana — September 10, 2008 @ 3:53 am
Ilmu A-I-O, keren bgtz dan memang bener bgt….dalam kehidupan sehari2 memang kita menggunakannya,tapi kita kadang gak sadar klo berbicara dgn seseorang itu memakai ilmu.yg terkadang jadi masalah klo kita sudah memakai opini,pasti opini kita beda2,terkadang bisa ribut klo gak ada yg mo ngalah.buat ilmunya makasih bgt…
Comment by Eliza — October 29, 2008 @ 5:52 am
Bener! btw, tulisan anda sudah ada beberapa topik yang saya baca.. dan semua menarik
Tambah topik lagi yah!
Comment by Ros — April 5, 2009 @ 3:06 pm
Memang posting anda sangatlah informatif, anda mendapatkan sumber berita tersebut darimana??
Comment by Fabs — June 11, 2009 @ 7:46 am