Ilmu sederhana untuk menyelamatkan nyawa
Anak kami sakit panas. Tiap kali makan dan minum dia muntah. Dalam kondisi lemah setelah dua hari sulit menelan makanan, kami hanya bisa untuk berusaha memberinya minum, dan itu tidak mudah. Setelah lewat empat hari, akhirnya anak kami dibawa ke rumah sakit untuk diinfus.
Sesuai perkiraan, penyakitnya dikarenakan virus flu yang menyebabkan batuk pilek hebat sehingga menurunkan secara drastis nafsu makan. Setelah masa kritis hari kelima, anak itu mulai sembuh sendiri. Anak kami itu berusia 23 bulan.
Dehidrasi adalah ancaman kematian yang menyebabkan lebih dari satu juta anak di dunia meninggal dunia tiap tahunnya. Penyebab paling umum adalah diare yang kabarnya menyebabkan lebih dari 1,5 juta anak kecil di negara berkembang meninggal dunia setiap tahunnya. Lebih dari ¾ tubuh kita adalah cairan. Kehilangan 10% saja akan menyebabkan organ-organ vital tidak berfungsi, yang diikuti dengan kematian. Jika kejadiannya parah, seperti pada kolera, kematian dapat terjadi hanya dalam waktu 8 jam.
Untuk mencegah dehidrasi cukup sederhana, berikan saja oralit. Kematian dapat dihindari dengan pengetahuan sederhana ini.
Bagaimana cara membuat oralit? (bayangkan Anda di dusun kecil yang sulit menemukan oralit sachet seperti halnya di kota)
James Grant, yang pernah menjabat sebagai direktur UNICEF selama beberapa tahun, selalu membawa bungkusan paket dalam kantongnya : satu sendok teh garam dan delapan sendok teh gula – bahan membuat oralit bila dicampurkan dengan satu liter air. Ketika ia bertemu dengan para perdana menteri negara-negara berkembang, ia akan mengeluarkan paket garam dan gula tersebut, lalu berkata, “ Apakah Anda mengetahui bahwa paket ini harganya kurang dari satu cangkir teh dan dapat menyelamatkan ratusan ribu nyawa anak-anak di negara Anda?”
= = =
Saya ingat cerita paket di kantong tersebut. Tapi saya tetap lupa cara membuatnya. Saya harus membongkar kumpulan buku untuk menemukan Made to Stick, buku yang memuat cerita tersebut. Sekarang, agar mudah ingat, saya buatkan visualisasinya.
Jadi, resep Oralit untuk menyelamatkan jutaan nyawa adalah :

Sengaja kata TEH saya besarkan supaya kita selalu ingat bahwa yang digunakan adalah sendok teh. Lalu berapa banyak 1 LITER AIR itu?
(ukuran umumnya gelas adalah 200 cc air. Ada juga gelas yang 250 cc )
Supaya lebih ingat saya buatkan gambar :

Jadi RUMUS AJAIBnya : 1 8 1 (1 sendok teh garam, 8 sendok teh, 1 liter air). Dan supaya lebih mudah ingat, saya buatkan visualisasinya :

(dapatkah Anda menemukan rumus 181 di wajah anak kecil itu?)
Masih ada satu cerita lain. Ini kisah nyata yang membuat saya terus bersedih.
Suatu ketika saya dengan teman-teman sedang makan sate. Kemudian seorang teman menyatakan betapa ia ngeri setiap melihat sate yang potongannya besar-besar.
“Kenapa?” tanya saya.
“Saya ingat keponakan yang meninggal karena makan sate,” katanya. Dia bercerita, waktu itu sedang ada syukuran dengan makan-makan. Dia masih ingat melihat si kecil keponakannya yang berlari-lari sambil membawa sate. Usianya sekitar 4 tahun.
Kemudian musibah datang. Anak kecil itu tercekik daging sate. Semua orang berusaha menolong. Anak itu dibalik, dipukul-pukul belakang lehernya (bahkan sampai biru-biru, kata dia sambil matanya berkaca-kaca). Daging sate tak juga keluar. Lalu mereka mencari angkot untuk membawa anak itu ke rumah sakit. Dia masih melihat anak kecil itu tersengal-sengal menarik nafas di kendaraan. Pemandangan yang sungguh memilukan.
Tuhan berkehendak lain. Anak itu meninggal di perjalanan.
Sampai di rumah sakit, petugas memberi tahu bahwa untuk mengeluarkan benda yang mencekik tenggorokan, cukup dengan memasukkan SEDOTAN MINUM ke kerongkongan. Lalu hisap sehingga benda itu menempel. Lalu tarik.
Sesederhana itu.
Menangislah semua orang. Betapa sederhananya untuk menyelamatkan nyawa. Betapa berharganya ilmu untuk menyelamatkan nyawa.
KALAU ANAK ANDA TERCEKIK MAKANAN KENYAL, keluarkan PAKAI SEDOTAN!
Semoga lebih banyak jiwa yang terselamatkan dengan pengetahuan sederhana ini. Amin.








Useful pak! Thanks! Mudah-mudahan membuat para pembaca jadi lebih mudah mengingat ilmu sederhana yang luar biasa tadi! Gambar pake tablet ya? He-he-he…..
Comment by Arry A Arman — April 6, 2008 @ 1:59 am
Ilmu yang sangat bermanfaat. Penyajian yang sangat menarik. Semoga putra-putri Pak Khairul sebantiasa sehat walafiat. Amin.
Comment by angger — April 6, 2008 @ 11:02 am
terimakasih mas. cara penyampaian ilmu dengan cara sederhana itu memberi inspirasi saya utk menyampaikannya ke masy. binaan saya.
thanks.
Comment by nazdan meuraxa — April 9, 2008 @ 6:16 am
sangat mengispirasi saya, untuk menghargai hal yang dianggap sederhana. Terima kasih tips n trik-nya. ada banyak nyawa bisa selamat dari ilmu ’sepele’ ini. semoga.
Comment by sire — April 10, 2008 @ 2:41 am
assalamuailkum..
gmn kabarnya? saya dadi mungkin sdh lupa ya…
maakin semangat aja.. sukses..
Comment by dadi — April 16, 2008 @ 9:07 am
insyaallah saya kasih tahu istri, biar disampaikan di acara Dasawisma RT-an, semoga jadi jariyah amiiiin.
Comment by hamidin krazan — April 16, 2008 @ 11:35 pm
simple..tp praktis dan bermanfaat..
Comment by lubeck — April 20, 2008 @ 8:06 am
Semoga tidak menemui tersedak seperti itu. Kalaupun ketemu, setidaknya sudah ada tips ini utk dipraktekkan
Comment by budi sulis — April 27, 2008 @ 3:43 am
artikel yang bagus banget n mengharukan :SS
Comment by nawi — April 29, 2008 @ 8:03 am
greatfull!! ternyata suatu yang “sederhana” itu janganlah selalu dianggap sederhana!!
Comment by keshi — May 24, 2008 @ 3:05 am
Jujur sy br tau klo mengeluarkan benda yang ditenggorokan itu ckp dihisap dengan sedotan…thanx atas ilmunya.Coz,slm ini setahu sy klo ada org “klelegen” itu caranya dengan menarik kedua telinga sambil “melet” (menjulurkan lidah), niscaya benda yg ada dalam tenggorokan akan keluar…tapi itu cm mitos org jawa sich N sy sendiri jg blm prnh membuktikannya…
Comment by khusnul — June 10, 2008 @ 6:42 am
Saya terharu waktu membaca artikel dan tips sederhana yang anda share buat kita semua. Pdhl blm lama ini, ibu saya bilang ke cucunya, hati-hati jgn menelan baso bulat2 krn kalau tersedak, bisa bahaya dan bisa meninggal (spt kisah di atas). Teman kuliah saya dulupun pernah tersedak permen mint yang besar (saya lupa merknya).Untung permen, bisa lumer pd akhirnya,tapi cukup membuat kami panik sekali.Alhamdulillaah, anda telah memberi tips sekaligus solusi yg berharga ini. Semoga Anda & kel.sehat selalu.
Comment by dewi — August 19, 2008 @ 6:38 am
woooww… wonderfull… sesuatu yang biasa dan sederhana bisa menjadi luar biasa…
Comment by Lulu Alang Tulak — June 16, 2009 @ 2:38 am