Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.


« Main saja yang bagus, lihat skor sekali-sekaliMemilih tanah karir »

March 22, 2008

Bagaimana caranya investasi bila tak punya uang?

Membaca kembali buku Wink and Grow Rich tulisan Roger Hamilton (sudah ada terjemahnya) menyegarkan kembali ingatan akan prinsip-prinsip investasi. Buku ini menarik karena ditulis dalam bentuk cerita, seperti halnya buku klasik Who Moved My Cheese.

Saya ingin investasi, tapi, saya nggak punya uang. Gimana ya?

Begitulah pertanyaan kebanyakan orang. Demikian pula pertanyaan Richard, anak kecil yang ayahnya sedang sakit, dalam cerita itu. Pertanyaan itu dibahas dengan bijak oleh tokoh si Tukang Ledeng (the Plumber), seorang pengusaha yang bekerja dalam bisnis mengurus pipa air.

“Kalau tidak punya uang untuk diinvestasikan, maka investasikanlah waktumu,” demikian pesan si Plumber. Ibarat tetes air, maka setiap hari kita diberi bekal 24 tetes air untuk diinvestasikan. Kebanyakan tetes tersebut dibelanjakan (spent) saja, dan luput untuk diinvestasikan (invest).

Kebanyakan orang menghabiskan 24 jam setiap harinya untuk hal-hal berikut : tidur, makan, mandi, kerja, santai, dan ngobrol-ngobrol. Semua hal itu adalah waktu yang dibelanjakan. Loh, bukankah kerja menghasilkan uang? Ya, kerja memang menghasilkan uang. Namun waktu yang digunakan bekerja pada hakekatnya adalah waktu yang ditukarkan dengan uang. Sifatnya berjangka pendek. Pekerjaan beres, Anda dibayar. Selesai.

Orang-orang yang sukses sekarang ini, dulunya juga tidak punya uang seperti kebanyakan orang lainnya. Bedanya, mereka menginvestasikan waktunya, selain tentu ada yang dibelanjakan. Dimana mereka menginvestasikan waktu? Ada dua tempat, satu adalah untuk menjalin jaringan rekanan (network), dan ke dua untuk meningkatkan kemampuan diri (myself).

Bagi seorang pengusaha pemilik bisnis, kegiatan sehari-hari ibarat menginvestasikan waktu. Ketika dia menemui rekanan atau klien, dia sedang membangun network. Ketika dia mencari solusi masalah klien, dia sedang berinvestasi pada kemampuan diri.

Sebaliknya bagi karyawan, ketika dia mengerjakan tugas pekerjaan, sebenarnya dia hanya menukarkan tenaganya untuk bayaran di akhir bulan. Jadi ini hanya pertukaran. Orang yang ditemui ketika dia bekerja dalam tugas bukanlah network dia (tapi network perusahaan), jadi hal ini tidak disebut investasi.

Loh, bukankah ketika seorang karyawan mencari solusi buat klien itu juga berarti investasi? Ya benar, bila hal tersebut meningkatkan kemampuan diri. Tapi bisa juga tidak, bila kegiatan tersebut hanya untuk digunakan dalam jangka pendek.

Kunci membedakan apakah kegiatan kita merupakan investasi atau sekedar membelanjakan waktu adalah hasil jangka panjang. Kalau kegiatan itu memberikan manfaat jangka panjang, maka itu adalah investasi waktu. Kalau hasilnya hanya jangka pendek (tugas selesai lalu dibayar) maka itu hanyalah pembelanjaan waktu, yaitu pertukaran waktu kita dengan uang.

jam investasi

Bekerja sekaligus berinvestasi

Di setiap pekerjaan ada kesempatan berinvestasi waktu, yaitu ketika secara sadar kita memilih untuk membangun network dan kemampuan diri. Misalnya Anda hobi ngobrol-ngobrol. Kalau hanya ngobrol dengan teman yang itu-itu saja, juga dengan topik sekitar gosip artis saja, maka jelas itu sekedar membelanjakan waktu. Tapi kalau Anda ngobrol dengan orang-orang baru, maka Anda sedang berinvestasi dengan network Anda. Atau mungkin ngobrol dengan teman lama Anda, tapi ngobrol tentang peluang usaha baru, kesempatan kerjasama, atau ngobrol tentang ilmu yang bermanfaat buat mengelola keuangan keluarga Anda misalnya, maka itu adalah investasi waktu.

Saya ingat kisah Peter Lynch, manajer investasi di Fidelity Investment. Dia bercerita bahwa sewaktu mahasiswa dia mencari penghasilan dengan menjadi caddy golf (tukang bantu membawa tongkat golf). Waktu itu di tahun enam puluhan, dan sebagai caddy golf dia bertemu dengan para jutawan yang hobinya main golf. Para jutawan itu sering bicara tentang investasi, maka Peter pun mendapat info-info gratis yang berharga. Suatu ketika dia mendengar bahwa saham Tiger Airlines sedang mengalami peningkatan nilai. Maka dengan uang sekedarnya Peter ikut-ikutan membeli saham Tiger Airlines. Ternyata benar, saham Tiger Airlines naik cukup tinggi sehingga Peter pun mendapat keuntungan besar. Selepas kuliah Peter kemudian masuk ke perusahaan pialang saham, dan terus berkarir sehingga menjadi pemimpin di Fidelity Investment. Peter bekerja sambil berinvestasi waktu. Dia berinvestasi mendekati dunia kaum investor sehingga mendapat peluang dari network (tak langsung) tersebut.

Saya ingat juga kisah seorang teman saya. Dia rajin silaturrahmi menjalin network dengan banyak orang. Suatu ketika dia menghubungkan dua pihak untuk transaksi pembelian alat senilai sekitar 125 ribu dolar. Dia hanya menghubungkan saja tanpa berharap banyak transaksi tersebut terjadi. Eh, ternyata transaksi tersebut benar terjadi. Tiba-tiba dia diberi fee senilai 8000 dolar (kira-kira 70 juta rupiah). Saya kira bagi kebanyakan orang nilai tersebut diraih dengan berbulan-bulan (atau bertahun-tahun) menabung. Sedangkan teman saya meraihnya dalam beberapa jam menjadi pialang. Membangun network adalah bentuk investasi waktu yang sangat baik.

Demikian pula kisah seorang satpam di sebuah perusahaan minyak nasional. Sambil tugas malam, ketika rehat dari berkeliling, dia membuat corat-coret desain ukiran kayu semacam bebek-bebek kayu. Beberapa tahun kemudian dia mengundurkan diri setelah punya gift shop di Kemang dan Plaza Indonesia. Dia telah menginvestasikan waktu untuk kemampuan diri, sementara banyak rekan satpam lainnya hanya membelanjakan waktu untuk pertukaran dengan uang.

Sebuah kisah nyata yang lain. Seorang pengusaha membuka warung ‘sate banteng’, yaitu sate yang memakai daging sapi. Beberapa lama kemudian pemilik warung tidak lagi terlalu berminat untuk mengembangkan warung tersebut. Seorang karyawannya di bagian pembakar sate berminat dengan resep yang digunakan. Maka karyawan tadi kemudian mendirikan warung ‘sate banteng’ dan serius menekuninya. Ternyata laris manis. Warungnya berkembang makin besar, bahkan bisa diwariskan ke anaknya. Karyawan ini berhasil menginvestasikan waktunya untuk belajar membuat sate banteng yang enak. Ilmunya digunakan untuk membuat produk yang bernilai jual. Manfaat ilmunya dirasakan dalam jangka panjang sampai anak cucu.

Mari kita pikirkan sejenak. Dalam sehari ini, berapa jam telah kita investasikan untuk membangun network kita? Berapa jam pula telah kita investasikan untuk diri kita (meningkatkan kemampuan diri yang bernilai jual)? Nihil? Tidak sejam pun? Pantaslah kalau hidup kita tak maju-maju.

Waktu yang Anda pakai bekerja adalah waktu yang Anda belanjakan. Waktu yang Anda pakai untuk membangun network dan meningkatkan nilai jual diri, itulah waktu yang Anda investasikan.

Bagaimana dengan waktu Anda untuk membaca blog? Investasi atau belanja nih?

khairulu Silahkan beri komentar ya..., tanya, kritik, atau menambah ...
Komentar Anda akan turut menyempurnakan ilmu kami, dan berharga buat pembaca lainnya. Tks! - khairul -

32 Comments »

    Gravatar Image
  1. Sharing yang bermanfaat Pak! Keep writing!

    Comment by Arry A Arman — March 23, 2008 @ 9:23 am

  2. Gravatar Image
  3. Mantap!
    Sekali kayuh…
    gaji dapat, bonus dapat, nilai investasi juga dapat!

    Comment by angger — March 23, 2008 @ 12:48 pm

  4. Gravatar Image
  5. Aww, Sukron Pak Khairul. Banyak ikhtiar saya terjawab secara ilmiah di blog Bapak. Www.

    Comment by Gary Syafiq — March 24, 2008 @ 2:00 am

  6. Gravatar Image
  7. makasih pak Tulisannya sangat mencerahkan

    Comment by adit — March 24, 2008 @ 5:15 am

  8. Gravatar Image
  9. investasi karena memberikan ilmu yang bisa berguna di masa depan.

    Comment by Koran Saya — March 26, 2008 @ 8:30 am

  10. Gravatar Image
  11. saya jadi ingat bagaimana Andrea Herata (penulis laskar pelangi) mengapai citanya. Sebelum kuliah, dia sempet jadi penjaga photo copy. Saat itu ia moto copy selebaran ttg lowongan jadi pegawai pos. jadi pegawai poto kopi merupakan investasi networking menuju posisi lain yang lebih baik.
    pak khairul, blog anda sangat mencerahkan. terima kasih.

    Comment by sire — March 26, 2008 @ 5:26 pm

  12. Gravatar Image
  13. Makasih Banget Pak Khairul.blog ini memang sangat mencerahkan.bannyak yang terinvestasi waktunya jika baca blog ini.

    Comment by surya ak — March 28, 2008 @ 1:58 am

  14. Gravatar Image
  15. wau .. . tulisanan mantap memberi pencerahan buat manajemen waktu

    Comment by Primus — March 29, 2008 @ 3:01 pm

  16. Gravatar Image
  17. Intinya mau belajar terus ya Pak, dari yang lebih dulu menguasai.

    Comment by rayyan — March 30, 2008 @ 12:47 am

  18. Gravatar Image
  19. nice article pak…
    kebetulan saya sedang meragukan keberadaan saya yang hampir 12 jam dikantor, apakah worth it atau tidak?
    dan artikel bapak cukup menginspirasi saya…..

    Comment by Poppy — April 15, 2008 @ 8:55 am

  20. Gravatar Image
  21. top bgt deh……………….

    Comment by bagus priyatmoko — April 15, 2008 @ 2:14 pm

  22. Gravatar Image
  23. mantab pak

    artikel ini inspiraasi untuk para karyawan yang berpikiran cuma bekerja 8 jam sehari

    btw congrats ya udah masuk top 8 lintas berita

    jarang2 lho mas

    Comment by loli — April 16, 2008 @ 6:06 pm

  24. Gravatar Image
  25. masuk lintas berita? seneng. :) terimakasih buat loli, dan temen2 yg masukin ke lintas berita.

    Comment by khairulu — April 16, 2008 @ 11:19 pm

  26. Gravatar Image
  27. kalo baca blog mas khairul yang mencerahkan ini jadi investasi banget donk :)

    Comment by nawi — April 29, 2008 @ 8:47 am

  28. Gravatar Image
  29. semakin meyakini kebenaran sumpah Allah :”Demi Masa”, menginspirasi saya supaya lebih memanfaatkan waktu sebaikbaiknya sebagi investasi dunia akhirat

    Comment by Dahlia Mulyani — May 1, 2008 @ 2:16 pm

  30. Gravatar Image
  31. wah…bgus bgt artikelnya.
    ampuuun dech…pdhal hobi sy jln2 n nnton film.
    mulai skrang mu investsi wktu aja deh…
    thanks y…..

    Comment by dina — May 16, 2008 @ 5:13 am

  32. Gravatar Image
  33. Saya sependapat bahwa waktu juga bisa sebagai investasi. Jadi gunakan waktu sebaik mungkin.

    Comment by Forum Investor — May 16, 2008 @ 5:44 am

  34. Gravatar Image
  35. sempurna dan luarbiasa
    semoga inspirasi ini menambah amal
    bravo pak khaerul

    Comment by akto — May 18, 2008 @ 4:51 pm

  36. Gravatar Image
  37. Bagaimana dengan waktu Anda untuk membaca blog? Investasi atau belanja nih?

    >>>>>>>>>>>>>>>>>>INVESTASI

    Comment by Aris_Maulana — May 21, 2008 @ 3:57 pm

  38. Gravatar Image
  39. OC!! akan ku coba!!

    Comment by keshi — May 24, 2008 @ 2:35 am

  40. Gravatar Image
  41. Ternyata tulisan ini menjadikan saya sadar sepenuhnya dan selama saya kerja jadi karyawan hanya buang buang waktu dan saat nya bangkittttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt

    Comment by agusguna — June 5, 2008 @ 2:40 am

  42. Gravatar Image
  43. Makasih Artikelnya, Top banget.

    Comment by Jauhari — July 15, 2008 @ 4:17 am

  44. Gravatar Image
  45. insyaAllah INVESTASI GEDE pak Khairul…..

    kok ya mengena di hampir semua orang yang membaca. kok bisa nulis kayak gini Pak…. pingin jadi pinter juga kayak pak khairul, maksudnya pinter yang bermanfaat.

    155648

    Comment by RICO — July 28, 2008 @ 9:57 am

  46. Gravatar Image
  47. bagus… buat inspirasi

    Comment by noviria saputra — August 9, 2008 @ 3:52 pm

  48. Gravatar Image
  49. wah, mantap abizz nih…!! oke banget, buat kita yang suka banyak menghabiskan waktunya hanya untuk bersenang2 aja, tapi gak pernah memikirkan waktu yang begitu berharga. saya jadi ingat peribahasa nih..”Time is Money..(waktu adalah uang). tapi kalau uangnya cuma dihambur2kan buat waktu yang gak berguna..buat apa doooong!! kita diberi akal oleh Allah, seharusnya buat berfikir, bukannya buat berkhayal yang berlebihan coy..tul ga? Ohya, bagi kawan2..salam kenal semua yach..saya ingin banget berkenalan dengan kalian. silahkan kirim email di -Dhaniprolinks@yahoo.co.id- kali aja kita bisa saling berbagi pengalaman. oke di tunggu yach…! trims juga buat Pak khairulnya, saya suka banget blog bapak. wassalam.

    Comment by dhani — August 19, 2008 @ 9:05 am

  50. Gravatar Image
  51. mas koirul bagus banget tulisannya aku ambil buat di pajang di blogku juga ya. makasih

    Comment by Anonymous — September 24, 2008 @ 8:22 am

  52. Gravatar Image
  53. Mas, bagus bgt tulisannya.Pengin bgt tuh aku investasi network tp gmn caranya ya mas coz aku pemalu.Thx

    Comment by yanti — October 15, 2008 @ 8:56 am

  54. Gravatar Image
  55. pengetahuan yg mnarik …
    trima kasih ya pak ..

    agungpurnomo.com

    Comment by purnomo — November 18, 2008 @ 1:44 pm

  56. Gravatar Image
  57. bagus banget menarik postingannya..
    memang investasi adalah sarana untuk masa depan terutama bagi kita sebagai perencanaan hidup kedepan lebih baik,,,waktu dan tenaga kita bekerja pun sebagai media investasi kedepan dalam membangun jaringan, relasi, sehingga dimasa depan jaringan bisnis kita akan semakin banyak,,,trims artikelnya

    salam
    fikri

    Comment by Cari Uang — August 4, 2009 @ 9:47 am

  58. Gravatar Image
  59. BAGUS TULISANNYA, MENCERAHKAN

    Comment by NEWSSHOE SEGAR — September 10, 2009 @ 9:59 am

  60. Gravatar Image
  61. Pengertian investasi bisa berbeda-beda tergantung sudut pandang dan konteks pembicaraannya. Jika kita berurusan dengan mengorbankan sejumlah uang untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang, disebut financil invstment. Jika kita menggunakan waktu kita untuk berbuat baik atau melakukan amal ibadah, ada yang bilang itu tergolong investasi akherat. itu pun tentunya tidak dilandasi riya, atau pamrih untuk mendapatkan imbalan dari seseorang yang kita bantu :) Lalu bagaimana jika kita memberikan zakat maal atau shodaqoh dari hasil investasi finansial yang tidak berdasarkan prinsip syariah. Padahal hampir sebagian besar masyarakat di Indonesia tidak bisa terlepas dari kegiatan investasi seperti itu.

    Comment by adek — September 20, 2009 @ 4:06 am

  62. Gravatar Image
  63. Menurut saya, tulisan diatas memang bagus.. Karena, tidak mungkin selamanya kita bekerja (seumur hidup), disamping kita harus berinvestasi kebaikan (amal), kita juga harus berfikir jauh.. Bagaimana membangun aset yang kelak akan mendatangkan mafaat ketika kita sudah tidak lagi mampu bekerja..
    Inilah yang membuat saya membuat keputusan untuk bergabung dengan sebuat bisnis network yang produknya adalah pulsa.
    Sekaligus saya ingin mengajak para pembaca untuk bergabung..
    Cobalah klik: www.duta4future.com dan silakan buka ID saya: DBS3609841 dan pswrd: masyaallah..
    Saya bergabung baru beberapa bulan, dan dalam membangun jaringan dalam bisnis ini tidak ada yang dirugikan..
    Jika ada kesulitan, silakan hubungi saya di : jhlmaizar@yahoo.co.id

    Comment by Maizar — October 19, 2009 @ 4:43 am

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2006/06/11/resep-5-menit-kiat-memulai-aktivitas/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here