Main saja yang bagus, lihat skor sekali-sekali
Kalau kita mengendarai motor atau mobil, kemana mata kita menuju? Tentu ke jalan di depan kita. Sekali-sekali lihat speedometer. Kalau kita main futsal, kemana mata kita menuju? Tentu ke pergerakan bola. Sekali-sekali lihat papan skor. Kalau dalam hidup ini, kemana perhatian kita menuju? Nah, yang ini lain orang mungkin lain jawabannya.
Ada yang perhatiannya tersita dengan pekerjaannya. Ada yang sepanjang hari, 7 hari seminggu, hanya mengeluhkan mengapa tidak juga berhasil meraih mimpi-mimpinya. Tentu saja Anda bisa tebak jawaban bijaknya : ya tengah-tengahlah, fokus ke pekerjaan dan juga mengevaluasi hasil pencapaian.
Mari jujur pada diri sendiri? Kapan terakhir Anda melihat skor permainan? Lupa. Atau mungkin belum pernah. Kalau kita tidak melihat skor permainan, bagaimana kita tahu bahwa strategi bermain kita sudah bagus? Jangan-jangan skor kita buruk terus.
Sebaliknya, jangan sering-sering lihat skor. Nanti Anda dag-dig-dug terus, meratap, atau stress karena skor yang buruk (bisa juga takabur dan puas diri karena skor yang indah!). Skor selalu bersifat sementara. Dia menjadi final saat permainan usai (artinya, nanti saat kita mati). Skor akan naik, juga akan turun. Kita menggunakan skor untuk melihat apakah cara kita bermain masih cukup baik. Skor yang makin baik artinya cara main kita makin baik pula (mestinya begitu).
Merujuk Brian Tracy, ada 7 bidang kehidupan yang perlu kita evaluasi skor nya, yaitu :
- Spiritual : bagaimana kita sebagai makhluk Tuhan (ibadah langsung, ibadah tak langsung, dll)
- Personal : bagaimana kita tumbuh sebagai individu (intelektual, interest, dll)
- Cinta : bagaimana kita mencintai dan dicintai (orang tua, pasangan, anak, dll)
- Kesehatan : bagaimana kesehatan fisik dan jiwa kita
- Finansial : bagaimana keuangan dan daya beli kita
- Karir : bagaimana aktualisasi prestasi kita
- Sosial : bagaimana interaksi dengan manusia dan makhluk lain
Biasanya sih, orang hanya perhatian pada masalah skor keuangan dan karir. Hal lainnya lupa dievaluasi skor nya. Bagaimana skor hubungan cinta kita dengan pasangan? Bagaimana skor kehidupan sosial kita? Bagaimana dengan kesehatan? Cobalah diberi skor 1 – 10. Yang skor nya rendah tentu perlu perhatian. Memang menurut Brian Tracy, skor finansial yang kacau akan berpengaruh besar terhadap skor lainnya.
Bila skor nya sudah diketahui. Mari sejenak abaikan skornya, dan mulai fokus kembali kepada permainan. Bermain dengan sungguh-sungguh, tentu dengan strategi baru yang lebih bagus. Kalau kita fokus untuk bermain dengan sungguh-sungguh dan bagus, skor nya akan mengikuti dengan sendirinya. Jadi, setelah meninjau gaji kita yang tak juga naik (hehe), mari bikin rencana baru, lalu mainkan dengan sungguh-sungguh. Lupakan sejenak keprihatinan akan gaji yang tak juga naik itu. Main saja yang bagus, dengan strategi baru. Nanti, setelah sekian lama main, kita lihat kembali skor nya. Kalau mainnya bagus, harapannya bisa lebih banyak gol. Skornya pun naik.
Lah, gimana kalau setelah main bagus skor nya tetap rendah? Jangan-jangan salah main, main gaya futsal padahal sedang permainan basket?







Nice Article,
Mengingatkan & menyadarkan kembali pada diri kita masing2, apa sebenarnya visi hidup diri kita ini
Salam Kenal..
Comment by Byou — March 17, 2008 @ 8:24 am
Mantap!
Skor sekali dilihat, mestinya langsung nancap di hati saja. Seperti main sepak bola.
Jadi bisa main sebaik-baiknya.
Setuju!
Trims.
Comment by angger — March 21, 2008 @ 9:08 am
Tob banget.
sering kita melupakan sekor kita,
karna kita juga tidak bagus dalam bermacam teknik permainan.
Trim.
Comment by surya ak — March 28, 2008 @ 2:34 am
Untuk memberi skor 1-10 di masing2 bidang kehidupan , parameternya apa pak ya ??
Comment by wong_Pacul — April 10, 2008 @ 7:53 am
thanks thanks
Comment by john — April 10, 2008 @ 1:13 pm
buat Pacul (4), parameter untuk menentukan nilai skor adalah perasaan subyektif masing-masing. Karena setiap orang berbeda target, dan masing-masing lebih mengenal dirinya sendiri.
Comment by khairulu — April 13, 2008 @ 8:08 am
bagus-bagus bener artikelnya
Comment by ambar — July 1, 2008 @ 4:08 am
baguz bangget
Comment by om jhe — April 8, 2009 @ 5:44 pm
kalo bisa tambah gimana cara ngejag kondisi sebelum tanding
Comment by om jhe — April 8, 2009 @ 5:45 pm