Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.


« Azim Premji tentang Mengapa karyawan pindahPenghematan »

February 22, 2008

Puzzle kehidupan dan lari marathon

Apa sih bedanya lomba lari 100 meter dengan marathon? Garis finish-nya. Garis finis lomba lari 100 meter kelihatan di mata. Garis finis marathon hanya bisa dilihat dengan pikiran, karena berada 40 kilometer dari titik awal.

….

Seorang teman saya menceritakan kejadian berikut ini kepada saya. Pada suatu malam, anak perempuannya yang berumur delapan tahun berusaha keras mengerjakan jigsaw puzzle. Dia sudah mengerjakannya berjam-jam tetapi tidak berhasil. Akhirnya, waktu tidurnya sudah lewat. Teman saya berkata kepada anaknya, “Nak, kenapa kamu tidak menyerah saja? Ayah rasa kamu tidak akan menyelesaikannya malam ini. Kerjakanlah lagi besok.” Anaknya memandang dengan tatapan aneh di matanya, “Tapi ayah, kenapa aku harus menyerah? Semua kepingnya ada di sini. Aku hanya harus menyatukannya!”

Demikian cerita dari Azim Premji yang dikutip dari bukunya Haris Priyatna yang berjudul Azim Premji, “Bill Gates” Muslim dari India (terbitan Mizania 2007).

Hidup ini bagaikan puzzle. Semua kepingnya sudah ada, tinggal kita satukan. Tuhan Yang Maha Adil tentu sudah menyiapkan semua keping itu bagi setiap makhluk-Nya, sesuai tantangannya masing-masing. Tugas setiap kita mencari tahu kira-kira apa bentuk akhir puzzle kita (misi kita) dan kemudian mulai menyusunnya.

Mungkin bentuk akhir puzzle kita bisa beberapa macam (kita diberi kesepatan memilih), ada yang mudah menyusunnya, ada pula yang sulit. Kalau kita berada pada jalur yang tepat (dengan bakat dan kesempatan yang diberikan) maka membuat puzzlenya menjadi mudah.

Si anak perempuan itu benar, mengapa kita harus menyerah? Toh semua kepingnya sudah ada? Si ayah pun benar, walau kepingnya sudah tersedia, tetap ada hak tubuh dan jiwa kita untuk berhenti sejenak, tidur.

….

Apa sih bedanya lomba lari 100 meter dengan marathon? Garis finish-nya.

Hidup ini juga bagaikan lari marathon. Garis finishnya tak tampak, kita hanya bisa melihanya melalui pikiran. Kita yang membayangkan garis finisnya, kira-kira dimana, bagaimana bentuknya, kemudian mulai berlari pelan-pelan. Tak perlu ngotot ngebut, karena ini bukan lari 100 meter. Larilah dengan irama, agar kuat menempuh berkilo-kilo meter perjalanan. Lari marathon ini memerlukan iman yang lebih kuat, karena garis finishnya tak kelihatan itu.

Kita menempuh marathon kehidupan dengan garis finish menyusun lengkap keping-keping puzzle kehidupan. Garis finish itu hanya dapat dilihat melalui pikiran, yaitu pikiran Anda. Dan Anda bebas untuk memilih bentuk akhirnya.

khairulu Silahkan beri komentar ya..., tanya, kritik, atau menambah ...
Komentar Anda akan turut menyempurnakan ilmu kami, dan berharga buat pembaca lainnya. Tks! - khairul -

5 Comments »

    Gravatar Image
  1. Menarik sekali tulisannya mas, tapi saya jadi bingung nih..
    Ada seorang pemburu yang melihat sasarannya dari jauh terlihat dekat dan jelas, mencoba meraih sasaran itu tetapi tidak bisa digapai dengan tangan, hanya dengan peluru sasaran itu bisa diraih dengan cepat. Jika pemburu itu mencoba meraih sendiri dengan tangannya, mungkin sasarannya sudah pergi atau masih di sana.
    Ada yang perlu dipertimbangkan, sudah jelaskah sasarannya, atau cukupkah waktunya. Hal lain, ada yg bilang, bukan hasilnya yg penting, tapi prosesnya, tetapi ada yg bilang sebaliknya. Jadi gimana dong?

    Comment by pat! — February 25, 2008 @ 8:17 am

  2. Gravatar Image
  3. Benar sekali contoh pemburu itu. Kalau hari ini sudah ada burung ditembak, apakah esok tak lagi menembak? Tentu esok masih menembak. Tangkapan seekor burung adalah tujuan ‘tampak’. Terus menembak setiap hari adalah tujuan ‘tak tampak’. Makin hari ia kian menjadi pemburu ahli.

    Dlm hidup ini ada tujuan tampak (prestasi saat hidup) dan tak tampak (perjalanan tiap waktu utk kian mjd makhluk berguna yg dekat dg Tuhan).

    Keduanya bisa kita nikmati.

    Comment by khairulu — February 25, 2008 @ 9:09 am

  4. Gravatar Image
  5. makasih mas. kata2nya memotivasi aku bgt

    Comment by raddith — February 25, 2008 @ 2:31 pm

  6. Gravatar Image
  7. menarik sekali ulasannya.Apa yang akan kita dapat adalah apa yg kita pikirkan. Powerfull of mind. Awali hari dengan positive thinking nampaknya akan lebih mempermudah menyusun keping-keping “puzzle kehidupan” di depan kita. Iya ga, mas?

    Comment by delina — February 27, 2008 @ 1:24 am

  8. Gravatar Image
  9. Wahh… menarik2! hebat euy.. Keep the good work Mas!! ^o^

    Comment by diki — February 29, 2008 @ 3:11 am

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2006/06/18/121/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here