Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.



January 26, 2008

Mencintai tak harus memiliki. Ah, masa?

“Mencintai tak harus memilki…,” demikian syair sebuah lagu yang terdengar di radio. Ini kisah cinta yang tak kesampaian, entah karena cinta tak berbalas, maupun dua insan yang saling mencintai tapi terpaksa tak bisa bersatu.

Ini kisah si Lanang, sebut saja namanya begitu, yang cinta setengah mati kepada Melati, gadis idamannya sejak masa SMA. Cinta si Lanang tak berbalas. Selain mungkin Melati tidak tertarik dengan Lanang, mungkin juga faktor beda keyakinan antara keduanya telah menjadi kendala.

Lanang adalah pemuda yang brilyan dalam pelajaran. Prestasinya mengagumkan. Namun dalam urusan cinta, tampaknya Lanang tak bisa berpikir jernih. Ketika Melati menikah dengan orang lain, Lanang masih mencintai. Ketika Melati sudah berputra, Lanang pun masih mencintai. Melati adalah ‘cinta sejati’ Lanang (tentu saja menurut versi Lanang sendiri). (more…)


January 19, 2008

Kanban diri : Push vs pull system

Masih Toyota (jangan bosan ya.. kita harus belajar banyak pada perusahaan mobil terbaik dunia ini)

Salah satu kiat membentuk sistem yang rapi dan handal adalah dengan menerapkan pull system, yaitu setiap bagian mengambil sendiri pekerjaannya.

Kita biasanya mengerjakan tugas sesuai dengan jumlah tugas yang diberikan. Akibatnya sering pekerjaan menumpuk dan antri untuk kita selesaikan. Problem muncul karena irama kerja kita dikendalikan situasi dari luar.

Toyota berani berbeda. Mereka meyakini bahwa pekerja (dan sistem) memiliki kapasitas maksimum. Karena itu membebani sebuah bagian sistem dengan tugas yang melampaui kapasitas mereka hanya akan membebani sistem secara keseluruhan. Karena itu daripada membebani sistem dengan antrian pekerjaan yang menumpuk, Toyota mendesain sistem yang mengambil tugas (pull) daripada sistem yang disodori tugas (push).

Konsep supermarket

Ide sistem ini dimulai saat Taiichi Ohno (pendiri sistem produksi Toyota) terkesan dengan model supermarket Amerika tahun 50-an dimana produksi barang yang ditaruh di rak pajang akan ditentukan oleh permintaan pelanggan. Misalnya produk susu 1 liter yang dipajang ternyata dibeli oleh pelanggan, maka toko menjadi tahu bahwa ada rak yang kosong. Toko kemudian mengambil persediaan untuk meutup kekosongan di rak pajang. Ide ini menjadi dasar sistem Kanban di Toyota yang bersifat ‘pull system’ yaitu bahwa persediaan dan produksi ditentukan oleh permintaan pelanggan. Sistem ini sekarang umum di perusahaan (karena banyak yang meniru Toyota) yang kini dikenal dengan konsep ‘just-in-time’. (more…)


January 13, 2008

Enabler

Sepertinya kalau Larry Page dan Sergey Brin kuliah di ITB tidak akan muncul search engine bernama Google. Ide jenius mereka akan sia-sia ketika lingkungan sekitarnya tidak mendukung. Untunglah mereka sekolah di Stanford, salah satu universitas yang terbaik jaringan internetnya. Mereka tinggal di Silicon Valley dimana para orang kreatif, pengusaha, dan pemodal berkumpul. Dengan demikian ide jenius mereka berhasil tumbuh menjadi bisnis raksasa, ibarat menanam biji bermutu tinggi di tanah subur yang kaya nutrisi. Kalau ide Google muncul di ITB, mungkin ibarat biji beringin ditanam dalam pot, bisa tumbuh tapi kerdil.

Kita harus menyadari bahwa fasilitas memang dibutuhkan untuk berkreasi. Modal wajib ada kalau Anda berbisnis. Walaupun modal tidak harus berbentuk uang tunai dari kantong sendiri, tapi jelas modal memang diperlukan. Saat ini sulit menjadi produktif menulis kalau tidak ada laptop, atau mesin tik. Memang Anda bisa menuliskan di selembar kertas, namun akhirnya Anda harus membayar kembali biaya pengetikan ulang untuk tulisan yang sama. Kita memerlukan ‘enabler’, yaitu dukungan untuk membuat sesuatu agar terjadi. Enabler tidak hanya sekedar fasilitas. Misalnya untuk menulis blog Anda tidak hanya memerlukan laptop (fasilitas), tapi juga keleluasaan waktu, ide, kemampuan mengetik, dan suasana hati (mood).

Ini pengalaman sederhana yang berkaitan dengan menulis di internet (blogging). Kira-kira dua tahun lalu, ketika ada koneksi internet unlimited 200 ribu dengan Indosat Matrix, saya sangat rajin menulis blog. Ketika biaya internet diubah menjadi mahal (5 rupiah/kb, tidak lagi unlimited) maka saya berhenti menggunakannya. Otomatis posting blog menurun drastis (di rumah hanya ada telpon flexi yang sama saja mahalnya). (more…)


January 2, 2008

Keuangan Kodok mati direbus

Kodok adalah hewan berdarah dingin. Kabarnya (saya belum mencoba sendiri) kalau kodok dimasukkan air dalam panci, kemudian dipanaskan pelan-pelan, maka si kodok akan terebus tanpa sadar, bahkan tidak pernah ingin melompat keluar. Ini dikarenakan suhu kodok ikut menyesuaikan dengan lingkungan sekitar secara perlahan, sehingga kodok tidak sadar bahwa air sekelilingnya sudah sedemikian panas sampai merebus dirinya.

Manusia, kita ini, makhluk berdarah panas. Artinya suhu badan kita relatif tetap. Namun dalam urusan keuangan sering kita bagai kodok berdarah dingin, tidak sadar kalau pelan-pelan pengeluaran terus naik sampai tiba-tiba matang terebus oleh hutang.. Biasanya diawali dengan penghasilan yang tiba-tiba meningkat, entah karena bonus akhir tahun, punya kartu kredit baru, atau disetujui dapat pinjaman ‘lunak’ dari bank. Karena ‘merasa’ punya uang, maka rencana belanja pun meningkat tak terasa. Tiba-tiba sudah pusing menghadapi pusing.

Salah satu kiat menghindari terjerat hutang ‘yang tak terkendali’ adalah dengan mempunyai indikator keuangan yang mudah dipantau. Konsepnya sederhana namun mewujudkan tidak mudah. (more…)


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2005/12/14/self-talk/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here