Doa dan Usaha si Cicak
Diam-diam merayap…
Datang seekor nyamuk…
Hap! Lalu ditangkap….
Kalau kita sedang sedih karena merasa sempit rizki, ingatlah kepada cicak. Merayap-rayap di dinding, tanpa tahu akan dapat makanan atau tidak. Lalu datang nyamuk. Hap, nyamuk dimakan.
Siapakah yang menyiapkan nyamuk sedemikian rupa sehingga hinggap di dekat cicak? Tentunya bukan si cicak. Tentunya yang menciptakan si cicak dan menjamin rizki atas si cicak lah yang menyediakan nyamuk hinggap di dinding untuk menjadi rizki cicak hari itu.
Terkadang saya sampaikan dalam pelatihan bahwa kecerdasan spiritual tidak akan membuat Anda sukses. Kecerdasan power lah yang berkontribusi paling banyak untuk meraih sukses. Namun demikian, kecerdasan spiritual menjamin Anda untuk hidup lebih bahagia.
Di manakah doa memiliki peranan dalam rizki kita? Saya meyakini bahwa doa berfungsi meningkatkan jumlah peluang kita dalam merealisasikan potensi rizki yang telah diberikan Tuhan. Perlu ditekankan di sini, melalui doa rizki tidak turun dengan tiba-tiba ke tangan Anda tanpa usaha. Tentu saja adakalanya Tuhan memberikan rizki secara langsung tanpa usaha kita, namun secara umum doa berfungsi membuka peluang bagi kita, kemudian tugas kitalah menyempurnakan ikhtiar untuk merealisasikan potensi dari peluang tersebut agar menjadi nyata.
Ibaratnya dengan doa, akan lebih banyak nyamuk hinggap di dekat si cicak. Si cicak masih harus mengendap-endap dan berlari untuk menangkapnya.
Itulah pentingnya doa, terutama berdoa di pagi hari. Siapa yang menjamin rizki kita hari ini? Bos kita? Pelanggan kita? Teman kita? Tentu saja bukan mereka semua. Siapa lagi yang akan menjamin kalau bukan Allah Tuhan yang menciptakan alam ini dan menjamin rizki bagi tiap-tiap jiwa makhluknya.
Dan…, setelah berdoa segeralah berikhtiar dengan hati yakin, bahwa di luar sana telah disediakan sesuatu buat kita yang mau mengusahakannya. Laksana cicak yang tak bisa terbang, namun anehnya dibuatkan makanan berupa nyamuk yang terus terbang, cicak tetap beriman bahwa ada rizki buatnya di hari itu.
Ngomong-ngomong, andai si cicak berdoa agar hari ini banyak nyamuk hinggap di dekatnya, apakah si nyamuk tidak juga berdoa agar dihindarkan dari cicak? Bagaimana kalau keduanya berdoa sama kuatnya?
Ah, itu misteri dari Tuhan. Gitu aja kok repot…. (kata Gus Dur…)








yah baguslah, berarti kedua2nya pandai berdoa…
Comment by laili — July 5, 2007 @ 2:33 am
yang pasti si cicak tahu dimana tempat cari nyamuk
nggak cuma berdoa
Comment by dhany — July 9, 2007 @ 6:40 am
kayaknya gambar tokek tuh…
Comment by siswa — July 9, 2007 @ 11:31 am
untungnya cicak gak pernah punya pikiran bunuh diri, kalo kesulitan dapet nyamuk
Comment by adit — July 12, 2007 @ 8:21 am
Orang yang kerja tanpa do’a, usahanya bisa berhasil, apalagi kita kerja plus do’a
Comment by imank — July 13, 2007 @ 2:59 am
memang kita harus seimbang antara berdoa’a dan berusaha, bila kita hanya meminta tanpa usaha alangkah rendahnya kita di bandingkan cicak yang mau berusaha keras mendapatkan rizkinya, dia punya cita2 yang tinggi yaitu ingin terbang seperti yg lainya namun dia hanya bisa merayap di dinding2 tapi punya keinginan walaupun dia tidak bisa terbang dia hanya makan hewan yg terbang.nah kita tidak boleh kalah dengan cicak kita harus berdo’a sekaligus berusaha dan jangan pantang menyerah…… ok!!!!
Comment by candy — July 14, 2007 @ 4:23 am
luruskan niat, perbyk ikhtiar, tetap berdoa dan tawakal kepada Tuhan
Comment by eNPe — July 23, 2007 @ 9:46 am
Bener sih begitu. Doa memberi peluang. Yang suka tidak kita ngerti Allah tidak selalu memberi yang kita inginkan, tapi menggantinya dengan yang lain yang lebih baik menurut-Nya
Comment by 2 mei — July 31, 2007 @ 3:21 pm
Kenapa kita meniru cicak, cicak hewan yg kurang baik dalam muslim, kenapa kita ga meniru laba2?? Taukah anda sekalian bahwa laba2 menggunakan / membangun jaring untuk mendapatkan nyamuk, begitu pula dalam Islam kita diharuskan bekerjasama jaring maksud disini adalah kenapa kita harus sendiri padahal banyak manusia yg bisa diajak untuk bekerjasama begitu pula dalam mencari nafkah, kita berusaha dan berdoa, kita diberi akal untuk dapat berpikir besar dan kreatif. Kita diciptakan untuk merdeka, bukan untuk menzalimi diri sendiri, kalo kita renungkan lebih dalam lagi besar maknanya yg dapat kita ambil untuk diterapkan dalam menjalani hidup.
Comment by Gilang F K — August 1, 2007 @ 7:20 pm
untuk sebuah pendekatan dalam membangun pemahaman kita tentang hakikat hidup dan kesuksesan, saya kira contoh cecak memang sangat menarik.Saya justru memakai pendekatan ini ketika mencoba berfikir, kok cecak yg nggak bisa terbang justru makanannya yg bisa terbang. Artinya, ada aturan yg melampaui dimensi akal ketika kita bertanya tentang rezki setiap makhluk. Siapa yg mengatur demikian? Subhanallah, inilah ketetapan yang maha cerdas dalam menjamin kehidupan setiap makhluk. So, Manusia yg jauh melampaui cecak mestilah yakin bahwa segala potensi yg telah diberikan justru merupakan sebuah jaminan atas kelangsungan hidup dan rezkinya. Untuk memahami lebih dalam, ternyata ada kecerdasan lain yg bisa kita lihat, kecedasan hakikat. Jalani hidup ini tanpa harus banyak tanya.
Comment by fikri — September 20, 2007 @ 2:27 pm
yap……doa adalah segalanya….tuk jalani kehidupan.
kiat sukses :doa, usaha, ikhtiar, tawakal. insya ALLAH…
Selamat berjuang….
Comment by elang rudi — September 22, 2007 @ 8:39 am
Cicak aja sudah mempunyai segituh kesabaran nya,,, p lagi kita manusia harus lebihh malu dong ma cicak p kat dunia
Comment by Atep Aulia — October 2, 2007 @ 7:39 am
nyamuk punya strategi tersendiri bikin cicak nggak mau nerkem …pake manver sukhoi… namun si cicak tak mau berhenti dan putus asa dengan terkaman senjata anti manuver…dihitung2 dua duanya punya kemampuan masing… hanya pengalaman hidup menjadikan repleksi benteng diri… aduuh muuk jangan deket maaa yang merayaaaap… hehe…
Comment by nizam — November 11, 2007 @ 9:27 am
BAGUS BUAT RENUNGAN BUAT KITA YANG PUTUS ASA, JANGAN ANGGAP DUNIA KITA HANYA SKITAR MASALAH KITA SAJA, MASIH ADA PENCIPTA KITA YANG MAHA MENGATUR SEGALA YANG ADA DI DUNIA, KITA HANYA CIPTAANNYA DAN KITA JUGA JANGAN HANYA MELULU MENGHARAP, TAPI LEBIH PENTNG DARI ITU ADALAH USAHA YANG TANPA HENTI DENGAN DIIRINGA DOA.
Comment by DoSH — December 5, 2007 @ 6:32 am
nah kalo begitu agar usaha dan doa berjalan bagi yang butuh bantuan hukum dan keuangan bisa hubungi saya di 02171151698
Comment by alam — January 8, 2008 @ 9:36 am
Wah mas artikelnya bagus2… ijin co pas boleh mas???
Comment by Ramane — January 16, 2008 @ 5:35 am
cicak nyari daerah yang masih jarang ada nyamuk berdoa, begitu pula nyamuk nyari daerah yang jarang ada cicak berdoa, lama - lama tinggal cicak yang berdoa dan nyamuk yang berdoa, setelah itu nyamuk yang berdoa menunaikan kewajibannya untuk menjadi makanan cicak yang berdoa
Comment by Anonymous — January 27, 2008 @ 4:01 pm
emang rejeki udah ditatapkan oleh Allah sejak di ciptakan nya manusia itu tidak berkurang dan tidak berlebih ,klu kita merasa hari ini kita dapat dapat rejaki lebih dari hari yang lalu itu hanya hitungan atau perbandingan kita saja , sehingga sering orang berusaha keras namun dapat sedikit tapi ada yang berusaha biasa saja tapi dapat banyak sehingga apakah doa dan usaha kita bemberi bekas pada rejeki yang kita dapat , marilah kita renungkan dengan hati yang jernih ,pasti akan dapat jawabannya, seperti seekor cecak yang dari pagi dia diam di suatu tempat tapi banyak nyamuk yang datang ,namun seekor cacak yang lain yang merayak kesana kemari tidak ketemu se ekor cecakpun , kenapa ? Hanya cecak dan yang mendatangkan nyamuk yang tau ? Wallahua’alm
Comment by wahyuni — January 29, 2008 @ 3:45 am
yang kerja sungguh-sungguh tentu saja pahalanya lebih banyak. Dan salah satu pahala itu adalah diberikannya kenikmatan dengan penghasilannya itu. Seperti cerita raja yng bosa dengan makanan di istana, ternyata lahap sekali makan seadanya setelah bekerja memotong kayu. Kenikmatan muncul dari hati yang mensyukuri pemberian-Nya, setelah kerja maksimal diusahakan.
Buat Mas Ramane, copy paste boleh sekali…
Comment by khairulu — January 29, 2008 @ 6:17 am
kata embah saya, kalau ada orang pingin kaya hanya mengandalkan doa, hanya berdoa di pojok musholla, tanpa mau bersusah payah, yo…. krokotono kloso iku….
Yo doa sak cukupe, sak kuwate, teruussss usaha rek. silaturrahim nang konco, dulur, tonggo, engko lak nemu rejeki.. Pasti iki pasti….pasti
Comment by embos — February 10, 2008 @ 3:48 am
Keknya itu tokek deh.. ih mengerikan sekali.. Klo cicak sih anak gua sering makan. Cicak yang kecil, ditangkapin ama emaknya, trus digoreng tanpa bumbu. Katanya buat obat asma n kejang.
Comment by Joey — March 18, 2008 @ 8:47 am
saya butuh tokek:
-berat 5ons-1kg lebih..
-masih hidup
-gak cacat
klo ada yg punya tolong hub diki (08997399591)
ditunggu secepat nya..
di beli dengan harga pantas..
Comment by diki — May 17, 2008 @ 7:06 am
iyakali itu tokek.
Comment by yudi — August 6, 2008 @ 3:04 pm
hihihi…seru juga…ada ga hewan lain selain cicak?
Comment by unie — August 14, 2009 @ 5:07 pm
Anda punya tokek minimal 3 ons, susah jualnya /mau cari harga tinggi . Kami siap membantu anda untuk menjualkannya peminat serius hub.081317913852
Comment by NURDIN — November 16, 2009 @ 6:56 am