Wanita sebagai pengendali
Menjadikan para wanita sebagai pengendali keuangan. Itulah trik yang ditempuh Grameen Bank.
Grameen Bank memberikan modal membuat rumah sebesar 300 dolar dengan sebuah syarat : sertifikat tanah rumah tersebut atas nama istri. Hal ini memberikan perlindungan istri terhadap suami yang kurang bertanggungjawab.
Hal lain yang dilakukan Grameen adalah mengangkat ’leader’ dari kelompok ibu-ibu. Sekelompok wanita membentuk wadah penerima kredit. Kelompok tersbut bahu-membahu membantu anggotanya agar bisa mengembalikan kredit dengan lancar. Bila ada satu anggota yang macet, maka seluruh kelompok akan menanggung akibatnya dengan terhentinya kredit untuk sementara. Dengan demikian kelompok kecil tersebut termotivasi untuk saling membantu. (hal ini mengingatkan saya pada konsep Dasa Wisma (sepuluh rumah), yaitu pemberdayaan lingkungan dengan tanggung jawab pada kelompok kecil tiap 10 rumah di daerah Jawa jaman saya masih SMA dulu…)
Grameen memberikan kredit telepon (wartel) ke ibu rumah tangga. Memberikan kredit kepada ibunya seorang penjahit. Memberikan kredit kepada para istri penarik rickshaw (becak). Memberikan kredit untuk jualan permen dan sayur kepada pengemis sehingga berlatih menjadi mandiri. Strateginya adalah membuat ibu rumah tangga menjadi berdaya, dan sekaligus bertanggung jawab mengontrol keuangan. Para ibu-ibu itulah yang secara rutin membayar kembali kredit yang dipinjamkan. Kuncinya ternyata ada pada ibu-ibu!
Foto-foto dari perjalanan Rumi ini di pedalaman Bangladesh memberikan gambaran lebih jelas bagaimana Grameen bergerak untuk masyarakat bawah. Memang semangat Grameen ini pantas ditiru.







Kalo ga salah mas di indonesia juga sdh ada lembaga [ato malah byk] yg menggunakan konsep “menjadikan wanita sebagai pengendali” salah satunya koperasi wanita jawa timur [singkatannya lupa, puskowanjati?]…dan kabarnya Muhammad Yunus dulu pernah berkunjung ke sana. Saya jadi berpikir jgn2 konsepnya dari negara ini kemudian diadopsi oleh beliau & sukses. Saya sempat melihatnya di Kick Andy [lagi2] kalo ga salah ingat
Comment by MIZONers — April 22, 2007 @ 3:39 pm
ternyata wanita lebih layak jadi pemimpin dibanding laki2
Comment by wewe — August 7, 2007 @ 6:50 am
iya atuh wanita emang … pemimpin sejati … gimana ngga sejati … wanita kan pendidik, yang suka masak, yang harus siap kena resiko diomelin klo ngga menuhin aturan-klo ngga dari ortu,ya dari suami- … yang harus siap tangguh kalo da apa2.
yang punya perasaan lebih banyak dari pada logika.
yang ngga cukup di lukis sama warna di dunia ini …
hmmm … jadi bangga sama wanita
karena aku adalah wanita
… narcitZ
Ayo para Wanita ,.. kita tunjukin wanita2 indonesia especially moslem …
‘world could be shacking by us–hehe’
aduh kok over spirit ya
Comment by ishaqy — October 17, 2007 @ 12:48 pm