Melejitkan pengetahuan agama
(Ini tentang kemajuan teknologi. Contoh berikut ini buat teman-teman yang muslim. Tapi teman-teman kristiani dan agama lain pasti juga punya hal yang sama.)
“Wah, Bapak ini masih muda pengetahuan agamanya banyak ya…, ” komentar seorang kenalan. Demikian kira-kira sekelumit percakapan kecil setelah materi training SQ disampaikan. Dia melihat banyak sekali kutipan ayat dalam presentasi tersebut.
Sebenarnya dia salah menilai. Ilmu agama saya masih taraf siswa yang sedang belajar. Saya nggak hafal kitab suci, nggak juga jagoan dalam memakainya. Semua itu lebih banyak karena kemudahan teknologi yang membuat orang biasa seperti saya ini menjadi sedikit lebih berdaya. Dan satu lagi, saya merasa usia saya sudah tidak muda lagi.
Qur’an digital, itulah jawabannya. (Semoga Allah swt memberikan pahala sebanyak-banyaknya, dan kemuliaan setinggi-tingginya atas orang-orang shaleh dan pintar yang berperan mewujudkannya. Amin) Salah satunya adalah karya salah seorang guru saya yaitu bapak Sony Sugema (saya menganggapnya guru, mungkin beliau tidak mau disebut seperti itu) yang membuat software kecil Qur’an digital memanfatkan terjemah resmi dari Depag. Sekitar lima tahun lalu beliau memberikannya kepada saya. (Pak Sony ini yang mendirikan SSC di Bandung. Saya sudah tidak lagi bekerja untuk beliau, juga sudah lama tidak bertemu, tidak juga bisnis bersama, namun setiap kali menggunakan software Qur’an di komputer selalu saya teringat lagi kepada beliau. Semoga menjadi amal jariyah. Amin).
= - =
“Jadi apa do’a yang ada di Qur’an, itu loh yang disebut doa sapu jagat?” demikian kira-kira pertanyaan dari penguji. Waktu itu saya masih SMA, dan terikut seleksi tim CCA (Cerdas Cermat Agama) yang akan mewakili propinsi untuk ikut ajang MTQ Nasional. Pertanyaan itu sangat mudah (bagi penanya, yang kebetulan teman bapak saya!), dan secara telak saya gagal menjawabnya! Saya gagal seleksi. Rekan saya yang pernah belajar di pesantren lah yang akhirnya bisa ikut berangkat ke ajang nasional. Dia paling jago mencari ayat Qur’an rujukan dengan menggunakan sebuah kitab sakti dari pesantren, itulah kitab Fathurrahman. (Oh ya, doa yang dimaksud penanya itu adalah Rabbanaa aa tinaa fiddunyaa hasanah…dst di surat Al Baqarah 201.)
Sebenarnya isi kitab Fathurrahman itu adalah indeks Qur’an dalam bahasa Arab versi abad pertengahan yang sangat canggih di masa itu. Bila kita tahu kata kuncinya, maka kita bisa temukan ayatnya. Luar biasa. Saya yang orang biasa dan tidak pernah nyantri (kecuali pesantren kilat Ramadhan saja) sangat kagum dengan kemampuan teman saya itu. Luar biasa.
Alhamdulillah, berkat kemajuan teknologi kini muncul Qur’an digital. Terimakasih kepada Bill Gates dan kawan-kawannya dan juga para pembuat komputer lainnya. Tentu saja juga para orang shaleh dan cerdas yang mendigitalkan Qur’an. Inilah Fathurrahman modern! Tentu saja girang hati saya dengan kemajuan teknologi ini. Saya yang masih buta bahasa arab, juga nggak bisa pakai kitab Fathurrahman, tiba-tiba menjadi sedikit lebih berdaya.
Software Qur’an ini sederhana tapi luar biasa bermanfaat. Kalau ada topik yang ingin kita tahu, cukup ketik keywordnya, lalu search. Keluar hasilnya. Luar biasa. Saya pernah minta Pak Sony untuk membuatkan dalam versi Nokia Communicator (Symbian OS), namun tampaknya beliau belum sempat membuatnya. Nggak pa-pa, yang versi Windows ini juga oke banget.
Bila rekan-rekan berminat, silahkan download software Qur’an Digital buatan Pak Sony ini. Download juga yang buatan tim Al Qur’an Digital. Semoga bermanfaat.







mudah-2 an mudah membaca, juga diberi kemudahan malaksanakannya
Comment by dhany — February 15, 2007 @ 3:59 am
iya mas
aku sendiri udah punya
sayang
jarang aku buka sih
sebulan paling 1-2 X
content bukan aja arab dan tjemah
tapi jg sejarah, tata cara dll seputar al Quran
kita sekarang emang dihadapkan bnyk kemudahan
tapi juga dihadapkan jutaan godaan
gak salah kalau rosul bilang, kurang lebih bgni
“akan datang kaum yg tidak pernah melihatku, tak pernah bertemu dgn tapi mereka melaksanakan sunah2ku”
disebutkan kalo pahala mereka berX lipat drpd sahabat sampe sahabat pada iri
Comment by A.Purnomo — March 19, 2007 @ 6:22 pm
katanya untuk menjadi agamis kita harus menjadi realistis benar ga sih?
::: agama sebenarnya dipakai untuk menghadapi realita dengan ‘hati’. agama menyuruh kita hidup realistis, berpijak pada kenyataan dan bukan pada angan-angan kosong. mungkin itu maksudnya menjadi agamis harus menjadi realistis?
Comment by dhimas fauzi — May 19, 2007 @ 1:46 pm
subhanallah, hamba allah yang dhaif yang hanya bisa menerima tanpa bisa memberi, bersyukur dengan sangat atas usaha saudara2 di jalan allah untuk membuat alquran digital, insya allah dawam kebaikan pada pandangan allah, amin…
Comment by wasis haryono — June 24, 2007 @ 2:41 pm
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Perkenankan saya untuk ikut berbagi perihal Digital Qur’an v3, sebuah aplikasi Windows buatan Bpk. Sony Sugema yang menampilkan ayat dalam bahasa Arab, terjemahan dalam bahasa Indonesia/Inggris, sekaligus suara pembacaan dari ayat yang dimaksud.
Informasi lebih lengkap dapat diperoleh di http://digital-quran-v3.blogspot.com/.
Semoga bermanfaat. Terimakasih.
Wassalam
Comment by rinyuh — December 22, 2008 @ 7:49 pm
gimana ya… saya ko bodoh banget.. mau buka kitab fathurrohman ga bisa, kalo kitabnya sih aku punya.
Comment by azka mubarok — August 13, 2009 @ 7:36 pm