Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.


« Nganggur, kerja, ibadah, sama capeknyaMelejitkan pengetahuan agama »

February 10, 2007

Hadiah Setengah Empat

munajatYang tertulis di alarm ponsel adalah 03:30. Wah, pagi amat!

Tunggu sebentar, mungkin kalau kita sebut saja ‘setengah empat’ bisa menjadi tidak terlalu pagi. Tiga tiga puluh rasanya sangat dini, sedangkan setengah empat ya sudah dekat jam empat.

Apa sih nilai penting waktu bagi seseorang? Waktu mempunyai makna berbeda bagi setiap orang di berbagai kesempatan. Cobalah renungkan sejenak berbagai arti waktu berikut. (dikutip dari buku Sukses dengan Soft Skills tulisan Ichsan S. Putra, yang diadaptasi dari buku The 7 Habits of Highly Effective Teens oleh Sean Covey)

Untuk mengetahui arti satu tahun, tanya pada seorang siswa yang gagal SPMB (ujian masuk perguruan tinggi).

Untuk mengetahui arti satu bulan, tanya pada ibu yang melahirkan bayi prematur.

Untuk mengetahui arti satu minggu, tanya pada editor majalah mingguan.

Untuk mengetahui arti satu hari, tanya pada buruh harian yang punya enam anak untuk diberi makan.

Untuk mengetahui arti satu jam, tanya pada orang yang sedang mengerjakan ujian.

Untuk mengetahui arti satu menit, tanya pada orang yang ketinggalan kereta.

Untuk mengetahui arti satu detik, tanya pada seseorang yang selamat dari kecelakaan.

Untuk mengetahui arti satu milidetik, tanya pada seseorang yang memenangkan medali di Olimpiade.

Waktu memang sangat berarti bagi orang yang mengingnkan sesuatu. Demikian pula arti pukul setengah empat bagi sebagian orang.

Ini sebuah eksperimen kecil dari kebiasaan bangun pagi. Kebanyakan orang bangun pagi pukul 5 sesuai anjuran standar tidur 8 jam dari pukul 9 malam. Itu yang saya ingat dari petuah guru saya dulu waktu masih kecil. Jadilah pukul 5 menjadi waktu ideal untuk bangun. Jelas ini hanya persepsi psikologis, bukti ilmiah mana yang menunjukkan bangun pukul 5 lebih baik daripada bangun pukul 4? Bukankah yang lebih penting adalah kecukupan tidur, dan itu bisa disesuaikan dengan kebutuhan tiap orang?

Stephen Covey mengatakan bahwa untuk mendapatkan perubahan besar maka kita perlu mengubah paradigma (landas berpikir). Itulah kiat yang layak dicoba.

Mula-mula saya baca buku tentang Rahasia Shalat Shubuh (judul aslinya lupa, bukunya tidak ketemu, itu juga dapat minjem dari mertua saya). Ada yang menarik dalam buku itu, yaitu kisah si penulis ketika sedang tinggal di Amerika. Dia melihat bahwa banyak orang bule di sana berjalan-jalan pagi sebelum waktu shubuh. Perhatikan, kata si penulis, dia menemukan banyak orang (bukan hanya satu dua) yang berjalan-jalan pagi sendiri atau bersama anjungnya karena merasakan pentingnya jalan pagi. Mereka saja bisa bangun pagi untuk jalan-jalan, kenapa orang Islam merasa berat untuk bangun shalat shubuh? Penyebabnya karena masih menganggap shalat shubuh itu tidak bernilai.

Coba bayangkan, apakah Anda mau bila setiap bangun pagi jam empat Anda dibayar 1 juta rupiah? Tentu mau sekali! Sering kita bangun pagi-pagi karena perlu pergi keluar kota, atau pergi pagi demi pekerjaan dan sesuap nasi. Jika dibayar 1 juta tiap pagi, tentu semua orang berlomba-lomba untuk bangun pagi!

Nah, tahukah Anda bahwa Rasulullah pernah menyampaikan keutamaan shalat sunnat dua rakaat sebelum shalat shubuh? Kata Rasulullah, nilai pahala shalat sunnat dua rakaat sebelum shalat shubuh itu lebih baik daripada seluruh bumi dan seisinya! Beliau yang telah diberi ilmu tentang alam akhirat tentu sangat layak kita percaya petuahnya bahwa shalat sederhana dua rakaat itu memang nilainya lebih tinggi dari bumi ini dengan segala isinya. Nah, kalau shalat sunnat saja begitu luar biasa pahalanya, apalagi shalat shubuh!

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan subuh . Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan . (QS Al Israa’[17] : 78)

Pilih mana antara bangun jam 5 (bahkan sering telat menjadi jam 6) dan TIDAK DIBAYAR UANG, dibandingkan bangun jam 4 untuk shalat shubuh, juga sama TIDAK DIBAYAR UANG, TAPI DIBERI PAHALA yang pasti lebih baik dari seluruh bumi dan seisinya? Akal sehat tentu memilih yang kedua. Toh capeknya sama.

Berbekal pengetahuan itu, saya jadwalkan bangun pukul 04.30, lalu menjadi 04.00, dan pikir-pikir kenapa tidak jam 03.30 sekalian? Toh, capeknya sama.

Pukul 03.30, wah pagi banget? Nggak kok, ini Cuma setengah empat. Bangun pada jam ini kira-kira setengah jam sebelum waktu shubuh di wilayah Bandung yang kadang jam 4 kadang jam 4.30. Intinya adalah, bangun setengah jam sebelum waktu shubuh. Kenapa capek-capek bangun jam itu? Karena ternyata ada pesta berhadiah besar yang selama ini hanya diikuti segelintir orang saja di seluruh muka bumi ini. Tentu saja bukan pesta dugem! Tapi pesta pertemuan dengan Allah melalui shalat tahajjud. Hadiahnya? Lebih besar lagi, janji kemuliaan yang tinggi dan luar biasa.

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS Al Israa’[17] : 79)

Rasulullah SAW bersabda kepada Salman al-Farisi:

“Hendaklah kamu melaksanakan qiyamullail karena qiyamullail itu adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kita, sarana pendekatan kepada Allah, penghapus keburukan, pencegah dosa dan penangkal penyakit di badan.” (HR. A-Tabarani dan Al-Hatsami).

Juga ada hadits dari Rasulullah,

Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat. Jika seorang Muslim meminta kebaikan di dunia dan akhirat pada saat tersebut, maka permintaannya pasti diberikan kepadanya, dan itu terjadi di setiap malam. (HR Muslim)

Kata seorang shalih, “Detik-detik malam itu mahal. Karena itu Anda jangan memurahkannya dengan kelalaian.”

Betul, orang yang mendengar pemberian dan bonus ini dibagi-bagi di malam hari, pasti tidak akan melalaikannya! (demikian saya baca di buku Nikmatnya Qiyamul Lail, karya Bassam Athiyah. Lagi-lagi buku ini saya pinjam dari mertua.)

Jangan dibayangkan tahajud yang berat-berat. Saya sih orang malas, jadi ya pilih yang ringan-ringan saja. Cukup dua rakaat, itupun berdiri lama, sering jadi melamun, dengan sangat santai, tangan sengaja tidak bersedekap tapi menggantung di sisi tubuh (ini sih judulnya berdiri lunglai, masih ngantuk). Selesai dua rakaat, eh sudah malas, ya duduk saja bengong-bengong, sambil merenung-renung. Di kejauhan terdengar suara orang mengaji di masjid. Ketika adzan terdengar, barulah bergegas pergi ke masjid, menyusul orang-orang shaleh itu.

Suatu ketika pada Senin pagi tiba-tiba terlintas dalam pikiran, kenapa tidak sekalian coba puasa sunnat? Bukankah hal yang paling membuat malas puasa adalah bangun untuk sahur? Nah, sekarang kan masanya sahur, jadi kenapa tidak sekalian? Alhamdulillah, ternyata bangun setengah empat membuka kesempatan yang selama ini rasanya berat untuk dijalankan. Karena puasa sunnat, ya nggak maksain amat. Kadang puasa, kadang enggak. Daripada tidak sama sekali.

Bonus lainnya, bagi pemula kelas teri seperti saya ini, adalah indahnya langit malam ketika berjalan pulang pergi ke masjid yang berjarak sekitar 12 rumah untuk ikut jamaah shalat shubuh. Setiap kali saya selalu sempatkan menengadah ke langit, dan bila kebetulan langit sedang cerah maka taburan bintang-bintangnya menjadi lukisan eksotis yang menentramkan sekaligus menakjubkan! Terkadang sepenggal bulan tampak menggantung, menambah indahnya lukisan alam itu. (Beberapa waktu belakangan ini langit sering berawan karena musim hujan, jadi bonusnya untuk sementara tidak tersedia.)

Mungkin tidak banyak diperhatikan orang, sebenarnya sudah terdapat beberapa pemain senior yang sudah bangun sejak jam 2 malam untuk mengikuti pesta tersebut dengan lebih antusias. Dibandingkan mereka, saya yang bergelar insinyur ini betul-betul pemula kelas teri. Semua gelar tidak ada gunanya. Malu rasanya.

Apakah Anda akhir-akhir ini masih sempat menikmati indahnya langit malam? Atau kesibukan dunia telah membuat keindahan lukisan alam itu luput dari perhatian? Kalau berminat, mari kita coba bersama. Biayanya murah kok, cukup bangun sedikit lebih pagi, pelan-pelan saja secara berangsur-angsur, hingga bisa bangun pukul setengah empat pagi. Mudah-mudahan hadiah setengah empat itu bisa kita dapatkan. Amin.

(Untuk mengetahui arti jam setengah empat, tanyakan pada pemula kelas teri yang tertatih-tatih berusaha meraih sisa-sisa pesta dan bonus di sepertiga malam terakhir. Jawabnya, sangat berarti, friend!)

khairulu Silahkan beri komentar ya..., tanya, kritik, atau menambah ...
Komentar Anda akan turut menyempurnakan ilmu kami, dan berharga buat pembaca lainnya. Tks! - khairul -

12 Comments »

    Gravatar Image
  1. wah…ternyata kita sama-sama pemula…memang berat juga pada awalnya.pada umumnya lebih banyak yang menang ngantuknya daripada kemauan buat ibadah..tapi moga-moga buat yang kedepan kemauan buat ibadah bisa ngalahinm ngantuk….

    Comment by ari — February 12, 2007 @ 9:19 am

  2. Gravatar Image
  3. kayaknya asyik juga tuh bisa bangun pagi - pagi banget, dengerin ayam jago berkokok. and jangan sampai mau kalah sama ayam jago yang selalu lebih dulu bangun kemudian membangunkan kita. ayo mulai sekarang kita berusah untuk membangunkan ayam jago!!!! Jangan mau terus dibangunkan ma ayam. Semangat!!! Never say give Up!!! Morning is Beauty!!

    Comment by Ray — February 24, 2007 @ 3:52 pm

  4. Gravatar Image
  5. susah banget bangun pagi hanya untuk sholat shubuh. Kadang jam 5, tidak jarang pula lebih dari itu. Padahal kalau Liga Champions sudah bergulir, bangunnya pasti ontime, 2.30! Masyaallah.

    Comment by awal — March 3, 2007 @ 3:13 am

  6. Gravatar Image
  7. bener bgt,awalnya susah bgt bangun pagi,tapi setelah tw hadiah jam stgh emapt,q bner2 gmw telat bangun,q bner2 gmw keilangan hadiah itu,masa jatahku di ambil orang laen,ga rela tuhhhh
    sebenernya bagiQ msh byk low hadiah bgun pagi,tapi ga bz diungkapin pk kata2,cm bwt orang2 yg mw bgun pgi yg bz ngrasainnya,
    so,,,,ngapain bangun siang?????????
    RUGI KALE……….
    yuuuk bangun pgiiii
    uenak lowwwwww

    Comment by Anonymous — March 9, 2007 @ 6:05 am

  8. Gravatar Image
  9. Makasih mas, semoga Allah menambahkan dan mencukupkan rahmatNya bagi mereka yang bersyukur, Amin

    Comment by haroen — March 22, 2007 @ 3:30 am

  10. Gravatar Image
  11. kalo saya sdikit ada kesulitan bangun pagi karna saya bekerja pada malam hari jadi selesai kerja sekitar jam 2-jam 3,so waktu setngah empat itu waktunya saya merebahkan tubuh untuk istarahat sehingga sering kali waktu subuh terlewat,so aku minta saran dari temen2 semua bgaimana caranya supaya saya bisa yah..minimal saya bisa gak kebablasan subuhnya.terima kasih sebelumnya,ali

    Comment by aliasa — April 14, 2007 @ 6:27 am

  12. Gravatar Image
  13. wah benar nih

    Comment by putu sumandi yasa — May 3, 2007 @ 2:36 am

  14. Gravatar Image
  15. saya sering mengalami keraguan akan hal apa ang kualami

    Comment by putu sumandi yasa — May 3, 2007 @ 2:37 am

  16. Gravatar Image
  17. awlnya aku susah bgt bangun pagi,tp sekarang aku tdk tau knp?aku bangun pagi trs,malah kadang jam2/mlm.dan aku merasakan kenikmatan shlat tahajud+dzikir & sholat shubuh yang sangat sempurna!!trma ksh YA 4JJI.swt:”atas RAHMAT dan HIDAYAH yg tlh kau limpahkan kpd aku…”

    Comment by tri supangat — June 29, 2007 @ 9:01 pm

  18. Gravatar Image
  19. Yaa 4JJI.swt,,dengan berbagai keistimewaan diwaktu SHUBUH,aku momonh kpdMU dg ketulusan hati.ya 4JJI Engkau tau bahwasanya aku sangat mencintai yunes,jika dia memang yg terbaik untku,uku mohon.. berilah aku kesmpatan tuk bahagiakan dia,tuk membimbing dia kejalanMU.. sesugguhnya aku berserah diri kpdMU.dan ketentuanMU adh ADIL dan TERBAIK bagiku..amien.

    Comment by panjatzzzz — June 29, 2007 @ 9:16 pm

  20. Gravatar Image
  21. ingin menangis rasanya, mengetahui kemurahan-Nya pada kita dengan bonus yang demikian besar, yang seolah-olah cukup satu hari memenangkan bonus itu dan kita dapat bersiap menghadap-Nya(mati) dengan tenang dan bahagia.
    Satu tips yang pernah saya dengar dan telah saya lakukan, sebelum tidur berwudhu dulu lalu niatkan bangun tengah malam (jam 2 ato 3 pagi), maka Allah akan pasang Malaikat Weker untuk bangunkan kita. Begitu mata terbuka jangan ditutup lagi, langsung ambil handuk dan guyur badan dengan shower air dingin jangan air hangat (dijamin badan akan segar, note: jangan air dari bak mandi, air itu akan dingin, tapi langsung dari shower/slang air), then tubuh kita akan siap menghadap-Nya. Semoga bermanfaat, saya juga beginner yang mencoba meraih bonus-Nya.

    Comment by kanali — September 8, 2008 @ 7:08 am

  22. Gravatar Image
  23. Thanx bgt artikelnya.krn buat aq yg pemula ni jd smgt,skrg ni aq lg cb bgn j segt,mski kdg msh brt n br bgn pas j 5.minta doanya biar qt sm2 bs tahajud bersm sm n meraih hadiah t’indah dr Allah,amiin:-)

    Comment by Dee — February 28, 2009 @ 2:56 pm

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2007/02/07/kiat-tidur/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here