Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.


« HeroRahasia Teletubbies »

January 16, 2007

Cita-cita tinggi tanpa frustasi



Prestasi yang tinggi selalu diawali cita-cita yang tinggi.
Charles Kattering

“Kalau cita-citanya terlalu tinggi, kemudian tidak tercapai, kan jadi frustasi dong….”

peraih puncakBercita-cita memang menyimpan dilema. Kalau cita-citanya rendah, biasanya pencapaian juga rendah. Kalau cita-cita tinggi, paling tidak hasilnya di tengah-tengah. Kalau cita-cita rendah, lalu hasilnya tinggi, itu namanya beruntung. Sayangnya, kebanyakan diri kita bukanlah orang yang sering beruntung seperti Si Untung, temannya Donald bebek. Kita mungkin lebih mirip si Donald.

Memang citra-cita yang tinggi beresiko mengalami frustasi. Manusia menjadi kecewa bila antara harapan dengan kenyataan ternyata tidak sesuai. Bahkan andaipun kenyataan itu bernilai lebih tinggi dari harapan, tetap bisa mengalami kekecewaan. Ibarat kita di tengah padang pasir yang terik, kemudian kita kehabisan bekal minum, tentulah saat itu sangat mengharapkan untuk mendapatkan air. Jika saat itu pula kita mendapatkan sebuah batu permata yang bernilai sangat tinggi, tentulah kita tetap akan kecewa karena temuan itu tidak sesuai dengan harapan saat itu. Batu permata itu tak berguna juga akhirnya andai kita mati kehausan. Jadi setiap harapan, cita-cita, menyimpan potensi kekecewaan. Kalau begitu, apakah sebaiknya kita mengurangi cita-cita kita agar tak jadi kecewa?

Tentu saja jawabnya adalah sebuah ‘jalan tengah’. Kita wajib bercita-cita setinggi langit (hei, siapa tahu cita-cita tersebut tercapai, seperti yang dialami John Goddard yang meraih 109 dari banyak cita-citanya), dan di sisi lain kita juga mengembangkan kiat bersiap menghadapi kemungkinan kegagalan meraih cita-cita itu.

Beginilah kiatnya : jadikan sebuah cita-cita mempunyai multi tujuan.

Maksudnya adalah, setiap kali kita mempunyai cita-cita, maka kita menempelkan terhadapnya beberapa alasan sekaligus kenapa kita menginginkannya. Misalnya, seorang anak SMA yang ingin ikut ujian masuk perguruan tinggi untuk masuk jurusan Teknik Elektro ITB misalnya, tentu akan menjadi kecewa bila ternyata dia gagal meraihnya. Sering terjadi karena gagal seleksi masuk tersebut, seorang anak SMA menjadi sedih luar biasa, bahkan menjadi frustasi dengan hidupnya. Kiat yang harus dilakukan oleh anak tersebut (termasuk oleh orang tua dan gurunya) adalah memberikan alasan yang lebih banyak kenapa anak tersebut ikut ujian seleksi masuk perguruan tinggi.

Misalnya, tujuan ikut ujian seleksi masuk adalah :

  • Ingin kuliah di Teknik Elektro ITB, agar masa depan menjadi cerah.

Kenyataan : gagal! Maka ia gagal 100%.

Lalu kita ubah dengan kiat multi tujuan, sehingga ikut seleksi masuk memiliki tujuan sebagai berikut :

  1. Ingin kuliah di Teknik Elektro ITB, agar masa depan menjadi cerah.
  2. Berusaha untuk mengusahakan masa depan yang lebih baik adalah ibadah.
  3. Belajar keras juga akan menyenangkan hati orang tua, karena menunjukkan sikap bersungguh-sungguh dan menghargai dorongan orang tua selama ini. Ini juga ibadah.
  4. Ingin tahu sejauh mana kemampuan diri, dengan menguji diri melalui seleksi masuk perguruan tinggi.
  5. Menikmati permainan, tampaknya ujian ini seperti permainan dimana selain kemampuan juga dituntut strategi. Ini sangat menantang dan mengasyikkan.
  6. Bisa belajar bareng teman-teman, dan terutama menjadi lebih dekat dengan ‘si doi’, teman yang selam ini ditaksir diam-diam.

Misalnya seperti itu, jadi daripada hanya 1 alasan kini menjadi 6 alasan. Nah, bila alasan pertama yaitu masuk Teknik Elektro ternyata gagal, maka masih banyak yang bisa dicapai, yaitu pahala ibadah, restu orang tua, tahu posisi kemampuan diri, sudah ikut menikmati permainan, juga jadi punya pacar (karena ternyata ‘si doi’ gagal juga, senasib!). Nah, artinya hanya gagal 1 dari 6 tujuan, alias hanya gagal 17%.

Nah, itu baru namanya cerdas!

Jadi kalau Anda punya cita-cita yang tinggi (rumah yang bagus, karir yang oke, naik haji, dsb) ingat-ingatlah untuk menambahkan sebanyak mungkin alasan kenapa kita ingin mencapainya. Sehingga walau cita-citanya tinggi namun anti kena depresi, jadi kita selalu bisa gembira!

“….. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS: 2 - Al Baqarah : 216)

khairulu Silahkan beri komentar ya..., tanya, kritik, atau menambah ...
Komentar Anda akan turut menyempurnakan ilmu kami, dan berharga buat pembaca lainnya. Tks! - khairul -

6 Comments »

    Gravatar Image
  1. Yup…setuju…
    karena sebetulnya ujung yang kita cari adalah kebahagiaan bukan keinginan-keinginan yang kadang tanpa ujung dan akhirnya frustasi…

    Terkadang kita diberikan sesuatu olehNya yang tidak sesuai dengan keinginan kita tapi itu terbaik buat kita, who know?

    Comment by nur maulidiyah — January 18, 2007 @ 1:37 am

  2. Gravatar Image
  3. Hehehehe… bener mas, lagipula ada hadist qudsi yang mengatakan bahwa Allah itu menurut prasangka hamba-Nya. Kalo hambanya optimis dan bercita-cita tinggi insya Allah akan dibantu oleh-Nya

    Comment by Qzoners — January 18, 2007 @ 9:35 am

  4. Gravatar Image
  5. kita harus bisa membedakan antara kebutuhan dengan keinginan
    mengetahui antara kemampuan (capacity) dengan harapan (hope)

    makanya kita diajarin tuk doa sapu jagad sehabis doa
    baik di dunia dan akhirat
    jadi, doa kita yg kurang bener
    bisa direvisi dan disempurnakan dgn doa ini

    kalau udah doa, ikhtiar sempurna, tawakal penuh
    n kagak bhasil
    kita khusnudzon aja
    bisa jadi 4JJI mberi jalan laen buat kita
    gitu?

    Comment by A.Purnomo — March 19, 2007 @ 6:33 pm

  6. Gravatar Image
  7. iya..setuju. Nuhun ilmunya.

    Comment by esa — January 11, 2008 @ 8:10 am

  8. Gravatar Image
  9. Iya mas,benar kata anda….
    Sekarang saya jadi sadar kalo yg saya pkirkan selama ini salah
    Karena contohnya sangat nyata sekali,seperti yg saya alami,heheeee
    Mungkin Tuhan memang memberikan jalan lain buat saya
    Trimakasih atas wejangan2nya….

    Salam kenal,icemint….

    Comment by icemint — August 7, 2008 @ 2:35 pm

  10. Gravatar Image
  11. Khairul aku mo nanya kenapa ya…banyak bgt orang yg FRUSTASI terhadap PIKIRAN dll??

    ::: jwb: sifat manusia mmg mudah berkeluh kesah dan sering tidak bersyukur. Krn terlalu fokus pd kegagalan, dan lupa melihat adanya nikmat lain, maka bnyk org mudah frustasi. Kalau kita pandai bersyukur, pastilah jauh dr frustasi. (khairul)

    Comment by vYra — March 19, 2009 @ 11:47 am

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2005/09/16/sukses-yang-menyenangkan-dan-sukses-yang-membahagiakan/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here