Antara minat dan bakat
“Pak, saya itu ingin jadi musisi. Bagaimana menurut bapak, apa yang perlu saya lakukan?” tanya seorang pelajar SMA 4 Bogor. Waktu itu ada seminar SEPIA yang membahas tentang perkembangan teknologi di masa mendatang, dan pentingnya mengembangkan 5 kecerdasan.
“Sekarang coba saja dik, membuat sebuah lagu. Coba buat yang sebaik-baiknya. Kalau memang bisa, berarti kamu berbakat di bidang musik,” demikian saran saya kepada pelajar tersebut.
Peter Pan nyanyi, sukses. Samsons nyanyi, sukses juga. Ribuan anak muda lainnya punya mimpi yang sama, merintis karir di jalur musik, dan meraih sukses di masa depan. Ribuan anak muda punya mimpi, ribuan anak muda mungkin berujung kecewa.
Jangan gitu dong pak, jangan ngecilin hati dong…., begitu mungkin yang terbetik dalam pikiran para anak muda.
Minat dan bakat memang sesuatu yang berbeda. Berminat belum tentu berbakat.Ibaratnya, banyak orang sangat berminat dengan sepakbola (lihat saja sekarang sedang populer main futsal di mal, atau GOR). Namun apakah kalau kita sangat berminat berarti juga berbakat? Ya jelas beda. Berminat tak ada kaitannya dengan bakat. Banyak yang minat sepakbola, namun tak sampai sepersersatus bakat David Beckham. Sama saja, banyak yang berminat dengan musik, bahkan tergila-gila dengan musik, dan tak satupun karya lagu yang bisa dia telorkan. Minat berbeda dengan bakat.
Sebaliknya yang berbakat sering tak berminat. Yang punya sense tinggi untuk membuat komposisi indah dalam memotret, tak berminat buka studio foto. Yang berbakat tinggi dalam matematika, tak berminat menjadi peneliti. Yang berbakat menulis, mungkin tak berminat mengirim tulisan ke koran atau majalah. Yang berbakat tak berminat, yang berminat tak berbakat. Dunia memang sering terbalik-balik.
Namun minat itu sangat penting dalam dunia pekerjaan. Seorang anak muda yang hobi banget musik, mungkin memang tidak perlu jadi musisi atau penyanyi. Dia bisa bekerja di toko kaset, dan bisa menjadi sales yang bagus karena bisa memberikan rekomendasi musik kepada pelanggan. Atau dia bisa bekerja di event organizer, menyelenggarakan konser musik dimana dia bisa ikut turut menikmatinya. Atau menjadi kritikus musik, menjadi penyiar radio (bagian milih lagu), dan sebagainya. Yang jelas, hobi musik jangan terus diartikan akan sukses sebagai musisi, tapi memang bisa meraih sukses di bisnis sekitar musik. Kerja yang paling menyenangkan itu bila melakukan sesuatu di sekitar apa yang kita sukai. Jelek-jeleknya kalau hobi musik tapi bikin lagu nggak bisa, mau nyanyi suara serak kering, wajah tidak menjual, ya tetap bisa ikutan jualan tiket pertunjukan musik. Lumayan kan?
Seorang teman yang hobi mobil berhasil menyelenggarakan event modifikasi audio mobil, padahal dia sebenarnya sarjana teknik yang tidak terkait dengan mobil maupun audio. Dia sukses menggalang sponsor. Seorang lain, yang hobi balap motor, sukses berjualan jaket dan asesoris pembalap. Ada banyak bisnis di sekitar apa yang kita minati. Boleh jadi memang jualan tiket pertunjukan musik itu adalah peluang emas yang paling cocok bagi Anda yang tergila-gila dengan musik tapi tidak juga berhasil menelorkan sebuah lagu pun.
Perhatikan minat Anda, perhatikan bakat Anda. Kemudian, carilah peluang yang sesuai bakat Anda di sekitar minat Anda itu.
Artikel relevan tuk disimak :







nah minat & bakat mas Khairul sendiri apa ? mungkin bisa dibagi ceritanya ..bgm menemukannya dan tentu saja bgm membangun peluang darinya
thx
::: tadinya mau dijawab di sini, akhirnya kepanjangan malah jadi tulisan Evaluasi bakat diri.
Comment by MIZONErs — December 9, 2006 @ 3:58 pm
Kalo minat dan bakat emang beda. Nah, yang saya agak bingung tuh antara jenius dan berbakat. Soalnya katanya jenius itu belum tentu berbakat. Nah lho??
Comment by QZoners — December 9, 2006 @ 10:35 pm
Saya tidak terlalu peduli dengan bakat, soalnya kalau dibandingkan dengan yang tidak berbakat perbedaannya hanya soal waktu. Jika berbakat, maka dia belajar satu hal bisa cepat, sedangkan yang tidak bisa lebih lama. Jadi, intinya kemauan keras dan keseriusan.
Comment by Hedi — December 10, 2006 @ 10:34 am
Slm..
seseorang ingin menjadi musisi, ia menceritakan apa yang dia rasa dan dituangkannya menjadi nyanyian, namun sama sekali tidak mengerti tentang musik, bahkan cara membuat lagu.
kira-kira apa yang bisa anda lakukan untuk membuat orang tersebut menjadi seorang musisi??
apa yang harus dia lakukan?
::: mencari mitra yang bisa bikin lagu, tapi susah bikin syair. memang kita perlu bekerjasama. khairul
Comment by iz — November 12, 2007 @ 1:00 am
nih ada sedikit cara untuk merenungi bakat dan minat kita.
www.uta888.wordpress.com
Comment by uta888.wordpress.com — February 25, 2008 @ 10:38 pm