Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.


« Norman Borlaug, pemberi makan duniaJatuh cinta lagi dan antinya »

November 22, 2006

Bagaimana mengenali bakat diri?

Filed under: Kiat, Topik Personal

Setiap orang adalah individu yang unik. Setiap orang juga bertanggung jawab atas dirinya sendiri untuk menemukan misi hidupnya masing-masing. Agar kita bisa berkontribusi maksimal, tentunya akan sangat baik bila kita bekerja di bidang yang paling sesuai dengan keunikan kita. Ibaratnya bisa menjadi ikan dalam air, atau burung di udara.

Mengenali bakat merupakan hal yang gampang-gampang susah. Kenalkah Anda dengan JK Rowling? Itu loh, penulis Harry Potter yang buku terakhirnya terjual 8.9 juta hanya dalam waktu semalam di Amerika dan Inggris saja. Semula dia kerja sebagai pelayan toko. Hidupnya susah karena pendapatan yang pas-pasan. Tak disangka dia ternyata berbakat mendongeng. Setiap malam dia mendongeng kepada anaknya, yang kemudian oleh anaknya diceritakan kembali kepada teman-temannya. Tak disangka, dari sanalah muncul motivasi menulis buku fiksi Harry Potter yang ternyata sukses luar biasa di pasaran.

Bagaimana kita bisa mengenali bakat kita sendiri?

Berikut ini empat hal yang bisa dijadikan dugaan awal terhadap apa bakat kita, yaitu : reaksi spontan, tanda masa kecil, cepat belajar, dan kepuasan.

Reaksi spontan

Langkah pertama mengenali bakat adalah memperhatikan reaksi spontan kita terhadap situasi yang muncul. MIsalnya Anda sedang berjalan-jalan di keramaian. Tiba-tiba ada teriakan keras, “Copeet…!” Apa reaksi Anda? Lari mengejar copet? Menghibur korban? Berdiri mematung menganalisa situasi? Bertanya-tanya ke beberapa orang, membuat konfirmasi atas kejadian sebenarnya? Semua itu adalah pilihan yang mungkin diambil. Manakah pilihan spontan Anda? Kalau Anda langsung bertindak, berarti Anda orang yang praktis dan desisif (membuat keputusan cepat). Pada satu situasi yang mendesak bakat mental seperti ini sangat berguna, karena Anda segera bertindak. Pada situasi yang lain, bakat ini justru merugikan, misalnya karena tidak melakukan konfirmasi maka bisa terjebak pada kesalahan penilaian. Bukankah bisa saja yang teriak “copeet..” itu ternyata adalah temannya si copet yang mengalihkan perhatian? Bisa saja ada orang lain yang kemudian menjadi salah sasaran Anda gebukin padahal dialah korban copet yang sesungguhnya.

Yang penting adalah, mengenali reaksi spontan kita. Apakah kita orang praktis? Apakah kita orang analitis? Apakah kita orang yang waspada (sehingga melakukan konfirmasi lebih dahulu)?

Contoh lain, misalnya Anda diajak datang ke sebuah pesta. Apakah Anda akan langsung berbaur dan mengobrol dengan orang lain, bahkan dengan orang yang baru Anda kenal? Ataukah Anda mengambil segelas minuman, lalu berdiri di pojok mengamati orang-orang lain? Atau Anda sibuk dengan ponsel Anda sendiri kirim-kirim SMS ke orang lain dan tidak peduli dengan pesta? Hal ini menunjukkan apakah pribadi Anda introvert (cenderung ke dalam) atau extrovert (cenderung ke luar).

Semua reaksi spontan Anda menunjukkan bakat mental yang sering disebut kepribadian.

Tanda masa kecil

Tanda masa kecil (yearnings) menunjukkan apa bakat natural Anda. Von Neumann, lahir di Hungaria tahun 1903, adalah perumus dasar-dasar komputer. Pada usia 6 tahun telah mampu menghitung pembagian 8 angka hanya di kepala. Pada usia 8 tahun dia sudah belajar kalkulus. Dia juga punya ingatan fotografik, cukup membaca sekilas buku telepon, dia bisa mengingatnya kembali dengan persis. Von Neumann menjadi peletak dasar-dasar komputer. Dia juga arsitek yang merancang bom atom Fat man, yang dijatuhkan di Nagasaki oleh tentara sekutu.

Anna Mary Robertson Moses lahir di pertanian dekat New York. Sejak kecil dia senang mencampur warna, dan membuat sketsa indah dari berbagai buah-buahan. Namun kehidupan pertanian membuatnya tak lagi melukis hingga 40 tahun lamanya. Pada usia 78 tahun barulah dia memiliki waktunya untuk melukis. Selama 23 tahun kemudian hingga saat kematiannya, Moses melukis ribuan karya, dan kemudian terkenal sebagai artis lukis Grandma Moses.

Apa ciri bakat kita saat masa kecil? Pada bidang apa karya Anda masa kecil diakui oleh lingkungan?

Cepat belajar

Cepat belajar (rapid learning/ fast learning) merupakan tanda bahwa Anda berbakat pada bidang tersebut. Terkadang kita sendiri tidak tahu, sampai suatu ketika mendapat kesempatan mempelajari hal baru, dan… blam! rasanya begitu mudah menguasainya.

Henri Matisse tidak pernah menyentuh kuas hingga usia 21 tahun. Pekerjaan sehari-hari adalah klerk seorang pengacara. Sampai suatu ketika dia sakit flu berat, sehingga harus istirahat di tempat tidur. Ibunya berusaha mencarikan kegiatan pengisi waktu. Saat itulah ibunya memberikan seperangkat kuas dan cat. Empat tahun berikutnya dia diterima sebagai mahasiswa berbakat di sekolah seni Paris.

JK Rowling, penulis Harry Potter, juga tidak menyadari punya bakat mendongeng hingga teman-teman anaknya menyatakan begitu menariknya kisah Harry Potter. Kini dia wanita kedua terkaya di Inggris, kalah hanya oleh Ratu Elizabeth.

Jim Clark, seorang dosen yang jenius namun hidupnya kacau balau hingga 2 kali perkawinannya hancur. Lulus SMA dia melamar sebagai tentara Navy. Prestasinya sebagai kelasi begitu buruk sehingga sering dibilang bodoh oleh para atasannya. Sampai suatu ketika salah seorang instrukturnya bilang sebaiknya dia kuliah saja, karena tampaknya dia punya bakat matematika. Dan benar, dia meraih PhD di Computer Science! Setelah itu dia menjadi dosen. namun kebiasaan buruknya yang sering mengabaikan keluarga membuatnya bercerai. Tahun 1978 dia juga dipecat dari New York Institute of technology karena membangkang. Tak dijelaskan bagaimana, dia bergabung ke Stanford University. Pada usia 38 tahun, Clark yang menderita depresi berat, tiba-tiba menemukan pencerahan. Ternyata kehidupan kacaunya itu dikarenakan dia terlalu kreatif sehingga selalu mencari hal baru. Clark terlalu banyak ide. Sejak itu dia mendirikan perusahaan bernilai milyaran dolar, mulai dari Silicon Graphic Inc. (SGI), Netscape (pembuat browser internet), hingga Healtheon (perusahaan medical di internet) yang semuanya sukses besar jual saham dalam IPO. Bakat Jim Clark adalah ide dan visinya.

Tentunya Anda juga ingat dengan Kolonel Sanders. Dia memulai bisnis ayam goreng di usia 66 tahun. Ternyata bisnis restoran adalah hal yang menarik dan mudah dia pelajari.

Kalau ada bidang yang Anda begitu cepat menguasainya, mungkin di situlah bakat Anda.

Kepuasan

Ciri-ciri kita berada di jalur yang benar adalah kalau kita merasa puas dengan apa yang kita lakukan. Orang-orang yang sukses di berbagai bidang menunjukkan kepuasan terhadap pekerjaan mereka, baik pekerjaan itu menghasilkan banyak uang maupun tidak. Kalau Anda senang melihat orang lain tumbuh karena bimbingan kita, maka Anda berbakat menajdi pembina/pendidik. Kalau Anda puas dengan menciptakan hal baru, yang unik dan beda, mungkin Anda berbakat menjadi kreator. Kalau Anda puas bisa traveling ke berbagai penjuru dunia, mungkin Anda berbakat menjadi explorer, seperti Marco Polo dan Ibnu Batutah.

Seringkali yang membuat puas bukanlah sesuatu yang tampak secara fisik. Anda mungkin dosen, yang kadang suka kadang tidak dengan pekerjaan Anda. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata Anda malas mengajar, tapi selalu tertarik dengan berita-berita riset terbaru. Jadi sebenarnya bakat Anda ada di riset, jadi bisa berada dimana saja, misalnya bergabung dengan grup riset di perusahaan besar. Seingat saya, Bondan Winarno adalah seorang pegawai maskapai penerbangan (atau di sekitar itu) yang melakukan banyak perjalanan ke luar negeri. Namun dia lebih dikenal sebagai kolumnis di majalah, yang menceritakan banyak pengalamannya saat pergi ke berbagai negara. Ternyata hobi dia yang lain adalah makanan (kuliner), bukan sebagai pembuat tapi sebagai penikmat makanan. Sekarang dia mengasuh rubrik kuliner di salah satu stasiun TV. Mungkin dia memang berbakat menjadi seorang explorer.

Apa saja yang membuat Anda puas?

Apapun kondisi dan pekerjaan Anda sekarang, tidak ada salahnya untuk terus mencari bakat terbaik kita. Kadang memang kita sendiri, entah kenapa, tidak peka dengan panggilan bakat kita. Tugas kita menemukannya, sampai kapanpun itu akan ditemukan. Seperti kata bijak dari timur, ” Setiap diri kita ini mempunyai misi, tugas kita adalah menemukan dan menjalaninya.”

Disarikan dari buku Now, Discover Your Strengths karya Marcus Buckingham.

Artikel terkait : Menjadi Landak
Mengatasi kelemahan diri

khairulu Silahkan beri komentar ya..., tanya, kritik, atau menambah ...
Komentar Anda akan turut menyempurnakan ilmu kami, dan berharga buat pembaca lainnya. Tks! - khairul -

20 Comments »

    Gravatar Image
  1. em.., mpe skrg (22 th)sy ko blm jg mnemukn kekuatn/potensi sy dmn y mas? bbrp buku trkait dah prnh dbaca, tp ko ngerasa g ngefek gt.. pun jg tulisan di atas.., saya ga tau sy bs cepet klo blajr apa, trus jg dl wkt kecil ngerasa ga ada yg bgtu menonjol dlm diri saya, tdk spt cnth2 yg diceritkn d atas. slama ini saya sekolah, belajar, dan juara kelas, that’s all. dan sy jg bkn tipe2 org cerdas yg cpet ngerti klo diajarin.. sy fikir, dl sy bs juara krn sy rajin aja. skrg dah lulus kuliah (freshgraduates nee =D), sy bingung.. sy merasa ga punya keahlian gt. apa yg hrs sy lakukan? terima kasih atas jawaban mas khairul, balesnya tlg k email saya aja ya mas, nuhun.

    ::: kita tidak bertanding dengan siapa-siapa kecuali diri kita sendiri. Bisa nggak diri kita yang nanti lebih baik dari yang kemarin. Bisa nggak semakin lama semakin bermanfaat hidup kita ini. Pencarian bakat diri itu ditujukan agar kita bisa bermanfaat semaksimal mungkin bagi umat manusia (kan kita nggak mau cuma ikut numpang lewat dalam hidup ini kan?). Saya yakin kita pasti diberi suatu keunikan, walaupun saat ini mungkin belum disadari. Bukan hanya Putri, banyak orang juga masih gamang dengan bakatnya sendiri. Jadi itu hal normal. Yang perlu disadari, bahwa dengan semua karunia yang telah diberikan kepada Putri (sedikit sekali loh, orang yang dapat kesempatan seperti Putri), pastilah ada yang dititipkan Tuhan kepada kita. Sebuah misi hidup. Proses mencari apa sumbangan yang terbaik bisa kita berikan itu juga sebuah tindakan amal yang berpahala. Jadi, selamat terus mencari. Pencarianmu itu selalu dilihat oleh Dia yang di atas sana… :)

    Comment by putri — December 1, 2006 @ 4:27 am

  2. Gravatar Image
  3. Assalamu alaikum wr. wb.

    Mas Khairul, saya sangat kagum dengan pencapaian Anda hingga saat ini. Semoga amal Anda dan ilmu-ilmu yang disampaikan mendapatkan balasan yang jauh berkali-kali lipat. Seperti yang Anda sampaikan, lewat tulisan di atas, bakat seseorang harus dicari dan dijalani. Pertanyaannya, sering kali usaha kita itu terhalangi oleh sesuatu yang berada di luar kontrol kita. Bagaimanakah cara mengatasinya? Kedua, bisa Anda ceritakan secara singkat bagaimana Anda bisa menemukan bakat Anda dalam bidang tulis menulis dan bagaimana sejarah munculnya konsep SEPIA dari Anda itu? Terima kasih.

    Wassalamu alaikum wr. wb.

    Comment by xanthoniar — December 17, 2006 @ 10:50 am

  4. Gravatar Image
  5. as5.mas slama ini saya mmengalami kebingungan.saya tidak tahu sebenarnya bakat saya itu apa?tapi dalam benak saya banyak sekali ide-ide yang muncul tapi saya tidak pernah keluarkan ide-ide itu.dan saya pun senang menulis. saya tertarik dengan dunia jurnalistik.kata orang-orang saya ini pintar tapi menurut saya.saya ini tidak tahu apa-apa?tapi sekarang,ketika umur saya 18 tahun dan masuk kuliah jurusan statistik keinginan tahu saya besar sekali.saya ingin sekali melakukan sesuatu hal yang yang dapat bermanfaat bagi setiap orang yang ada di sekitar saya,mohon bantuannya ya mas,makasih!

    Comment by puput pujiawati — March 6, 2007 @ 4:19 am

  6. Gravatar Image
  7. ass, wah salut buat mas khoirul, smg smkin hri smkin bnyk mlhirkn pemikirn yng sngat membangun. sy ingin menyakan ttg implementasi konsep kecrdasan majemuk olh howard gardner dan apabila di terapkan dalam strategi pendidkan agama islam.
    bagaimana menurut mas khoirul ttg konsep tersebut dan bagaimana strategi yang bagus yang dpt di terpakna di lembaga pendidikan kita khuhsnya dalam proses pembelajarn pendidikan agama islam.
    makasih.
    skses bwt mas khoirul
    wass

    Comment by desi — March 13, 2007 @ 1:36 am

  8. Gravatar Image
  9. Ass.Mas Khairul. Dulu saya sedih sekali karena saya kayaknya salah masuk jurusan waktu SMA karena ‘gengsi’ melihat banyak teman yang masuk IPA sedangkan waktu itu saya hanya ‘ikut-ikutan saja. Saya lulus tapi kurang sesuai dari harapan saya dan sempat frustasi juga. Kurang menyenangkan karena ternyata guru suku mengatakan kalau saya kurang bisa misalnya fisika dibandingkan teman yang lain. Padahal mungkin memang setiap otang kepintarannya berbeda. Dengan membaca blog ini saya jadi berkata,”oh iyah saya suka menulis & I will do everything to get stories although my short stories have published yet. Cai yo!!!!!

    Comment by Neverty Agisti — April 16, 2007 @ 4:04 am

  10. Gravatar Image
  11. saya benar2 menikmati artikel anda. terima kasih banyak untuk artikel anda yang sangat bagus dan bermanfaat, semoga ke depan artikel anda makin bertambah banyak. semoga sukses selalu.

    Comment by nawi — April 23, 2007 @ 7:34 am

  12. Gravatar Image
  13. Luar biasa. Tulisan anda sangat mencerahkan saya. Terima kasih. Saya jadi ingin tahu, apakah bakat itu harus selalu yang kita jadikan profesi? Dan akan selalu menghasilkan uang? Saat ini saya seorang pegawai swasta di bidang peralatan pertambangan dengan penghasilan yang cukup, tapi merasa belum bahagia. Karena pekerjaan ini mengharuskan saya jauh dari keluarga. Saya merasa berbakat menjadi konsultan, mentor, advisor. Bidang yang saya minati adalah buku-buku dan dunia TI. Apa saran anda agar secara finansial saya tetap cukup dan sekaligus bahagia berkumpul dgn keluarga?

    Comment by firmana — May 9, 2007 @ 5:42 pm

  14. Gravatar Image
  15. bakat,minat dan hobi, semua itu sangat komplet dan berkaitan, apabila kita tidak mengetahuinya denagn jeli, sampai anda membaca tulisan ini pun pasti anda belum menemukan apa bakat anda,minat, dan hobi anda. ya bukan?
    sungguh tak di pungkiri lagi apabila anda lepas dari kontrol dan anda belum sempat menemukan kelebihan yang anda miliki itu sungguh naif.

    Comment by dayat — August 16, 2007 @ 4:41 pm

  16. Gravatar Image
  17. bakat memang merupakan anugerah yang dibawa oleh individu sejak dia dilahirkan namun bakat sangat ditentukan oleh fasilitas yang ada disekitar individu.Bakat tidak begitu saja dapat kita ketahui tanpa adanya usaha untuk menggalinya.usaha - usaha itu diantaranya dengan adanya minat,motivasi,serta konsep diri.diperlukan adanyamotivasi adalah karena tanpa adanya dorongan dari dalam dirinya sendiri,tidak mungkin dia tergerak untuk melakukan atau mencoba sesuatu.motivasi juga sangat berpengaruh ketika seseorang itu mengalami hambatan dalam mewujudkan bakatnya agar individu itu tidak cepat putus asa.Jadi kesimpulannya adalah bahwa bakat tidak akan muncul dantidak akan diketahui tanpa ada usaha untuk memunculkannya.

    Comment by rina amalia — October 26, 2007 @ 1:42 pm

  18. Gravatar Image
  19. SAYA MEMILIKI BAKAT LAPANGAN DI BIDANG KOMUNIKASI,SAYA HAMPIR TIDAK CANGGUNG UNTUK BERBICARA DAN MENGUTARAKAN PENDAPAT DI DEPAN UMUM.TAPI KELEMAHAN AYA ADALAH DI BIDANG KONSEPTUAL SANGAT LEMAH, KEMAMPUAN ABSTRAKSI ,MEMAHAMI SUBSTANSI MASALAH, ATAU MEMBUAT PERENCANAAN STRATEGI.SAYA SANGAT KESULITAN DI BIDANG TERSEBUT,SEDANGKAN SAYA DITUNTUT UNTUK DAPAT MENGUASAI KEAHLIAN ITU.BAGAIMANA CARA YANG ANDA KETAHUI UNTUK DAPAT MENG-UPGRADE SKILL SAYA?KARENA KAN SEBENARNYA KITA PUNYA POTENSI YANG SAMA….MOHON BANTUANNYA DI EMAIL SAYA….THANKS

    Comment by DPOWER — February 20, 2008 @ 7:34 am

  20. Gravatar Image
  21. ada beberapa cara nih untuk mengetahui bakat dan minat kita.
    di www.uta888.wordpress.com

    Comment by uta888 — February 25, 2008 @ 10:35 pm

  22. Gravatar Image
  23. atau disini :
    www.bakatdanminat.wordpress.com

    Comment by uta888.wordpress.com — February 25, 2008 @ 10:37 pm

  24. Gravatar Image
  25. aku sebenarnya punya bakat di bidang accounting tapi cara penyaluran bakat saya kadang terkendala oleh kurangnya pengetahuan yang saya miliki.. trims

    Comment by supratman — March 19, 2008 @ 6:38 am

  26. Gravatar Image
  27. aku masih bingung cara menmukan bakat yang plg mudah,,,
    ada g y?
    abis setiap yang aku ska malah g di setujui orang tua,,

    Comment by yunita — April 9, 2008 @ 10:12 am

  28. Gravatar Image
  29. bagus boleh belajar dounk…

    Comment by dian — June 15, 2008 @ 7:45 am

  30. Gravatar Image
  31. mas kalau boleh dan tolong dijawab ya mas
    apa itu bakat?
    bagaimana cara pengembangannya?
    dimana itu bakat?

    ditunggu secepatnya mas.

    Comment by david setiawan — October 14, 2008 @ 1:26 pm

  32. Gravatar Image
  33. Terima kasih artikelnya Pak, saya sendiri sering bingung dengan bakat saya karena kelihatannya tidak begitu kuat. Alhamdulillah saya diberi banyak kemampuan oleh Allah SWT, hanya saja saya belum bisa mengoptimalkannya sehingga belum terlalu terlihat kuatnya dimana. Insya Allah saya akan mencari kekuatan bakat saya dimana seperti yang tertulis di artikel dan mudah2an Allah meridhoi langkah saya.
    Sukses ya Pak…

    Comment by Asriani — March 19, 2009 @ 1:37 am

  34. Gravatar Image
  35. salam kenal

    Comment by adam — April 14, 2009 @ 9:10 am

  36. Gravatar Image
  37. saya bingung……
    saya merasa tdk mempnyai bakat apapun,
    wlaupn kata orng manusia pnya klbhan n kkragn…
    tp sy blm yakin kl sy mmpnyai bakat…

    Comment by prasetyo jk — May 20, 2009 @ 11:36 am

  38. Gravatar Image
  39. Sangat inspiratif.Saya baru menyadari siapa saya selama ini setelah membaca artikel Mas Khairul.Semoga selalu diberkati Allah dan selalu dalam bimbinganNya.Terima kasih.

    Comment by Relanto — October 8, 2009 @ 2:02 am

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2005/10/28/geodesic-dome-kontribusi-ke-alam-semesta/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here