Kelompok Peran hasil riset SEPIA Modus
Pada bulan Juni 2006 dilakukan tes SEPIA Modus terhadap sekitar 11 ribu siswa SMU se Bandung Raya. Tes SEPIA ini merupakan bagian dari acara Master Mind Motivation (MaMiMo) yang diselenggarakan oleh Diknas Bandung dengan sponsor PT Telkom dan organizer IZI Consulting.
Sebanyak 4852 hasil test yang valid diproses dengan Cluster Analysis dan Discriminant Analysis. Hasil analisis klaster berupa 5 kelompok tipikal siswa SMU yang kemudian disimpulkan menjadi KELOMPOK PERAN. Selanjutnya dari hasil analisis diskriminan dapat dibuat program penentuan kelompok dengan ketepatan pengelompokan (hit ratio) 96.4%. Tes ini dapat Anda ikuti secara online melalui SEPIA Modus Online Quick Test.


PENJELASAN TES SEPIA
Di setiap bidang pekerjaan pasti dibutuhkan berbagai peran yang berbeda, walaupun latar belakang pendidikannya sama. Misalnya di bidang kedokteran, akan ada dokter yang :
- juga berbakat sebagai pembina (misalnya jadi dosen, instruktur, dll),
- berbakat pencipta (misalnya membuat metode pengobatan baru, vaksin baru, dll),
- berbakat pelaksana (dokter praktik, administratur, dll),
- berbakat penghubung (dokter koordinator, pelobi, dll), dan
- berbakat perencana (dokter yang membuat arahan rumah sakit, merumuskan kebijakan, dll).
Sepia Modus ini memberikan gambaran BAKAT PERAN Anda dalam kerja tim dengan orang lain. Bidang pekerjaan silahkan disesuaikan dengan minat Anda dan tes bakat profesi (silahkan konsultasi ke psikolog).
KELOMPOK PERAN
Peran 1 : PEMBINA/ MENTOR
- Tinggi: SQ dan EQ
- Sedang: IQ
- Rendah: AQ dan PQ
- Peran di pekerjaan : melayani, mendukung, mengarahkan, menghibur
Kekuatan Anda terletak pada semangat, kemampuan mencari makna, dan keluwesan dalam mengelola emosi. Anda mampu bekerja sama dengan orang lain dan digerakkan oleh motif untuk mendapatkan manfaat sebesar-besarnya buat kehidupan atas apa yang Anda kerjakan. Pekerjaan yang paling alami buat Anda adalah kegiatan yang sifatnya membimbing, menghubungkan orang, menengahi konflik, maupun memberi dukungan.
Peran 2 : PENCIPTA / CREATOR
- Tinggi: AQ dan IQ
- Sedang: SQ
- Rendah: PQ dan EQ
- Peran di pekerjaan: peneliti, pencipta, perencana, pembuat ide
Kekuatan Anda terletak pada gagasan-gagasan dan kemampuan menciptakan hal baru. Anda sanggup menghadapi problem-problem baru. Pekerjaan yang alami bagi Anda adalah pada bagian riset, penciptaan, dan pengembangan produk.
Peran 3 : PELAKSANA / EXECUTOR
- Tinggi: EQ dan IQ
- Sedang: SQ
- Rendah: PQ dan AQ
- Peran di pekerjaan: pemecah masalah,pelaksana yang terampil dan tekun
Kekuatan Anda terletak pada kemampuan mengerjakan sesuatu secara terus-menerus. Pekerjaan yang alami bagi Anda adalah bagian memecahkan masalah untuk problem-problem yang yang telah ditentukan buat Anda, seperti misalnya bidang teknis ataupun administrasi yang rutin.
Peran 4 : PENGHUBUNG / CONNECTOR
- Tinggi: EQ
- Sedang: AQ, IQ, PQ
- Rendah: SQ Peran di pekerjaan: memimpin, menghubungkan, mengandalkan ketekunan dan pergaulan
Kekuatan Anda terletak pada keluwesan dalam memainkan berbagai peran. Pekerjaan yang alami bagi Anda adalah menjadi koordinator atau menjadi penghubung.
Peran 5 : PERENCANA / PLANNER
- Tinggi: SQ, AQ, EQ
- Sedang: IQ
- Rendah: PQ
- Peran di pekerjaan: mengarahkan, merencanakan, memberi teladan
Kekuatan Anda adalah kemampuan merumuskan visi/rencana yang bermanfaat. Pekerjaan yang alami bagi Anda adalah di bidang perencanaan aturan, kegiatan, maupun arah pengembangan suatu organisasi/produk.
TIPE KECERDASAN
- S - Spiritual Quotient : kemampuan mengenali dan mengelola nilai-nilai
- E - Emotional Quotient : kemampuan mengenali dan mengelola emosi
- P - Power Quotient : kemampuan mengenali dan mengelola sumber daya
- I - Intellectual Quotient : kemampuan mengenali dan mengelola daya cipta
- A - Aspiration Quotient : kemampuan mengenali dan mengelola keinginan
ANALISIS MASALAH
Problem yang timbul bila kecerdasan tidak dilatih (belum optimal)
- Rendah SQ (Kecerdasan Spiritual) = mudah kecewa, tidak bahagia, tanpa semangat, sulit membedakan hal baik dan buruk
- Rendah EQ (Kecerdasan Emosi) = moody (sikap angin-anginan), mudah menyerah, tidak simpatik, sulit bergaul
- Rendah PQ (Kecerdasan Mengelola kekuatan/Power) = tidak efektif, tidak efisien, kewalahan dengan pekerjaan
- Rendah IQ (Kecerdasan Intelektual) = lambat belajar, kurang kreatif, tidak punya keahlian
- Rendah AQ (Kecerdasan Aspirasi) = tidak fokus, tidak punya tujuan, tidak punya cita-cita, miskin prestasi, mudah terpengaruh
Temuan
Saya mendapati bahwa rata-rata responden nilai PQ nya rendah. Mungkin karena domain kecerdasan ini kurang dianggap penting oleh sistem pendidikan kita. Misalnya siswa lebih didorong untuk mandiri, serba mengerjakan tugas sendiri, dan jarang dilatih untuk bekerjasama berkelompok. Dengan demikian PQ mereka rata-rata rendah.
Ditemukan juga banyak yang AQ nya rendah. Kebanyakan anak SMU tidak punya visi atau tidak mampu membuat rencana yang jelas untuk masa depan mereka.
Bagaimana menurut Anda tentang hasil temuan ini?







Bener sekali, apalagi pola pendidikan kita cenderung individual. Kalopun kerja kelompok, maka tugasnya terlalu mudah dan gampang dilakukan oleh 1 orang aja. Meski biaya ditanggung bersama. Dan jarang sekali guru yang memberi tugas untuk dikerjakan di sekolah secara bersama-sama
Comment by QZoners — November 10, 2006 @ 2:38 am
bagus juga neh tesnya. jadi inget pelajaran multi variate analysis dari pak dosen khairul. hehehe…
@atas gw..
kalo di project IT, kerja bareng ada ongkos koordinasi. kadang lebih lambat. dan ini harganya mahal banget.
kalo kerja sendiri gimana ya.. bisa2 nanti malah nyemplung pake super extreme programming development methode:p
Comment by hebiryu — November 11, 2006 @ 1:12 pm
wah… keren mas…
Comment by romadhon — November 13, 2006 @ 9:37 am
keren.. kapan ya sekolah di semarang di test?
Comment by rezza — November 14, 2006 @ 4:51 am
bener mas, mungkin perlu kesadaran kita semua untuk membenahi ini, karena untuk melanjutkan visi bangsa perlu generasi yang siap, dan satu hal yang kita khawatirkan adalah melemahnya potensi generasi penerus kita, perlu kesadaran kolektif untuk merubah ini semua, tak cukup hanya pemerintah dan gedung sate.. tapi kita semua, AYO PRIHATIN JOOOO!!!! BUAT ANAK CUCU….
Comment by Ji Bao — November 15, 2006 @ 7:04 am
Mas Irul…kenapa ya saya selalu bertanya terus, bagaimana njenengan “menciptakan” tes ini..? Menarik sekali.Keakuratannya berapa persen ?
Salut banget..!!
::: waktu itu bikin tes inventory sederhana, lalu selanjutnya ada kesempatan bikin tes yang lebih lengkap saat ada acara di bandung.
Comment by lelita — January 13, 2007 @ 3:32 pm
Tak kusangka ternyata saya berbakat jadi connector toh…… Test ini menarik lho Mas….thanks
Comment by aina — February 23, 2007 @ 1:33 pm
Tesnya cocok sekali dengan saya.
Terimakasih ya, mas, sudah berniat membuat online test-nya.
:))
Comment by Stephan — March 24, 2007 @ 2:59 am
Tepat sekali aq jd menyadari kekurangan aq smua nya aq kurang
jd tolong gimana icaranya ikut test ini thank
Comment by sigit — March 27, 2007 @ 6:07 pm
gila…..!!!!!!!!
keren abiz mas…..
mas,aku lagi bingung nih,aku kan mau melakukan penelitian untuk kelulusan sarjana.judul aku,pengaruh rasa simpati siswa terhadap guru terhadap hasil prestasi belajar siswa.nah,aku bingung kira-kira seperti apa isi angket yang valig untuk mengukur rasa simpati itu…tolong dibantu yah mas…makasih yah mas…
Comment by enda — April 15, 2007 @ 12:29 pm
menarik juga. hasilnya mirip2lah dengan kondisi aktual saya. thanks
Comment by firmana — May 8, 2007 @ 4:49 pm
Wah hebat mas,, betul sekali … sesuai dengan kondisi saya nich. wah.. saya baru tau klo begitu saya gak cocok donk dengan pekerjaan saya ini ( sbg planner )..hehehe..
Semoga bermanfaat bagi mahasiswa yang ingin mencari pekerjaan yang cocok.
Thanks berat ( bukan berat kencur lhoo )…
Comment by fienal — May 9, 2007 @ 12:14 pm
bgz bgt ya web ini..bener2 buat kita bisa kenali cara2 jitu buat berhasil dalam hidup dan ngejar cita2..ok..terusin ya..banyak dukungan koq..pasti bisa
::: terimakasih atas apresiasinya. khairul
Comment by reiner — May 26, 2007 @ 4:13 pm
pantesan saya gak bisa sukses jadi mentor ya
, selama ini saya cenderung menjadi penghubung dari beberapa pihak dengan potensi berbeda.
Semoga mas khairul dapet balasan pahala dari Allah deh ..
Comment by amin — June 30, 2007 @ 8:35 am
ya.. epi sih rada bingung pertamanya. tapi itu voting ada benarnya juga. epi sering kewalahan sama pekerjaan, klo sudah terlalu banyak. Terus ujung-ujungnya jadi ga mood dan BT banget sama siapa aja.
Comment by evi — July 27, 2007 @ 9:52 am
makasih ya… bwat mas irul. bikin lagi donk voting yang lucu-lucu. tapi trus beri pelatihan donk sama kita arek-arek jurusan psikologi. Terutama arek-arek di Universitas Hang Tuah Surabaya ya mas. Thanx
Comment by evi — July 27, 2007 @ 9:54 am
wah, bagus bgt!! jadi lebih nyadar kekuatan-kelemahanku:D thank u bgt, lo:)
Comment by sherly — August 14, 2007 @ 2:21 pm
ada ngga info tentang five star doctor??
Comment by wa2 — August 30, 2007 @ 9:45 am
saya sangat berterima kasih sekali terhadap materi ini.
Comment by trio segara — October 5, 2007 @ 6:49 pm
hasil quick test menunjukan bahwa saya cocok jadi planer ! saya jadi senyum ndiri…lha ini nyindir gue, emang selama ini semua bagus diplaning tapi implementasi susah untuk konsisten ampe tuntaa tas..jadi gak maximal.
thank’s
Comment by jadi — October 26, 2007 @ 5:10 pm
good
Comment by Syafridal — December 4, 2007 @ 10:23 pm
Saya masih mempertanyakan angka2 untuk tiap kecerdasan. Apakah angka tersebut, katakanlah seseorang memiliki nilai tinggi untuk 2 kecerdasan, sudah cukup untuk menyimpulkan bahwa kecerdasannya tersebut merupakan bakat alami yang berdampak (konsisten sehari-hari)? atau hanya besaran relatif terhadap kecerdasan lainnya (sehingga bisa saja perlu diasah dulu)? Saya pernah dengar IQ seseorang bisa berkembang, mungkin juga pada SEPIA. Pertanyaannya, bagaimana memahami dinamika SEPIA ini pada diri seseorang?
Trims
Comment by ikbal — January 17, 2008 @ 4:42 am
Memang yg penting dilihat adlah pola, yaitu skor relatif antar kecerdasan. Pola ini bisa berubah sesuai tantangan yg sering dihadapi. Pendapat saya sendiri pola dominan akan tetap ada karena diasah sejak kecil, juga dipengaruhi minat dan bakat
Comment by khairulu — January 18, 2008 @ 12:32 am
Ass. Wr. Wb.
Mas Khairul, ide ini bagus dan kreatif. Mas, sy usul kl kuisionernya ditambah seperti psikotest. Saya perlu analisis kepemimpin/kedewasaan yang sy miliki. Makasih.
Wass.Wr.Wb
Comment by Agung Wibowo — February 22, 2008 @ 2:32 am
Bravo.. maz Khairul, sebuah lompatan spektakuler untuk mencapai tujuan akhir yang sangat bermanfaat. Hasil akhir bukan ditentukan start awal tapi lebih bertumpu pada variasi dalam berproses. Secara jelas model SEPIA menambah pemahaman saya ttg. “Who am I” dan memiliki benang merah dengan buku THE DIVINE MESSAGE OF THE DNA, TUHAN DALAM GEN KITA (Kazuo Murakami; Mizan-2007)… bukan lagi promo lho
)
Terus berkarya maz , semoga ALLAH selalu meRIDHOI kita semua. Amin.
Comment by Juliwardi — March 19, 2008 @ 3:03 pm
Nanti kucari juga buku The Divine Message nya…. Tks Pak Juliwardi.
Comment by khairulu — March 22, 2008 @ 10:41 am
Bagus banget.Cocok dgn pribadi saya
Comment by Panji Raharjo Ari Atmaja — May 6, 2008 @ 2:18 am
wah, pak khairul
jd smakin ‘ngeh’ nih, guru-guru Dian Didaktika
mudah”an pengaruh baik bisa nular ke siswa
supaya generasi berikut makin juara.
bikin negara Indonesia juara di mata dunia.
makasih motivasinya sabtu, 24 mei lalu ya
Comment by muhsin — May 27, 2008 @ 5:15 pm
Terimakasih juga pak Muhsin. Semoga Dian Didaktika dan semua teman-teman guru menjadi semakin baik dari waktu ke waktu, sukses dunia akhirat! Amin.
Comment by khairulu — May 29, 2008 @ 10:59 am
wah, saya eksekutor yang tinggi di IQ dan PQ nie…
Comment by Luxmaning Hutaki — July 14, 2008 @ 6:54 am
makasih mas saya br temukan metode ini mudah2 bermafaat buat saya dan yang lain.ada pelatihan ga mas? tolong diinfokan makasih
Comment by sukijan — July 22, 2008 @ 3:19 am