Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.


« Indikator Sukses KehidupanMenanam batu »

October 15, 2006

Mencicipi kematian

Judul berbau kematian selalu membuat kita merasa ngeri. Bagaimana kalau mencicipi kematian?

Pak Hari, rekan di kantor, punya hipotesis tentang rasa kematian. Kematian itu rasanya ya seperti tidur, katanya. Bayangkan kalau Anda sedang tidur dan mimpi indah, rasanya gembira dan riang, kita sedih kalau terbangun. Bayangkan sebaliknya, bagaimana rasanya tidur dikejar-kejar drakula? Ngeri, takut, tegang, dan capek sepanjang mimpi tersebut. Nah, bagaimana bila di alam kubur itu kita mendapat siksa kubur? Rasanya seperti mimpi buruk berkepanjangan hingga kiamat tiba, tanpa kesempatan untuk bangun sama sekali!

Waktu kecil kita takut dengan kematian karena digambarkan pedihnya saat sakaratul maut. Ibarat ditusuki ribuan pedang, atau dikuliti hidup-hidup. Kini setelah dewasa saya punya pandangan lain akan ketakutan kita dengan kematian. Kita takut bukan (sekedar) rasa sakit saat mati itu, tapi ngeri dengan ketidakpastian akan apa yang akan kita temui di balik kematian. Bagaimana kalau amal kita ternyata batal tertolak semua? Bagaimana kalau dosa kita sebesar gunung sementara amal baik hanya sebutir kerikil, dan kita terlambat bertaubat? Bahkan, bagaimana kalau agama yang kita yakini selama ini ternyata salah dan menipu? (Pertanyaan terakhir itu membuat saya melakukan perbandingan agama hingga sampai pada kesimpulan saat ini.)

Rasa sakit saat mengalami kematian itu mengerikan. Namun hilangnya kesempatan dan ketidakpastian di alam kematian nanti terasa lebih mengerikan.

Dan begitulah, sebenarnya kita telah mencicipi kematian setiap malam. Tidur kita itu mirip dengan kematian. Seperti dituliskan dalam Qur’an :

Allah memegang jiwa ketika matinya dan jiwa yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan . Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. (QS 39-Az-Zumar:42)

Dan ditiuplah sangkalala , maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya kepada Tuhan mereka. Mereka berkata: “Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami ?”. Inilah yang dijanjikan Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul. (QS 36-Yaasiin:51-52)

Saya kira ada benarnya apa yang disampaikan Pak Hari, bahwa sebenarnya Allah telah memberi kita rasa kematian dalam tidur kita. Setiap hari. Sayang sekali, sering kita mengabaikan kejadian-kejadian itu dengan sekedar menganggapnya hanya sebagai bunga kehidupan. Wallahu a’lam.

khairulu Silahkan beri komentar ya..., tanya, kritik, atau menambah ...
Komentar Anda akan turut menyempurnakan ilmu kami, dan berharga buat pembaca lainnya. Tks! - khairul -

11 Comments »

    Gravatar Image
  1. Wah, kalo bicara soal mati nih bikin semangat jadi loyo. Tapi semangat ibadah jadi meningkat

    Comment by QZoners — October 18, 2006 @ 6:55 am

  2. Gravatar Image
  3. gmn kalo tidurnya ga mimpi apa2 ?
    jadi kesimpulan studi perbandingan agamanya apa niy salah tiganya ??

    Comment by MIZONErs — October 18, 2006 @ 1:20 pm

  4. Gravatar Image
  5. kadang kalo tidur tu suka ngerasa gak bisa kebangun. Kalo gak salah namanya “ngareprep”, gak tau bahasa Indonesianya apa. Waktu tidur rasanya pengen bangun tapi gak bisa, sama sekali gak bisa buka mata apalagi gerakin badan. Ada definisi jelas tentang itu? apa “ngareprep” itu tingkatannya lebih tinggi lagi daripada kematian sementara yang kita alami selagi tidur?

    Comment by shiro — November 9, 2006 @ 1:14 pm

  6. Gravatar Image
  7. cuman nambahin aja..
    1. ada hadits nabi begini:
    tidur adalah setengah dari mati.

    1. si goethe bilang kalo dia tidak suka tidur. karena tidur dengan dengan kematian. hehehe…

    2. bahkan raja2 perancis sebelum louis XIV kalo tidur tidak pernah dalam posisi datar. mereka selalu tidur di kursi. katanya kalo tidur dalam posisi datar kaya orang mati. hohohoho..

    gak tau apa yang ada dipikiran mereka jaman dulu tapi yang jelas tidur selalu dihubung2kan dengan kematian.

    Comment by hebiryu — November 11, 2006 @ 1:18 pm

  8. Gravatar Image
  9. Sahabat..
    seringkali kita lupa..adanya hukum alam yang sudah pasti,bahwa ..” setiap yang hidup..pasti akan mati..”,jadi kenapa mesti takut mati..walau jujur saya pribadi kadang mengalami hal seperti ini..kadang takut..kadang nerimo..he..he..yah..dijalani ae..disadari bahwa “kesadaran” kita selalu terombang-ambing ke kutub (+) dan negatif (+),sebenarnya sederhana aja ya..sudahkah kita melewati tahapan kehidupan secara benar..
    kata eyang saya ada 3 hal utama tahapan hidup..
    a. Siapa diri kita
    b. Untuk apa kita disini (dunia)
    c. Mau kemana setelah ini…
    wis ah..malah nuturi..he..he..,

    Comment by Birowo — November 13, 2006 @ 2:13 am

  10. Gravatar Image
  11. “What is sleep? Sleep is an image of death”, Leonardo da Vinci. Umat Yahudi (katanya) melihat kematian sebagai tidur yang abadi; begitu juga opini teman saya dari Cina yang mengaku atheist (kemudian memperhalus jadi “free thinker”).

    Postingan pak KU ini selalu inspiratif !

    Comment by arief — November 13, 2006 @ 4:49 am

  12. Gravatar Image
  13. Sebenarnya mudah sekali jika kita pingin merasakan mati itu kayak apa? Tinggal kita niatkan aja diri kita untuk mati didalam hidup caranya jangan umbar nafsumu tutup rapat-rapat 9 pintu nafsu maka kamu akan merasakan mati karena kamu udah tidak kepingin apa-apa seperti orang mati yang tidak mempunyai keinginan macam-macam. ha…ha….ha….

    Comment by brewokkeren — November 17, 2006 @ 3:17 am

  14. Gravatar Image
  15. bagaimana kalau ingin memnbuat hidup jadi lebih bersemangat…ketika kita mendapat kesulitan yg susah untuk di dapatkan kembali…
    ketika itu kita kan sering berfikir kenapa gakk mati sekalian..buat apa kita hidup kalau trus dengan keadaan yg sangat sulit untuk di lalui….itu cuma Berfikir ya…belum terjadi…T_T

    Comment by Qiemunx — November 23, 2006 @ 2:41 pm

  16. Gravatar Image
  17. sesungguhnya siapkah kita menghadapi mati?mati! berakhirkah semua kesombongan kita?ternyata mati memang sesuatu yang menakutkan,rasanya ngeri stiap kali kematian membayangi kita sedangkan disisi lain kita belum siap untuk menerima.masih banyak hal2 yang belum kita siapkan untuk menghadapi kematian ya selama ini kta hanya berpikir masalah dunia padahal itu hanya kesenangan sesaat sedangkan kehidupan akhirat masih menunggu.akankah kita sebahagia disini?bisakah?jika kita saja sering melupakan semua itu kita masa bodoh terhadap keadaan yang sebenarnya akan datang.kadang kita begitu bangga ketika merayakan ultah kita berfoya-foya padahal sesungguhnya semakin bertambah umur kita semakin dekatlah kita dengan kematian.sadarkah kita?bahwa segala yang kita banggakan akan lenyap oleh kematian dan kesombongan kita berubah dengan tangisan.mati!itulah yang akan kita hadapi tapi entah kapan wallahualam

    Comment by widya — January 5, 2007 @ 9:02 am

  18. Gravatar Image
  19. Seneng sudah nemuin wibe ini,aku tau kematian itu sudah merupakan keharusan dan kontrak kita sebelum dilahirkan ke bumi fana ini.aku mau minta bantuan dan dorongan mengatasi rasa takut akan kematian.karena aku dan ada beberapa teman yang seperti ku merasakan takut akan kematian. ya kalau boleh sebenarnya kami takut datangnya kematian yang dengan tiba - tiba tampa kita sadari sudah ada di depan mata dan siap menjemput.sampai - sampai setiap mau tidur kami takut,dengar suara burung yang orang bilang burung tanda kematian kami takut dan masih banyak lagi yang bikin kami takut.kami tertekan….bagi aku yang bekerja jadi membuat kurang produktif.Tolong kasih solusinya

    Comment by Dwie — January 18, 2007 @ 8:21 am

  20. Gravatar Image
  21. Kehidupan ini pada hakekatnya merupakan rangkaian sejarah amanah manusia yang tidak sedetik waktupun bisa terlepas dari pengamatan Allah SWT. Sejak manusia terlahir, disaat matanya baru terbuka, jantungnya baru berdetak, dan nafasnya baru terengah, manusia sudah dihantui oleh taqdir kematiannya sendiri. Oleh sebab itu, orang yang takut mati bukan berarti dia bukan orang yang baik, karena mungkin saja orang tersebut belum merasa puas dengan amalan kebaiknya, Dan orang yang mengatakan sudah siap mati tidak identik dengan orang yang baik, karena dia sesungguhnya belum tahu gelapnya perjalanan panjang setelah kematian datang menjemput. Tidak ada yang dapat kita persiapkan untuk menjemput datangnya kematian, selain harus senantiasa berusaha untuk tetap mencintai dan dicintai oleh Allah. Jika pembaca ingin membaca tulisan saya tentang kematian, silahkan hubungi email saya.

    Comment by Hendra Gunawan — February 19, 2007 @ 12:18 am

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2005/05/29/pasir-oktober-2004/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here