Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.



October 31, 2006

Menanam batu

Para ahli arkeologi sedang bekerja di Pulau Easter yang misterius di Samudera Pasifik. Mereka bingung karena yang sebelumnya tampak sebagai tanah pertanian purba ternyata bertaburan bebatuan. Keberadaan batu-batu tersebut seperti memungkiri penjelasan bahwa area tersebut pernah menjadi sebuah perkebunan yang memberi makan ribuan orang. Jared Diamond dalam bukunya yang berjudul Collapse memberikan jawaban atas teka-teki itu.

Orang masa kini mengetahui bahwa tanah yang baik adalah tanah yang bebas dari batu dan kerikil. Dengan kondisi itu tanah menjadi mudah dibajak dan diolah. Namun mengapa perkebunan -perkebunan kuno di Pulau Easter dipenuhi dengan bebatuan yang mudah dipindahkan? (more…)


October 15, 2006

Mencicipi kematian

Judul berbau kematian selalu membuat kita merasa ngeri. Bagaimana kalau mencicipi kematian?

Pak Hari, rekan di kantor, punya hipotesis tentang rasa kematian. Kematian itu rasanya ya seperti tidur, katanya. Bayangkan kalau Anda sedang tidur dan mimpi indah, rasanya gembira dan riang, kita sedih kalau terbangun. Bayangkan sebaliknya, bagaimana rasanya tidur dikejar-kejar drakula? Ngeri, takut, tegang, dan capek sepanjang mimpi tersebut. Nah, bagaimana bila di alam kubur itu kita mendapat siksa kubur? Rasanya seperti mimpi buruk berkepanjangan hingga kiamat tiba, tanpa kesempatan untuk bangun sama sekali! (more…)


October 8, 2006

Indikator Sukses Kehidupan

“Emmm… Pak, kecepatannya seratus saja,” kata saya kepada pak sopir. “Saya takut kalau cepet-cepet…,” kata saya lagi, menegaskan permintaan tadi.

Supir rental langganan ini makin hafal dengan keinginan saya itu. Mungkin beliau bete juga, tol Bandung - Jakarta ruas Bandung - Cikampek itu tampak sepi, namun dia tidak bisa ngebut supaya lebih cepat sampai. Penumpangnya gampang cemas dengan kecepatan tinggi.

Ya, begitulah saya, si penumpang itu. Pak supir mungkin yakin dengan mobilnya dan memang menyetir dengan kecepatan tinggi itu mengasyikkan. Namun pak supir mungkin belum mengalami apa yang saya alami. Beberapa tahun lalu saya melihat kecelakaan di tol tepat di depan mata. Sebuah minibus tiba-tiba pecah ban pada kecepatan tinggi, oleng ke kanan, menabrak pembatas jalan, lalu terbang vertikal ke udara, kemudian.. bum! Jatuh terhempas ringsek menghantam jalan. Penumpangnya berceceran keluar, ada yang masih terdengar merintih.. Allah… Allah.. Allah…. Ada yang tertelungkup diam tak bergeming, entah pingsan, entah tewas. Saya yang waktu itu ingin sekali menolong, merasa amat dilematis. Ada anak kecil di mobil saya, tampaknya akan mengguncang dia kalau membawa korban berlumuran darah ke dalam mobil kami. Yang saya lakukan kemudian adalah menelpon petugas tol untuk segera mengirim pertolongan, sambil menyesali kegugupan saya dalam menghadapi situasi mendadak seperti itu. Sejak saat itu saya selalu memakai sabuk pengaman di jalan tol, jauh sebelum hal itu diresmikan menjadi aturan kewajiban.

“Tubrukan pada kecepatan 100 km/jam itu kira-kira sama dengan jatuh dari tingkat 10 gedung,” demikian ilustrasi saya kepada teman yang agak heran dengan permintaan saya ke pak supir. (more…)


October 1, 2006

Berpikir beda dan berpikir plus

imac apple“Kalau saya sih beda! Menurut saya sebaiknya … bla.. bla.. bla….”

Pernahkah Anda bertemu orang yang selalu berpikir beda dengan Anda (juga hampir semua orang lainnya)? Mula-mula kita kagum, tapi lama-lama jengkel juga. Rasanya hanya pendapat dia itu yang benar, sementara pendapat orang lain itu tidak benar, atau paling tidak pasti ada cacatnya. Jadi, berpikir beda itu baik atau buruk?

Think different.

Itulah slogan perusahaan komputer Apple saat meluncurkan bentuk komputer yang beda di akhir tahun 90-an. Komputer yang lazim saat itu adalah sebuah kotak CPU (Computer Processing Unit) yang terpisah dari monitor tabung. Apple bikin yang beda, komputernya berupa sebuah monitor dengan bagian atas yang bening sehingga terlihat komponen di dalamnya. Mana kotak CPU nya? Nggak ada, karena ternyata CPUnya sudah ditempelkan di bagian bawah monitor tersebut, menyatu sehingga tidak terlihat. Komputer iMac ini laku keras luar biasa, dan membuat perusahaan Apple kembali diperhitungkan di pasar PC.

“Jadi berpikir beda itu perlu?” Tunggu dulu. (more…)


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2005/07/16/lagu-lirik-doktrin/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here