Peresmian Kecerdasan Power dan Kecerdasan Aspirasi
Seth Godin memang cerdas. Buat menyumbang yayasan diabetes dia mengajak 32 penulis beken untuk membuat buku rame-rame, diberi judul Big Moo. Walhasil, saya terpikat untuk beli buku terjemah Indonesianya, karena banyak penulisnya yang saya kenal (maksudnya saya kenal dia, dia nggak kenal saya).
Satu tulisan yang menarik adalah tentang Isaac Newton. Orang jenius ini dikenal sebagai peletak dasar hukum-hukum fisika kinematik. Orang mengenalnya dengan hukum gravitasi, padahal itu hanya secuil karya dia. Karya paling hebat sebenarnya adalah ilmu Kalkulus, yang dia bikin sebagai alat buat menghitung gerak benda.
Anehnya, orang ini paling dikenal karena hukum Gravitasi. Mengapa? Karena Newton lah yang memberi nama gaya ini! Plus dibungkus cerita dia duduk di bawah pohon apel lalu kepalanya kejatuhan buah apel. Haha. (Katanya sih cerita sesungguhnya seperti ini : newton duduk di bawah pohon apel, lalu melihat buah apel yang bergantungan ternyata besarnya sama dengan bulan di kejauhan. Dari situlah muncul ilham tentang kekuatan gaya tarik yang bergantung terhadap jarak antara dua benda. Cerita inipun kabarnya masih salah! Ada yang bilang dia melihat apel jatuh saat jalan-jalan di kebunnya, ada juga yang bilang dia melihatnya dari jendela. Yang jelas, legenda Newton tersebar gara-gara cerita apel ini.)
Terinspirasi dari cerita tersebut, dengan ini saya juga (kembali) meresmikan dua kecerdasan baru :
1. Kecerdasan Power : yaitu kemampuan seseorang dalam mengenali dan mengelola kekuatan di sekelilingnya
2. Kecerdasan Aspirasi : yaitu kemampuan seseorang dalam mengenali dan mengelola keinginannya.
Saya sering memberi pengantar buat dua kecerdasan tadi sebagai berikut.
“Pernahkah Anda lihat orang yang baik (SQ), pintar (IQ), rajin (EQ), tapi usahanya selalu gagal? Sebaliknya, pernahkah Anda lihat orang yang jahat, males-malesan, bodoh, tapi justru jadi anggota DPR?” (hehe, just kidding, berhubung wakil rakyat adalah sosok yang paling tepat buat menggambarkan Kecerdasan Power ini! Kalau Anda anggota DPR jangan tersinggung ya…).
Itu karena sukses lebih banyak ditentukan oleh Kecerdasan Power!
“Orang yang cuma bermodal baik dan tekun, namun TIDAK PUNYA ASPIRASI, itu ibarat kerbau. Mau jalan kemana terserah kepada tuannya. Orang yang bermodal pintar dan tekun, namun TIDAK PUNYA ASPIRASI, itu ibarat robot. Serba bisa, tapi tetap ikut kemauan tuannya.”
Orang-orang yang sukses ternyata punya mimpi sendiri, dan seringkali mimpi mereka adalah mimpi yang besar! Mereka memiliki Kecerdasan Aspirasi.
Maksudnya, tak peduli sehebat apapun Anda, kalau nggak punya tujuan ya nggak akan menghasilkan apa-apa. Dan kalau Anda tidak punya tujuan sendiri, maka orang lain lah yang akan membuatkan tujuan buat Anda (alias Anda dimanfaatkan saja).
Demikian, dengan ini PQ dan AQ secara resmi telah diresmikan (kembali). Hehe.







Wah… kalo ana termasuk ndak yah? Ana coba menulis cara menulis yang lebih baik… Mohon direview, dikritik atau dibenerin kalo ada yang keliru.
Comment by QZoners — September 4, 2006 @ 9:25 am
Assalamualikum Wr. Wb.
Kepada Mas Khairul, saya mempunyai sedikit saran. Bagaimana kalau semua artikel di blog ini dibuat menjadi “eBook”. eBook tersebut dibuat dlm format pdf dan artikel-artikelnya dikelompokkan menurut kategori. Saran ini saya sampaikan karena saya baru mengetahui blog ini beberapa minggu yang lalu. Jadi saya masih bingung untuk mempelajari ” SEPIA “.
Kemudian yang kedua saya ingin bertanya apakah artikel disini sama intinya dengan isi buku ” SEPIA “. Karena saya baru mengerti model ” SEPIA “, adakah saran atau mungkin tekhnik dalam mempelajari ” SEPIA “. Semoga dengan mempelajari ” SEPIA ” ini hidup saya bisa menjadi lebih baik lagi dan lebih bermanfaat. Semoga juga ilmu dari mas Khairul mendapat pahala dari Allah dan akan tetap mengalir pahalanya hingga nanti di hari kiamat.
Wassalamualikum Wr. Wb.
Comment by Arif Prasetyo — September 5, 2006 @ 4:54 am
no 2. Wa’alaikum salam. Artikel di sini berbeda dengan isi buku SEPIA. Maksudnya, buku itu menjelaskan model SEPIA dan disusun dalam bab-bab SQ, EQ, PQ, IQ, AQ. Buku itu ditulis tahun 2002. Sedangkan artikel di blog ini adalah tulisan-tulisan baru yang tetap dikelompokkan berdasar konsep SEPIA tersebut. Memang model SEPIA tidak dijelaskan lagi secara rinci dalam blog ini.
Btw, terimakasih atas apresiasinya.
Comment by sepia — September 5, 2006 @ 10:42 am
ass.wr.wb. mas saya sudah lama mengikuti tulisan -tulisan mas.dan karya mas khairul bagus -bagus.tapi yang saya bingung kalau membaca tulisan -tulisan mas khairul seperti melihat parade,terkagum -kagum terus lupa dan tidak bisa memanfaatkannya.gimana tip dan triknya agar dari membaca tulisan -tulisan tersebut bisa menjadi nilai tambah dalam kehidupan saya,dan bisa ingat terus
Comment by ispriyoto — September 17, 2006 @ 5:29 pm
no 4. Wa’alaikum salam ww. Biasanya kita menjadi mudah ingat kalau memang sedang mengalami situasi yang sama (bahasa lain : punya ‘konteks’ yang sama). Cara lain adalah dengan punya kata kunci (keyword) yang selalu kita ingat. Mungkin mas Ispriyoto bisa lebih ingat dengan keyword SEPIA, misalnya 5 langkah kungfu SEPIA.
BTW, terimakasih atas apresiasi mas Ispri, hal itu menjadi penambah semangat yang positif buat kami. Tks ya.
Comment by sepia — September 18, 2006 @ 7:54 am