Segelas air dan keimanan
Saat puasa tiba, sikap orang akan berbeda-beda. Sebagian mengurangi aktifitas untuk menghemat tenaga. Sebagian yang lain melakukan berbagai kiat untuk menambah masukan nutrisi ke dalam tubuh. Yang lain lagi bersikap biasa-biasa saja.
Fenomena yang lazim ditemui saat puasa tiba adalah belanja keluarga yang bukannya turun, eh malah naik. Bagaimana bisa? Karena istimewanya puasa ini maka makanan pun dibuat istimewa, akhirnya yang semestinya makin hemat justru makin boros.
Kita tidak bicara tentang siapa yang benar siapa yang salah. Mari kita bicara saja tentang segelas air.
Terkadang, entah karena suatu hal, kita bangun terlambat, sehingga tidak sempat sahur. Saya pernah mengalami hal itu beberapa kali. Pernah suatu kali masih sempat minum segelas air. Kali yang lain tidak makan minum sama sekali. Mungkin Anda juga pernah mengalami?
Yang menarik dari pengalaman itu adalah apa yang dirasakan sepanjang siang hari puasa. Ternyata kuat-kuat saja. Haus? Ya tentu. Kuat? Alhamdulillah, kuat. Dari pengalaman itu muncul kesimpulan bahwa ‘rasa’ puasa itu sangat bergantung niat, bukan apa yang masuk ke dalam perut kita.
Ada sebuah kisah nyata yang populer baik bagi orang Islam maupun Kristen. Kisah itu tentang David vs Goliath (nama dalam kristen) atau Daud vs Jalut (nama dalam Islam). Ini adalah kisah seorang remaja yang berhasil membunuh seorang raja musuh yang berbadan besar dengan menggunakan ketapel. (more…)






