Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.


« Kiat hemat yang benarFire walking : belajar mengalahkan ketakutan diri »

August 7, 2006

Utak-atik utang : kiat berhutang

Maksudnya bukan bagaimana dapat hutangan (itu bergantung sekali seberapa percaya orang lain kepadamu), tapi kapan sebaiknya kita berhutang.

JANGAN PERNAH BERHUTANG KECUALI : *

No. 1. Berhutang untuk hal yang harganya cenderung naik terus.

Misalnya rumah. Walaupun harga rumah naik turun, tapi kecenderungannya harga rumah naik terus.Rumah baru (di perumahan baru) biasanya relatif lebih mahal dibanding rumah lama dikarenakan biaya material dan harga tanah kian meningkat. Rumah sebaiknya diusahakan untuk beli, walaupun wajib kita pilih yang cicilannya sesuai kemampuan. Rumah pertama adalah ‘benteng pertahanan terakhir’ rumah tangga Anda, jadi wajib punya tapi kecil saja (T21 atau T36). Toh kalau Anda terbukti makin kaya, Anda selalu bisa beli rumah berikutnya. Kita senantiasa perlu teguh memegang indikator ‘aliran kas’ sebagai patokan keputusan pembelian.

No. 2. Behutang untuk alat produksi yang sudah jelas pendapatannya.

Misalnya buat membeli perlengkapan usaha atau menambah modal usaha.Perlu diperhatikan bahwa pastikan sudah ada pendapatan yang jelas dari alat/modal tersebut. Kalau belum jelas ya berarti tidak layak berhutang karena bisa menjadi perjudian (tidak jelas pengembalian cicilannya). Misalkan pula kita beli sepeda motor untuk berangkat kerja. Kalau setelah dihitung ternyata menjadi lebih ekonomis dibandingkan naik angkutan umum (karena Anda jadi lebih fleksibel, lebih produktif, bahkan lebih murah total ongkosnya), maka sebaiknya Anda beli walau kredit. Yang perlu diingat adalah, beli sesuai kemampuan daya cicilan Anda. Misalnya, tidak perlu beli motor baru, cukup motor bekas yang lebih murah.

No. 3. Berhutang untuk barang yang sangat dibutuhkan sekarang, walaupun nilainya merosot dalam jangka panjang.

Misalnya Anda perlu beli lemari es (walau bekas) untuk menyimpan makanan di rumah Anda. Kalau Anda tidak punya lemari es, mungkin Anda menjadi repot karena harus belanja setiap hari. Contoh lain. Suatu ketika saya membeli monitor komputer LCD hanya demi menyelamatkan mata anak saya yang senang main game di komputer. Monitor komputer LCD jelas lebih aman dibanding monitor tabung generasi sebelumnya. Karena anak saya masih kecil sehingga jangkauan lengannya pendek, maka dia duduk dekat sekali dengan monitor, jadi saya paksakan beli monitor LCD. Barang konsumtif, kebutuhan tersier, tapi penting buat sekarang (dan tak lagi penting ketika anak saya sudah besar nanti).

No. 4. Berhutang untuk menyelamatkan nyawa!

Untuk urusan nyawa, layak bagi kita untuk berhutang. Misal orang yang Anda cintai sakit, maka tak masalah untuk berhutang. Tentu saja selalu dipilih yang paling hemat dari pilihan yang tersedia. Jangan sampai karena takut berhutang maka pertolongan menjadi terlambat.

No. 5. Berhutang untuk menutup hutang lain yang lebih mencekik.

Kalau Anda bisa menemukan sumber hutang baru yang lebih baik, maka usahakanlah berpindah hutang. Misalnya, mantan bibi pembantu saat saya masih mahasiswa dulu, ternyata terlibat hutang ke rentenir karena butuh biaya untuk pengobatan anaknya yang sakit. Bunganya 10% per bulan! Akhirnya saya alihkan ke hutang lain yang lebih lunak pembiayaannya.

Sudah ah, lima saja.

Prinsip utama dalam berhutang adalah : tetap memegang kendali saat terjadi fluktuasi aliran kas pendapatan keluarga.

Kiat keluar dari hutang

Agar bisa keluar dari hutang berikut ini hal-hal yang sebaiknya dilakukan :

  1. baca doa agar terlepas dari kesulitan hutang, agar mendapat kemudahan jalan keluar
  2. sisihkan di awal bulan sebanyak 10-20 persen dari semua pendapatan untuk digunakan buat membayar hutang
  3. mencari sumber hutang yang paling lunak (katanya sih: orang tua atau saudara)

Demikian sekilas hal-hal tentang hutang…. :)

Doa mohon dilepaskan dari lilitan hutang (diambil dari milis hidayahnet)

Bismillah [hidayahnet] Doa Lepas dari Lilitan Hutang Temie Iswanto Fri, 01 Jul 2005 11:15:10 -0700

بسم الله الرحمن الرحيم

أللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن

وأعوذ بك من العجز والكسل

وأعوذ بك من الجبن والبخل

وأعوذ بك من غلبة الدين وقهر الرجال

allaahumma innii a’uudzu bika minal hammi wal hazan, wa a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’uudzu bika minal jubni wal bukhul, wa a’uudzu bika min ghalabatid daini wa qahril rijaal.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan hati dan kesedihan, Dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, Dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan bakhil, Dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan tekanan orang.

Catatan: Abu Umamah (ra) berhasil melunasi hutangnya tak lama setelah dia mengamalkan doa yang disarankan oleh Rasulullah (saw). (HR Abu Dawud)

khairulu Silahkan beri komentar ya..., tanya, kritik, atau menambah ...
Komentar Anda akan turut menyempurnakan ilmu kami, dan berharga buat pembaca lainnya. Tks! - khairul -

21 Comments »

    Gravatar Image
  1. Pak,
    Isi tips-nya bagus. Cuma kalau bisa, jangan diawali dengan “berhutanglah…”, jadinya kita kayak disuruh berhutang. (Lha, nggak usah disuruh saja sudah hutang sana-sini untuk nutup biaya hidup yang nggak pernah ketutup..). Gimana kalau tips-nya dimulai dengan: “Jangan berhutang, kecuali…”. Sama maksud, tapi beda kesan.Setuju?

    Comment by hendro — August 10, 2006 @ 11:37 am

  2. Gravatar Image
  3. tips yg bagus. berhutang utk investasi? kenapa tdk?
    terimakasih utk doanya karena doa adalah senjata. orang yg tdk mau berdoa adlah orang yg sombong.

    Comment by darma — August 11, 2006 @ 2:57 pm

  4. Gravatar Image
  5. iya betul,bagus tuh kiat-kiatnya.saya setuju dan suka tulisan anda

    dadang
    http://uangvalas.wordpress.com

    Comment by dadang — September 27, 2006 @ 1:16 pm

  6. Gravatar Image
  7. Hm…lumayan juga tips2nya, tapi aku bener lagi binggung nih besok aku harus bayar utang sebesar 1,3 juta padahal sampai sekarang aku nggak punya uang sepeserpun,:(

    ::: Yg penting berani utk berkata jujur terus terang, terus ikhtiar, dan yakin akan pertolongan Tuhan. Semoga Allah memberikan jalan keluar dari segala kesulitan. amin

    Comment by annisa Nurjannah — October 14, 2006 @ 6:41 am

  8. Gravatar Image
  9. “mencari sumber hutang yang paling lunak (katanya sih: orang tua atau saudara)”……..He…he…. yah dan yang paling bisamengerti kondisi keuangan kita..

    Comment by putri — January 25, 2007 @ 4:06 am

  10. Gravatar Image
  11. These comments have been invaluable to me as is this whole site. I thank you for your comment.

    Comment by Rosie — April 30, 2007 @ 2:19 pm

  12. Gravatar Image
  13. Wah.. aku seneng banget dapet nih bog. Kebetulan aku sedang merancang sebuah Free Magz pertama didaerahku … Ya.. kebetulan untuk iklan beberapa usaha yang aku kelola..
    Tenang aja.. aku cantumkan koq dalam daftar pustakanya ..
    Thanx be 4

    Comment by Isana Handayani — June 16, 2007 @ 12:47 pm

  14. Gravatar Image
  15. aku ada tips jitu mas dari pengusaha taipan, biasanya mereka membeli asset(properti) ditempat yang strategis terus mereka cicil dengan waktu yang paling panjang (so..cicilan kecil)bunga..?? eit tunggu dulu ternyata perkembangan bunga masih ketinggalan daripada kenaikan harga properti tsb, belum lagi jika bisa membaca lokasi yang strategis(hoki) katakanlah setelah 3 tahun, bawa copy sertifikat dan mulai berburu ke bank lain, tentunya nilai rumah sudah jauh melesat tinggi, terus demikian selanjutnya dan terus terang ini halal lho karena yang kita perhitungkan adalah nilai tanah yang terus naik, selamat membeli property..

    Comment by Jibao — September 3, 2007 @ 4:43 am

  16. Gravatar Image
  17. Bagus - bagus…artinya memang bagus buat diikuti bila sesuai dengan cara hidup kita. dan saya sependapat bahkan ingin mencoba agar creatif berhutang…misalnya mencari utangan untuk menutup utang yang mencekik…bukankah itu idea yang taktikal…dan Mohon doanya juga agar saya tidak suka hutang..maklum Di Jakarta..serba utang…nggak mau utang malah ditawarin utang oleh team kredit Bank….ehm..memang Damainya hidup kalau nggak punya Hutang…Tenang…Bebas SMS..bebas Deep colector…Bebas hinaan….

    Comment by pagorano — October 30, 2007 @ 11:51 am

  18. Gravatar Image
  19. sekarang saya lagi ngitung2 hutang untuk dibeliin DINAR emas atau emas batangan buat biaya sekolah anak2 nanti..

    pinjem 100jt atau berapalah sesuai uang masuk anak sekolah saat ini.. beliin Dinar semua.. ga kena inflasi, back to Gold dll, tinggal titip di Sec Deposit..

    kalo kita mati sebelum lunas.. dpt asuransi.. asyikkk kan..

    Comment by loe — February 14, 2008 @ 6:41 am

  20. Gravatar Image
  21. Ass Wr Wb.
    Saya begitu banyak terlilit hutang, ini dikarenakan istri saya tdk bisa mengatur keuangan rumah tangga. Rumah pun kami masih ngontrak. Saya punya usaha counter HP saja. Perlukah saya mencari usaha lain. Saat ini saya bekerja di dinas Pendidikan, itu hanya karyawan kontrak. Sdh 5 Bulan saya tidak gajihan. Saya bingung pak. Bisakah bapak memberikan solusi yg terbaik untuk saya. Saya sdh hampir putus asa. Alhamdulillah Allah masih bersama saya. Saya hanya bisa menangis mengadu kepada Nya. Masukan dari bapak adalah cermin utk saya. Terima Kasih.

    Comment by Heri Susant — May 16, 2008 @ 3:42 am

  22. Gravatar Image
  23. Salam Mas Heri. Hidup memang sering tidak seperti yg kita inginkan, namun tentu Allah menyediakan yg kita butuhkan. Secara umum pendekatan yg bisa dilakukan adalah berdoa (saat shubuh lapor yg mau dilakukan hari itu, tiap isya lapor yg sdh dilakukan hr itu), bersedekah (disesuaikan uang tersedia), bersyukur (dg mengatur budget), berazam (niat kuat) bebas hutang (dg tertib ngangsur hutang), dan silaturrahmi (ini memperpanjang umur dan memperluas rizki).

    Lakukan saja. Just do it. Seperti Siti Hajar lari-lari di bukit Shofa Marwa, ternyata air memancar di kaki bayi Ismail, demikian pula tugas suami untuk ikhtiar maksimal, kemudian tawakal, nanti akan datang rizki dari pintu yang tak terduga (anak yg sehat, istri pengertian, tumpangan kendaraan teman, dan juga pekerjaan dan peluang baru).

    Seperti Ibrahim dan Siti Hajar, keimanan bahwa Allah akan menolong menjadi kunci menjalani hidup. Disuruh datang ke tengah padang pasir untuk memperbaiki reruntuhan rumah Adam, disuruh meninggalkan istri dg bayi kecil, dan karena mereka pasangan suami istri yg beriman kuat, semua itu dijalani dg penuh keyakinan, usaha sungguh-sungguh, dan tawakal.

    Semoga Mas Heri dan keluarga senantiasa rukun dan diberi jalan kemudahan. Amin.

    Comment by khairulu — May 17, 2008 @ 1:14 am

  24. Gravatar Image
  25. thanks atas nasihatnya.yg jadi masalah gimana kalo kita sdh bangkrut total dan ninggal utang yang banyak,tidak ada pemasukan sama sekali,makan tiap hari harus minta orang tua lagi,padahal suadah punya anak istri.duh bingungnya,menyesal betapa begitu bodohnya menggampangkan utang,sekarang udah total yng mesti dibayar rp3jta perbulan ,sama perbankan lagi,jadi kecil kemungkinan untuk negosiasi,barang yang jadi jaminan dulu sudah terjual,pusing,hidup rasanya cuma membeli dan menunggu waktu waktu,syukur kalo ini malam bisa pulang dan tidur diranjang lagi(numpang di rumah mertua).gimana donk,saya tidak lagi mengharapkan bantuan financial.yang saya harapkan sekarang MOTIFASI agar tidak lemah dalam menghadapi kenyataan dan tak lari dari masalah,sering saya tergoda untuk MInggat saja meninggalkan semuanya termasuk anak istri keluarga dan lain lain,mohon doa dan motifasi dari pembaca,kalau berkenan tolong kirimkan email ke Aurigaisnice@gmail.com

    Comment by sugar — May 22, 2008 @ 8:36 am

  26. Gravatar Image
  27. Coba mas sugar baca kajiedan.blogspot.com , semoga ada pencerahan

    Comment by khairulu — May 23, 2008 @ 8:45 am

  28. Gravatar Image
  29. salam mas heri, nama saya dhani. to the point aja. saya adalah orang yang banyak hutangnya, yang hampir mencapai kurang lebih Rp.15 Juta. semua itu karena untuk membantu biaya orang tua saya yang pernah dirawat dirmh sakit Yang biayanya sebesar Rp32 juta. namun sisanya kurang Rp.17 juta lagi. tolong saya minta solusi mas heri. apakah yang harus saya lakukan dan bagaimana solusinya supaya saya bebas terjerat dari hutang2 tersebut. bahkan dengan hutang yang begitu banyaknya, sampai2 malam pun saya tidak bisa tidur karena memikirkan hutang tersebut. saran dan solusinya saya tunggu di email saya: Dhaniprolinks2yahoo.co.id
    trim’s.

    Comment by dhani — August 18, 2008 @ 8:37 am

  30. Gravatar Image
  31. Ingin ralat nih…
    Maaf Mas heri…saya mau ralat, maksudnya sAya mau sheering kepada mas khairul. sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar2nya. Buat mas khairul tolong sarannya gimana? saya tunggu yah, di email saya -dhaniprolinks@yahoo.co.id- trims.

    Comment by dhani — August 19, 2008 @ 8:13 am

  32. Gravatar Image
  33. ass mas khairul
    saya mo nanya nih mas, jadi klo utang tuk investasi itu baik ya, krn kita tahu mas tuk kondisi yang sekarang ini sulit meningkatkan potensi usaha tanpa berhutang

    Comment by Muhammad Isa — September 30, 2008 @ 4:29 am

  34. Gravatar Image
  35. Utk mas Isa. Berhutang utk bisnis dan investasi perlu kalkulasi skenario bila terjadi kegagalan. Seberapa jauh kita mengalami resiko gagal pengembalian bila terjadi gagal bisnis/investasi?

    Bila resiko sdh dikalkulasi, barulah kita bicara keuntungan. Prinsip investasi: kalkulasi dulu resiko terburuk kerugian sebelum bicara indahnya keuntungan.

    Bisnis dan investasi pasti mengandung resiko. Yang penting adalah kita sdh perhitungkan resiko tersebut. Ini kita sebut ‘calculated risk’.

    Comment by Khairulu — October 3, 2008 @ 11:59 pm

  36. Gravatar Image
  37. ass…membaca tips anda,aku nangis nggak bisa brenti ni airmata,semoga aku bisa mengamalkan doa yg anda sarankan..makasih..mungkinkah aku istri yg sial yaaa???? krn kata orgtua,smua kegagalan,kesuksesan adl dari istri..apa sebaiknya aku lepaskan suamiku? agar hidupnya ngga susah? kali aja dia sukses tanpa saya?? apakah perpisahan jalan yg terbaik bagi kami?…apa emang ada yg namanya istri sial?? Ya Allah aku ngga pernah jahat ma org,knp yah hidupku kayak gini??…apa emang aku penyebabnya??

    Comment by confused — December 10, 2008 @ 12:14 am

  38. Gravatar Image
  39. Umm …before, maf y kl sy salah bcra :)
    mb yg penuh smgt menuju prbaikan yg comment’nya pd december @ 12:14 am, sy sedih deh baca comment mba,insya Allah tidak ada yang sia-sia. knp mb brfikir utk brpisah dg suami mb ??
    sdg perubahan mnuju khidupn yg lbh baik ada di tangan mb. mba kuncinya.. suami mb btuh mba,memilih mb sbg istri! artny suami mba bth mba. berjuanglahh.. !! hamasaah!!

    Comment by rani — February 4, 2009 @ 6:18 am

  40. Gravatar Image
  41. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
    Assalamu’alaikum Wr Wb

    Saya beribadah, berdo’a & berikhtiar serta bertawakal hanya kepada Allah & karena Allah.. hanya kepada Allah saya menyembah.. hanya kepada Allah saya meminta pertolonga.. saya lagi di uji keimanan & saya membutuh bantuan buat yg mereka dermawan yg hakikatnya meminta kepada Allah, yang saya tidak meminta tapi meminjam tanpa bunga. dengan jaminan sertifikat tanah ataupun jiwa dan raga saya taruhkan jika Allah mengizinkan. sumpah demi Allah saya tidak berniat menipu..sumpah demi Allah saya cuma membantu membereskan masalah saya keluarga. Insya Allah saya berkorban jiwa & raga di jalannya Allah.

    saya siap disuruh apa saja untuk melunasinya asal tidak keluar dari aturan islam.. insya Allah saya siap melunasinya walaupun puluhan tahun.. jika saya harus bekerja & berbakti sampe lunas insya Allah saya siap.. misalkan jadi karyawan, pengurus mesjid atau pembersih/pembantu mesjid, karyawan ponpes, pengurus atau pembersih/pembantu mesjid ponpes.. saya kerja & usaha diluar boleh juga.. jadi apapun itu asal halal insya Allah saya siap.

    alhamdulillah setahun lebih saya berusaha mebereskannya. Dengan berusaha menjalankan ibadah-ibadah seperti shalat, berdo’a, bersedekah,menyantunin anak yatim.dll. serta berwiraswasta.tapi belum ada jalan keluar.. mungkin solusinya Ada di pihak yang dermawan yang di amanati Allah. mungkin dari badan amal zakat, perusahaan ponpes, perorangan atau yang lainnya..

    saya seorang pemuda lajang usia 26 bertanggung jawab atas kelangsungan hidup keluaga.. keluarga saya belasan orang rata2 masih sekolah & belum kerja.. bapak saya sudah lama sekali tidak kerja karena punya penyakit jantung,darah tinggi,diabetes dll. (Penyakit tua). Saya punya utang Total 200jt-an ke bank yg bikin tertekan itu karena berbunga. total 150juta-an saya hanya berharap kepada Allah. Karna janjinya saya bisa menjalani semua ini. Dengan berharap kemudahan,hidayah & rahmarnnya..

    Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
    sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Q.s Alam Nasyrah 5-6

    saya kutip beberapa firman Allah & hadis Rasulullah. sebagai referensinya..

    Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. “Q.s At Taubah 60

    Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
    “Q.s Al Baqarah 280

    Dari Hudzaifah, dari Nabi -shollallohu alaihi wasallam- : “Ada seseorang mati dan masuk surga. Maka ia ditanya: Apa yang pernah kau lakukan?. Beliau mengatakan: Entah dia ingat sendiri atau diingatkan, lalu mengatakan: “Aku dulunya bertransaksi dengan banyak orang, maka aku (biasanya) menangguhkan pelunasan hutang kepada mereka yang kesulitan, aku juga memberikan kelonggaran dalam hal alat pembayaran”. Karena itulah ia diampuni (dosanya)”. Abu Mas’ud mengatakan: “Aku juga pernah mendengarnya dari Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- .

    Dari Abdulloh bin Abu Qotadah: bahwa (ayahnya) Abu Qotadah pernah mencari orang yang berhutang kepadanya, yang bersembunyi darinya, dan akhirnya ia menemukannya. Ia mengatakan: “Sungguh aku dalam kesulitan!” Abu Qotadah mengatakan: “Sungguh demi Alloh?” ia menjawab: “Sungguh demi Alloh” Abu Qotadah mengatakan lagi: “Karena Aku pernah mendengar Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: Barangsiapa yang ingin selamat dari bencana pada hari kiamat nanti, maka hendaklah ia meringankan beban hutang orang yang kesulitan atau membebaskannya sama sekali!”.

    Hadis riwayat Hudzaifah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Para malaikat menerima ruh seorang lelaki dari umat sebelum kamu. Mereka bertanya: Apakah kamu pernah melakukan suatu kebaikan? Ia menjawab: Tidak. Mereka bertanya lagi: Cobalah kamu mengingat! Lelaki itu menjawab: Saya dahulu pernah mengutangkan orang-orang, lalu aku menyuruh pembantu-pembantuku untuk menangguhkan tagihan utang kepada orang yang sedang dalam kesulitan (miskin) serta memaafkan orang yang kaya. Rasulullah saw. bersabda: Lalu Allah swt. berfirman: Maafkanlah orang itu!. (Shahih Muslim No.2917)

    Hadis riwayat Abu Mas`ud ra., ia berkata:Rasulullah saw. pernah bersabda: Seorang lelaki dari umat sebelum kamu menghadapi penghitungan amal perbuatan, lalu tidak didapati satu amal kebajikan pun miliknya, kecuali bahwa ia pernah mengutangkan manusia ketika masa kaya lalu memerintahkan pembantu-pembantunya untuk memaafkan (membebaskan utang) orang yang kesulitan. Rasulullah saw. bersabda: Allah Azza wa Jalla berfirman: Kami lebih berhak berbuat begitu dari ia, maka ampunilah dia!. (Shahih Muslim No.2921)

    Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Dahulu terdapat seorang lelaki yang biasa mengutangkan manusia. Ia berkata kepada pembantunya: Apabila kamu menagih orang yang dalam kesulitan, maka maafkanlah ia, semoga dengan demikian Allah akan mengampuni dosa kita. Kemudian ia menemui Allah, maka Allah mengampuninya. (Shahih Muslim No.2922)

    Rasulullah SAW mengingatkan, “Siapa yang mengambil harta orang lain (berutang) dan berkeinginan akan mengembalikannya, Allah akan membantu mengembalikannya. Namun, siapa yang mengambilnya dengan tujuan menghilangkannya (tidak dikembalikan), Allah akan menghilangkannya (tidak akan membantu mengembalikannya).” (HR Bukhari dari Abu Hurairah)

    Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang membantu melepaskan seorang Mukmin dari kesulitan dunia, Allah akan membantunya lepas dari kesulitan pada hari Kiamat. Dan, siapa yang memberikan kemudahan kepada orang lain yang tengah kesusahan, Allah akan memberikan kemudahan padanya di dunia dan di akhirat.” (HR Muslim dari Abu Hurairah)

    Hadis Abu Hurairah r.a : “Sesungguhnya pernah ada jenazah seorang lelaki yang mempunyai hutang dihadapkan kepada Rasulullah s.a.w, maka baginda bertanya: Apakah dia ada meninggalkan sesuatu untuk membayar hutangnya? Sekiranya baginda diberitahu bahawa orang tersebut ada meninggalkan sesuatu untuk membayar hutangnya, maka baginda akan mendirikan sembahyang ke atas jenazahnya sekiranya dia tidak meninggalkan sesuatu baginda bersabda: Sembahyangkanlah ke atas temanmu itu. Setelah Allah memberikan kemudahan kepada baginda dalam menaklukkan negeri, baginda bersabda: Aku lebih berhak terhadap orang-orang mukmin dari pada diri mereka sendiri. Oleh itu sesiapa yang mati meninggalkan hutang maka akulah yang akan membayarnya dan sesiapa yang mati meninggalkan harta, maka harta itu untuk ahli warisnya”.

    saya minta bantuan do’anya bagi siapa saja yang membaca tulisan ini. . sebenarnya saya tidak ingin menuliskan semua ini. Tapi melihat beban orang tua saya terpaksa menuliskan semua ini.. MAAF.. SAYA BERNIAT MEMINJAM BUKAN MEMINTA. (Dengan tempo 20tahun/ tergantung kondisi & kebijakan). JIKALAU MEMANG ADA YANG MAU MEMBERI SAYA TERIMA (jika memang itu kehendak Allah)

    semoga Allah memberi pertolongan kepada kita semua… jika Allah mengizinkan dermawan untuk membantu keluargaku.. tidak ada yg bisa menahannya. bahkan dermawan mendapatkan pahala,rezeqi,ampunan serta kemudahan- kemudahan lainnya.. amin..
    jika Allah berkehendak memilih dermawan e-mail saja ke : allah_mahapenolong@yahoo.com

    nanti saya kasih tahu secara rinci soal kami & identitas kami…

    Katakanlah (wahai Muhammad): Wahai Tuhan yang mempunyai kuasa pemerintahan! Engkaulah yang memberi kuasa pemerintahan kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang mencabut kuasa pemerintahan dari sesiapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah juga yang memuliakan sesiapa yang Engkau kehendaki dan Engkaulah yang menghina sesiapa yang Engkau kehendaki. Dalam kekuasaan Engkaulah sahaja adanya segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

    Engkaulah (wahai Tuhan) yang memasukkan waktu malam ke dalam waktu siang dan Engkaulah yang memasukkan waktu siang ke dalam waktu malam. Engkaulah juga yang mengeluarkan sesuatu yang hidup dari benda yang mati dan Engkaulah yang mengeluarkan benda yang mati dari sesuatu yang hidup. Engkau jualah yang memberi rezeki kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dengan tiada hitungan hisabnya.
    Q.s Al’Imran ayat 26, 27
    Hadis Aisyah r.a isteri Nabi s.a.w :“Nabi s.a.w sering berdoa ketika sembahyangnya dengan berkata : Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu daripada seksa kubur dan aku memohon perlindungan kepada-Mu daripada fitnah Dajal. Aku juga memohon perlindungan kepada-Mu daripada fitnah semasa hidup dan selepas mati. Ya Allah! Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari segala dosa dan hutang. Aisyah berkata lagi: Seseorang telah berkata kepada Rasulullah s.a.w: Alangkah banyaknya kamu memohon perlindungan dari beban hutang wahai Rasulullah! Lalu Rasulullah bersabda: Sesungguhnya seseorang yang sudah terkena beban hutang, apabila dia berkata-kata dia akan berdusta dan apabila berjanji dia akan mengingkari”

    Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353)

    “ Ya Allah, Cukuplah dengan yang dihalalkan oleh Engkau, jauhkanlah dari yang diharamkan oleh Engkau, layaklah aku, anugerahkanlah Engkau, jauhkanlah daripada mengharap-harap selain dari Engkau ”

    “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah ayat 186)

    An-Naashir… Al-Musta’aan.. ya Allah…
    ALHAMDULILLAH..
    wassalamu’alaikum….
    allah_mahapenolong@yahoo.com

    Comment by allah_mahapenolong — July 1, 2009 @ 7:36 am

Leave a comment



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/2005/07/21/kiat-sederhana-mengurangi-stress/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here