Seberapa besarkah Tuhan?
Setiap anak kecil tampaknya pernah punya pertanyaan yang sama : seperti apakah wujud Tuhan? Seberapa besarkah Tuhan? Saya sendiri waktu kecil membayangkan Tuhan seperti sesorang yang berjubah dengan tudung menutup kepala yang membuat wajahnya tak kelihatan. Setelah dipikir-pikir ternyata ini akibat nonton film di TV jaman dulu dimana tokoh pendeta maupun malaikat (bahkan kadang juga iblis, pokoknya semua yang spiritual) digambarkan seperti itu. Istri saya sama saja, dia membayangkan Tuhan seperti seorang manusia besar sekali memakai songkok (kopiah) dan sedang jongkok mengamati bumi. Hehe, lucu betul…
Agus Mustofa memberikan gambaran lebih ‘realistis’ wujud Tuhan.Kurang lebih begini (dengan bahasa saya) : kita sudah tahu berapa besar bumi ini (bahkan sudah ada fotonya dari luar angkasa). Kita baru mampu memperkirakan bentuk galaksi Bima Sakti dimana tata surya kita berada. Galaksi Bima Sakti ini hanya satu dari milyaran atau mungkin trilyunan galaksi di alam semesta ini. Besarnya alam semesta kira-kira seluas ilustrasi ini. Bila alam semesta kita anggap sebesar bola bumi, maka tata surya kita (dari matahari sampai Pluto) cuma sebesar satu sel bakteri!
Anggap bentuk alam semesta itu bulat, dan kita bisa gambarkan tepi-tepinya. Pertanyaan : ada apakah di luar bola alam semesta ini?
Nah, Tuhan lebih besar dari alam semesta itu.








Ada apa di luar sana? Jawaban yang paling tepat adalah: ruang. Entah, ruang tersebut terisi apa. Namun, yang pasti Tuhan meruang (karena ia tidak menyerupai apapun ciptaannya). Ini juga berarti Tuhan juga tidak menempati ruangan yang mahaluas itu. Jadi, seberapa besar –dalam arti meruang– Tuhan itu?
Comment by Imponk — June 18, 2006 @ 6:42 pm
Menarik.
Saya seringkali menemukan bahwa betapapun berbedanya saya dengan istri, ada hal-hal sama diantara kami berdua. Hal-hal yang mungkin entah bagaimana membuat kami jadi dekat.
Dan ini tadinya saya sendiri gak menyadarinya (baca: menolak untuk mengakuinya), sampai suatu hari teman mengatakan “jek, lu mirip ama istri lu ya…”
Terus setelah saya pikir-2 memang kebanyakan orang yang sudah menikah itu punya kemiripan/kecocokan dengan istrinya.
Sudah ada statistik soal ini belum ya?
:-)
Comment by arief# — June 29, 2006 @ 10:07 am
tak kira itu gambar buah apel…
tibakno keleru…
Comment by dhany — July 3, 2006 @ 1:44 am
Pak, ‘di luar’ dan ‘di dalam’ bukankah hanya berlaku untuk alam semesta? Jadi pertanyaan dan gambarnya kurang tepat. Mungkin maksudnya memudahkan tapi justru membingungkan.
Comment by Budi Sulis — July 7, 2006 @ 9:39 am
Untuk no 4.
Saya belum pernah ketemu surveinya, tapi juga sudah membuktikan berkali-kali. Bahkan sepupu saya punya dua anak angkat dan dua-duanya secara fisik mirip dengan ayah ibunya. Kata teman, saya juga mirip dgn istri.
Sebenarnya penjelasan ilmiah ada (agak berbau filsafat). Esensi manusia selalu bergerak mendekati sesuatu yang dicintainya. Kalau kita sangat cinta materi, maka esensi kita akan sangat dekat dengan materi. Kedekatan suami istri juga menyebabkan keduanya semakin dekat secara esensial. Secara fisik juga makin mirip.
Ada kelanjutannya dikit…
Kedekatan cinta juga berdampak pada kedekatan spiritual. Di akhirat nanti kita akan berkumpul dengan orang-orang yg kita cintai: Rosul (amin!), keluarga kita, guru-guru kita, idola kita. Itulah mengapa kita harus selalu mengarahkan cinta kita ke segala sesuatu yang baik.
Comment by Budi Sulis — July 7, 2006 @ 9:47 am
Setahu kita sbg makhluk Tuhan kita ndak boleh membayangkan bgmn wujud dan dimana adanya dia.
Ada seorang anak nanya pada bapaknya
AYah…Dimana itu Tuhan
BIa tdk dikiri dikanan didepan dibelakang diatas dibawah didalam atau diluar
AJadi……?????
BIa meliputi seluruh alam semesta
Comment by dimas — July 10, 2006 @ 5:40 am
Dalam lautan bisa diukur..dalam hati siapa yg tahu..Tuhan ada dalam hati masing-masing manusia
Comment by Tonny — August 11, 2006 @ 5:19 pm
semuanya diceritakan dengan rinci di surat Ar-Rahman …
” maka nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan ..”
Comment by bowie — August 17, 2006 @ 4:00 am
Tuhan itu ada wujudnya, tapi tidak bisa digambarkan seperti apa…karena pikiran kita pun masih termasuk dalam alam ini, masih terkena hukum sebab akibat, kalo Tuhan tidak berlaku hukum sebab akibat….Alam ini adalah kitab Tuhan….termasuk kita didalamnya…dan Allah SWT mempermudah kita untuk merenungi alam ini dengan membimbing kita melalui kitabnya Al Qur’an…..(Saya baca di buku HAMKA : Falsafah Hidup )
Comment by Hadi — August 24, 2006 @ 9:10 am
di luar sana ada komet dan meteor
dan makhluk asing
dan besar tuhan kite sendiri tidak dapat jangkakan
bay6angkang bumi ini sebesar guli saja
dan tuhan besar mana lagi!!
Comment by shah — October 8, 2006 @ 2:01 pm
menurut saya, segala sesuatu yang telah diciptakan oleh Nya adalah semua kebutuhan kita. dan oleh karena itu manfaatkanlah segala yang telah diciptakan dan lestarikanlah, dan jangan lupa tuk bersyukur,
adapun cerita :
seorang yang selalu memikirkan seberapa besar tuhan maka ia akan gila !
Comment by adhi — February 2, 2007 @ 1:06 pm
ya,,
kalo menurut aku, mungkin sebuah ruang kosong…
atau bahkan sama sekali tanpa isi.atau mungkin juga sebuah batas dari bentang alam yang tak terlihat dan kasap mata…
ah..ga tau deh..yang tau cuma sangmaha pencipta yang sungguh bahkan manusia sekalipun sulit untuk mendefinisikannya
Comment by dee`dee — March 20, 2007 @ 2:09 am
Tuhan bukan makhluk yang terbatas oleh Ruang dan Waktu sehingga pertanyaanya yang keliru.
Comment by joko widodo — April 2, 2007 @ 5:29 pm
apakah kita adalah jerawat anak kecil yang jatuh cinta
Comment by robertus ferry — June 30, 2007 @ 1:09 pm
tuhan ada ato gak ga ada yg bisa buktiin…yg pasti aDA suatu Kekuatan yang melebihi batas pemikiran manusia
Comment by wewe — August 7, 2007 @ 5:53 am
menurut saya di luar tu gak ad apa2 hanya sebuah ruang kosong, entah untuk apa tuhan menciptakannya, tp yang jelas pasti ad maksudnya tuhan membuat ruang kosong tersebut, oh ya saya mau nanya sebenernya alien or mahluk asing selain kita manusia tu ad gak sich?????????? trims sblmnya
Comment by ryan — October 1, 2007 @ 11:58 am
apa jangan2 di ruangan tu lah ad mahluk asing selain manusia, mungkin????
Comment by ryan — October 1, 2007 @ 12:01 pm
sebernya itu hanya ruang kosong yang mungkin hanya diisi benda2 kecil yang terlempar.Memangnya alam semesta nyampe mana? Pernah lihat po luasnya alam semesta?????????jgn mudah percaya ma buku dunk….^_^
Comment by Ivan — October 31, 2007 @ 5:12 am
kata ikan, di luar air juga ‘cuman ruang kosong’…
Comment by khairulu — October 31, 2007 @ 6:03 am
sesunguhnya orang yang ingin mencari wujud dari tuhan dia tidak akan mampu untuk mencarinya tapi denganm kepercayanlah kita bisa mempercayai adanya tuhan itu
Comment by andre — November 2, 2007 @ 7:48 am
1 lagi diatas langit ke 7 ada arsy yang dutempati oleh tuhan.disana ada berbagai macam pintu yng terbuat dari sesuatu yang sangat sempurna
Comment by andre — November 2, 2007 @ 8:00 am
allahua’lam bisawab
jgn engakau kaji kekuasaan allah tapi pelajari ciptaan allah
allahu akbar
Comment by taufik — November 20, 2007 @ 8:03 am
Besarnya alam semesta. Sebagai perbandingan, bila sitem galaksi Bima Sakti adalah sebuah titik, maka Bima Sakti tersebut adalah bagai titik di alam semesta.
Comment by Agung — November 27, 2007 @ 2:29 am
Ga usah pusing-pusing mikirin ukuran universe, ilmuwan2 yg khusus meneliti ini aja masih berspekulasi apalagi kita
apalagi alam semesta makin lama makin melebar aja, jadi ukurannya juga makin tidak valid..
Mungkin maksudnya “besar” disini bukan besar dalam arti ukuran, bisa saja berarti “berbobot” atau “great”, kan sudah pengetahuan umum kalau kitab2 agama kita itu berisi metafora2 yg sesuai dengan pengetahuan manusia pada jamannya..
Jadi apa boleh buat, kita cuma berusaha memahami alam dgn keterbatasan akal & indera manusia, kita membayangkan Tuhan seperti pendeta, orang tua, atau gas tak berwujud juga sah-sah aja sesuai keyakinan.. that is faith.. Sama halnya kalau kita ditanya “bagaimana warna2 selain warna pelangi? ” walaupun sudah pasti eksis, tapi krn keterbatasan indera kita, kita ga akan pernah bisa tahu bagaimana warna2 selain warna pelangi sama seperti kita ga pernah tahu bentuk Tuhan
kecuali yg pernah dapet “perjalanan khusus ke atas sana” hehe
Comment by baguz — December 28, 2007 @ 3:10 pm
tak kiro dunia jadi buah apel ga taunya ttg hidup setelah mati
Comment by Hubby — February 7, 2008 @ 4:35 am
kita, telapak tangan, nafas, keringat, kemampuan untuk berfikir, keindahan, sesuatu yang buruk yang pernah menaungi kita, apapun, keberhasilan, Tuhanlah pemilik segalanya, apakah kita pnah menyadarinya?????
Comment by hida — June 13, 2008 @ 10:33 am
Arsy (Singgasana) Allah Azza Wa Jalla
Selasa, 10 Juli 2007 02:32:03 WIB
http://www.almanhaj.or.id/content/2171/slash/0
ARSY (SINGGASANA) ALLAH AZZA WA JALLA
Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani bahwa ‘Arsy Allah dan Kursi-Nya adalah benar adanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Maka, Mahatinggi Allah, Raja Yang sebenarnya; tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar selain Dia, Rabb (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.” [Al-Mu’minuun: 116]
Juga firman-Nya:
“Yang mempunyai ‘Arsy, lagi Mahamulia.” [ Al-Buruuj: 15]
Apabila seseorang Muslim mengalami kesulitan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan untuk membaca:
áÇó Åöáóåó ÅöáÇøó Çááåõ ÇáúÚóÙöíúãõ ÇáúÍóáöíúãõ¡ áÇó Åöáóåó ÅöáÇøó Çááåõ ÑóÈøõ ÇáúÚóÑúÔö ÇáúÚóÙöíúãö¡ áÇó Åöáóåó ÅöáÇøó Çááåõ ÑóÈøõ ÇáÓøóãÇóæóÇÊö¡ æóÑóÈøõ ÇúáÃóÑúÖö¡ æóÑóÈøõ ÇáúÚóÑúÔö ÇáúßóÑöíúãö.
“Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Yang Mahaagung lagi Maha Penyantun. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb (Pemilik) ‘Arsy yang agung. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb langit dan juga Rabb bumi, serta Rabb Pemilik ‘Arsy yang mulia.” [1]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
…ÝóÅöÐóÇ ÓóÃóáúÊõãõ Çááåó ÝóÇÓúÃóáõæúåõ ÇáúÝöÑúÏóæúÓó¡ ÝóÅöäøóåõ ÃóæúÓóØõ ÇáúÌóäøóÉö¡ æóÃóÚúáóì ÇáúÌóäøóÉö æóÝóæúÞóåõ ÚóÑúÔõ ÇáÑøóÍúãóäö…
“… Apabila engkau memohon kepada Allah, maka mohon-lah kepada-Nya Surga Firdaus. Sesungguhnya ia (adalah) Surga yang paling utama dan paling tinggi. Di atasnya terdapat ‘Arsy Allah yang Maha Pengasih…” [2]
‘Arsy yaitu singgasana yang memiliki beberapa tiang yang dipikul oleh para Malaikat. Ia menyerupai kubah bagi alam semesta. ‘Arsy juga merupakan atap seluruh makhluk. [3]
‘Arsy Allah dipikul oleh para Malaikat, dan jarak antara pundak Malaikat tersebut dengan telinganya sejauh perjalanan burung terbang selama 700 tahun. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ÃõÐöäó áöí Ãóäú ÃõÍóÏöøËó Úóäú ãóáóßò ãöäú ãóáÇóÆößóÉö Çááåö ãöäú ÍóãóáóÉö ÇáúÚóÑúÔö Åöäøó ãóÇ Èóíúäó ÔóÍúãóÉö ÃõÐõäöåö Åöáóì ÚóÇÊöÞöåö ãóÓöíúÑóÉõ ÓóÈúÚö ãöÇÆóÉö ÚóÇãò.
“Telah diizinkan bagiku untuk bercerita tentang sosok Malaikat dari Malaikat-Malaikat Allah Azza wa Jalla yang bertugas sebagai pemikul ‘Arsy, bahwa jarak antara daun telinganya sampai ke bahunya adalah sejauh perjalanan 700 tahun.” [4]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
ãóÇ ÇáÓøóãóÇæóÇÊõ ÇáÓøóÈúÚõ Ýöí ÇáúßõÑúÓöíöø ÅöáÇøó ßóÍóáúÞóÉò ãõáúÞóÇÉò ÈöÃóÑúÖö ÝóáÇóÉò¡ æóÝóÖúáõ ÇáúÚóÑúÔö Úóáóì ÇáúßõÑúÓöíöø ßóÝóÖúáö Êöáúßó ÇáúÝóáÇóÉö Úóáóì Êöáúßó ÇáúÍóáúÞóÉö.
“Perumpamaan langit yang tujuh dibandingkan dengan Kursi seperti cincin yang dilemparkan di padang sahara yang luas, dan keunggulan ‘Arsy atas Kursi seperti keunggulan padang sahara yang luas itu atas cincin tersebut.” [5]
Adapun tentang Kursi, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan Kursi Allah meliputi langit dan bumi.” [Al-Baqarah : 255]
Dari Sa’id bin Jubair bahwasanya ketika Sahabat ‘Abdullah bin ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhu menafsirkan firman Allah: æóÓöÚó ßõÑúÓöíøõåõ ÇáÓøóãóÇæóÇÊö æóÇúáÃóÑúÖó “Kursi Allah meliputi langit dan bumi,” beliau berkata:
ÇóáúßõÑúÓöíøõ ãóæúÖöÚõ ÇáúÞóÏóãóíúäö æóÇáúÚóÑúÔõ áÇó íóÞúÏõÑõ ÞóÏúÑóåõ ÅöáÇøó Çááåõ ÊóÚóÇáóì.
“Kursi adalah tempat meletakkan kaki Allah, sedangkan ‘Arsy tidak ada yang dapat mengetahui ukuran besarnya melainkan hanya Allah Ta’ala.” [6]
Imam ath-Thahawi (wafat th. 321 H) rahimahullah berkata: “Allah tidak membutuhkan ‘Arsy dan apa yang di bawahnya. Allah menguasai segala sesuatu dan apa yang di atasnya. Dan Dia tidak memberi kemampuan kepada makhluk-Nya untuk mengetahui segala sesuatu.”
Kemudian beliau rahimahullah menjelaskan: “Bahwa Allah mencipta-kan ‘Arsy dan bersemayam di atasnya, bukanlah karena Allah membutuhkan ‘Arsy tetapi Allah mempunyai hikmah tersendiri tentang hal itu.” [7]
[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i, PO BOX 7803/JACC 13340A. Cetakan Ketiga Jumadil Awwal 1427H/Juni 2006M]
Foote Note
[1]. HR. Al-Bukhari (no. 6345), Muslim (no. 2730), at-Tirmidzi (no. 3435) dan Ibnu Majah (no. 3883), dari Sahabat Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhu.
[2]. HR. Al-Bukhari (no. 2790, 7423), Ahmad (II/335, 339) dan Ibnu Abi ‘Ashim (no. 581), dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu
[3]. Syarhul ‘Aqiidah ath-Thahaawiyah (hal. 366-367), takhrij dan ta’liq Syu’aib al-Arnauth dan ‘Abdullah bin ‘Abdil Muhsin at-Turki.
[4]. Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 4727), dari Sahabat Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu ‘anhu, sanadnya shahih. Lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 151), Syarhul ‘Aqiidah ath-Thahaawiyah (hal. 368) takhrij dan ta’liq Syu’aib al-Arnauth dan ‘Abdullah bin ‘Abdil Muhsin at-Turki.
[5]. HR. Muhammad bin Abi Syaibah dalam Kitaabul ‘Arsy, dari Sahabat Abu Dzarr al-Ghifari Radhiyallahu ‘anhu . Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (I/223 no. 109).
[6]. Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir (no. 12404), al-Hakim (II/282) dan dishahihkannya serta disetujui oleh adz-Dzahabi. Lihat Syarhul ‘Aqiidah ath-Thahaawiyah (hal. 368-369), takhrij dan ta’liq Syu’aib al-Arnauth dan ‘Abdullah bin ‘Abdil Muhsin at-Turki.
[7]. Ibid, hal. 372.
Comment by Abu Akmal — June 14, 2008 @ 2:14 am
inspiratif……….
Comment by prad — July 3, 2008 @ 5:14 am
Jika kita tak tau banyak tentang Tuhan,sebaiknya gak usah terlalu dipikirkn.
Comment by mugi — October 6, 2008 @ 10:11 am
sy sih pernah mikir-mikir kaya gitu tpi kok gak bisa-bisa dinalar, dulu waktu smu sy sering pergi kelapangan dan melihat bintang dimalam hari maka terbesit tanya apakah yang ada di bintang sana apa sy bisa kesana dst… trus apa alam itu ada batasnya ataukah tidak, kayaknya sih diluar alam semesta itu tidak ada materi, ruang dan waktu. sy suka memikirkan apa-apa yang memang sangatlah unik untuk dipikirkan meskipun itu tidak ada jawabannya tpi sy senang bahwa otak pemberian tuhan ini memang digunakan untuk mengkaji hal-hal yang belum diketahui dan setelah berusaha dan masih belum diketahui maka berserah diri dan memahami keterbatasan akal kita. Bukti hebanya akal manusia adl adanya teknologi dan hal tersebut dicapai oleh orang2 yg sering timbul tanya dan mencoba2
thx
Comment by ww — June 19, 2009 @ 12:59 am
pikiran manusia yg unlimited jg gk bsa menandingi luas’a alam smesta…
puyeng dh klo dpikirin… gk ad awal n akhir’a… itulah Tuhan… ABADI…
pkok’a bnyak yg ada d luar sana…
SUBHANALLAH…..
Comment by arunk — June 20, 2009 @ 1:47 pm
Tuhan abadi,tak berawal dan tak berakhir…Dia ingin dikenal mahlukny maka diciptakanNya alam semesta ini..manusia yg diberi kelebihan yaitu akal.Dan akal inilah sarana kita sebagai mahluk untuk mengenal penciptanya,yaitu Tuhan yg memberi segala kebutuhan dimuka bumi ini mulai dari dalam rahim ibu.Walaupun hanya oksigen,apakah kita pernah berterimakasih padaNya?apakah kita bisa menciptakan oksigen?Nah,dari hal2 yg kecil itulah sepatutny kita bersyukur dan berpikir.Tuhan Maha besar berarti dimensiny tidak terhingga,Dia juga Maha halus berarti kerapatannya 1 : tidak terhingga..apa yg ada diluar alam semesta? Tuhan mendegradasikan zatnya sebagai sumber energi bio cahaya,ibarat telur didalam kuning dan putih telur terdapat materi pembentuk mata bulu jantung dll dari ayam,namun bulu ayam tdk bisa disebut kuning atau putih telur?bagaimana?coba mari kita renungkan…
Comment by Nana — August 14, 2009 @ 2:02 pm
menurut saya…hidup ini,alam semesta…hanya ad d pikiran kita…semakin luas kita memikirkan maka semaikin luas alam semesta…batas luarnya hanya batas kita memikirkan luasnya…menurut saya loo
Comment by Robby — September 25, 2009 @ 1:19 pm
sejak kecil aku selalu memikirkan apakah yang ada di luar sana memiliki batas? namun ketika aku berfikir seperti itu selalu kepalaku pusing. mungkin kepalaku tak mampu memikirkan semua itu karena sebagai manusia biasa memiliki batasan yang dei berikan tuhan..!! thx
Comment by Icang — November 3, 2009 @ 12:05 pm