Andy Bechtolsheim : Bila saya bertemu “Google Guy”
Google sekarang adalah salah satu perusahaan paling populer di internet. Nilai saham Google kini sekitar 120 trilyun rupiah.
Perusahaan ini dimulai secara ‘tidak sengaja’ dengan proyek BackRub, yaitu suatu algoritma untuk melacak bibliografi di internet. Ini seperti melacak balik daftar pustaka suatu buku untuk mendapatkan referensi paling utama dari suatu ilmu. Larry Page dan Sergey Brin yang menggagas ide ini semula hanya ingin tahu andai saja kita dapat melacak link secara mundur, sehingga di belantara web kita dapat menemukan sumber awal dari sebuah informasi. Proyek iseng-iseng itu dipasang di asrama kampus dengan modal minim. Yang paling menyita biaya tentunya adalah hardisk yang banyak hingga mencapai terabyte.
Tak disangka proyek bibliografi ini kemudian menjadi cikal bakal search engine. Banyak mahasiswa kampus Stanford yang memakainya sehingga tak kurang dalam setahun bandwidth kampus menjadi sering anjlok.
Kira-kira setelah 2 tahun eksperimen BackRub ini berjalan, mulailah dua orang pencipta Google ini mencari donatur. Niat awalnya adalah menjual teknologi ini ke pihak lain. Ternyata hasilnya, nihil. Tidak ada yang berminat. Salah satu yang ditawari adalah senior mereka pendiri Yahoo, David Filo yang tidak terlalu terkesan. “Kalau sudah lebih matang dan scalable, mari kita bicara lagi.” katanya.
Larry Page dan Sergey Brin tidak putus asa. Mereka mulai terus mencari investor. Akhirnya mereka mendapat kesempatan bertemu dengan Andy Bechtolsheim,salah satu pendiri Sun Microsystem. Pada suatu pagi mereka bertemu. Kedua pencipta Google mendemokan prototype Google. Sayangnya Andy Bechtolsheim sedang sangat terburu-buru, sementara kedua pencipta itu ingin menjelaskan lebih mendalam. Andy yang dengan sekilas langsung mengenali potensi Google berkata, “Daripada kita diskusikan semua detil, mengapa tidak saya tulis saja cek buat kalian?” lalu dia menulis cek untuk Google Inc. Jumlahnya $100,000.
Cek itu menjadi dilema karena sulit diuangkan. Google Inc. belum ada! Maka cek itu tergolek beberapa pekan sementara Sergey ngebut membuat perusahaan Google Inc. sambil terus mencari donatur dari kalangan keluarga dan rekan-rekannya.
Lima tahun kemudian Google mencatat sejarah dengan IPO yang sukses luar biasa. Nilai saham Andy pada awal 2005 bernilai sekitar 500 juta dolar.
Andai, suatu ketika Anda bertemu dengan dua orang seperti Google Guy ini, apakah Anda akan menjadi David Filo atau Andy Bechtolsheim?
Kisah selengkapnya dapat dibaca di Google History. Ngomong-ngomong, menilai suatu peluang memang tidak mudah…







Inspiratif!
Comment by Imponk — June 4, 2006 @ 5:06 pm
Setelah membaca profil Andy Bechtolsheim di wikipedia….nampaknya cukup menjawab mengapa dengan penilaian sekilas Andy terhadap google terbukti tepat di kemudian hari…karena si Andy sudah sukses berulangkali membangun & menjual perusahaan hi-tech…jadi intuisinya dlm menilai peluang telah terasah dg baik,barangkali.
Dari cerita di atas ada benang merah yg bisa ditarik : alumni stanford edan2…pd jadi billionaire semua
Sekedar catatan baik Andy, Larry page, Sergey Brin, dan bahkan David Filo alumnus stanford !!!
Comment by tri — June 5, 2006 @ 5:19 am
luar biasa cak. kita ambil hikmahnya.
Comment by achedy — June 5, 2006 @ 10:48 am
motivasi…
Motivasi….
MOTIVASI……….
…… ????
Comment by dhany — June 9, 2006 @ 2:25 am
a little thing can be a huge benefit ..as long as we serious to work on it…. hmmmmm .. cool …
Comment by Dwi Utomo Prabowo ( bowie ) — June 11, 2006 @ 11:00 am
wesss…. dari tak punya modal, menjadi kaya banget tuh orang.
Pantes ditiru.
O..ya,,, mo nanya ni ama abg senior…,, situs bwt blogger di indonesia yg mantep apa si???? Klo bs bls k e-mail. Thx
Comment by fadhly — June 14, 2006 @ 5:52 pm
Sory..ni url yg bener
Comment by fadhly — June 14, 2006 @ 5:55 pm
jadi2-2nya gak masalah toh sama2 petinggi 2 perusahaan he he
Comment by aditya — August 2, 2006 @ 11:00 pm