Meraih Bahagia & Sukses melalui IQ, EQ, SQ, PQ, AQ
bersama SEPIA Institute

Random Image

Siapa TOKOH KARTUN Sepia Modus Anda?
Coba saja fasilitas baru kami SEPIA Modus Online Quick Test!



Kini Anda bisa mendapatkan artikel SEPIA lewat email. Subscribe di menu sebelah kanan. Trims.



May 28, 2006

Golden Moment : saat tepat meningkatkan hubungan emosi dengan anak

sepedaKarena sibuk merintis karir, banyak orang tua melewatkan masa-masa indah bersama anak-anaknya. Akibatnya walaupun semua keinginan fisik anak dipenuhi ternyata jiwanya tetap kosong. Banyak terjadi sebuah keluarga yang sangat mapan secara ekonomi namun sangat labil secara emosi. Ini dikarenakan dilema dalam memilih prioritas keluarga. Saat anak masih kecil, kebanyakan orang tua sedang sibuk merintis karir, sehingga anak benar-benar kehilangan orang tuanya. Apalagi saat sempat berkumpul, ternyata orang tuanya sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Badannya di rumah, namun hatinya masih di luar rumah. Kesibukan kerja ternyata sering membuat kita melewatkan masa emas bermain dengan anak-anak.

Anak kita tak selamanya mau bermain dengan kita. Bila sudah menginjak masa puber, pasti kesempatan orang tua untuk bermain dengan anaknya akan menurun drastis. Anak-anak remaja biasanya memilih teman-teman sebaya mereka untuk bermain. Malu rasanya masih main dengan orang tua kita. Karena itu masa emas bersama anak adalah saat mereka masih balita hingga usia SD. Saat itulah kita harus memberikan perhatian untuk meraih kesempatan emas menjalin hubungan dengan anak.

Kapan saat emas itu muncul? Sangat sering. (more…)


May 21, 2006

Memberi orang lain kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan

Filed under: Kecerdasan Emosi, Kiat

Suatu ketika saya bertanya kepada anak saya, “Dika mau tidur dimana malam ini?” Memang dia biasa tidur di dua tempat, kamarnya sendiri atau bersama ibunya. Anak itu tidak menjawab. Dia sibuk bermain-main tanpa mengacuhkan pertanyaan ayahnya. Saya mengulangi lagi pertanyaan itu. Dan sekali lagi anak itu cuek saja.

Maka saya menegurnya (dan sejujurnya saya kesal dengan sikap cuek anak itu), “Dika, kalau ditanya orang tua menjawab dong, jangan diam saja seperti itu…” Ibunya pun menegur pula, anak itu dimarahi ibunya karena sikapnya yang cuek itu. Memang kami berdua telah sepakat bahwa untuk urusan moral kami harus bersikap tegas. Saya bahkan menimpali dengan teguran yang sangat keras, “Sikap cuek itu sikap anak durhaka….” (duh, teguran ini tentu sangat keras)

Maka anak itu terlihat guncang. Usianya baru delapan tahun, dan kami tahu dia anak yang cukup perasa. Anak itu tampaknya mulai menangis dalam diam. kami pun mendiamkannya pula. Terasa betul keheningan yang sangat tidak mengenakkan. Ibunya lalu pergi ke ruang lain. Suasana sangat tidak nyaman. (more…)


May 15, 2006

Dogma : kisah sebuah pot

Seorang ayah mempunyai pohon bonsai kesayangan yang ditanam dalam sebuah pot. Si ayah tersebut begitu sayangnya dengan bonsai itu dan rajin merawatnya. Setiap hari dia menyirami tanaman tersebut. Suatu ketika si ayah jatuh sakit, maka dia memanggil anaknya. “Nak, tolong sirami pohon di pot itu,” katanya. Si anak menuruti pesan ayahnya. Dia menyirami tanaman dalam pot itu. Ketika si ayah kembali sehat, maka pohon itu kembali disiram si ayah. Hingga tibalah umur si ayah, maka ketika menjelang ajal dia berpesan kepada anaknya, “Ayah titip kau rawat tanaman itu.” Lalu meninggallah si ayah. Si anak melanjutkan pesan itu dengan baik. Setiap hari dia menyirami tanaman di pot itu.

Waktu berlalu, suatu ketika si anak kemudian menjadi seorang ayah. Dia memiliki seorang anak. Setiap hari si anak melihat ayahnya menyirami pot. Tak lama kemudian meninggal juga si ayah ini meninggalkan seorang anak yang berbakti. Setelah ayahnya meninggal, si anak ini ingat bahwa ayahnya sering menyirami tanaman di pot itu. Maka dia melanjutkan dengan terus menyiram tanaman di pot tersebut. (more…)


May 7, 2006

Tukang becak naik haji : kisah Wahid yang cerdas finansial

Kisah nyata ini dimuat Pikiran Rakyat Sabtu 6 Mei 2006.

Wahid (56), penarik becak yang biasa mangkal di kawasan Gunung Pereng, Kec. Cihideung, Tasikmalaya, bersyukur mampu menunaikan haji bersama istrinya Siti Hujaenah pada tahun 2004.

“Saya merasa bersyukur, karena dari hasil cucuran keringat ini bisa naik haji dan menyekolahkan anak, kata haji Wahid saat ditemui di Terminal Bus Tasikmalaya, demikian dituturkan Pikiran Rakyat.

Wahid mulai menarik becak tahun 1972 di Gunung Pereng. Sejak awal Wahid bertekad memiliki becak sendiri, maka dia mencicil becak secara kredit Rp 150,00/hari. Tentunya jumlah yang cukup besar waktu itu. Cicilan itu dia bayar kurang lebih selama setahun. Lunas membayar becak, Wahid mulai membeli tanah buat tempat tinggalnya. Berkat kerja keras siang malam dan kedisiplinannya dalam mengelola uang maka ia mampu membeli tanah dan membangun rumah.

Usai memiliki rumah Wahid kembali mengambil cicilan becak. Becak itu kemudian dia sewakan kepada rekan lainnya. Ternyata hasilnya lumayan. Dari 1 becak sewaan itu Wahid terus menambah hingga kini memiliki 40 becak! Sebanyak 25 becak disewakan dengan tarif Rp 4000,00/hari. “Sisanya saya kreditkan kepada orang lain,” ujarnya. (more…)


May 2, 2006

Paul Ekman : seni membaca wajah

ekspresi wajah Silvan Tomkins dan Paul Ekman adalah guru dan murid yang mendalami seni membaca wajah. Ini adalah ilmu mengenali gerakan otot-otot wajah untuk membaca emosi dan pikiran seseorang. Tomkins mengajar di Princeton, ia menulis buku Affect, Imagery, Consciousness, sebuah karya yang cemerlang tentang ilmu membaca emosi.

Ekman sangat terkesan dengan kemampuan Tomkins, maka dia pun menjadi murid yang serius untuk mempelajari ilmu gurunya itu. Salah satu kejadian yang membuat Ekman terkesan adalah ketika Tomkins dapat menebak dengan mudah wajah orang dari dua kelompok suku yang ekstrem berbeda. Kedua suku di pedalaman Papua Nugini ini memiliki karakter berbeda. yang satu, suku Luar Selatan adalah suku yang ramah dan cinta damai. Yang ke dua, suku Kukukuku, adalah suku yang kejam, suka bermusuhan, dan punya kebiasaan homoseksual. (more…)


Artikel lama, dipilih random, yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
http://sepia.blogsome.com/seminar-gratis/





Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here