Jurus satu lengan
Anak remaja itu sangat ingin mendalami judo. Tak dinyana, dia mengalami musibah kecelakaan hingga tangan kirinya terpaksa diamputasi hingga pangkal lengan. Pupus sudah harapannya untuk belajar judo, sampai suatu ketika seorang guru judo mengetahui hasratnya itu.
Maka guru itu bersedia melatih judo kepada anak tersebut. “Ah, masak aku bisa?” tanya anak itu. “Bisa, kalau kamu mau,” kata sang guru. maka mulailah anak itu belajar membanting. Sebuah pelajaran membanting yang dilatihnya berulang-ulang hingga dia bosan. Suatu ketika dia menjadi bosan dengan latihan itu.
“Guru, kenapa saya hanya berlatih bantingan ini terus-menerus?” tanya anak itu sambil berusaha menyembunyikan perasaan bosannya. “Percaya sajalah padaku,” jawab sang guru.
Suatu ketika ada kejuaraan judo. Saat itulah sang guru berkata, “Nak, tiba saatnya kamu menguji dirimu.” “Saya? Saya layak ikut bertanding?” tanya anak itu ragu-ragu.
Ternyata, anak itu berhasil mengalahkan lawan-lawannya di pertandingan. Sedemikian hebatnya hingga membuat kagum banyak orang, termasuk diri anak itu sendiri.
“Guru, mengapa saya bisa menang?” tanya anak itu masih keheranan. Jawab sang guru, “Ketahuilah nak, jurus yang kamu kuasai itu adalah jurus bantingan tersulit dalam judo. Jurus itu amat hebat, dan hanya bisa dikalahkan kalau kamu punya lengan kiri….”
ps : tks to YA for this story







good inspiring story….dont ever give up even you realize ur weakness….
Comment by rusle — May 19, 2006 @ 7:06 am
Disetiap kekurangan Insya Allah selalu ada kelebihan
Comment by dhany — June 9, 2006 @ 2:29 am
I Rahim Yousesfi from Afghanistan judo
Comment by Rahim yousefi — December 15, 2007 @ 4:09 pm
mas khairul, artikelnya sangat memberikan inspirasi buat saya, boleh tak saya copy artikelnya dgn tetap menampilkan link sepia ini? makasih sebelumnya.
saya selalu melihat blognya mas..
Comment by rifo — August 28, 2009 @ 7:14 am