Mempertahankan (bahkan meningkatkan) motivasi diri
Film Children of Heaven adalah salah satu film yang mengesankan saya. Film dari Iran ini bercerita tentang kakak beradik dari keluarga miskin, Ali dan Zahra, yang berusaha memecahkan masalah mereka bersama : sepatu si adik hilang, mereka takut bilang ke orang tua, lalu mereka bergantian pakai sepatu si kakak untuk pergi ke sekolah. Berhari-hari mereka terpaksa berlari-lari demi bisa bergantian sepatu tepat waktu agar tidak terlambat sampai sekolah. Ada banyak masalah karena hal itu, Zahra yang malu dengan sepatu gembel buruk rupa milik Ali, sepatu hanyut di selokan, Ali yang dimarahi pengawas sekolah karena datang terlambat, dan lain-lain masalah.
Pemecahan masalah muncul ketika ada lomba lari anak-anak yang berhadiah sepatu untuk juara ke-tiga. Ali akhirnya lolos boleh ikut lomba tersebut mewakili sekolahnya. Diam-diam Ali mengincar juara ke-tiga demi hadiah sepatu. Tak disangka dia menjadi juara satu. Ali justru menangis, karena gagal mendapat hadiah sepatu!
Film ini diputar untuk memberi pengertian tentang motivasi kepada sekelompok siswa SMP di Yayasan Pupuk Kaltim Bontang. Pertanyaan yang diajukan kepada adik-adik tersebut : “Mengapa Ali ingin menjadi juara ke-3?” Mereka menjawab, “Ingin dapat hadiah sepatu.” “Apa yang membuat Ali menjadi sangat bersemangat bahkan ngotot untuk meraih hadiah sepatu dalam lomba lari tersebut?” Adik-adik remaja itu diam. Saya jawab, “Karena dia membela adiknya.”
Cuplikan kisah film itu menunjukkan dua hal penting :
- seseorang bisa merancang strategi kalau sudah jelas apa yang ia tuju (dalam hal ini Ali berstrategi menjadi juara 3 demi hadiah sepatu). Apa yang dia tuju itu adalah ‘visi’.
- Seseorang akan membuat’visi’ dan bersemangat kuat untuk meraih ‘visi’ itu kalau dia mempunyai SESUATU YANG DI’BELA’ (dalam kisah itu Ali membela adik yang sangat disayangnya, karena itu ‘energi’ semangat dia melejit tinggi jauh melampaui peserta lomba lainnya).
Seringkali kita merasa kehilangan semangat, atau turun semangat dalam bekerja, belajar, maupun berusaha. Sumber utama penurunan tersebut karena kita tidak sunguuh-sungguh membela sesuatu. Orang yang bekerja dengan kesadaran sedang ‘membela’ keluarganya (istri dan anak), pasti lebih bermotivasi dibandingkan yang sekedar bekerja untuk mengisi waktu. Siswa yang belajar dengan kesadaran sedang membela masa depan diri dia sendiri, tentu lebih bermotivasi dibandingkan yang cuma sekedar mengikuti kelaziman bersekolah. Dalam buku Quantum Learning, awal dari pembelajaran yang berhasil adalah sebuah pertanyaan, yaitu AMBAK : Apa Manfaatnya ini BAgi Ku? Sebenarnya esensi dari hal itu adalah mencari relevansi dari apa yang akan dilakukan (belajar misalnya) dengan kepentingan ‘membela sesuatu’(dalam hal ini adalah diri sendiri).
Jadi resep tetap bersemangat adalah : ‘bela’lah sesuatu. Dan yang terutama adalah bela dirimu sendiri, untuk dunia maupun akhirat!







Pas sekali ketika saya sedang turun semangat mengerjakan TA.
Setelah saya pikir-pikir. Tidak ada (belum ketemu) apa yang saya bela meskipun saya sangat berambisi dan progresif untuk lulus bulan Juli (amiin). Yang menjadi motivasi saya adalah: TA/belum lulus menjadi penghambat saya melakukan hal-hal yang saya inginkan…
Comment by AL — April 12, 2006 @ 7:44 pm
Klo dipikir-pikir bener juga, dalam melakukan sesuatu seperti kuliah dan bekerja, pasti terkadang ada rasa jenuh yang terasa amat sangat … tapi ya itu Inget ada yang kita bela ya pak, masa depan kita. Dan yang pasti sesuatu yang positif, cepat atau lambat pasti akan menghasilkan sesuatu yang positif juga bagi kita
Comment by rayyan sugangga — May 9, 2006 @ 5:59 am
Kepada Yth, Bp./Ibu di tempat, saya ingin membeli buku “Sepia : Lima kecerdasan utama. Tolong dikirimkan alamat lengkapnya ke e-mail saya, terima kasih atas bantuannya, wassalam,Ali.
::: Ali bisa pesan lewat SMS melalui link pembelian buku di kanan atas. tks ya.
Comment by Ali — June 8, 2006 @ 11:38 pm
GREAT !!! BRAVO !!! saya suka sekali emmbaca artikel2 motivasi, dan saya telah mendapat ‘pengalaman baru’ dari sepia.
BRAVO SEPIA !!!
Comment by melly — December 13, 2006 @ 1:06 am
mas,kasih penjelasan ttg SQL donk. saya lagi butuh banget
Comment by nia — February 3, 2007 @ 2:05 am
bagus, kalua boleh kirimi saya video / film nya untuk disebar luaskan ke masyarakat untuk menghibur di zaman edan ini.
sukses dan mulia
anugrah dc
Comment by Anugrah Dc — June 27, 2007 @ 10:43 am
aku setuju klo seseorang senang/bangga akan anything pasty akan mempertahankan/menjaganya dengan sekuat tenaga.
Comment by prio — August 9, 2007 @ 2:14 am
moivasi terbesar adalah niat jika niat kita tulus maka kita akn mempunyai semangat
Comment by ikhi — October 25, 2007 @ 7:51 am
asalamualaikum wargi motivasi bisa lahir jika kta pnya maksud dan tujuan yang jelas dan kuat
Comment by taufik — October 25, 2007 @ 7:54 am
semoga apa yang diberikan di sampaikan dapat memberi semangat untuk manusia serta menjadi nilai ibadah baginya
Comment by testianimakmur — November 14, 2007 @ 6:53 am
Saya sangat setuju dengan artikel yang ditulis diatas, untuk tetap semangat qta perlu ada sesuatu yang harus dibela anak/istri qta contohnya, tapi bagi saya yg seorang pegawai rendahan yg tidak mempunyai apa yg hrs dibela spt peningkatan karir atau yg lainnya menjadi malas utk bkrja, mending saya cari sampingan karena jelas apa yg saya bela yi anak dan istri saya…..
Comment by mas ulum — February 27, 2008 @ 8:04 am
Buat mas ulum. Ada cerita tentang mesin tik tua. Beberapa hurufnya merasa jarang dipakai (misalnya huruf q). Lalu dia putus asa dan melepaskan diri (rusak). Cacatlah mesin tik itu. Tiap kali memerlukan huruf Q ternyata tak ada.
Kita ini mungkin spt huruf Q yg jarang dipakai (atau tak dianggap penting). Namun yakinlah mas, ada org lain yg sngt beruntung dg keberadaan kita. Ada teman kerja yg diam2 menghargai kontribusi pekerjaan kita. Kalau kita bekerja tulus, insya Allah getaran tulus itu dirasakan org lain.
Cari sampingan juga oke. Artinya tidak bertentangan dg kerja kita sekarang. Jadi, kita kerja yg tulus, juga cari sampingan dg sungguh2 (artinya semua dikerjakan sungguh2 sesuai porsinya). Suatu ketika kita pindah kerja pun, org akan hormat krn kita telah menunjukkan kesungguhan di setiap amanat yg kita emban.
Sukses selalu mas!
Comment by khairulu — February 27, 2008 @ 2:53 pm
kalau boleh tau bagaimana cara membangkitkan motivasi diri kita agar kita menjadi lebih baik atau menjadi berubah yang lebh baik dari yag sekarang
Comment by berryfadly — March 14, 2008 @ 12:11 am
bagaimanakah motivasi yang membuat kita menjadi lebih dekat dengan allah swt.
::: katanya sih, beragama itu pelan-pelan. yang penting istiqomah (teguh dan tekun). kalau saran Rasulullah saw, untuk memotivasi mendekat ke Allah swt, kita perlu sering-sering mengingat mati. berani? ya harus berani dong…
khairulu
Comment by berryfadly — March 14, 2008 @ 12:17 am
memang harus ada yang kita bela untuk mencapai tujuan hidup ,jika ingin membela belalah orang ynag kita cintai seperti orang tua kita yang membela kita.tanpa mengenal lelah
Comment by darmawan fmipa UAD — April 3, 2008 @ 5:37 am
Wah suatu cerita yang sangat menarik bagi saya. Terkadang memang mempunyai suatu “visi” di dalam hidup ini dapat menuntun dan bahkan “memaksa” kita untuk mencapai visi kita. Dan salah satu yang diperlukan untuk mencapai visi ini adalha motivasi dari diri kita masing2. Saya secara pribadi merasakan terkadang (atau bahkan sering ya) lebih mudah untuk memotivasi seseorang daripada memotivasi diri sendiri. Hal ini juga seringkali membuat diri saya “jatuh” ketika ada masalah yang datang. Saya menjadi bingung sendiri, apa yang harus dilakukan. Akhirnya saya menemukan jawabannya…. Hargai dirimu sendiri, maka kamu akan dapat menghargai diri orang lain. Lakukan dengan ikhlas sehingga apapun yang orang lain lakukan padamu terutama hal yang buruk, kamu akan tetap berdiri tegar. Semoga bermanfaat ya.
Comment by edward kadek — May 5, 2008 @ 8:44 am
Good namun saya lebih cendeung memakai istlah ‘cinta’ daripada ‘bela’. Karena cintalah yang sebenarnya menggerakkan kita.
Contoh : kita haus, kita mati2an mencari minuman. Apa yang menggerakkan? Cinta. Krn kita cinta dg tubuh kita, so kita atur strategi u/ mendapatkan seteguk air minum u/ melepas dahaga. Next ikhlas (berserah diri stlh berusaha max) dan lalu tetep bersyukur meski kita cuma dapat sedikit.
Comment by hangga — May 25, 2008 @ 3:53 pm
siip, sangat setuju, untuk semua.
but, adakalanya orang tidak mengetahui sama sekali motive diri nya secara material (bisa diukur). cause, setiap orang itu berbeda cerita hidupnya, pengalamannya, dan berjuta-juta perbedaan yang ada dalam dirinya. saya sendiri pernah mengalami hal seperti ini. mencoba untuk memotivasi diri, dengan sesuatu yang bisa diukur. apa nyana…? ternyata saya tidak berhasil….
akhirnya ……..saya membuat kesenangan sederhana dari apa yang lakukan dan kerjakan dengan “senyuman”. dan coba tebak apa yang saya dapatkan…? lebih dari sekedar ketenangan, kesenangan dan kebahagiaan yang saya miliki sebelumnya….
Comment by ansya — May 31, 2008 @ 1:00 am
ceritanya bagus.
mas,q mw cerita. aq kan pacaran dah hampir 2thn. ketika aq gi seneng2nya,ayahku nyuruh aq untuk mutus pacarq.pokoknya q harus mutus dy. akhirnya aq nurut dy,walau sebenarnya sangat berat buatq, dan mpe sekarang q juga belum ikhlas nglepasin dy. karena dy penopang semangat aq. saat ini aq pengen ningkatin belajarq,karena q kelas 2 SMA.jadi nilaiq harus bagus agar bisa dapat PMDK di perguruan tinggi yang aq inginkan. trus,bagaimana cara memotivasi diriq agar aq bisa bangkit lagi untuk semangat belajar???
Comment by Laily N.K — September 14, 2008 @ 8:22 am
Kita akan selalu mendapatkan sesuatu yang memang kita yakini akan kita dapatkan. ” Kesamaan Menarik Kesamaan “.
Comment by masjoko — September 20, 2008 @ 1:28 pm
pengen sukses dalam hal apapun? motivasilah diri Anda, karena motivasi yang sejati adanya dalam diri kita sendiri. thx.
Comment by dian — November 16, 2008 @ 2:10 pm
gOoD StOrY
Comment by ramoy — December 3, 2008 @ 2:32 am
terimakasih untuk memberikan ulasan yang mengena, terutama cerita tentang mesin tik dan huruf Q, terus terang saya belum mampu menjadi orang yang tulus, motivasi ada tapi masih tentative sifatnya. membaca ini menggugah hati saya untuk memunculkan lagi sesuatu yang ingin saya”bela” sesuatu yang membuat saya rela bertahan ditengah hiruk pikuk jakarta. thank u for sharing may allah bless u
Comment by ranishania — December 17, 2008 @ 1:10 am
Saya sangat setuju bahasan mengenai hal tersebut dan ini pernah saya rasakan pada saat saya akan naik tingkat ke jenjang yang lebih tinggi dari pekerjaan saya. Kalau kita tidak mempunyai visi dan misi maka tujuan tersebut tdk dapat dicapai. Sukses selalu…..
Comment by Arief Cahyono — March 15, 2009 @ 1:50 pm
Salut……bgt….
makacih….yow dah kasih sesuatu yang bner”
mengesankan hati an membuat mata hati serta pikirnkyu terbuka bahwa hidup mang tak semuda yang qta bayangkan….
Comment by nia — March 16, 2009 @ 2:49 am
terima kasih banyak atas tulisan ini..
ini membuat diriku berpikir apa artinya hidup.. kalau tidak memiliki visi..
visi tidak dapat diraih dengan setengah-setengah semangat akan tetapi semangat menyeluruh.. itulah kesungguhan
Comment by singgih — July 29, 2009 @ 1:55 pm