Erlangga, dan Kejeniusan Anak Indonesia
Kemarin saya bertemu dengan adik kelas yang baru pulang dari Belanda. Ternyata riset PhD dia cukup dahsyat, memecahkan persoalan matematika gelombang yang digunakan oleh perusahaan minyak Shell untuk mencari cadangan minyak.
Hasil riset dia cukup menghebohkan dunia minyak, terutama dengan kemungkinan membuat profil 3 dimensi dari cadangan minyak. Metode dia berhasil memproses data-data seismik seratus kali lebih cepat dari metode yang sekarang biasa digunakan.
Saya jadi ingat kembali kehebatan Pak Habibie. Beliau dulu menemukan rumus yang mampu mempersingkat prediksi perambatan retak. Rumus beliau ini yang kini digunakan negara-negara , termasuk NASA Amerika.
Saya yakin SDM Indonesia memang jagoan kaliber internasional. Sayangnya visi dan finansial negeri ini jauh dari menggembirakan. Semua SDM kita yang sangat bagus ditelantarkan (karena tidak ada kerjaan yang bisa dilakukan di dalam negeri). Akhirnya negara lain lah yang memanfaatkan.
Yogi Ahmad Erlangga, teman saya itu dengan sedih menceritakan. Setelah hasil dia dipublikasikan maka dia mendapat kontak dari Schlumberger untuk menindaklanjuti hal itu. Shell tentu saja sudah memakainya. Bahkan di Belanda dia diliput oleh media massa, juga media TV Belanda berencana mewawancarainya (tapi dia keburu pingin pulang, jadi tidak sempat). Jelas hal ini menunjukkan potensi ekonomi luar biasa dari algoritma matematik yang dia temukan.
Karya Erlangga (demikian nama belakang yang populer di internet, dia bahkan di klaim sebagai matematikawan Belanda, haha) ini juga diyakini menjadi solusi bukan hanya untuk minyak tapi juga untuk berbagai hal lain yang menyangkut gelombang. Salah satunya adalah industri yang berminat untuk menggunakan metode dia dalam merancang Blu-Ray, keping DVD super yang nantinya bisa memuat hingga puluhan GB data.
Sedikit yang menarik, Yogi sebenarnya adalah sarjana teknik aeronautika (penerbangan) ITB, yang kemudian mengambil riset bidang matematika. Ternyata hasilnya bisa diaplikasikan ke dunia minyak. Sekarang dia mendapat post-doc di Jerman untuk meneliti bagaimana meredam bising dari mesin jet.
Demikian luar biasa respon di dunia, sayang kata dia, hingga saat ini Pertamina justru tidak pernah mengontak dia. (yah, jangan-jangan bahkan Pertamina pun tidak tahu ada karya anak bangsa ini yang menghebohkan dunia…. atau jangan-jangan tidak peduli? kan tinggal bayar Schlumberger…)
Kita ini memang bangsa pintar, sayang kurang cerdik…
NB : foto kartun di atas sebenarnya jauh dari wajah aslinya yang tampan, hehe…







Salut.. sama kamu, boleh kenalan kan?
Sekarang tinggal dimana? Teruskan semangatmu…
Salam,
Sari
Comment by sari — March 1, 2006 @ 2:04 pm
I’m proud of you! Don’t stop, just keep on going and be the best you can be.
Regards
Comment by johannes tulung — March 2, 2006 @ 10:59 pm
ass. mas yogi, selamat yah. umat berterimakasih antum telah menghadiahkan sebuah hadiah yang menunjukkan ketidakmampuan orang barat. saya pribadi mengucapkan terimakasih. antum tinggal dimana sekarang saring kirim email yah… biar kita dapat saling ta’aruf. ana di azhar mesir. wass
Comment by mush'ab — March 5, 2006 @ 8:25 pm
alhamdulillaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah
Comment by muzayyin luthfie — March 15, 2006 @ 11:17 pm
Semoga ALLAH selalu menerangi dan melindungi jalan Anda, dan semoga Anda selalu mengingat akan kebesaran-NYA, dan bersikaplah rendah hati…bahwa diatas langit masih ada langit….insyaALLAH, sebagai bagian terkecil dari bangsa yang besar ini, semoga ilmu yang Anda telah raih dapat berguna bagi kemaslahatan umat…Amin..
Comment by Budhi Satyawan — March 18, 2006 @ 12:15 pm
Assalam WR.WB.!
Eleuh…! Alhamdulillah, puji syukur ka hadirot Allah SWT. Dina dienteun ieu teh tos seuer bangsa urang anu parantos ningalikeun kahebatan dina ilmu duniawi khususna para muda mudi. Abdi hanyang ngingeut keun ka sadayana, lamun bisa entong loba berharap ka pamarentah. Ayenamah kumaha urang sarerea bisa ngembangkeun urang Indonesia teh jararanten pengusaha anu bisa mere pagawean ka masyarakat, Amien. Saran Abdi kango Erlangga, Kumaha lamun erlangga anu bangun perusahaan sendiri, sehingga erlangga bisa mengatur segalanya sesuai keinginan Erlangga. Apabila Erlangga berminat dan bingung harus memulai darimana, jangan segan untuk mencari teman yang lebih mengerti. dan saya bersama kawan2 pun dengan senang hati apabila Erlangga membutuhkan keahlian kami untuk membangun Perusahaan pribadi. sebagai contoh bill gates dengan microsoftnya. Dengan ini saya ucapkan selamat dan sukses selalu buat erlangga. Sing boga jalan terbaik.
Wassalam WR.WB.
Salam Kenal
Ikhsan Maksudi
0817711600
021-7201271
Pusat Niaga Dutamas Bl.C2/16
Jl.RS.Fatmawati, Jakarta 12150
Comment by Ikhsan Maksudi — March 20, 2006 @ 6:01 am
As.w.w.
Terus terang saya baru tahu kalau ada SEPIA,saya dari anggota Koperasi Energi Indonesia (KEI)-Pertamina, saya sangat terkejut sekaligus berbangga hati ternyata banyak anak bangsa kita yang genius,termasuk mas Erlangga ini.Melalui forum ini perkenankanlah kami berusaha menjembatani keinginan mas Erlangga dlm industri migas khususnya di Pertamina, Insya Allah berhasil.Mohon alamat nya. Trimakasih juga kpd seluruh personil Sepia yg menginformasikan berita ini salam kenal.
Was.w.w
Achmad Susilo
021-52906440
Jl.Gatot Subroto 42, Wisma Mulia lt.27
Jakarta
Comment by achmad susilo — March 28, 2006 @ 9:09 am
Hehe… Yogi habis ini pasti dikontrak Temasek Laboratory Singapore … sing penting lak duit seh .. hehe Piye kabare sampeyan Pak!
Comment by arief — March 29, 2006 @ 4:37 pm
wah hebat ada anak bangsa yang kya gitu……..
klo pertamina ga peduli biarin aja…..tetep semangat bro!!!!!!!kan enakkan kerja di negeri orang daripada di negeri sendiri…..abis klo kerja di Indonesia, gajinya ga sesuai dengan kerja otak kita…….ngapain mikirin Indonesia, emank dya peduli gt ama kta…..(bukannya provokator lho!!!!!!!!)nanti klo bro udh nyuksesin negara orang baru tau rasa dah Indonesia ini…….
kya di Malaysia…..
ada perusahaan minyak namanya PETRONAS….lebih kurang 50% atasan PETRONAS itu orang Indonesia, mereka orang2 pintar yang di telantarkan oleh bangsa sendiri……
coba Indonesia menyatukan mereka dan bangun negeri kita….mungkin Indonesia sdh lbh maju dibanding US sekalipun………..
tp siapa yang tau pikiran orang2 besar di negeri kita……
pokoknya tetap semangat walopun di negeri orang……
GOOD LUCK BRO!!!!!!!
Comment by novri desideria permata — April 2, 2006 @ 4:44 am
Wah..wah.. GAK NYANGKA BANGET!!!!!
Pak Yogi ni diam2 menghanyutkan.
Bener2 gak nyangka deh dosen Mekanika Fluida saya ini ternyata sedang jadi selebritis dunia.
Minggu depan jadi ke Jerman?? Good Luck deh mister…
Comment by azQ — April 22, 2006 @ 8:07 am
terimakasih atas komentar2nya. sudah saya sampaikan ke Pak Yogi. sekarang beliau di Berlin Jerman. saya sudah minta beliau untuk menanggapi komentar2 ini.
Comment by sepia — May 4, 2006 @ 9:08 am
Assalaamu`alaykum wr. wb.,
Terima kasih kepada semuanya atas komentarnya. Mohon maaf, meski sudah diminta sejak lama oleh moderator untuk melihat dan menjawab komentar-komentar di www.sepiasun.com, baru saat ini bisa memenuhinya.
Tanggapan saya sbb:
(1)pertama, bagi yang ingin kenalan, anggap saja tanggapan ini juga sebagai perkenalan. Saya senang berkenalan dengan anda (meski virtually). Mudah-mudahan perkenalan ini membawa persaudaraan yang penuh manfaat.
(2)mengenai Pertamina (tapi bukan cuma Pertamina), sebenarnya ini contoh klasik masalah serius yang dimiliki bangsa Indonesia dan negara Republik Indonesia. Dari bangsa ini, sudah banyak yang memberikan kontribusinya masing-masing pada dunia keilmuan yang digelutinya. Sayangnya bangsa kita belum terbiasa untuk menghargai hasil karya keilmuan mereka. Sudah saatnya paradigma masyarakat pada “menuntut ilmu” dan “ilmuwan” diubah. Negara pun sudah saatnya membangun sistem dan kultur masyarakat yang mau dan selalu berusaha menghargai kerja otak anak bangsa. Kalau bangsa belum bisa (terlalu lembam barangkali), semestinya negara yang memulai. Tahun 1970, Indonesia, Malaysia, Korea, Cina were nothing. Tahun 1980, Korea became something. Tahun 1990 Malaysia started to be something. Sekarang, China is everything. Unfortunately, we are still nothing, sadly speaking.
(3) Sebagai dampak globalisasi, ilmu sekarang tanpa batas. Jadi mohon maaf, sebuah negara sudah tidak punya hak apa-apa lagi atas ilmu yang dikuasai anak bangsa. Yang saya percayai, dan ini pengamatan saya, masih banyak anak bangsa yang akan merasa bangga jika mereka menghasilkan segala prestasi terbaiknya di negeri sendiri dan untuk kejayaan bangsanya. Tinggal kemauan bangsa dan negara untuk menyambut keinginan mereka dengan sambutan yang “appropriate”.
Saya saat ini di TU Berlin, Institut fur Mathematik. Untuk korespondensi, saya bisa dihubungi di
erlangga (at) math.tu-berlin.de
Comment by yogi — May 11, 2006 @ 2:30 pm
Alhamdulillah Pak Yogi,
Mudah-mudahan bisa menjadi teladan dan motivasi at least bagi peneliti dan engineer muda baik di dalam maupun di luar negeri.
warih
Texas Instruments Japan
Comment by Warih Kurniawan — May 18, 2006 @ 8:37 am
Alhamdulillah
Pak Yogi,
Saya sangat kagum dan terharu..
prestasi yang sangat hebat, semoga bisa menjadi teladan buat semuanya dan dapat dipakai untuk kepentingan umat,
Semoga ALLOH SWT memberkahi Anda.Amin
Goodluck, Pak.
Comment by tanti sri oktivera — May 22, 2006 @ 4:40 am
Selamat Mas Yogi,
Sebagai mantan Mahasiswa dari P’Yogi untuk mata kuliah
Aerodinamika..saya sedikit kaget campur heran…
Koq bisa-bisanya Persamaan Helmholtz dipecahkan..
Hebat..
Sekali lagi hebat.., masih banyak teman-teman kita
yang juga hebat di Indonesia ini..
Hanya saja tinggal menunggu waktu kapan nama mereka
akan melejit dan mengharumkan bangsa.
Viva ITB,
Salam HMM-ITB
Comment by Amri Hakim S — June 7, 2006 @ 10:59 am
terus maju ya…
Comment by lia — September 29, 2006 @ 7:59 am
selamat dan sukses
hebat keren
Comment by wenda — October 13, 2006 @ 6:10 pm
yaaaa memang pada pintar sih tapi belum ada yang bisa buat perusahaan sekelas Schlumberger ataupun Shell. kalo orang2 pintar kita cuman dimanfaatkan untuk kepentingan mereka waahhhh kita gak akan maju2.
Comment by Adi — October 16, 2006 @ 3:48 am
Pak, klo di berlin sekarang, masih suka minum kopi plus bawa pisang kedalam kelas, ga? Apa itu rahasia sukses bapak. Salam kangen
Comment by Soleh Fajar Junjunan — November 16, 2006 @ 3:01 am
Assalamu
alaikum?biar gak males2an beri saran yo Mas!Sukron..mau tanya Mas.IQnya Pak Habibie brp ya?saya punya Intelejensi Umum 139.ini sama dengan IQ ga
Wassalam ww.
Comment by YOYOK — May 10, 2007 @ 10:07 am
saya mau nanya IQ pak SBY berapa ya?????????????????
Comment by ARY KURNIAWAN — May 11, 2007 @ 1:57 am
VIVA INDONESIA
SELAMAT BUAT PAK YOGI
SALAM
Comment by NASRIATI — July 17, 2007 @ 8:15 am
bagaimana belajar sukses, eureka buat teman - teman di medan, jl. komplek wartawan
Comment by juan cantona — July 28, 2007 @ 3:30 pm
Segala puji bagi Alloh Tuhan semesta alam yang telah menciptakan makhluk beserta kemampuannya. Selamat atas penemuannya. Kalau bisa, minta alamat e-mail-nya. Kebetulan saya seorang guru matematika. Mudah-mudahan bisa mempelajari hasil penemuan rumusnya untuk disampaikan kepada yang lain.
Comment by Budi Darmansah — August 15, 2007 @ 3:53 am
salut…buat Pak Yogi…
untuk negeri Indonesia, jika memang ingin bisa di everything maka memang perlu perubahan .. jangan ko diam tak bergeming… -_-’
Comment by WeW — October 22, 2007 @ 6:04 pm
Mnurut saya seh,
Comment by yosi — June 26, 2008 @ 6:18 pm
Mnurut saya,kayaknya tidak perlu terlalu berlebihan seperti itu.
seperti kata papatah : “Gunung tinggi,masih banyak yang lebih tinggi”
maksud saya,klo bisa pak Yogi jangan berdiam di suatu titik teruz.kalo bisa ya dimajuin lagi sampai jadi “Professor” kalo bisa.di indonesia sepertinya gampang dapet Professor.soalnya aku kenal ada anak Asia yg berprestasi jauh lebih dasyat dan masih sangat muda.cuman tidak banyak orang indonesia yg tau akan hal ini.sayang sekali…
seandainya Reporter2 indonesia kenal orang ini,pasti heboh banget.
Ayoo..pak Yogi.prestasinya dimajuin lagi.
“Kalau mau menggigit harus benar2 menggigit”
Stay Alive
Comment by yosi — June 26, 2008 @ 6:30 pm
Mas Yogi,
Salam kenal, saya salut buat anda mas, tapi gmn ya, kalau ilmu anda dipakai sama shell dan sumberger nanti sama mereka digunakan ngebajak perut bumi kita. Problemnya teknologi pengeboran bawah tanah 1000-2000 meter hanya segelintir saja yg punya termasuk mereka2. Tapi tetap semangat dan sampeyan kembangkan utk tujuan2 lain yg berguna syukur2 dapat dinikmati bangsa ini bagaimanapun pahitnya hidup dinegeri sendiri.
Saya merasakan yg anda keluhkan, dinegeri sendiri lebih susah daripada di negeri orang |(dilema), Sepulang dari Inggris beberapa tahun yg lalu saya mengajar disalah satu Intitusi di Bdg juga dgn gajih tdk lebih dari buruh kasar yg kerja di pabrik tekstil di majalengka, tapi karena saya yakin banyak anak2 muda seperti ana yg harus dibantu dan mudah2 an bisa spt anda maka saya tetap semangat dan nggak ingin pindah ke LN.
Sekarang saya lagi ngambil PhD di salah satu pusat riset di Inggris utk bidang energi terbarukan, yg teknologinya hanya 1/2 meter diatas tanah (biofuel) dan saya nyakin petani2 kita bisa melakukan tanpa bantuan Shell dan Sumberger. Mudah2 an saya bisa anda sebagai inspirasi di waktu kehilangan motivasi. Dan mari bangun sama2 negeri yg kita cintai ini apapun keadaanya dan keadaan kita.
Salam hangat terus berkarya dan menyemangati tmn2 yg lain
Wass.
Comment by Adrea — March 30, 2009 @ 5:27 pm