Jaringan pemikir di dalam perusahaan
Dalam artikel di majalah Harvard Business Review edisi Maret 2001, dituliskan cerita tentang kesuksesan pelaksanaan ‘human portal’ di lingkungan kerja British Petroleum (BP). ‘Human portal’ adalah sebuah sistem intranet yang memungkinkan terbentuknya jaringan yang menghubungkan 10 ribu pekerja untuk membagi pengalaman profesional dan teknikalnya. Portal ini berhasil membangun komunitas jaringan.
Pelaksanaan knowledge management di BP berlangsung sebagai berikut:
BP menggunakan pendekatan bottom-up untuk mengembangkan direktori knowledge yang memperoleh dukungan dari staff. Produk ini dikenal sebagai ‘Connect’. ‘Connect’ mengambil bentuk intranet repository search engine, dimana semua staff dapat mencari pekerja dengan knowledge dan pengalaman yang relevan. Selain itu, mereka juga dapat membuat personal home page yang kaya dengan content, yang dapat diakses oleh setiap orang.
BP mengembangkan lingkungan dimana setiap pekerja dapat dengan mudah mencari pekerja dengan keahlian tertentu. Semua pekerja ini dapat membuat dan mengembangkan home page pribadi di intranet.
Dengan menggunakan intranet dan e-mail, BP membangun ‘Connect’ dengan staff pendukungnya. Dengan menggunakan teknologi tadi, pekerja di seluruh penjuru dunia dengan sukarela membagi informasi melalui home page. Halamannya diisi dengan informasi seperti nama, job title, team business unit, taksonomi terstruktur tentang area keahlian, dan bahasa yang dikuasai. Pekerja juga dapat membagi kontak internal dan external dan link web favorit mereka (internal dan eksternal).
Proses pengumpulan data dibuat menyenangkan dan menarik dengan mengajak pekerja meng-upload foto, resume, clip audio, keanggotaan di jaringan, communities of practice, dan informasi kontak dasar seperti email dan nomor telepon. Dilakukan survey kepada pekerja dengan pertanyaan seperti apa pekerjaan yang sedang dilakukan saat ini? Pekerjaan di bidang mana yang telah dilakukan sebelumnya? Subjek seperti apa yang anda kuasai?
Dengan menggunakan informasi ini, sebuah direktori ‘Yellow Page’ di intranet tentang pengalaman pekerja, kategorisasi subjek yang berbeda, dan pengalaman teknikal dibuat. BP melakukan eksperimen dengan berbagai macam pendekatan untuk membuat knowledge-sharing lebih mudah. Video yang direkam dapat di-streaming di jaringan, yellow pages elektronik dapat dicari dengan menggunakan banyak pendekatan, pekerja didorong untuk menuliskan daftar keahlian dan pengalaman mereka. Proses ini membentuk tim virtual dan menambah nilai intranet.
Setelah ‘Yellow Page’ ini terbentuk. Sebuah invitasi dikirimkan ke semua pekerja BP yang mengajak mereka berpartisipasi dalam pengumpulan data melalui e-mail. Informasi dikategorisasi menjadi repositori di komunitas yang berbeda kepentingan.
Perusahaan-perusahaan besar kian intens memanfaatkan kekuatan internet. Bagaimana dengan di perusahaan Anda?







Knowledge management atau knowledge sharing memang jadi buzzword baru bagi perusahaan. Di tempat saya bekerja, khususnya di section bagian saya, tahun lalu dilakukan penelitian. Dan menurut hasil penelitian kita kita sudah menghemat biaya lebih dari 5 juta dollar ….
::: wah, hebat! kalau boleh ditulis dong pengalamannya, terutama bagaimana KMS nya dijalankan, dan bagaimana menghitung penghematan yang 5 juta dolar itu..
Comment by zuki — February 14, 2006 @ 12:36 pm