Self Talk : yang paling banyak bicara dengan kita
Seumur hidup ini, siapakah orang yang paling banyak bicara kepada kita?
Ya kita sendiri!
Coba perhatikan saat kita berpikir, bukankah kita bertanya kepada diri sendiri, menjawab diri sendiri, bahkan menghakimi diri sendiri? Saat orang lain membuat kita sedih, kita bertanya mengapa ya dia tega berbuat seperti itu? Apa ya salah saya? Mengapa ya dia tidak mau berubah? dan segala macam pertanyaan di dalam kepala.
Menurut banyak pakar Neuro Linguistik Programming (NLP), ’self-talk’ inilah yang akan membentuk siapa diri kita di masa mendatang. Dengan mewaspadai ’self-talk’ ini kita bisa meningkatkan secara dramatis kemampuan kita.
Anggap misalnya anda sedang mendapat musibah. ‘Self-talk’ anda mungkin didominasi pertanyaan : mengapa dia begini, mengapa begitu, kenapa aku yang kena, dsb. Ini jelas pernyataan yang negatif dan memperburuk keadaan.
Coba ubah sedikit menjadi : bagaimana aku sebaiknya bersikap, bagaimana aku bisa lebih baik, bagaimana agar aku bisa pengaruhi dia, dsb. Sedikit mengubah dari ‘mengapa’ menjadi ‘bagaimana’ akan membuat jawaban pikiran kita menjadi jauh lebih positif.
Jadi siapa sih yang sebenarnya membentuk diri kita ini? Orang tua, guru, buku, pacar, atau kita sendiri? Oh ya, sekarang self-talk anda sedang ngomong apa kepada anda?







bravo, tapi “cermin” itu akan tetap memantulkan bayangan dengan benar(baca=jujur) jika kitapun rajin dan rutin “membersihkannya”, apalah artinya sebuah cermin jika bayangan sejati tidak tampak dipermukaannya, tertutup oleh nafsu dan berbagai argument yang kesemuanya menggambarkan ke”aku”an, jujur memang sebuah pekerjaan yang maha sulit… walaupun kepada diri kita sendiri…aneh yaaa manusia.>!
::: mungkin kita takut jujur kepada diri sendiri karena malu dengan perilaku kita sendiri. banyak dosa. hehe. khairul
Comment by Koko, ajibawono (ji bao) — January 4, 2006 @ 6:12 am
saya juga sering bicara sama diri sendiri., lumayan menghibur.
Comment by nawi — April 24, 2007 @ 3:26 am