Menjadi pribadi bilangan nol
Entah guru mana yang cerita saya sudah lupa, tapi saya masih ingat ujarannya tentang keistimewaan bilangan nol. Angka nol berasal dari kebudayaan angka arab. Teman lain mengatakan bahwa angka ini merupakan kebudayaan Hindu , karena mereka perlu mendifinisikan kekosongan.
Sebelum menggunakan angka nol, pengetahuan manusia mengalami kesulitan dalam menuliskan bilangan (ah masa?). Misalnya dengan bilangan romawi, kita akan kesulitan menulis bilangan 100 trilyun. Untunglah angka-angka yang besar tersebut tidak diperlukan oleh masyarakat Roma.
Para ilmuwan Islam lah yang memperkenalkan bilangan nol secara intensif. Berbagai pengetahuan yang berkembang di masa kejayaan Islam secara langsung juga menyebarkan penggunaan bilangan basis 10 yang memerlukan angka nol.
Apa keistimewaan angka nol? Keistimewaannya ada pada sifat kehampaan (ketiadaan) dia.
- Semua yang dikalikan nol akan menjadi nol.
- Semua yang ditambah nol akan menjadi dirinya sendiri.
- Semua yang ditambahkan nol di belakangnya akan menjadi 10 kali lipat nilai awalnya.
Menjadi pribadi bilangan nol adalah menjadi pribadi unik dengan sifat nol, yaitu :
- Ketika ada sesuatu yang bertentangan dengan dirinya, maka semua tentangan itu lenyap kalah oleh pribadi bilangan nol.
- Ketika ada sesuatu yang bersahabat dengannya, maka sesuatu itu eksis karena didukung oleh pribadi bilangan nol.
- Kalau sesuatu itu bersinergi dengan pribadi bilangan nol, maka dia menjadi 10 kali lipat lebih hebat.
Semua bilangan itu unik, namun hanya nol lah yang sanggup menelan semua masalah. Setrilyun kali nol pun akan menjadi nol. Nol, memang istimewa….







Senada, meskipun tentu ada beda, dengan Mas Khairul yang tertarik mencari makna lain dari bilangan nol, aku sedang mengungkap makna “titik” seluas-luasnya. Namun “titik” bukan asal “titik” melainkan “titik ba”. Namun bukan asal “titik ba” melainkan “titik ba” pada basmalah. Penjelasan Mas Khairul di atas, sekalian izin nih, sering saya kutip untuk mempertajam maksud tulisan saya. Mohon izinnya ya Mas?
Comment by Ahmad Thoha Faz — January 25, 2006 @ 3:46 pm
KAlau menurut saya angka nol itu jangan diartikan sebagai kehampaan. Itulah yang kemudian yang mendasari lahirnya angka nol oleh Al-Khowarizmi seorang ahli matematika Arab. Al-Khawarizmi melukiskan angka nol sebagai titik sebagaimana pada angka hindi sekarang, dengan berpegangan bahwa hidup itu harus senantiasa berisi, dan tidaklah Allah menciptakan segala sesuatu itu dengan sia-sia (kehampaan). Untuk sementara mungkin itu aja dulu selebihnya Insya Allah saya bales via email
Comment by Ade Wahyudin — February 20, 2006 @ 12:58 pm
wah kalo saya mengutip tulisan mas khairul untuk mengisi blog saya boleh gak mas? ya tentunya aku tetap akan menuliskan sumbernya, mohon izinnya
Comment by anas ariffudin — July 23, 2007 @ 2:36 am
boleh Mas Anas, silahkan dikutip… . Artikel yang lama bisa juga di download gratis dari link ‘download gratis’..
Comment by khairulu — July 24, 2007 @ 5:37 am
mas nol itu kan kosong
dia gak punya apa-apa
kesehatan itu 1 kalo dia sukses/kaya baru tambahin nol dibelakangnya jadi 1000000000000…dst.
SAMPAI DIA BISA BERBAGI SESAMA
Comment by firli — September 9, 2008 @ 6:31 am
nol…kehampaan bagi orang yang tak mengerti apa artinya,kesempurnaan bagi seseorang yang telah hidup karenanya.nol bukan kehampaaan semata melainkan kesempurnaan yang tak terkira nilainya.Trimakasih.
Comment by siti jamilah — December 3, 2008 @ 8:10 am